1,721,072 research outputs found
Analisis Kinerja Jaringan Multiprotocol Label Switching (MPLS) untuk Layanan Video Streaming
Dalam peningkatan kinerja suatu jaringan dapat dilakukan dengan pengguna teknologi Multiprotocol Label Switching (MPLS). MPLS merupakan teknologi yang memadukan fungsi switching pada layer 2 dan routing pada layer 3 dengan memberi label di setiap paket data yang ditransmisikan.
Pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan jaringan untuk mengetahui bagaimana cara MPLS dalam meningkatkan nilai QoS pada layanan video streaming. Agar diketahui peningkatan nilai QoS pada suatu jaringan dilakukan pemodelan antara jaringan dengan MPLS atau tanpa MPLS. Perancangan dilakukan dengan menggunakan simulator Graphical Network Simulator 3 (GNS3). Jaringan yang dibentuk menggunakan Open Shotest Path First (OSPF) sebagai protocol routing. Protocol routing OSPF memiliki kemampuan untuk merutekan packet data berdasarkan nilai cost terendah di dalam sebuah jaringan. Untuk pembentukan layanan video streaming digunakan software media player VLC.
Dari hasil pengujian dengan menggunakan WireShark diketahui dari nilai rata-rata di lima puluh percobaan layanan video streaming dengan MPLS menunjukkan parameter QoS yaitu: throughput 0,2402 Mbps, delay 44,322 ms , dan packet loss 2,995 %. Sedangkan tanpa MPLS memiliki throughput 0,233 Mbps, delay 45,594 ms, dan packet loss 4,176 %. Ini berarti jaringan dengan MPLS lebih baik dibandingkan tanpa MPLS.75 HalamanSkripsi Sarjan
Karakterisasi Penggunaan Kurva Cohen Minkowski pada Antena Mikrostrip Patch Segi Empat
Antena adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah gelombang
listrik menjadi gelombang elektromagnetik dan sebaliknya mengubah gelombang
elektromagnetik ke gelombang listrik. Antena mikrostrip banyak digunakan
karena ukurannya yang kecil serta ringan dan mampu beroperasi pada frekuensi
yang tinggi serta memiliki pola radiasi yang terarah. Untuk dapat menghasilkan
kurva Cohen Minkowski dilakukan karakterisasi dan optimalisasi pada dimensi
patch. Pada rancangan antena menggunakan substrat Epoxy Fiberglass-FR 4
dengan ketebalan 1,6 mm dan konstanta dielektrik 4,4. Untuk proses simulasi dan
karakterisasi digunakan perangkat lunak AWR Microwave Office 2004.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, rancangan AMPSE dengan kurva Cohen
Minkowski memiliki dimensi patch yang lebih kecil dibandingkan dengan
AMPSE biasa (tanpa kurva Cohen Minkowsi) pada frekuensi yang sama yaitu
1,575 GHz. AMPSE biasa (tanpa kurva Cohen Minkowski) memiliki nilai VSWR
1,051 dan nilai return loss -32,07 dB dan Antena mikrostrip patch segi empat kurva
Cohen Minkowski memiliki nilai VSWR sebesar 1,223 dan nilai return loss
sebesar -19,98 dB pada frekuensi resonansi 1,575 GHz. Dimensi patch AMPSE
biasa adalah 46×46 mm2 adapun dimensi patch AMPSE dengan kurva Cohen
Minkowski adalah 38×38 mm2. Hal ini menunjukkakn bahwa penggunaan kurva
cohen minkowski mampu mereduksi dimensi antena. Adapun pola radiasi
memiliki jenis yang sama yaitu unidireksional.53 HalamanSkripsi Sarjan
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Patch Segiempat Linier Array 1x8 dengan Pencatuan Inset untuk Aplikasi Radar Maritim Frekuensi 3,2 GHZ
Radar maritim merupakan sistem yang menggunakan gelombang radio frequency (RF) yang digunakan untuk mengetahui keberadaan suatu objek, kecepatan dan jarak dari objek. Salah satu subsistem pada radar adalah antena. Antena pada radar digunakan untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik.
Antena memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah antena mikrostrip. Antena mikrostrip banyak digunakan karena ukurannya yang kecil dan ringan, mampu beroperasi pada frekuensi yang tinggi serta memiliki pola radiasi yang terarah.
Antena yang dirancang pada skripsi ini adalah antena mikrostip patch segiempat linier array 1×8 dengan pencatuan inset pada frekuensi 3,2 GHz dengan lebar pita 60 MHz dan gain ≥ 10 dB. Pada perancangan antena menggunakan substrat Epoxy Fiberglass-FR 4 dengan ketebalan 1,6 mm dan konstanta dielektrik 4,4. Untuk proses simulasi antena menggunakan perangkat lunak AWR Microwave Office.
