1,721,026 research outputs found

    Tepung daun mengkudu sebagai antibiotik alami untuk produksi daging dan telur puyuh bebas residu

    Get PDF
    Produksi telur pada puyuh periode layer dapat ditingkatkan, salah satunya dengan pemberiaan pakan yang berkualitas. namun biasanya peternak memberikan pakan dengan penambahan antibiotik sintetik sebagai growth promotor. Daun mengkudu memiliki kandungan antraquinon, asam amino, glikosida, senyawa fenolik, dan asam ursulat. Kandungan alkaloid, fenol, glikosida, dan antraquinon ini merupakan suatu zat aktif yang bersifat antimikrobia antibakteri dan antiinflamasi (Max, 1986). Menurut Retnani et al (2013), penggunaan ekstrak daun mengkudu sebanyak 15% pada pakan puyuh dapat meningkatkan produksi telur puyuh sebanyak 1,54 kg/ekor selama 15 minggu penelitian.DIKT

    Wafer limbah sayuran pasar sebagai pakan non rumput untuk kelinci di daerah perkotaan

    Get PDF
    Limbah sayuran pasar (tauge, klobot jagung dan kembang kol) mengandung banyak zat nutrisi untuk ternak.Pemanfatan limbah sayuran pakan sebagai pakan alternatife non rumput pada kelinci yaitu dengan membuat wafer. Wafer merupakan bahan yang berbentuk kubus (5 cm x 5 cm x 5 cm). Pembuatan wafer ini dapat memudahkan dalam penanganan, transportasi, dan penyimpanan. Kandungan wafer cukup bagus untuk ternak karena terdiri dari bahan-bahan penguat, sumber mineral, vitamin dan protein.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 Perlakuan (R1 = Pakanrumput dan konsentrat, R2 = Pakan limbah sayurantauge dan konsentrat, R3 = Pakan limbah sayuran kelobot jagung dan konsentrat dan R4 = Pakan limbah sayuran kembang kol dan konsentrat) dan 6 Ulangan. Peubah yang diamati yaitu pengujian palatabilitas wafer limbah sayuran pasar, uji sifat fisik wafer limbah sayuran pasar dan performa kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan wafer limbah sayuran pasar terhadap performa kelinci dibandingkan dengan pakan konvensional dan untuk menemukan pakan alternatife kelinci di daerah perkotaan, seperti diketahui hijauan dan biji-bijian sudah jarang di jumpai di daerah perkotaan. Selain itu, pakan non rumput (wafer) mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kelinci secara optimal sehingga performanya juga akan optimal.Dikt

    Evaluation of Nutrient Digestibility of Prill Fat Supplemented Wafer Feed in Male Garut Sheep

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian pakan wafer suplemen yang mengandung prill fat dengan level pemberian yang berbeda terhadap kecernaan nutrien dan konsumsi nutrien pada domba Garut jantan. Penelitian ini menggunakan domba Garut jantan sebanyak 16 ekor dengan rata-rata bobot badan 33,50±10,97 kg di peternakan Sejahtera Tani Farm, Cinangka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P0: Rumput Lapang + konsentrat (pakan kontrol), P1: Pakan kontrol + Wafer suplemen 200 g, P2: Pakan kontrol + Wafer suplemen 300 g, P3: Pakan kontrol + Wafer suplemen 400 g. Peubah yang diamati konsumsi dan kecernaan nutrien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian wafer suplemen yang mengandung prill fat dengan taraf 400 g (P3) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan konsumsi nutrien BK 905,96 g ekor-1 hari-1, BO 838,77 g ekor-1 hari-1, PK 119,96 g ekor-1 hari-1, LK 51,14 g ekor-1 hari-1, SK 243,37 g ekor-1 hari-1, BETN 420,55 g ekor-1 hari-1. Pemberian wafer suplemen mengandung prill fat lebih baik dibandingkan dengan pakan kontrol terhadap kecernaan nutrien.This study aims to evaluate the feeding of wafer supplements containing prill fat with different feeding levels on nutrient digestibility and nutrient consumption in Garut male sheep. This study used 16 male Garut sheep with an average body weight of 33.50±10.97 kg at Sejahtera Tani Farm Cinangka. This study used Randomized Group Design with 4 treatments and 4 replicates consisting of P0: Field Grass + concentrate (control feed), P1: Control feed + Wafer supplement 200 g, P2: Control feed + Wafer supplement 300 g, P3: Control feed + Wafer supplement 400 g. The observed variables were consumption and nutrient digestibility. The results showed that the provision of wafer supplements containing prill fat at the level of 400g (P3) had a significant effect (P < 0.05) on increasing nutrient consumption BK 905.96 g head-1 day-1, BO 838.77 g head-1 day-1, PK 119.96 g head-1 day-1, LK 51.14 g head-1 day-1, SK 243.37 g head-1 day-1, BETN 420.55 g head-1 day-1. Supplementary wafer feeding containing prill fat is better than the control feed on nutrient digestibility

    Produktivitas Puyuh Petelur Coturnix coturnix japonica yang diberi Tepung Daun Jati (Tectona grandis linn. f.) dalam Ransum.

