1,720,969 research outputs found

    KAPITALISME DAN PENDIDIKAN LIBERAL KAPITALISTIK

    Full text link
    This paper entitled capitalism and capitalistic liberal education will present two problems related to the aforementioned theme, they are: how capitalism exists in social life and what is capitalistic liberal education. To deal the first problem, the writer traces the origin of capitalism internationally up to the latest con-dition. The study found that capitalism developed as an antithesis toward secularism and materialism. At the first stage of its deve-lopment, capitalism signified a religious Puritanism then turned to secularism movement. This finally turned to two different movements, rational and irrational capitalism. The second issue of this paper deals the capitalistic liberal education system. Based on the brief description of this, it can be inferred that capitalistic liberal education is all forms of educational management designed for merely getting financial interest without considering students’ interest on education

    Analisis Tentang Penerapan al-Maf’ul Liajlih dan al-Maf’ul Ma’ah dalam Kalimat Bahasa Arab

    Full text link
    Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah merupakan bagian dari pembahasan ilmu Nahwu. Ilmu nahwu adalah salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang mengatur tentang tata cara menempatkan kata secara tepat dalam kalimat-kalimat bahasa Arab sehingga maknanya menjadi utuh. Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah sebagai bagian dari ilmu nahwu memiliki tujuan tertentu ketika diposisikan dalam kalimat, demikian pula memiliki tata aturan tersendiri dalam penerapannya dalam kalimat. Dengan demikian hal yang menjadi permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini ada tiga hal yaitu: (1) Apa pengertian Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah ?, (2) Bagaimana cara penerapan Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah dalam kalimat ?, dan (3) Bagaimana ‘irab Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah ?. Pertanyaan-pertanyaan di atas akan dijawab dengan mengemukakan pengertian Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah terlebih dahulu untuk memperoleh pengetahuan dasar tentang keduanya, kemudian dilanjutkan dengan cara penerapannya dalam kalimat, dan terakahir dikemukakan i’rabnya sebagai bentuk analis dari Maf’ul liajlih dan maf’ul ma’ah baik dari segi bentuknya, hukum i’rabnya, maupun tanda-tanda i’rabnya

    Pembelajaran Fahmul Masmu’ Bahasa Arab

    Full text link
    Jurnal ini berusaha mendeskripsikan mengenai metode pembelajaran Istima’ untuk tingkat pemula. Istima’ adalah suatu pembelajaran menyimak atau mendengarkan suatu kalimat atau bacaan bahasa arab yang bertujuan  untuk  memahami  makna  kalimat  yang  didengar  atau  direkam  oleh indera  pendengaran.  Istima’  merupakan  bagian  dari  keterampilan berbahasa Arab. Dalam keterampilan menyimak memiliki beberapa fase. Fase ini dibagi dalam empat tingkatan, yaitu fase pengenalan, fase pemula, fase pertengahan dan fase lanjutan. Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan begitu pula dengan metode ini. Jurnal ini akan mendeskripsikan metode dan beberapa strategi pembelajaran Istima’yang selanjutnya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran bahasa Arab yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Arab bagi siswa. Fahmul masmu’ itu sendiri merupakan kegiatan istima’ yang diberikan kepada siswa yang sudah mencapai tingkatan istima’ fase lanjutan.Abstract : This journal tries to explain about the method of 'Istima' learning for the beginner level. Istima 'is a learning to listen or listen to a sentence or Arabic reading which aims to understand the meaning of the sentence that is heard or recorded by the sense of hearing. Istima 'is part of Arabic language skills. In skills have several phases. This phase is divided into four levels, namely the introduction phase, the beginner phase, the intermediate phase and the advanced phase. Each method must have advantages and disadvantages as well as this method. This journal will describe the method and some of the Istima' learning strategies which can then be applied in Arabic learning which aims to improve Arabic listening skills for students. Fahmul masmu' itself is a special activity 'given to students who have reached the advanced level

