269 research outputs found
Intel Corp. v. Hamidi: Tresspas to Chattels, the Internet\u27s Greatest Antagonist?
This Casenote examines the recent California Court of Appeals decision in Intel Corp. v. Hamidi and argues that by departing from the strict common law requirements and upholding a permanent injunction on the grounds of trespass to chattels, the court destroyed the elements and reasons that underlie the tort of trespass to chattels, in essence creating a new tort. The author argues that in doing so the court rejected the traditional definition of trespass to chattels and paved the way for absurd judicial results that have the potential to result in enormous adverse consequences
A descriptive study of the decision processes used by managers from small and medium-sized enterprises whether to participate in government-sponsored training programs in Malaysia
This study described the decision processes used by managers from small-medium enterprises (SMEs) whether to participate in government-sponsored training programs in Malaysia. Research discovered that SMEs are critical for a nation’s economic development, and training programs provided by governments can help promote the productivity of organizations. However, research revealed that the level of participation for SMEs is relatively low. Until now, there is limited information about how managers of SMEs make decisions about whether to send their employees to government-sponsored training programs, which potentially help the organization. Thus, decision processes of managers were the focus of this study, offering to provide an in-depth understanding of phenomena. This understanding is vital for the policy developments made by selected government agencies entrusted to assist with the development of SMEs via the provision of training programs. Moreover, Bounded Rationality Theory provided a theoretical framework for this study of small and medium enterprises in a city in East Malaysia.
Six research questions guided this study. The study used the methods of Interpretative Phenomenological Analysis outlined by Willig (2013). Eight respondents contributed to the study. Data collection was conducted in two phases. The first phase involved an in-depth individual semi-structured interview. The second phase involved a group discussion. Four SME managers were involved in the group session. Data were supplemented by the author’s field notes and reflective journal. Data were analyzed using the guidelines outlined by Willig’s (2013) IPA approach. Each research question was answered and discussed. Based on these findings, policy implications, suggestions and limitations of the study were discussed.Submission published under a 24 month embargo labeled 'U of I Access', the embargo will last until 2021-05-01The student, Hana Hamidi, accepted the attached license on 2019-04-11 at 21:08.The student, Hana Hamidi, submitted this Dissertation for approval on 2019-04-11 at 21:25.This Dissertation was approved for publication on 2019-04-15 at 11:21.DSpace SAF Submission Ingestion Package generated from Vireo submission #13573 on 2019-08-22 at 15:05:57Made available in DSpace on 2019-08-23T20:35:51Z (GMT). No. of bitstreams: 3
HAMIDI-DISSERTATION-2019.pdf: 2183598 bytes, checksum: 9845d06b427f9c134a37f5feb05e9a18 (MD5)
LICENSE.txt: 4208 bytes, checksum: 9912034b2633d1887f083898e0dd62e0 (MD5)
PROQUEST_LICENSE.txt: 4554 bytes, checksum: 9d5075646973c92b92740ac4023af389 (MD5)
Previous issue date: 2019-04-15Embargo set by: Seth Robbins for item 112129
Lift date: 2021-08-23T20:36:18Z
Reason: Author requested U of Illinois access only (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemU of I Only Restriction Lifted for Item 112129 on 2021-08-24T09:15:24Z
Investigation of robotic welding process by using RobotStudio™5.10 and ABB robot / Shahfuan Hanif Ahmad Hamidi
This project discussed about the investigation of robotic welding using RobotStudio™5.10 Software and ABB Robot. In this project there are two approaches that have been taken, simulation and execution. In simulation, there are several steps need to be carried out. Those are CAD modeling, layout arrangement, and rapid programming which are available on RobotStudio™5.10 Software. The author makes some study cases on this software on basic understanding for the readers. The study cases are including simple geometry for generating rapid program, I/O programming where in creating signal with other devices and advanced rapid programming by creating new movement function. In execution approach, the author executes a rapid programming directly to ABB robot. These activities required some preparation before, during, and after execution. Therefore, the author used example of ship panel structure to adapt all the preparation that need to be carried out. This example is documented together with the suitable welding parameter. In conclusion, by reading this book, readers should have general ideas of basic fundamental in applying in simulation and execution of robotic. They also know about the advantages of the software and the robot itself