    No full text
    This experiment was held at Slamet Quail Farm in Sukabumi, and Poultry Nutrition Laboratory, Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University, Bogor, from June to September, 2013. This research aimed to evaluated the effects of tecton leaf as addition in diet of quail. Laying quails aged 6 weeks and 180 heads had body weight average about 165.11±10.53 g were allowed in completely randomized design, that divided into four treatments with three replications. The treatments were classified into : basal diet (P0), basal diet + 3% tecton leaf meal (P1), basal diet + 6% tecton leaf meal (P2), basal diet + 9% tecton leaf meal (P3). Variables were feed intake, egg production, egg weight, egg mass, feed conversion ration and mortatilty. The result of this research showed that tecton leaf meal did not significantly affect on egg production, egg weight, egg mass, and feed conversion, but significantly decreased on feed intake (P<0.05). There was no mortality during this experiment. The addition of tecton leaf meal in ration decreased value of income overfeed cost. Tecton leaf meal supplementation was increased feed cost

    Suplementasi Prill Fat Minyak Sawit terhadap Kecernaan Ransum dan Performa Sapi Perah

    No full text
    Prill fat adalah minyak nabati yang terhidrogenasi dan mengandung lebih dari 85% asam palmitat dengan titik leleh yang tinggi. Prill fat tidak meleleh pada suhu rumen dan dapat bypass di dalam rumen. Penelitian ini bertujuan mengukur karakteristik fisik prill fat dan penggunaannya pada ternak sapi perah. Penelitian terdiri atas tiga tahap, tahap pertama yaitu pengujian kualitas prill fat yang dilakukan di Laboratorium Industri Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian tahap II berupa suplementasi ransum menggunakan prill fat secara in vitro dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian tahap III yaitu secara in vivo yang dilakukan di Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK II), Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Penelitian secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan: P1 (kontrol tanpa perlakuan), P2 (P1+2% prill fat), P3 (P1+4% prill fat), dan P4 (P1+6% prill fat). Variabel yang diamati meliputi karakteristik fermentasi rumen (pH, konsentrasi volatile fatty acid (VFA) total, konsentrasi ammonia), kecernaan bahan kering dan bahan organik, kecernaan Neutral Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF), dan aktivitas mikroba rumen. Pengujian secara in vivo dilakukan dengan menguji suplemen prill fat pada taraf 2% dibandingkan dengan tanpa penambahan prill fat. Pengujian dilakukan sebanyak 10 ulangan dengan parameter meliputi konsumsi bahan kering (BK), produksi susu, komponen susu, dan profil asam lemak susu menggunakan near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa suplementasi prill fat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi VFA total (P<0.05) dan tidak berpengaruh terhadap konsentrasi ammonia, pH, dan bakteri total. Penurunan secara linier terjadi pada kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0.01), NDF dan ADF digestibility (P<0.05), total biomasa protozoa (P<0.01), dan populasi bakteri selulolitik (P<0.05). Hasil pengujian secara in vivo menunjukkan bahwa suplementasi 2% prill fat pada performa sapi perah di KUNAK Cibungbulang tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering (BK), komponen lemak susu, dan produksi susu. Suplementasi prill fat berpengaruh terhadap profil asam lemak susu dan menunjukkan adanya peningkatan komponen lemak dan produksi susu setelah adanya penambahan prill fat ke dalam ransum sapi perah laktasi. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan prill fat terbaik adalah pada taraf 2%. Penambahan prill fat pada taraf 2% tidak mengganggu aktivitas fermentasi rumen dan kecernaan serat. Suplementasi 2% prill fat pada performa sapi perah di KUNAK berpengaruh terhadap profil asam lemak susu, produksi dan komponen lemak susu, serta tidak berpengaruh negatif terhadap Atherogenicity Index (AI) dan Hypocholesterolemic/Hypercholesterolemic (HH) ratio

