1,720,968 research outputs found
PENGARUH TINGKAT KEMANDIRIAN, RASIO UTANG, DAN BELANJA MODAL TERHADAP FINANCIAL SUSTAINABILITY PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
Penelitian ini dirancang untuk menguji pengaruh Tingkat Kemandirian, Rasio Utang dan Belanja Modal terhadap Financial Sustainability pada pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan data Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) periode 2019-2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 17 Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Tingkat Kemandirian dan Belanja Modal berpengaruh positif terhadap Financial Sustainability. Sementara itu, Rasio Utang tidak berpengaruh terhadap Financial Sustainability. Secara Simultan Tingkat Kemandirian, Rasio Utang dan Belanja Modal memiliki pengaruh signifikan terhadap Financial Sustainability pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan
Perlindungan Hukum Pekerja Penyandang Cacat Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
The understanding of the community for people with whom diffability has always been considered an inability someone physically so that diffability regarded as sick people who always need help and comfort to the aid for both in terms of their education as well as a job. Now the condition is changed in the priesthood there any intervention from the government that very glows amber metal out of the field of labor affairs so that this superior wisdom whose is issued by a government but how much broad, not only legal aspects that deals with a working relationship and calm but before and after a working relationship. This concept in an obscure manner accommodated in act number 13 the year 2003 on manpower regarding. Diffability must be viewed as a social inability that anyone can participate to protect the minorities, of course, the social approach is the main road that could be pursued. Here is required legal protection for diffability people so that diffability people can find a legal certainty that rights for a people with the diffability
KEYWORDS: Legal Protection, Workers, People with Dasabilities
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA PENYANDANG CACAT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
Pemahaman masyarakat terhadap kaum penyandang cacat selalu dianggap sebagai ketidakmampuan seseorang secara fisik sehingga pekerja penyandang cacat dianggap sebagai orang sakit yang selalu membutuhkan pertolongan dan bantuan baik dari segi pendidikan maupun pekerjaan. Masyarakat menganggap bahwa kaum penyandang cacat tidak memiliki kemampuan bekerja sehingga sering dianggap lemah dan tidak sama dengan manusia pada umumnya. Kaum penydandang cacat seringkali disebut sebagai orang yang tidak beruntung. Penyandang cacat haruslah dipandang sebagai ketidakmampuan sosial sehingga setiap orang dapat berpartisipasi dalam upaya melindungi kaum minoritas tersebut, tentu saja pendekatan sosial merupakan jalan utama yang dapat ditempuh. Di sinilah dibutuhkan suatu perlindungan hukum bagi penyandang cacat supaya penyandang penyandang cacat mendapatkan suatu kepastian hukum yang menjadi hak bagi penyandang cacat tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul skripsi: “Perlindungan Hukum Pekerja Penyandang Cacat Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan”. Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini terdiri dari 2 (dua) rumusan masalah, yaitu, apakah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan hukum bagi pekerja penyandang cacat?, apa bentuk perlindungan hukum bagi pekerja penyandang cacat menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan?.
Tujuan penulisan skripsi ini yaitu untuk mengetahui dan memahami tentang pekerja penyandang Penyandang cacat di Indonesia, memahami bentuk perlindungan hukum pekerja penyandang Penyandang cacat. Tipe penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah yuridis normatif. Tipe pendekatan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi: pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan bahan non hukum.
Pembahasan dari skripsi ini adalah pekerja penyandang cacat, Batasan pengertian yang telah mengilhami para penulis saat itu dalam memberikan batasan hukum perburuhan. Saat ini kondisinya berubah dengan intervensi pemerintah yang sangat dalam di bidang perburuhan, sehingga kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah demikian luas, tidak hanya aspek hukum yang berhubungan dengam hubungan kerja saja tetapi sebelum dan sesudah hubungan kerja. Konsep ini secara jelas diakomudir dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
أشكال التفاعل في تعليم اللغة العربية للناطقين بغيرها في المستوى الجامعي:دراسة حالة بجامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج
مستخلص البحث
ينعكس نجاح عملية تعليم اللغة العربية بوجود التفاعل التعليمي الجيد بين المعلم وطلابه، لأنه يساعد على تفهيم الطلاب بالمعلومات المنقولة عند عملية التعليم. وأهداف هذا البحث هي (1) وصف أنواع التفاعل في تعليم اللغة العربية، حيث التركيز على أنواع التواصل اللفظي وغير اللفظي التي يستخدمها المعلم في عملية تعليم اللغة العربية، (2) وصف طرائق تفعيل التفاعل التعليمي، (3) وصف طرائق معالجة تفاوت المعنى مع طلابه عند تعليم اللغة العربية لدى معلم اللغة العربية في المرحلة المتقدمة بالبرنامج المكثف لتعليم اللغة العربية بجامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج.
