150 research outputs found

    SISTEM INFORMASI PEMESANAN BARANG PADA CV RESTU PERDANA PALEMBANG BERBASIS WEB

    No full text
    Pesatnya perkembangan komputer dan teknologi informasi menjadi pemicu berbagai perusahaan untuk memanfaatkan sistem informasi berbasis dekstop maupun Web. CV. Restu Perdana Palembang pun membutuhkan sebuah sistem informasi untuk memperoleh peluang bersaing dan meningkatkan eksistensi perusahaan. Permasalahan yang dialami oleh CV. Restu Perdana Palembang yaitu belum adanya media pemasaran mengakibatkan sulitny perusahaan memasarkan produk maupun meningkatkan produktifitas, kurang cepat merespon keluhan pelanggan, dan kebutuhan pelanggan akan transaksi kapan saja dan di mana saja. Metodologi yang digunakan adalah RUP (Rational Unified Process) dengan metode iterasi. Implementasi desain program menggunakan bahasa PHP6, Sedangkan DBMS menggunakan MySQL. Dalam sistem informasi ini terdapat fungsi untuk Login dalam 2 versi yaitu pelanggan tetap dan pelanggan biasa ,register ,ubah password , pesan produk , tambah jumlah pesa produk ,cari produk input ,pembayaran ,tambah data admin ,tambah data produk ,input berita , input data produk ,input kritik dan saran . Dengan adanya sistem informasi pemesanan berbasis web ini dapat memberikan kemudahan dan meminimalkan kesalahan yang terjadi pada bagian administrasi serta stakeholders yang terkait dengan kegiatan pemesanan tersebu

    CATATAN PENTING BAGI MASA DEPAN GERAKAN SEJUTA RELAWAN PENGAWAS PEMILU (GSRPP): REFLEKSI TERHADAP PEMILU 2014

    Get PDF
    Tulisan ini akan mengkaji tentang Responsibilitas Penyelenggara Pemilu dalam Penanganan Pelanggaraan Pemilu. Adapun fokus tulisan ini yakni terkait dengan Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP) sebagai bentuk responsibilitas Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu dengan melihat pemilu 2014. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauhmana Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu ini mampu menunjang optimalisasi kinerja Bawaslu Propinsi DKI Jakarta dalam mengawal proses pemilihan umum, dan untuk menganalisis sisi lain dari GSRPP sehingga dari analisis ini akan dijadikan catatan penting bagi Bawaslu terkait bagaimana mengelola dan mengkoordinir Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP). Metodologi penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan library research. Intinya penelitian ini menjelaskan bahwa Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu merupakan gerakan pengawalan pemilu 2014 oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan terobosan yang dilakukan Bawaslu untuk meminimalisir pelanggaran pemilu. Namun, yang harus menjadi catatan, adalah keberadaan GSRPP ini harus dikoordinir dan dilatih dengan baik oleh Bawaslu. Jangan sampai sisi lain GSRPP ini dibuat karena bentuk ketidakmampuan dan ketidaksiapan Bawaslu bekerja dalam mengungkap berbagai pelanggaran pemilu di tingkat akar rumput. Sehingga pada akhirnya pelajar dan mahasiswa pengawas hanya sebagai tumbal demokrasi

    RESPONSIBILITAS PENYELENGGARA PEMILU DALAM PENANGANAN PENYELENGGARAAN PEMILU

    Get PDF
    Tulisan ini akan mengkaji tentang Responsibilitas Penyelenggara Pemilu dalam Penanganan Pelanggaraan Pemilu. Adapun fokus tulisan ini yakni terkait dengan Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP) sebagai bentuk responsibilitas Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu dengan melihat pemilu 2014. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauhmana Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu ini mampu menunjang optimalisasi kinerja Bawaslu Propinsi DKI Jakarta dalam mengawal proses pemilihan umum, dan untuk menganalisis sisi lain dari GSRPP sehingga dari analisis ini akan dijadikan catatan penting bagi Bawaslu terkait bagaimana mengelola dan mengkoordinir Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP). Metodologi penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan library research. Intinya penelitian ini menjelaskan bahwa Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu merupakan gerakan pengawalan pemilu 2014 oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan terobosan yang dilakukan Bawaslu untuk meminimalisir pelanggaran pemilu. Namun, yang harus menjadi catatan, adalah keberadaan GSRPP ini harus dikoordinir dan dilatih dengan baik oleh Bawaslu. Jangan sampai sisi lain GSRPP ini dibuat karena bentuk ketidakmampuan dan ketidaksiapan Bawaslu bekerja dalam mengungkap berbagai pelanggaran pemilu di tingkat akar rumput. Sehingga pada akhirnya pelajar dan mahasiswa pengawas hanya sebagai tumbal demokrasi