    Kecernaan Nutrien dan Performa Sapi Pasundan yang Diberi Suplemen Pakan Mengandung Daun Lamtoro dalam Bentuk Wafer

    No full text
    Pasundan cattle is a local beef cattle from West Java Indonesian that expected to fulfill the meat demand, especially in West Java. The increasing efforts of beef cattle productivity is constrained by the availability of forage feed materials. Forage feed availability fluctuate especially during the dry season. Another limitation in the increasing of beef cattle productivity is the lack of nutrient content in the feed, such as protein. To overcome these problems required the addition of feed supplement in the Wafer form containing Leucaena Leaves. The purpose of this research was to analyze the effect of Wafer supplement in the different levels on the nutreint digestibility and performance of Pasundan cattle. This study used blok randomized design using 4 treatments and 5 replications. The treatments were P0: conventional feed (bran, rice straw, and elephant grass), P1: conventional feed + 5% Leucaena wafer, P2: conventional feed + 9.5% Leucaena wafer, P3: conventional feed + 15% Leucaena wafer). The grouping is based on body weight ie. very small body weight (70.23 ± 9.15 kg), small (99.55 ± 7.87 kg), medium (115.23 ± 8.44 kg), large (136.59 ± 7.10 kg). The variables were nutrient intake and digestibility, final body weight, daily body weight gain, feed efficiency, and income over feed cost (IOFC). The result showed that the addition of wafers supplement containing lamtoro leaves did not affect the nutrient digestibility. However, the addition of wafer supplement at level 9.5% increased (P<0.05) nutrient consumption, body weight, daily weight gain, feed efficiency, and IOFC compared to the other treatments

    Pengujian sifat fisik pelet Broiler dengan minyak yang berbeda pada sistem produksi continous

    No full text
    Penggunaan minyak dalam ransum broiler sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi yang tinggi. Pada pembuatan ransum bentuk pelet minyak berperan sebagai pelicin atau pelumas. Pembuatan pelet dapat menggunakan proses produksi yang terputus-putus ataupun proses produksi yang terus menerus (continuous). Keuntungan menggunakan proses produksi yang terus menerus yaitu dapat mengurangi pemborosan dari pemakaian tenaga manusia. Ransum bentuk pelet memiliki resiko kerusakan bentuk fisik yang lebih besar dibandingkan dengan bentuk mash pada proses pembuatan ataupun pengangkutan. sehingga kualitas sifat fisik pelet harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis minyak yang berbeda terhadap sifat fisik ransum broiler bentuk pelet pada sistem produksi continous. ..

    Penambahan Tepung dan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandiss Linn. F.) Pada Puyuh coturnix coturnix japonica

    No full text
    Tectone leaf is plant perennial who had the chance very large for use as fodder. The availability and its abundant known was selected as one alternative plant a source of materials local feed. Generally of tecton trees used to be taken wood as major commodity logistics. Hence in the study is done the utilization of waste in the form of tecton leaf meal in diet laying quail. Active ingredients that was found in the leaves of flavonoid tecton namely. A compound phytochemistry is able to inhibit the growth of pathogenic bacteria in the digestive tract so that the absorption of nutrient could be optimal and no mortality on experiment. The supplementation tecton leaf can improve balance the necessary of feed nutrient quails and increase productivity of egg quail. This study aimed to analyze supplementation meal and extract tectone leaf in quails diet on antimicrobial activities such as bacteria pathogen E.coli and S.typhimurium on digestive tract so it could improve the quail performance and egg quality. This research used the laying Japanese quail (Coturnix coturnix japonica) aged 4-12 weeks as many as 180 bird given the supplementation tecton meal in diet and extract tecton leaf in drinking water. A method of research is experiment with design random complete (CRD) consist of six treatments and three replications. Treatments consist of : R0 = commercial rations, R1 = commercial rations + Vitachick, R2 = commercial rations + 6% meal tecton leaf, R3 = commercial rations +6% extract tecton leaf, R4= commercial rations+ 9% meal tecton leaf, R5 = commercial rations + 9% esxtract tecton leaf in drinking water. Parameters observed were feed consumption, water consumption, egg production, egg weight, egg mass, feed conversion, yolk weight and albumin weight, egg yolk colour score, eggshell weight, eggshell thickness, haugh unit, total of colonies bacteria, and analysis of Income Overfeed Cost. The analysis showed that meal tecton leaf proximate containing crude protein 11.01%, crude fat 3.80%, crude fiber 22.01%, and ash 8.11%. Active compound of flavonoid that was found in extract and meal tecton leaf is 0.241% and 0.643%. The result showed that the addition of meal and extract tecton leaf didn’t affect significantly (P>0.05 ) of feed consumption, water consumption, egg production and feed conversion. There was no mortality during this experiment. The addition of meal tecton leaf 6% and 9% could be increase a score of yolk colour to 8 with a yellow color. Supplementation extract tectone leaf 9% to reduce the total bacteria colonies E.coli and S. typhimurium. Flavonoids were able to inhibit the growth of pathogenic bacteria with the concentration of the medium. The conclusion of this research was supplementation 6% tecton leaf was able to increase the egg yolk color score while was able to reduce the total population of the colonies of pathogenic bacteria of the digestive tract quail can be given the addition of 9% extract tecton leaf. The content of flavonoid that serves as the meal contained in the antibacterial meal and extract tecton leaf is 0.643% and 0.24%

