3 research outputs found

    METODE KATARSIS UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI REKSO DYAH UTAMI YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya korban dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga yang kian hari makin bertambah dan tidak jarang diberitakan di media massa dari media cetak, media elektronik, sampai media sosial. Catatan Tahunan dari Komnas Perempuan terkait data kekerasan terhadap perempuan Indonesia di tahun 2019 dalam Catahu 2020 mengalami peningkatan yaitu sebesar 431.471 kasus dan hal ini naik sekitar 6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Catahu 2019) yaitu sebesar 406.178. Efek psikologis penganiayaan bagi banyak perempuan lebih parah dibanding efek fisiknya seperti rasa takut, cemas, dan khawatir. Salah satu penurunan tingkat kecemasan tersebut adalah dengan metode katarsis. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode katarsis untuk mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Rekso Dyah Utami Yogyakarta. Fokus pada penelitian ini adalah proses pelaksanaan metode katarsis untuk mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Rekso Dyah Utami Yogyakarta. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam proses pelaksanaan metode katarsis untuk mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Rekso Dyah Utami Yogyakarta yakni: 1. Individu dikondisikan dalam keadaan emosi yang stabil dan sadar, 2. Individu dapat menjelaskan nilai, keuntungan dan risiko dari perbuatan yang dilakukan,3. Individu diberikan penjelasan mengenai tujuan dilakukannya proses katarsis dan pemilihan media. Individu diberikan kesempatan untuk mengeluarkan rasa marah melalui media katarsis yang sudah dipilih, 4.Pemunculan rasa marah. 5. Implementasi teknik. 6. Refleksi, serta 7. Pengukuran intensitas perilaku yang dilakukan dalam bentuk pemberdayaan diri

    PANIC ATTACK AKIBAT COVID-19 (Sebuah Studi pada Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

    No full text
    Pandemic situation it triggered panic attacks, one of which is against students. Panic attacks can be caused by several things, such as social distancing which causes people to feel lonely, bored, and isolated. A pandemic situation like this has quite an impact on human psychology. Feelings of anxiety, fear, and anxiety result in panic attacks that have quite an impact on him and others. A person who experiences a panic attack can be seen from two aspects, namely physical and psychological aspects. Panic attacks can be caused by biological, psychological, and environmental factors. The purpose of this study was to determine panic attacks against students of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The subjects of this study were 100 respondents who came from students of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. This study uses a type of quantitative descriptive research method. The results of this study were UIN Sunan Kalijaga students experienced panic attacks. A total of 100 respondents obtained 8% experienced panic attacks in the low category, 84% in the moderate category and 8% in the high category from students of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta with symptoms such as restlessness, anxiety, excessive worry, sweating and withdrawing.Keywords: panic attack, covid 19, UIN student

    Peningkatan Kemampuan Diri melalui Kegiatan Induksi bagi Asisten Konselor Klinik Konseling Islam

    No full text
    Dalam konseling kemampuan konselor termasuk dalam komponen penting yang dapat menentukan keberhasilan proses konseling. Dengan kemampuan yang mumpuni dari para konselor maka tujuan dari konseling mampu tercapai dengan baik dan konseli mampu memperoleh pelayanan yang terbaik. Para asisten konselor untuk dapat memiliki kemampuan yang baik, memerlukan pelatihan yang lebih dari sekedar materi di dalam kelas. Dengan begitu maka diadakan induksi bagi para asisten koselor Klinik Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah Exsperientaln Methods. Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan kemampuan asisten konselor Klinik Konseling Islam sehingga mampu mendukung proses konseling. In counseling, the ability of a counselor is an important component that can determine the success of the counseling process. With the qualified abilities of the counselors, the objectives of counseling can be achieved well and the counselee is able to obtain the best service. To be able to have good abilities, assistant counselors require more than just material in the classroom. That way, an induction was held for the assistant counselors of the Islamic Counseling Clinic, Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The method used is the Experiential Methods. The purpose of this activity is to improve the ability of the assistant counselor of the Islamic Counseling Clinic so that it is able to support the counseling process
    corecore