    MENAKAR KEBIJAKAN PERDAGANGAN BEBAS ASEAN-CHINA (ACFTA)

    Get PDF
    Penelitian ini akan membahas mengenai dampak kerjasama perdagangan bebas antara China dengan ASEAN dalam kerangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) terhadap kebijakan perekonomian Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori perdagangan bebas, teori kebijakan publik, dan teori policy learning. Hasil penelitian ini akan menguraikan mengenai kebijakan-kebijakan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia, apakah perlu untuk melakukan evaluasi kembali mengenai kebijakan yang tersebut, dan kesiapan Indonesia sendiri dalam menghadap ACFTA

    Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III DI Puskesmas Paleran

    No full text
    Kehamilan merupakan suatu keadaan dimanahaid berhenti pada seorang wanita yang masih dalam usia reproduksi aktif secara seksual disebabkan karena terdapat sebuah embrio atau fetus di dalam rahim yang akan mengalami pertumbuhan Ketika memasuki trimester III ibu hamil biasanya mengalami kecemasan yang berlebihan oleh karena itu pada saat hamil kebanyakan ibu menghindari untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik dikarenakan mereka khawatir jika nantinya dapat mengganggu kehamilan. Sehingga hal ini menyebabkan munculnya masalah pada kehamilan salah satunya gangguan tidur yang akan menyebabkan penurunan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Paleran.Variabel independen penelitian ini adalah aktivitas fisik dan variabel dependen adalah kualitas tidur. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 46 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesionerAktivitas Fisik (Baecke) untuk menilai aktivitas fisik dan kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Analisis data hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur menggunakan uji statistik spearmen dengan tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik ibu hamil dalam kategori aktivitas ringan sejumlah 4 orang (8,7%), aktivitas sedang 20 orang (43,5%), dan aktivitas berat 22 orang (47,8%). Sedangkan kualitas tidur ibu hamil yang mengalami kualitas tidur baik sejumlah 31 orang (67,4%), dan kualitas tidur buruk sejumlah 15 orang (32,6%). Hasil uji statistik menggunakan uji spearmen didapatkan hasil p value = 0,000 dan nilai korelasi sebesar -0,711. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik ix dengan kualitas tidur ibu hamil trimester III di Puskesmas Paleran. Nilai korelasi menunjukkan bahwa korelasi bersifat negatif dengan keeratan hubungan kuat yang berarti bahwa semakin tinggi aktivitas fisik semakin baik kualitas tidur ibu hamil. Kebutuhan aktivitas fisik dari setiap orang berbeda dan juga ibu hamil mempunyai cara tersendiri untuk mempersiapkan kehamilan seperti menjaga gizi dan juga melakukan olahraga secara rutin. Apabila aktivitas fisik yang dilakukan kurang maka bisa mempengaruhi dari gangguan tidur. Selain itu gangguan tidur yang dirasakan oleh ibu hamil berbeda tergantung dari aktivitas fisik yang dilakukan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisikdengan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak untuk menambah pengetahuan tentang aktivitas dan kualitas tidur pada ibu hamil. Selain itu perawat dapat memberikan edukasi mengenai aktivitas fisik pada saat kehamilan sehingga gangguan tidur yang dirasakan oleh ibu hamil dapat berkuran

    PERBEDAAN KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE (SOD) DAN MALONDIALDEHID (MDA) ANTARA KEHAMILAN NORMAL DAN PREEKLAMSI