واستخدم الباحث في هذا البحث المدخل الكيفي، والمنهج المستخدم هو منهج دراسة حالة معلم اللغة العربية في المرحلة المتقدمة بالبرنامج المكثف لتعليم اللغة العربية بجامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج. وأساليب جمع البيانات المستخدمة هي الملاحظة والمقابلة. وتم تحليل البيانات بتحليل الكيفي على رأي ميلس، وهوبرمان، وسلدنا، فيبدأ من جمع البيانات، ثم تركيزها، ثم عرضها، وثم أخذ الإستنتاج. وأما للتأكد من صدق نتائج البحث وثباتها، قام الباحث بالأمور الصدقي الداخلي، والصدق الخارجي، والثبات والموضوعية.
أما نتائج هذا البحث فهي (1) أن أنواع التفاعل في تعليم اللغة العربية تنقسم إلى التواصل اللفظي والتواصل غير اللفظي كطرقة التواصل لشرح المعلومات. ويتم استخدام كل من التواصل اللفظي والتواصل غير اللفظي دائمًا بشكل متزامن. (2) وأن طرائق تفعيل التفاعل في تعليم اللغة العربية تعتمد على مجموعة من المساندة هي التصميم، والتنظيم، والشرح، والتحقيق، وتحويل الشفرة. (3) وأن طرائق معالجة تفاوت المعنى هي نوعان الأول، إعادة إرسال وتركيز التفاوت ومعناه، والثاني، التوجيهات وتركيز التفاوت وكل واحد منهما أنواع فرعية هي لغة الجسد، وقدرة التنبؤ، وتعديلات المدخلات، والإيضاح، والتكرار، واللغة المعدنية.
النتيجة النظرية من هذا البحث هي أن وجود التواصل المناسب بين معلم اللغة العربية وطلابه في عملية التعليم يسهم في تفعيل فهم الطلاب بالمواد المدروسة.
ABSTRACT
The success of the Arabic language teaching process is reflected in the good educational interaction between the teacher and his students because it helps students understand the information conveyed during the education process. This research aimed at: (1) Describing the types of interaction in teaching the Arabic language, focusing on the types of verbal and non-verbal communication that the teacher uses in the process of teaching the Arabic language, (2) Describing of methods Arabic language teacher for activating educational interaction, (3) Describing of methods Arabic language teacher fr dealing with understanding negotiation of meaning with his students when teaching the language Arabic with an Arabic language teacher in the Program Khusus Pembelajaran Bahasa Arab at Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang.
The researcher used in this research the qualitative approach, and the method used is a case study for advanced Arabic language teachers in the Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab at Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang. The methods of data collection used are observation and interview. A qualitative analysis analyzed the data according to the opinion of Miles, Huberman, and Saldana. It begins by collecting the data, then condensing it, then displaying it, and then taking the conclusion. To ensure the research's validity and reliability, the researcher conducted matters of internal validity, external validity, consistency, and objectivity.
This research's substantive findings are: (1) The types of interaction in teaching Arabic divided into verbal communication and non-verbal communication as a method of communication to explain the information. Both verbal and nonverbal communication always used simultaneously. (2) The methods of activating interaction in teaching Arabic consists of scaffolding methods, including modelling, organizing, explaining, verifying, and code-switching. (3) The methods of dealing with understanding negotiation of meaning are two types: first, recast and meaning Focused Negotiation, and second, prompts and form Focused Negotiation, and each of them is sub-types: body language, predictability, input modifications, clarification, repetition, and metalinguistic.
This research's theoretical finding is that the presence of appropriate communication between the Arabic language teacher and his students in the education process contributes to activating the students' understanding of the studied subjects.