Dari hasil penelitian antena mampu bekerja pada frekuensi 3,2 GHz, hasil simulasi nilai VSWR 1,039, return loss -34,27 dB dengan impedansi 51,6 Ω dan gain 14,26 dB. Sedangkan pengukuran fabrikasi antena nilai VSWR 1,66 dan return loss -11,97 dB dengan dimensi masing-masing patch-nya sebesar 31×22mmSkripsi Sarjan
Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Dipole Dual Band pada Frekuensi 433 MHz dan 2,4 GHz
Antenna that is widely used. In this study, a dual band dipole microtip antenna
design has been designed and realized. The design uses an FR4 substrate with a dielectric
constant of 4.4 and a thickness of 1.6 mm. The resonant frequency allocation used is 433
MHz and 2.4 GHz. Based on the simulation results with the AWR simulator, return loss
results were obtained -30.79 dB and -23.65 dB and VSWR 1,059 and 1,142. The
measurement results obtained for 433 MHz and 2.4 GHz respectively are return losses of -
24.49 dB and -14.81 dB, VSWR 1.12 and 1.44 and bandwidth of 87.717 MHz and 146.381
MHz.48 HalamanSkripsi Sarjan
Reduksi Konsumsi Energi Pelanggan WIMAX untuk Aplikasi Trafik Video Downlink
Along with the miniaturization of mobile devices, battery technology as the physical elements are also growing. Energy supply solutions not only be done in the physical layer. Medium access layer can also play a role. In the use WiMAX as an infrastructure network video transmission in the downlink channel, the reduction of energy use on the customer side can be done in various ways. One is using the pre-scheduler to reduce idle power consumption on a frame that is not used, so the energy consumption in the customer to be low. Methods of pre-scheduler is implemented in WiMAX networks managed to reduce the energy up to 0.19% for the different bit rate traffic and reduce energy consumption by up to 0.16% for the variation of the different downlink ratio.Seiring dengan miniaturisasi perangkat bergerak, teknologi baterai sebagai elemen fisik juga berkembang. Solusi penyediaan energi tidak hanya dapat dilakukan di lapisan fisik, lapisan medium access juga dapat berperan. Dalam penggunaan WiMAX sebagai infrastruktur jaringan transmisi video pada kanal downlink, reduksi penggunaan energi pada sisi pelanggan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menggunakan metode pre-scheduler untuk mengurangi konsumsi daya idle pada frame yang tidak digunakan, sehingga konsumsi energi di sisi pelanggan menjadi rendah. Metode pre-scheduler yang diimplementasikan pada jaringan WiMAX berhasil menurunkan energi perangkat hingga 0,19 % untuk bit rate trafik yang berbeda dan mengurangi konsumsi energi hingga 0,16 % untuk variasi nilai downlink ratio yang berbeda.84 HalamanTesis Magiste
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Patch Segiempat 2 Elemen dengan Pencatuan Aperture Coupled untuk Aplikasi EVDO
Antena mikrostrip dengan pencatuan aperture coupled adalah antena
mikrostrip yang dicatu dengan prinsip coupling dari feed yang ada di substrat
pencatu bagian bawah melewati celah/aperture yang ada pada groundplane di
bagian tengah ke substrat pacth ke bagian atas. Antena mikrostrip yang dirancang
menggunakan teknik pencatuan aperture coupled memiliki kelebihan berupa
bandwidth yang besar.
Perancangan antena mikrostrip patch segiempat 2 elemen ini dilakukan
karena ruang lingkup penggunaan antena mikrostrip dirasa masih sempit, padahal
antena ini memiliki banyak keunggulan dibanding antena lainnya, contohnya
dalam hal biaya dan ukuran.
Dalam Tugas Akhir ini akan dirancang antena mikrostrip patch segiempat
2 elemen dengan pencatuan aperture coupled yang bekerja pada frekuensi 1,9
GHz. Antena yang dirancang akan diuji pada aplikasi modem EVDO.
Metode yang digunakan dalam merancang antena mikrostrip tersebut
adalah dengan melakukan perhitungan dengan teori yang ada, kemudian hasil
perhitungan tersebut disimulasikan, dan setelah hasil simulasi selesai, barulah
difabrikasi dan diuji pada modem EVDO untuk memperkuat penerimaan sinyal
EVDO.