    Get PDF
    PERBEDAAN SUPEROKSIDA DISMUTASE (SOD) DAN MALONDIALDEHID (MDA) ANTARA KEHAMILAN NORMAL DAN PREEKLAMSI Abstrak Nela Rahmawati Preeklamsi merupakan suatu sindroma spesifik pada kehamilan dengan gejala klinis penurunan perfusi organ akibat vasospasme dan hingga kini masih merupakan penyebab terbanyak komplikasi serius selama kehamilan dan nifas.Efek yang timbul adalah berbagai komplikasi pada ibu seperti gangguan ginjal, edema dan emboli paru, sindrom HELLP, solusio plasenta, perdarahan postpartum hingga kematian. Kejadian ini sebagai akibat dari ketidakseimbangan radikal bebas dengan antioksidan di dalam tubuh yang menyebabkan lipid peroksidasi yang akan menghasilkan Malondialdehid (MDA). Antioksidan enzimatik salah satunya adalah Superoksida Dismutase (SOD) dibutuhkan untuk meredam efek radikal bebas pada ibu hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan rerata kadar SOD dan MDA antara kehamilan normal dan preeklamsi. Desain penelitian cross sectional, observasi dilakukan pada 19 ibu hamil normal, 19 ibu hamil preeklamsi di RSIA Restu Ibu dan RS Tingkat III Reksodiwiryo. Sampel dipilih secara consecutive sampling, diperiksa di Laboratorium Biomedik dan Biokimia. Kadar SOD diperiksa dengan metode ELISA dan kadar MDAdengan metode TBARs. Dilakukan uji normalitas data Shapiro-Wilk, uji T independen untuk beda rerata data terdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rerata kadar SOD pada ibu hamil preeklamsi lebih tinggi (177,096±40,34 ɳ/mL) dibandingkan dengan ibu hamil normal (169,490±29,81 ɳ/mL) dengan nilai p 0,513 (p>0,05). Rerata kadar MDA pada ibu hamil preeklamsi lebih tinggi (2,85± 0,362 nMOl/ml) dibandingkan ibu hamil normal (2,59±0,384 nMol/ml) dengan nilai p 0,042 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan rerata kadar SOD dan MDA antara kehamilan normal dan kehamilan preeklamsi. Kata kunci : Superoksida Dismutase, Malondialdehid, Kehamilan Normal, Preeklams

    Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH) Sebagai Bentuk Inovasi Pemerintah DKI Jakarta (Studi tentang Pengaruh Pelayanan Terpadu Malam Hari terhadap Kepuasan Masyarakat di Kelurahan Kebon Kacang Jakarta Pusat)

    Get PDF
    Kajian ini akan mengkaji tentang Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH). PTMH merupakan bentuk inovasi pemerintah DKI Jakarta. Inovasi ini dilakukan guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Berhasil tidaknya pelaksanaan PTMH ini salah satunya dapat dilihat dari aspek society yakni dengan melihat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH) tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Kebon Kacang sangat puas terhadap Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH), dimana keadilan yang merata sangat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dalam Pelayanan Terpadu Malam Hari PTMH. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pelayanan publik sudah tercermin dalam Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH). Dengan demikian, inovasi pemerintahan daerah diperlukan guna menciptakan kemandirian wilayah, meningkatkan daya saing daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya good governance, penguatan kelembagaan pemerintah daerah, dan terjaganya kearifan lokal