    Analisis SWOT Introduksi Teknologi Hi-fer di Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah Bogor

    No full text
    Peternakan rakyat di KUNAK merupakan salah satu peternakan rakyat yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Ketersediaan hijauan di KUNAK baik kualitas maupun kuantitas sangat berfluktuatif, oleh karena itu dibutuhkan solusi dan strategi untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Hijauan fermentasi (Hi-fer) merupakan teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan hijauan pakan. Tujuan penelitian ini menganalisis strategi introduksi teknologi Hi-fer di kawasan usaha peternakan sapi perah Bogor dengan analisis SWOT. Faktor internal dan eksternal dianalisis dengan menggunakan matriks Internal External (IE) untuk memperoleh matriks SWOT dan strategi pengembangannya, dirumuskan dengan menggunakan matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE) menunjukkan bahwa pengembangan introduksi teknologi Hi-fer memiliki faktor internal yang berada di atas rataan dengan skor 2.62, sedangkan total nilai yang diperoleh pada matriks External Factor Evaluation (EFE) adalah 2.74 yang berarti cukup baik dalam merespon peluang dan meminimalisasi ancaman yang dihadapinya. Pengembangan introduksi teknologi Hi-fer di KUNAK sapi perah Bogor dari hasil matriks I-E berada pada posisi kuadran V, stabil dan pertumbuhan, hal ini menunjukkan bahwa Hi-fer memiliki peluang dan dikembangkan dengan alternatif strategi yaitu meningkatkan ketersediaan hijauan yang berkualitas dan kontinu, mengurangi penggunaan ampas tahu dan meningkatkan keterampilan peternak dalam teknologi pakan

    Karakteristik Prill Fat sebagai Sumber Asam Lemak Tinggi Palmitat pada Ransum Ruminansia

    No full text
    Prill fat adalah minyak nabati yang tidak terhidrogenasi dan mengandung lebih dari 85% asam palmitat dengan titik leleh yang tinggi. Oleh karena itu, prill fat tidak meleleh pada suhu rumen dan dapat bypass di dalam rumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur karakteristik lemak tinggi asam palmitat secara fisik dan penggunaannya pada ruminansia. Penelitian dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah dan Industri Pakan, Fakultas Peternakan IPB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan: P1 (kontrol tanpa perlakuan), P2 (kontrol + 2% lemak tinggi asam palmitat 78%), P3 (kontrol + 2% lemak tinggi asam palmitat 86%), P4 (kontrol + 2% lemak tinggi asam palmitat 96%). Variabel yang diamati meliputi karakteristik fermentasi rumen (Volatile fatty acid/VFA dan konsentrasi NH3), kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan karakteristik fisik dari prill fat. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan hasil yang signifikan diantara perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan. Prill fat sebagai suplemen tinggi palmitat memiliki karakteristik fisik yang baik dengan ukuran partikel yang sesuai untuk pakan ruminansia (200-1200 μm) dan kadar air dibawah 14%, sehingga penyimpanan dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Suplementasi prill fat berbeda nyata terhadap konsentrasi VFA total (P<0.01) dan kecernaan bahan kering (P<0.05). Suplementasi tidak memberikan pengaruh terhadap konsentrasi NH3 dan kecernaan bahan organik. Analisis menggunakan uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa suplementasi prill fat 96% palmitat pada taraf 2% meningkatkan konsentrasi VFA dan kecernaan bahan kering. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan lemak dengan kandungan asam palmitat 96% pada taraf pemberian 2% meningkatkan fermentabilitas dan kecernaan in vitro ruminansia
    corecore