    Hal-Ihwal Jumlah Ismiyah Dalam Bahasa Arab

    Full text link
    Tulisan ini mengungkapkan tentang macam-macam bentuk jumlah ismiyah dalam Bahasa Arab. Di sini diungkapkan bagaiman unsur jumlah ismiyah yang terdiri dari mubtada’ dan khabar dipahami dan diperlakukan sesuai kaidah bahasa Arab, sehingga akan ditemukan kaidah-kaidah yang mewajibkan mubtada’ selalu didahulukan dari khabar, kaidah-kaidah yang mewajibkan khabar didahulukan dari mubtada’, kaidah-kaidah yang mewajibkan mubtada’ tidak disebutkan dalam kalimat, dan kaidah-kaidah yang mewajibkan khabar tidak disebutkan dalam kalimat

    KONSEP PENDIDIKAN MENURUT IBNU TAYMIYAH

    Full text link
    Dalam pembahasan mengenai konsep pendidikan menurut Ibnu Taymiyah akan diketengahkan pada bagian awal pembahasan mengenai riwayat hidup Ibnu Taiymiyah, dan pada bagian pertengahan sampai akhir pembahasan diketengahkan mengenai konsep pendidikannya. Ibnu Taymiyah, lahir di kota Harran wilayah Syiria, lima tahun setelah Baghdad dikuasai oleh pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, hari kelahirannya adalah hari Senin 10 Rabiul Awwal 661 H, bertepatan dengan tanggal 22 Januari 1263 M. Ibnu Taimiyah wafat di Damaskus malam senin 20 Zul Qaidah 728, bertepatan dengan tanggal 26 September 1328 M. Ia sangat gigih berjuang  dalam usaha reformasi tradisi masyarakat yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Ia menekankan terbukanya pintu ijtihad di samping tetap berpegang teguh terhadap sufisme. Konsep pendidikan menurut Ibnu Taimiyah adalah bagi peserta didik dipersyaratkan memiliki alat pendidikan yang baik untuk memperoleh ilmu pengetahuan, menguasai secara sempurna apa yang dipelajari, mensejajarkan antara pengetahuan dan amal. Adapun metode pendidikan menurut Ibnu Taimiyah ada tiga macam, yaitu; pertama, dengan al-Hikmah, Kedua, dengan al-mauizah, Ketiga, dengan dialog (al-jadal al-ahsan).Kata kunci: Ajaran Islam, penguasaan ilmu pengetahuan, dan reformasi tradisi yang bertentangan dengan ajaran Islam

    Konsep Keterampilan Bercakap Bahasa Arab

    Full text link
    Tulisan ini mengungkapkan konsep keterampilan bercakap bahasa Arab dengan pokok pembahasanya adalah kriteria-kriteria yang dituntut untuk dipenuhi oleh seseorang mempelajari bahasa Arab sehingga ia dinyatakan bahwa ia telah terampil bercakap bahasa Arab. Adapun kriteria-kriteria yang dimaksud adalah kemampuan mengungkapkan ide atau pikiran, kemampuan mengucapkan setiap huruf dengan baik,kemampuan menggunakan harakat bahasa Arab dengan baik, kemampuan mengungkapkan kata-kata yang berhubungan dengan topik pembicaraan, dan kemampuan menyusun uslub-uslub kalimat yang baik

    Kemampuan Mahasiswa Mengimplementasikan Jumlah Mufidah dalam Menyusun Ta’bir Tahririy pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