PERUBAHAN PERILAKU SANTRI DARI STATUS SANTRI MENJADI SISWA (STUDI KASUS DI SMP PLUS MIFTAHUL ULUM PADA LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL-USYMUNI TARATE PANDIAN SUMENEP)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perubahan perilaku santri ketika berstatus menjadi santri dan menjadi siswa serta juga memberikan gambaran faktor-faktor apa saja yang memperngaruhi perubahan perilaku santri tersebut baik secara internal maupun eksternal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan pada Kepala Sekolah, guru-guru, Ustadz/ah, pengurus pondok dan Santri. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, kajian domumen dan observasi ke dalam kehidupan santri baik ketika di pondok maupun di sekolah. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif. Pemeriksaan keabsahan data dilaksanakan dengan teknik triangulasi. Model analisis dilakukan dengan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status sebagai santri itu lebih melekat terhadap mereka daripada status sebagai siswa karena memang tujuan awal mereka adalah mondok bukan sekolah, sedangkan yang mempengaruhi perubahan perilaku mereka banyak sekali faktornya baik secara individu dan lingkungan atau faktor internal dan eksternal
Upacara Nyadar di Desa Pinggir Papas Kabupaten Sumenep
budaya nyadar yang ada di Desa Pinggir Papas Kabupaten Sumenep untuk melestarikan dan menghormati para leluhur
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP PLUS MIFTAHUL ULUM PANDIAN TARATE SUMENEP
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi bagiamana integrasi nilai-nilai Islam dalam proses belajar mengajar IPS serta bagaimana hasil dari integrasi tersebut dapat menjadikan siswa mempunyai akhlakul karimah baik ketika masih dalam sekolah maupun nanti ketika sudah kembali ditengah-tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik dan alat pengumpulan data yaitu: teknik observasi langsung, komunikasi langsing dan analisis dokumentasi. Alat pengumpulan datanya berupa panduan observasi, panduan wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP Plus Miftahulu Ulum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses belajar mengejar di kelas tidak pernah lepas dari nilai-nilai Islam baik dalam menerangkan materi pembelajaran maupun dalam pemberian contoh dari materi pembelajaran tersebut, dalam pemberian contoh guru mengambil suri tauladan Nabi Muhammad SAW dan para pengasuh pondok pesantren yang menaungi sekolah tersebut
KONSTRUKSI SOSIAL GURU IPS TENTANG PEMBELAJARAN IPS DI MTS KECAMATAN KOTA SUMENEP
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tentang (1) mengetahui konstruksi sosial guru IPS, (2) Implementasi pembelajaran guru di Kelas, (3) Paradigma kepala sekolah tentang pembelajaran IPS.Metode penelitian menggunakan kualitatif, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali substansi mendasar dibalik fakta yang terjadi pada guru IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS mengkonstruksikan IPS menjadi empat konstruksi, (1) IPS adalah ilmu pengetahuan sosial yang peserta didik diharuskan bisa bersikap sosial yang baik sebagai perwujudan dari ilmu pengetahuan sosial, (2) IPS adalah mengkaji kehidupan sehari-hari dan masalah sosial yang ada dalam masyarakat, (3) IPS adalah mengkaji tentang hubungan manusia baik individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok, (4) IPS adalah mata pelajaran yang di dalamnya ada mata pelajaran sejarah, geografi, sosiologi dan ekonomi. This study describes the purpose of (1) determine the social construction of social studies teachers, (2) Implementation of teacher learning in class, (3) the principal of the learning paradigm of social studies. Using qualitative research methods, the main purpose of this study was to explore the fundamental substance behind the facts that occurred in social studies teacher. The results showed that teachers of social studies constructs into four construction, (1) social studies is a social studies that students are required to be good social as the embodiment of social studies, (2) social studies is reviewing everyday life and social problems that exist in the community, (3) social studies is to examine whether individual human relationships with individuals, groups of individuals and groups with the group, (4) social studiess are subjects in which there is the eye the lessons of history, geography, sociology and economic
INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP PLUS MIFTAHUL ULUM PADA LINGKUNGAN PESANTREN AL-USYMUNI , TARATE, PANDIAN, KABUPATEN SUMENEP