Dari hasil pengukuran, antena yang telah dirancang mampu bekerja pada
rentang frekuensi 1,95-2,01 GHz. Pada frekuensi 1,98 GHz diperoleh nilai VSWR
≤ 1,045 dan perolehan gain mencapai sekitar 6,579 dBi.62 HalamanSkripsi Sarjan
Analisis Pengaruh Bahan terhadap Pola Radiasi pada Antena Dipole
Antena dipole adalah suatu antena resonan yang mempunyai panjang total nominal ½ pada frekuensi pembawa. Antena dipole merupakan antena fundamental yang digunakan untuk pemancaran dan penerimaan gelombang radio. Dalam Tugas Akhir ini digunakan simulasi untuk menampilkan parameter-parameter antena yang diperlukan guna menganalisis pengaruh bahan yang akan digunakan dalam menentukan pola radiasi pada antena dipole.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa dalam pola radiasi antena dipole, nilai konduktivitas dan luas penampang terhadap suatu bahan sangat berpengaruh. Hal ini berdasarkan dari hasil nilai bidang-E dan bidang-H yang mempunyai nilai maksimal. Analisis ini berdasarkan pada simulasi yang dilakukan dengan menggunakan software Matlab.77 HalamanSkripsi Sarjan
Studi Perancangan Antena Reconfigurable Mikrostrip Dipole
A reconfigurable antenna is an antenna that can be configured to work according to specified conditions. In this research, a reconfigurable microstrip dipole antenna was designed with the use of electronic switches to operate at frequencies of 1.8 GHz and 2.4 GHz. The design was carried out using the AWR simulator and utilized FR4 substrate material with a dielectric constant of 4.4 and a thickness of 1.6mm. Based on the optimal design, the reconfigurable microstrip dipole antenna in the ON switch state has a resonance frequency of 1.8 GHz with a return loss of -20.09 dB, a VSWR of 1.22, a bandwidth of 1.025 GHz, a gain of 4.883 dB, and a unidirectional radiation pattern. In the OFF switch state, the design resonates at a frequency of 2.4 GHz with a return loss of -23.58 dB, a VSWR of 1.142, a bandwidth of 1,431 GHz, a gain of 4.884 dB, and a unidirectional radiation pattern49 HalamanSkripsi Sarjan
Perancangan Antena Mikrostrip Dipole dengan Fraktal Cohen-Minkowski untuk Frekuensi 433 MHZ
Tugas akhir ini membahas tentang perancangan antena mikrostrip dipole
dengan fraktal Cohen-Minkowski untuk frekuensi 433 MHz yang dapat
diaplikasikan untuk kanal Industrial, Scientific, and Medical (ISM) Band. Antena
mikrostrip menggunakan substrate yang berbahan FR-4 dengan ketebalan 1,6 mm
dan €r = 4,4 dan impedansi saluran 75 Ω. Perancangan dan simulasi antena
menggunakan bantuan Software AWR Microwave Office 2004.
Hasil perancangan dengan menggunakan fraktal Cohen-Minkowski dapat
meminimalisasi ukuran antena sebesar 29 % iterasi-1, dan 40 % iterasi-2 sehingga
memberikan nilai VSWR sebesar 1,02 untuk dipole tanpa iterasi, 1,74 dipole
fraktal iterasi-1, dan 1,26 dipole fraktal iterasi-2. Return loss yang dihasilkan dari
perancangan antena sebesar -37,7 untuk dipole tanpa iterasi, -11,29 untuk dipole
fraktal iterasi-1, dan -18,69 untuk fraktal iterasi-2. Kemudian Gain yang didapat
dari perancangan antena sebesar 4,78 dB untuk dipole tanpa iterasi, 4,91 dB untuk
dipole fraktal iterasi-1, dan 4,78 dB untuk dipole fraktal iterasi-2. pola radiasi
yang dihasilkan dari antena adalah unidirectional.Skripsi Sarjan
Design and Construction of River Water Speed Informasion System Based on IoT (Internet of Things)
Climate change and high rainfall often cause an increase in river water levels that can trigger flooding. Therefore, an effective monitoring system is needed to monitor water speed in real time and provide early warnings. This study aims to design and develop a river water speed monitoring system based on the internet of things (IoT) that can be accessed remotely and works automatically to provide the latest information to the public and authorities.
This system utilizes the Water Flow Meter YF-S201 sensor to measure water speed, which is then integrated with the IoT module to send data in real time to the web-based blynk application platform. The data obtained will be processed and displayed in the form of information on the user interface, so that users can monitor river water speed easily. In addition, this system is equipped with automatic notifications via a short message application if the water speed reaches a certain limit that has the potential to cause danger.
From the tests conducted, this monitoring tool shows that the system is able to monitor accurately with a fast response time, and provide notifications on the blynk application when the water level increases to alert levels 1, 2, and 3. It is hoped that this system can be an effective solution for flood disaster mitigation and help make quick decisions in handling emergency situations.61 PagesSkripsi Sarjan
- …