    No full text
    Hasil penelitian ini diukur dengan menggunakan skala lima yaitu, sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Dan hasilnya menunjukkan bahwa: 1) Tingkat kemampuan mahasiswa mengimplementasikan jumlah ismiyah dalam menyusun ta’bir tahriri pada Jurusan PBA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin berada pada kategori ‚rendah‛ dengan nilai rata-rata 163,53. Nilai tersebut berada pada rentang nilai 116 - 167. 2) Tingkat kemampuan mahasiswa mengimplementasikan jumlah fi’liyah dalam menyusun ta’bir tahriri pada Jurusan PBA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin berada pada kategori‚ rendah‛ dengan nilai rata-rata 146,40. Nilai tersebut berada pada rentang nilai 102 - 147. 3) Tingkat kemampuan mahasiswa jurusan PBA fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin mengimplementasikan jumlah mufidah dalam menyusun ta’bir tahririy adalah berada pada kategori‚ rendah‛ bahkan cenderung ‚sangat rendah‛ dengan nilai rata-rata 310. Nilai tersebut berada pada rentang nilai 216 - 311

    Kemahiran Membaca Bahasa Arab Tingkat Mutaqaddimin serta Metode dan Strategi Pembelajarannya

    Full text link
    This research discusses the methods and strategies of learning to read especially for mutaqaddimin. Mutaqaddimin is the level where students can already read well and fluently.In this level, the concept of learning focusses aspects of understanding the content of reading as well as the ability to explore it. Reading for mutaqaddimin is activity of learning that can be done independently. So, students can learn in inside or outside the classroom.In learning to read, students are asked to find the main ideas and supporting ideas of the reading. And then recounted it by using grammar or qawaid that student have known. The students must inform it by using their own language so others can understand it well.Every learning needs method and strategies for increasing students interest in studying. And also, make them easy to understand the material. In this case, a teacher have the right to choose a better method and strategies in studying including learning of read. In this research, there are some method and strategies that teacher can use in studying. This research obtaian the data of method and strategies from some jurnals. Researcher read the jurnal well and deeply, then make categorization and choose some importand information in oerder to put in this researc

    Kaidah Perubahan Bentuk Isim Mufrad Menjadi Bentuk Mutsana’ dan Bentuk Jama’

    Full text link
    Tulisan ini mengungkapkan tentang kaidah perubahan bentuk mufrad menjadi bentuk mutsanna’ dan bentuk jama’ dalam bahasa Arab dengan pokok pembahasanya adalah bagaimana kaidah perubahan isim mufrad menjadi isim mutsanna’ dan bagaimana perubahan isim mufrad menjadi isim jama’?.Isim mufrad  adalah seluruh kata bahasa Arab bermakna ‘tunggal’ yang bukan bukan fi’il dan bukan pula huruf, isim mufrad dapat berubah menjadi isim mutsanna’ yang bermakna ‘dua’ dengan menambahkanانِ  atauيْنِ  pada akhir kata mufradnya.Dan isim mufrad juga dapat berubah bentuk menjadi isim jama’, baik jamak muizakkar, jamak muannats, maupun jama’ taksir.  Perubahan isim mufrad menjadi  jama’muzakkar setelah ditambahkanوْنَ  atau يْنَ pada akhirnya, perubahan isim mufrad menjadi jama’ muannats setelah ditambahkanات  pada akhirnya, dan perubahan isim mufrad menjadi jama’ taksir setelah dirubah bentuk mufradnya dengan cara menambahkan atau mengurangi huruf mufradnya

    Konsep Al-Mu’rab Wa Al-Mabni dalam Bahasa Arab

    Full text link
    Tulisan ini mengungkapkan tentang konsep mu’rab dan mabni dalam bahasa Arab dengan pokok pembahasanya adalah pengertian mu’rab dan mabni, kata-kata bahasa Arab yang mu’rab, dan kata-kata bahasa Arab yang mabni. Mu’rab adalah seluruh kata yang dapat berubah akhirnya dan mabni adalah seluruh kata yang tidak dapat berubah akhirnya, kata-kata bahasa Arab yang mu’rab mayoritas terdiri dari isim dan sebahagian kecil dari fi’il.Sementara kata-kata bahasa Arab yang mabni adalah sebahagian besar dari fi’il, sebahagian kecil dari isim, dan seluruh huruf
    corecore