Krisis moral yang terjadi akhir-akhir ini menuntut sekolah untuk menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran umum seperti IPS. Pesantren di Kabupaten Sumenep berlomba-lomba membuka sekolah umum agar dapat menjembatani nilai-nilai keislaman yang ada di pesantren untuk dilestarikan dalam proses pembelajaran dan lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada setting alamiah, sehingga peneliti berinteraksi secara intens dengan subjek penelitian untuk menggali dan menemukan makna yang akan digali dari para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Miftahul Ulum Plus dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman secara umum melalui lima tahap yaitu: 1) pengenalan, siswa dikenalkan dengan nilai-nilai yang ada di pondok pesantren atau di sekolah melalui kegiatan sehari-hari baik dalam mengaji di pesantren. pembelajaran pesantren dan IPS di SMP Plus Miftahul Ulum; 2) apresiasi, nilai-nilai yang sudah diketahui siswa berusaha diinternalisasikan agar benar-benar paham dari intisari nilai-nilai yang sudah diketahuinya; 3) pendalaman, nilai-nilai keislaman yang selama ini mereka jalani coba digali lebih dalam lagi agar nilai-nilai keagamaan tersebut ditanamkan kepada siswa; 4) pembiasaan, nilai-nilai keislaman yang telah mereka ketahui harus mereka pelajari dan ingat secara teratur sehingga bermanfaat bagi mereka dan lingkungannya dan; 5) pengalaman, nilai-nilai Islam yang telah mereka ketahui, hidup dan lakukan dalam aktivitas sehari-hari harus terlihat dari perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan pesantren maupun lingkungan sekolah. Nilai-nilai keislaman yang telah dipelajari santri di pondok pesantren dan telah dilaksanakan sehari-hari sangat mudah diinternalisasikan ke dalam lingkungan sekolah dan ke dalam proses pembelajaran IPS. Penciptaan budaya ini dalam pembiasaan telah dilakukan santri setiap hari baik di pesantren maupun di sekolah dan didukung lagi dengan adanya panutan baik di pesantren maupun di sekolah seperti kiyai dan guru.
The moral crisis that has occurred recently has required schools to internalize Islamic values in curriculum development and learning, including in general subjects such as social studies. In Sumenep Regency Islamic boarding schools are competing to open public schools so that they can bridge the Islamic values that exist in Islamic boarding schools to be preserved in the learning process and school environment. This research uses qualitative research which is carried out in natural settings, so that researchers interact intensely with research subjects to explore and find meaning that will be explored from the informants. The results showed that Miftahul Ulum Plus Middle School in internalizing Islamic values generally went through five stages: 1) introduction, students were introduced to the values that exist in Islamic boarding schools or at school through their daily activities both in reciting the book at the Islamic boarding school and social studies learning at SMP Plus Miftahul Ulum; 2) appreciation, the values that students already know try to be internalized so that they really understand from the essence of the values they already know; 3) deepening, the Islamic values that they have lived try to be explored even more so that these religious values are instilled in students; 4) habituation, Islamic values that they already know they must learn and remember regularly so that they are useful for them and their environment and; 5) experience, Islamic values that they already know, live and do in their daily activities must be visible from their behavior in everyday life both in the boarding school environment and the school environment. The Islamic values that students have learned at Islamic boarding schools and have carried out every day are very easy to internalize into the school environment and into the social studies learning process. The creation of this culture in habituation has been carried out by students every day both at the boarding school and at school and is supported again by the presence of role models both at the boarding school and at school such as kiyai and teachers
Upacara Nyadar di Desa Pinggir Papas Kabupaten Sumenep
budaya nyadar yang ada di Desa Pinggir Papas Kabupaten Sumenep untuk melestarikan dan menghormati para leluhur
Pengaruh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa jurusan IPS MAN Kediri 2 Kota Kediri
ABSTRAK
Prestasi belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan secara sadar atau sengaja berupa penambahan pengetahuan maupun keterampilan yang mengakibatkan adanya perubahan tingkah laku manusia secara langgeng atau kontinyu baik secara fisik maupun psikis yang ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai, yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Sesuai dengan definisi yang diberikan oleh Usman bahwasannya prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa yang dilakukan melalui tes prestasi hasil belajar yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa untuk menerapkan tingkat prestasi atau tingkat keberhasilan siswa terhadap suatu bahasan.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar Siswa kelas XI Jurusan IPS MAN Kediri 2 Kota Kediri, (2) Menjelaskan pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar Siswa kelas XI Jurusan IPS MAN Kediri 2 Kota Kediri, dan (3) Menjelaskan pengaruh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Siswa kelas XI Jurusan IPS MAN Kediri 2 Kota Kediri .