    Populisme di Aras Demokrasi Indonesia

    Get PDF
    Tulisan ini mengkaji tentang populisme di aras demokrasi di Indonesia dengan memfokuskan pada perihal kebangkitan kepemimpinan populis di Indonesia, dan peluang serta tantangan populisme bagi aras demokrasi di Indonesia. Alasan mengambil permasalahan ini dikarenakan didalam aras demokrasi seperti sekarang ini, banyak muncul tokoh-tokoh yang dianggap populis seperti Joko Widodo (Jokowi), dan Ridwan Kamil. Artinya semakin suatu negara terjerembab didalam badai krisis yang besar, maka disana rakyat akan mencari-cari para pemimpin-pemimpin yang dianggap populis. Didalam konteks demokrasi saat ini, ketika suatu masyarakat tak memiliki kepemimpinan, maka yang terjadi adalah kekacauan dan tak adanya manajemen konflik. Posisi populisme disini adalah sebuah seperangkat kepercayaan masyarakat akan pemimpin yang dianggap dapat mengangkat hidup mereka. Disisi lain, adanya masyarakat yang cenderung kurang percaya pada partai politik dan DPR. Padahal kepercayaan terhadap lembaga-lembaga publik ini merupakan indikator tersendiri dari konsolidasi demokrasi. Realita ini makin melempangkan jalan bagi populisme dan mendorong munculnya klaim-klaim populisme dari tokoh-tokoh politik yang ingin “mengail di air keruh”. Merujuk pada permasalahan tersebut maka penulis akan mengangkat permasalahan tentang populisme di aras demokrasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bangkitnya populisme di Indonesia ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh yang dianggap populis seperti Joko Widodo, dan Ridwan Kamil. Hadirnya kepemimpinan populis tersebut&nbsp; mengakibatkan peluang dan tantangan bagi aras demokrasi di Indonesia. Peluang adanya populisme yakni dapat mengingatkan elite politik atas kelemahan demokrasi keterwakilan yang sekarang ini berjalan, dan agar elite tidak lupa menyerap sebesar-besarnya kepentingan rakyat dalam proses pembuatan kebijakan. Selain peluang, populisme juga melahirkan tantangan diantaranya kaum populis cenderung memanfaatkan demi kepentingan politik elektoral, propaganda dan kharisma personal untuk menarik konstituen daripada tampil sebagai edukator

    SOSIALISASI PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILU 2019

    Get PDF
    Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi SMK Mathla’ul Anwar Kota Tangerang yang merupakan pemilih pemula. Pemilih pemula menurut Undang-Undang Pemilu yakni masyarakat yang berumur 17 tahun ke atas atau yang pernah menikah. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan partisipasi para pemilih pemula khususnya siswa-siswi SMK Mathla’ul Anwar Kota Tangerang karena berdasarkan observasi ditemukan masalah bahwa di SMK tersebut, siswa-siswinya masih rendah partisipasi politiknya dalam pemilu. Adapun alasannya karena mereka minim informasi tentang pemilu dan minimnya pendidikan politik bagi mereka. Berdasarkan masalah tersebut maka kami melaksanakan pengabdian masyarakat dengan harapan setelah diadakannya sosialisasi peningkatan partisipasi pemilih pemula maka pengetahuan mereka tentang pemilu dan politik bertambah sehingga akan berimplikasi pada tingginya tingkat partisipasi pemilih pemula pada pemilu 2019 mendatang. Kata Kunci : Partisipasi politik, pemilih pemula, pemil

    Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks Menjelang Pemilu kepada Generasi Millenial

    Get PDF
    Literasi d igital adalah pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Literasi digital diperlukan karena saat ini berita terkait hoaks begitu masif penyebarannya dalam berbagai platform media digital. Maraknya berita hoaks dalam media digital tersebut akan berdampak negatif apabila masyarakat tidak mampu untuk menangkal berita-berita hoaks tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki literasi digital yang baik sehingga dapat menangkal setiap berita hoaks yang diterima di era post truth saat ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, dan mengedukasi masyarakat terutama generasi millennial yang berada di seluruh wilayah Indonesia untuk memiliki literasi digital yang baik dan bijak dalam menggunakan media digital apalagi menjelang pemilu sehingga dapat menangkal berita hoaks yang diterima dan tidak menyebarkan berita hoaks tersebut kepada orang lain, intinya ketika masyarakat sudah bijak dalam menggunakan media maka akan tercipta masyarakat yang terbebas dari berita hoaks. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk seminar daring melalui zoom meeting. Sasaran utama kegiatan ini adalah generasi millennial dari perwakilan wilayah di Indonesia. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipan begitu antusias dengan materi yang disampaikan karena banyak sekali pertanyaan baik yang disampaikan langsung maupun dalam kolom chat yang ditujukan kepada narasumber. Selain itu juga, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan partisipan sangat bagus sehingga dari hasil diskusi tersebut pengetahuan generasi millenial dapat meningkat.Kata Kunci : Literasi Digital, hoaks, media digital, post truth, generasi millenia
    corecore