1,720,965 research outputs found

    Studi Kritis terhadap Pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Minuman Beralkohol (Perspektif Hukum Islam)

    No full text
    Penelitian ini terfokus pada rumusan masalah pokok yaitu bagaimanakah dinamika formalisasi Perda minuman beralkohol di provinsi Sulawesi Selatan ? pokok masalah tersebut selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub masalah masing-masing 1) Bagaimanakah pelaksanaan substansi hukum perda minuman beralkohol bila dibanding dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat provinsi Sulawesi Selatan; 2) Sejauh manakah pelaksanaan perda minuman beralkohol di lapangan pada masyarakat provinsi Sulawesi Selatan; 3) Bagaimanakah respon masyarakat terhadap perda minuman beralkohol di provinsi Sulawesi Selatan; 4) Bagaimana dampak psikologis pelaksanaan perda minuman beralkohol di provinsi Sulawesi Selatan ?. Jenis penelitian disajikan merupakan penelitian normatif kualitatif yang bersifat eksploratif dan deskriptif, serta menggunakan pendekatan syar'i, yuridis, filosofis, psikologis, dan sosiologis. Lokasi penelitian terdapat di 3 lokasi yaitu : Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dan Kota Makassar. Oleh karena penelitiannya mengangkat pola kebijakan pemerintah daerah terhadap peraturan daerah yang bernuansa syariat islam maka sebagai informan dikumpulkan informasi pada unsur-unsur pemerintah daerah, jajarannya, anggota legislatif dan eksekutif, dan masyarakat yang terdiri dari: tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, LSM, mahasiswa, dan dosen yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, serta masyarakat buruh, tani dan sopir. Pengumpulan data ini dilakukan secara purposive sumpling dengan teknik wawancara (indepth interviews) dan menggunakan daftar wawancara terstruktur agar data yang dikumpul lebih valid dan efisien. Selanjutnya data ditabulasi lewat frekuensi dan pengkategorian interpensi, dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif, mengulas satu persatu, item per item dan menyimpulkannya. Setelah mengadakan pembahasan tentang lahirnya perda larangan minuman beralkohol, meninjau format dan judul peraturan daerah yang dimaksud termasuk membahas muatan sanksi terhadap pelanggaran perda yang berbasis syariat islam, maka tampak bahwa kepala daerah, bersama-sama masyarakat setempat sangat ingin meminimalkan aksi mabuk-mabukan, pesta miras, perkelahian, premanisme, dan segala macam bentuk kekacauan dalam masyarakat akibat minuman beralkohol, sehingga lahirlah ide untuk dampak minuman beralkohol lewat peraturan daerah ditambah lagi dengan arus desentralisasi dan otonomi daerah terbuka peluang untuk membuat aturan sesuai dengan kehendak dan aspirasi rakyat lokal yang diperlakukan untuk daerah setempat. Akan tetapi muatan perda yang "dijuluki" sebagai perda syariat islam secara format, judul dan sanksinya masih belum mencerminkan perlakuan syariat islam. Oleh karena tidak tertulis secara format adanya kalimat "syariat islam" dalam perda yang dimaksud. Pola kebijakan lokal yang menyuarakan aspirasi masyarakat daerah sudah mendapat peluang untuk memuat peraturan daerah secara formal namun masih secara substantif. Syariat Islam yang didengung-dengungkan sangat berpeluang menuju proses formalisasi, namun masih perlu kajian mendalam tentang hukum-hukum pidana islam dan sanksi menurut syariat Islam. Peluang untuk memasukkan syariat Islam dalam peraturan lokal mencerminkan betapa masyarakat provinsi Sulawesi Selatan sangat identik dengan tata tertib, etika, dan norma keagamaan. Norma-norma yang hidup dan berkembang itu masih tertanam dibenak masyarakat Sulawesi Selatan sehingga memungkinkan kebijakan itu dilaksanakan. Pelaksanaan perda larangan minuman beralkohol itu menjadi dasar pelak-sanaan peraturan yang secara substantif telah melakukan upaya penerapan dan penegakan hukum tentang larangan peredaran, mengkonsumsi, menjual, memperda-gangkan dan mengawasi produksi dan peredaran minuman beralkohol masyarakat provinsi Sulawesi Selatan. (substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum). Implikasi dari kebijakan formalisasi perda larangan minum minuman beralkohol terletak pada struktur hukum, yaitu pemaksaan untuk tunduk dan taat atas perda larangan minuman beralkohol hendaknya berlanjut dan dilanjutkan oleh pemerintah daerah sesudahnya sebab peraturan itu tidak akan efektif bila pola pemaksaannya tidak berkelanjutan dan bagi pelaku-pelaku penegak hukum di masyarakat provinsi Sulawesi Selatan agar meningkatkan mutu kebijakannya dan pemaksaan sanksi hukum agar ke depan sudah sesuai dengan muatan syariat islam

    Studi kritis terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah (PERDA) tentang minuman beralkohol di Provinsi Sulawesi-Selatan (perspektif hukum Islam)

    No full text
    Hasil penelitian ini menujukkan bahwa setelah mengadakan pembahasan tentang lahirnya perda larangan minuman beralkohol, meninjau format dan judul peraturan daerah yang dimaksud termasuk berlkohol, meninjau format peraturan daerah yang dimaksud termasuk membahas muatan sanksi terhadp pelanggaran perda yang berbasis syariat isla, maka tampak baha keala daerah, bersama-sama masyarakat setempat sangat ingin meminimaliskan aksi mabuk-mabukan, pesta miras, perkelahian, premanisme, dan segala macam bentuk kekacauan dalam masyarakat akibat minuman beralkohol lewat peraturan daerah ditambah lagi dengan arus desentraisasi dan otonomi daaerah terbuka peluang untuk membuat aturan sesuai dengan kehendak dan aspirasi rakyat lokal yang diperlukan untuk daerah setempat. akan tetapi muatan perda yang dijuluki sebagai perda syariat islam secara format dan sanksinya masih belum mencerminkan pelakuan syarat islam. oleh karena itu tidak terrtulis secara format adanya kalimat "syariat islam" dalam perda yang dimaksud.pelaksanaan perda larangan munuman alkohol itu menjadi dasar pelaksanaan peraturan yang secara subtantif telah melakukan upaya penerapan dan penegekan hukum tentang larangan peredaran, mengkonsumsi,menjual memperdagangkan dan mengawasi produksi dan peredaran minuman beralkohol masyarakat provinsi sulawesi selatan.xxiii, 306 hlm ; 23 c

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore