1,720,966 research outputs found
Uang Kebon and Colonial Power Relations in East Sumatra Plantation
Colonialism in East Sumatra has been going on since the 19th century, which was initiated by the emergence and development of the plantation industry. In maintaining the power of the gardeners the practice of a binding power system for plantation workers. The colonialism system through the legitimacy of using uang kebon that prevails in the plantation environment reflects the hegemony of power of the colonialism system in plantations. The type of research used is qualitative research. The data source used in this study is the uang kebon archive which is a collection of the Museum Uang Sumatera. The results showed that there were differences in uang kebon and official currency used by the rulers of the Dutch East Indies. Money is used as the highest authority that not only acts as a medium of exchange (economic and monetary tools) but also as a political tool and the legitimacy of power (money power) to maintain power in the East Sumatra plantation area
ANALISIS WACANA MATERI PEMERINTAHAN DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui karasteristik pembelajaran sejarah dalam
komponen Kurikulum 2013 (2) untuk mengetahui materi pembelajaran tentang sejarah
PDRI dalam Kurikulum 2013 dan (3) untuk mengetahui wacana materi pembelajaran
PDRI dalam buku paket yang diterbitkan oleh penerbit swasta untuk kelas XII. Untuk
memperoleh data yang diperlukan, maka peneliti menggunakan metode studi pustaka
(library research). Tehnik untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara
menganalisis buku-buku yang berhubungan dengan pembelajaran sejarah dan juga
buku paket sejarah kelas XII yang berkaitan dengan wacana sejarah PDRI. Dari
penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa komponen pembelajaran sejarah
untuk SMA dalam Kurikulum 2013 terdiri atas tujuan pembelajaran, struktur program
dan muatan pembelajarn serta silabus dan juga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP). Pembelajaran sejarah dalam tingkat SMA memiliki tujuan yang sangat penting
dalam bidang kemampuan akademik, kesadaran sejarah dan juga rasa nasionalisme.
Materi tentang PDRI dalam kurikulum 2013 terdapat dalam pelajaran kelas XII untuk
semester I, dan materi PDRI dicantumkan dalam silabus, yaitu dengan kompetensi
dasar 1.2 tentang “ perkembangan ekonomi-keuangan dan politik pada masa awal
kemerdekaan sampai tahun 1950. Wacana-wacana tentang materi pembelajaran
tentang sejarah PDRI dalam buku paket memiliki karasteristik yang berbeda-beda,
walaupun disusun berdasarkan kurikulum yang sama, yakni Kurikulum 2013. Wacana
PDRI dalam buku paket tidak dituliskan sesuai dengan peristiwa sejarah PDRI. Selain
itu, banyak fakta sejarah dari peristiwa PDRI tidak disebutkan dalam beberapa buku
paket tersebut. Secara umum, bahwa wacana tentang PDRI dalam buku paket tersebut
masih memiliki banyak kekurangan dari segi isi dan juga penyampaian materi PDRI
tersebut
Sejarah Politik dan Keukuasaan (Islam, Nasionalisme dan Komunisme dalam Pusaran Kekuasaan di Indonesia)
Politik dan Kekuasaan adalah sesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada
dalam organisasi. Pada saat setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan. Kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih
individu.
Politik tidak hanya terjadi pada sistem pemerintahan, namun politik juga terjadi pada organisasi formal, badan usaha, organisasi keagamaan, kelompok, bahkan pada unit keluarga. Politik adalah suatu jaringan interaksi antar manusia dengan kekuasaan diperoleh,
ditransfer, dan digunakan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, kita sering mendengar kata kekuasaan dan politik, kedua kata ini sering dihubungkan satu sama lain. Namun, untuk memahami tentang apa itu kekuasaan dan politik, serta apa hubungan di antara
keduanya, memerlukan pembahasan yang luas dan terperinci
Settlingthe Conflicts of Land Property between Cultivators and Non-Cultivators in Farm Ownership in North Sumatera
This article aimed to elaborate the conflict of land property in North Sumatera by using Paige’s theory in its adjudication, in which the two parties (the cultivator and non-cultivator) are separated. North Sumatera faces high land property conflict cases because it has such complicated land ownership historical records. Estate occupancyhas occurred in several cases, from customary ownership to corporation possession in land consessions, in form ofleadership-political model. The consessionsled to capitalist economic development and resulted in the migration of people from many other regions to play a role in this development. This study used the sociological-historical method in reviewing the conflict and applied Paige’s theory in resolving it. The current data are combined with the historical ones. Then, the data are classified into types and impacts of those conflicts. The results showed that the conflicts tend to be on agrarian revolt and reform commodity movement. Therefore, the settlement had to focus on the income of the cultivators and non-cultivators to illustrate the level of conflict happened. In that way, the policy makers can determine proper regulations and resolve the conflicts with the equittable solutions for both parties
Mapping and Handling of Communal Land Conflict at Northern Sumatera
This paper discusses the main issues regarding mapping and handling land conflicts in North Sumatra. The information obtained in this paper illustrates the existence of complicated issues regarding land ownership based on State regulations and communal ownership (tanah ulayat). The complicated issue of land ownership in North Sumatra refers to the overlapping laws relating to agrarian affairs which are not based on the 1945 Constitution and the 1960 BAL. This has resulted in lands being occupied by the community, especially small communities in the countryside and far inland, which have become unprotected, vulnerable to land grabbing justified in the name of development and investment. Land disputes which often arise in the society are partly due to struggle over land rights, resulting in the destruction of social relations. Disputes regarding indigenous lands, including communal lands, often occur among the tribal communities. The causes of communal land disputes include, among others: unclear boundaries of customary land, lack of awareness among indigenous communities, lack of Tribal chief’s role in the tribal law communities
SEJARAH MIGRASI ETNIS KARO KE KECAMATAN BAHOROK KABUPATEN LANGKAT
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah awal masuknya etnis karo ke sumatera utara dan terkhusus di Kecamatan Bahorok. Penelitian ini dilakukan di kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Langkat, di kantor Camat Bahorok dan ke dusun–dusun yang ada di Kecamatan Bahorok. Metode yang digunakan dalam penelitian (field research) dengan pendekatan deskriftif kauntitatif, dimana data yang diperoleh dari lapangan yang berhubungan dengan dengan permasalahan penelitian. Data juga diperoleh dari hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat yang mengetahui tentang sejarah migrasi etnis karo ke Kecamatan Bahorok, selain itu data juga diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, peneliti dapat mengetahui mengenai sejarah Suku Karo. Suku Karo yang melakukan migarsi bertahap-tahap sehingga samapi ke Kecamatan Bahorok. Suku Karo mengalami perubahan dalam segi sosial, pendidikan dan adat istiadat dan kehidupan yang lebih biak. Dari keseluruhan hasil penelitian di Lapangan diperoleh kesimpulan bahwa sejarah migrasi etnis Karo ke Bahorok karena terjadinya perlawanan terhadap Kolonialisme dan ingin mencari lahan baru untuk bercocok tanam dan mencari kehidupan yang lebih baik
KONFLIK MASYARAKAT BATAK TOBA KEPADA PT. INTI INDORAYON UTAMA DI DESA SIRAIT-URUK KEC. PORSEA KAB. TOBA SAMOSIR TAHUN (1983-2004)
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui arti tanah dan kehadiran PT.Inti Indorayon Utama bagi kehidupan masyarakat Batak Toba di Desa Sirait-Uruk Kec. Porsea Kab. Toba Samosir. (2) Untuk mengetahui perlawanan masyarakat Batak Toba kepada PT.Inti Indorayon Utama di Desa Sirait-Uruk Kec.Porsea Kab Toba Samosir Tahun 1983-2004. (3). Untuk mengetahui dampak dari perlawanan masyarakat kepada PT. Inti Indorayon Utama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) untuk mengumpulkan data dari lapangan dan metode studi pustaka (Library Research) untuk memberikan penjelasan menurut sumber-sumber yang berkaitan. Teknik pengumpulan pada penelitian ini menggunakan teknik observasi untuk meninjau lokasi dari peristiwa perlawanan masyarakat Batak Toba, wawancara untuk mendapat informasi secara mendalam tentang penelitian dan studi pustaka untuk melengkapi sumber dari buku dan literatur yang terkait dengan penelitian.Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) mengetahui arti tanah bagi masyarakat Batak Toba dan sejarah kehadiran dari PT. Inti Indorayon di Porsea. (2) mengetahui perlawanan masyarakat Batak Toba kepada PT. Inti Indorayon Utama, baik dari kronologis perlawanan, bentuk perlawanan dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam perlawanan masyarakat Batak Toba tersebut. (3) mengetahui dampak atas perlawanan masyarakat Batak Toba kepada PT. Inti Indorayon Utama bagi masyarakat Batak Toba khususnya bagi Desa Sirait-Uruk
PERUBAHAN MARKUSIP : STUDI SEJARAH LOKAL TRADISI MASYARAKAT DESA PADANG BUJUR KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA
Penelitian ini membahas tentang pola hubungan muda-mudi pada masa dahulu yang dilakukan dengan cara markusip yang kemudian mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan sosial dan modernisas yang pada akhirnya membawa kebudayaan luar masuk dalam kehidupan masyarakat dan melahirkan pola hubungan muda-mudi yang baru melalui media sosial atau handphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) Latar belakang munculnya markusip di Desa Padang Bujur (b) tata cara markusip (c) faktor penyebab perubahan pola markusip di Desa Padang Bujurdan (d) perbandingan kegiatan markusip zaman dahulu dengan pergaulan muda-mudi zaman sekarang yang dilakukan melalui media sosial ataupun handphone. penelitian ini diharapkan juga mampu memberikan gambaran tradisi markusip yang berlangsung di Desa Padang Bujur pada masa lampau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui Field Reserch (penelitian lapangan) yaitu dengan terjun langsung kelapangan untuk memperoleh data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode lainnya adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan buku-buku, arsip dan dokumen. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa gaya hidup dan tekhnologi menyebabkan markusip hilang dan kemudian muncul pola hubungan muda-mudi melalui media sosial
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