ABSTRAK
Keberhasilan proses pengajaran bahasa Arab tercermin dari interaksi pendidikan yang baik antara dosen dan mahasiswanya karena hal tersebut membantu mahasiswa memahami informasi yang disampaikan selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan jenis-jenis interaksi dalam pengajaran Bahasa Arab, dengan fokus pada jenis-jenis komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan dosen dalam proses pengajaran bahasa Arab (2) Mendeskripsikan metode dosen bahasa Arab untuk mengefektifkan interaksi pembelajaran, (3) Mendeskripsikan metode dosen Bahasa Arab untuk menangani pemahaman negosiasi makna dengan mahasiswa saat mengajar Bahasa Arab pada Program Khusus Pembelajaran Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dan metode yang digunakan berupa metode studi kasus terhadap dosen bahasa Arab tingkat atas pada Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif menurut Miles, Huberman dan Saldana. Ini dimulai dengan mengumpulkan data, mengkondensasinya, menyajikannya, dan mengambil kesimpulan. Untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian, peneliti melakukan validitas internal, validitas eksternal, konsistensi dan objektivitas.
Temuan substantif penelitian ini adalah: (1) Jenis-jenis interaksi dalam pengajaran bahasa Arab terbagi menjadi komunikasi verbal dan komunikasi non verbal, yang digunakan sebagai metode komunikasi untuk menjelaskan informasi. Baik komunikasi verbal maupun nonverbal selalu digunakan secara bersamaan. (2) Metode pengaktifan interaksi dalam pengajaran bahasa Arab terdiri dari metode scaffolding, meliputi pemodelan, pengorganisasian, penjelasan, verifikasi, dan alih kode. (3) Metode yang digunakan dalam pengajaran Bahasa Arab untuk menangani pemahaman negosiasi makna terbagi menjadi dua: pertama, menyusun kembali dan fokus memaknai megosiasi, dan kedua, memberi petunjuk dan fokus membentuk negosiasi, dan masing-masingnya memiliki sub-jenis yaitu: bahasa tubuh, prediktabilitas, modifikasi masukan, klarifikasi, pengulangan, dan metalinguistik.
Temuan formal dari penelitian ini adalah komunikasi yang tepat antara dosen Bahasa Arab dan mahasiswa dalam pembelajaran turut mengaktifkan pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah yang dipelajari
PENINGKATAN PERFORMA MODEL NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN OPTIMASI HYPERPARAMETER LONG SHORT TERM MEMORY UNTUK DETEKSI BERITA PALSU
Sampai saat ini, telah ada diskusi tentang berita palsu. Tanpa disadari, orang
menyebarkan informasi palsu dan berpartisipasi di dalamnya. Ada beberapa metode
untuk menemukan berita palsu di media sosial untuk menghentikan penyebarannya,
dan jaringan saraf efektif. Penelitian sebelumnya mengidentifikasi berita palsu dari
berita nyata menggunakan pendekatan berbasis pembelajaran mendalam dan
jaringan saraf LSTM untuk membangun model yang diusulkan dengan akurasi
model 99,88%. Pada penelitian ini difokuskan untuk meningkatkan akurasi model
dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan teknik tuning hyperparameter
pada model dengan arsitektur jaringan saraf Long Short-Term Memory (LSTM)
sehingga dapat mengoptimalkan model penelitian sebelumnya dan meningkatkan
akurasi model. model deteksi berita palsu. Pada teknik tuning hyperparameter
model ini, kami melakukan tiga jenis percobaan untuk mendapatkan
hyperparameter terbaik di setiap layer arsitektur model dan parameter model yang
kami usulkan, yaitu tuning hyperparameter pada layer LSTM, layer Dense, dan
Optimizer. Dari hasil percobaan kami, kami membangun model deteksi berita palsu
yang lebih akurat dari model penelitian sebelumnya, mencapai 99,97% pada model
yang kami usulkan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Muslim Scientists From The East: A Comparison Thought Of Al-Kindi And Ar-Razi
The development of science is inseparable from philosophy, this is because philosophy is the parent of all science itself. With the efforts of Muslim leaders to translate philosophical books into Arabic, there is a new science in Islam. In this process also arises differences of opinion from each philosophical figure. This research will compare the philosophical thoughts of Al-Kindi and Al-Razi. The research method used is literature review. The data sources in this research are journals, articles, books, and proceedings that are directly related to this theme. The concept of thought compared in this study is the concept of soul, morals and ethics from Al-Kindi and Al-Razi
- …