Mengacu pada tujuan penelitian tersebut diatas maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu berupa angket dan dokumentasi yaitu berupa arsip sekor nilai ulangan harian jurusan IPS kelas XI MAN Kediri 2 Kota Kediri. Pengujian instrument menggunakan uji validitas dan reliabelitas. Sedangkan metode analisis data menggunakan regesi linier berganda, determinasi, uji t dan uji F. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan IPS Man Kediri 2 Kota Kediri yang berjumlah 240 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak
60 orang siswa.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa (1) Koefisien korelasi antara variabel kompetensi pedagogik guru (X1) dengan prestasi belajar (Y) menunjukkan hasil yang berpengaruh secara signifikan. Dengan demikian maka terbukti bahwasannya ada pengaruh antara kompetensi pedagogik guru(X1) dengan prestasi belajar (Y), yaitu dapat dilihat dari hasil penelitian yang ada dimana hasil thitung lebih besar dari ttabel yaitu (3.843 ≥ 2.00) dengan signifikansi 0,000. (2) Koefisien korelasi antara variabel motivasi belajar (X2) dengan prestasi belajar (Y) menunjukkan hasil yang berpengaruh secara signifikan. Dengan demikian maka terbukti bahwasannya ada pengaruh antara motivasi belajar (X2) dengan prestasi belajar (Y), yaitu dapat dilihat dari hasil penelitian yang ada dimana hasil thitung lebih besar dari ttabel yaitu (2.934 ≥ 2.00) dengan signifikansi 0,005. Dan (3) Koefisien korelasi antara kompetensi pedagogik guru (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar (Y) menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu yang dilakukan dengan uji F (uji serentak) menunjukkan bahwa secara bersama-sama kompetensi pedagogik guru (X1) dan motivasi belajar (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar (Y). Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu (34,004 > 5.00) dan probabilitas < α yaitu 0,000 < 0,05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara bersamasama terdapat pengaruh positif signifikan antara kompetensi pedagogik guru(X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar (Y)
ABSTRACT
Learning achievement is all of activity that doing awarely or intentionally like increasing of knowledge although skill that have effect there is change of atituade of human being by forever or by continuous physicly or psychologically that showing by value of test or mark of value, that covered cognitive aspect, affective aspect and psycomotorik aspect. According to Usman learning achievement is the result that get by student that doing by test achievement of learning result that have purpose to get thinking about competency of student to apply the level of achievement or level of the successly of student in the getting material.
The purpose of this research is (1) Describe about pedagogy competence of teacher to
learning achievement student XI class social majors MAN Kediri 2 Kota Kediri, (2) Describe the influence learning motivation to student achievement XI class social majors MAN Kediri 2 Kota Kediri, and (3) Describe the influence podagogy competence and learning motivation to student learning achievement XI class social majors MAN Kediri 2 Kota Kediri.
Based on this purpose of research so researcher use quantitative method. Instrument that used is questionnaire and documents like archives, value of examination social majors XI class MAN Kediri 2 Kota Kediri. Instrument test use validity test and reabilit test. Whereas analysis method use regression linear bifiliar, determination t test and F test. Population in this research is XI student social majors Man Kediri 2 Kota Kediri that amounted 240 students. Taking sample use technique purposive sampling with total of sample is 60 students.
The result of research explain that (1) Coefficient colleration between Pedagogy competencee of teacher variable(X1) with learning achievement (Y) show the result that have influence significantly. So that proved there is influence between pedagogy competence of teacher(X1) with learning achievement (Y), that is can be see from researh result that result of thitung more than ttabel it is (3.843 ≥ 2.00) with significant 0,000. (2) Coefficient colleration between learning motivitation variabel (X2) with learning achievement (Y) show the result that have influence significantly. So that proved there is influence between learning motivitation (X2) with learning achievement (Y), that is can be see from researh result that result of thitung more than ttabel it is (2.934 ≥ 2.00) with significant 0,005. and (3) Coefficient colleration between Pedagogy competencee of teacher variable (X1) and learning motivitation variabel (X2) with learning achievement (Y) show the result that have influence significantly, it is doing by F test (all at once test) showing that secara pedagogy competency of teacher (X1) anh learning motivation (X2) have significant influence with learnng achievement (Y). Based on resut of calculation knowing that Fhitung more than Ftabel it is (34,004 > 5.00) and probability < α it is 0,000 < 0,05, it mean Ho have rejected dan Ha have accepted . so that inferential that togetherly have positif effect that significant between pedagogy competence of teacher(X1) and learning motivitation (X2) to learning achievement (Y)
- …
