992 research outputs found
DNA barcoding of flowering plants in Sumatra, Indonesia
Abstract The rapid conversion of Southeast Asian lowland rainforests into monocultures calls for the development of rapid methods for species identification to support ecological research and sustainable land-use management. Here, we investigated the utilization of DNA barcodes for identifying flowering plants from Sumatra, Indonesia. A total of 1,207 matK barcodes (441 species) and 2,376 rbcL barcodes (750 species) were successfully generated. The barcode effectiveness is assessed using four approaches: (a) comparison between morphological and molecular identification results, (b) best-close match analysis with TaxonDNA, (c) barcoding gap analysis, and (d) formation of monophyletic groups. Results show that rbcL has a much higher level of sequence recoverability than matK (95% and 66%). The comparison between morphological and molecular identifications revealed that matK and rbcL worked best assigning a plant specimen to the genus level. Estimates of identification success using best-close match analysis showed that >70% of the investigated species were correctly identified when using single barcode. The use of two-loci barcodes was able to increase the identification success up to 80%. The barcoding gap analysis revealed that neither matK nor rbcL succeeded to create a clear gap between the intraspecific and interspecific divergences. However, these two barcodes were able to discriminate at least 70% of the species from each other. Fifteen genera and twenty-one species were found to be nonmonophyletic with both markers. The two-loci barcodes were sufficient to reconstruct evolutionary relationships among the plant taxa in the study area that are congruent with the broadly accepted APG III phylogeny
Analisis Penerapan Akuntansi Pada PT. Fitri Indah Gemilang
Based on the description and explanation that the researchers have pointed out in the thesis, the problem formulation in this study is: Is the Application of Accounting at PT Fitri Indah Gemilang in accordance with the General Acceptable Accounting Principles ?. While the purpose of this study was to determine the suitability of the application of Financial Accounting implemented by PT Fitri Indah Gemilang with General Accepted Accounting Principles. The type of data used by the author in writing this thesis are primary data and secondary data. Data collection techniques used were interviews and documentation. Data analysis uses descriptive methods which compare data collected with relevant theories and then conclusions are drawn. Based on the results of research that has been done, it can be concluded that the presentation of fixed assets made by the company is not in accordance with generally accepted accounting principles because the company has depreciated its fixed assets within 1 year even though the use of the fixed assets has not reached 1 year. This causes the cost of depreciation to be large, having an impact on the amount of costs thereby minimizing profits. The company brings together estimates of land and buildings in one account. While the land is not depreciated and the building is depreciated. Thus, the presentation of land and buildings must be separated. The company recognizes the revenue received in the following year in the current year. This causes the revenue is recognized to be too large than it should be. The company does not calculate all costs on its posts. Such depreciation costs for equipment used in the project must be recorded as an addition to the cost of the project, but by the company recorded as administrative and general costs. Thus, the Application of Accounting at PT Fitri Indah Gemilang is not in accordance with General Acceptable Accounting Principles
ANALISIS PENENTUAN LOKASI USAHA DAN PROSES PRODUKSI DALAM PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN MARMER DI MAKMUR ONIX DESA GAMPING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Analisis Penentuan Lokasi Usaha dan Proses Produksi dalam Pengembangan Usaha Kerajinan Marmer di Makmur Onix Desa Gamping Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung”. Ditulis oleh Fitri Rahayu, NIM: 1742143104. Pembimbing: Ahmad Budiman M.S.I.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu aktivitas penting dalam kehidupan ekonomi yaitu aktivitas perdagangan, dimana dari aktivitas tersebut membentuk sebuah usaha. Dalam usaha Makmur Onix mengembangkan usahanya dengan memilih lokasi usaha yang tepat dan strategis dan produksi secara terus menerus. Hal ini timbul karena adanya persaingan – persaingan dimana banyak yang membuat kerajinan marmer di Desa Gamping ,oleh karena itu harus mempertimbangkan dan membuat keputusan yang tepat untuk hasil yang baik.
Rumusan Masalah dalam penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana penentuan lokasi usaha dalam meningkatkan pengembangan usaha kecil kerajinan marmer desa Gamping ? (2) Bagaimana proses produksi dalam meningkatkan pengembangan usaha kecil marmer?.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian Dsn. Cerme, Rt.04. Rw.01, Ds. Gamping Kec. Campurdarat, Kab.Tulungagung. Subyek penelitian ditujukan pada pemilik dan karyawan usaha kerajinan marmer. Pengumpulan data melalui teknik observasi. Analisis data yang dilakukan secara kualitatif dengan prosedur yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan, bahwa (1) Penentuan lokasi usaha yang strategis dan tepat dapat berpengaruh terhadap kesuksesan usaha (2) Kualitas dan inovasi produk perlu diterapkan dalam meningkatkan pengembangan usaha kerajinan marmer.
Kata Kunci: Penentuan Lokasi Usaha , Proses Produksi, Pengembangan Usaha,
Kerajinan Marme
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Muzakki Membayar Zakat Melalui Zakat Center Thoriqotul Jannah Kota Cirebon (Pada Masa Pandemi 2020)
Fitri Rahayu, 1708202048, “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT MELALUI ZAKAT CENTER THORIQOTUL JANNAH KOTA CIREBON (PADA MASA PANDEMI 2020)”, 2021.
Muzakki menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan perintah wajib zakat. Dalam rangka meningkatkan kesadaran muzakki dalam membayar zakat melalui lembaga pengelola zakat maka diperlukan pengelolaan dan penyaluran zakat secara profesional dan transparan. Salah satu lembaga yang mengelola dana zakat di Cirebon adalah Zakat Center Thoriqotul Jannah. Minat muzakki dalam membayar zakat di Lembaga Amil Zakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor pengetahuan, kepercayaan, demografi, pelayanan lembaga zakat yang baik, akuntabilitas dan adanya transparansi pengelolaan lembaga maupun pengelolaan dana Zakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi muzakki membayar zakat melalui lembaga Zakat Center Thoriqotul Jannah Kota Cirebon pada masa Pandemi 2020, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang datanya terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan muzakki dan pihak Zakat Center Thoriqotul Jannah, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, brosur dan lain-lain. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi muzakki membayar zakat melalui lembaga Zakat Center Thoriqotul Jannah Kota Cirebon pada masa Pandemi 2020 terdiri dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh motivasi diri muzakki itu sendiri yaitu faktor pengetahuan, kepercayaan, religiusitas, demografi dan teknologi. Sedangkan faktor internal dipengaruhi oleh faktor dari luar diri muzakki yaitu dari lembaga Zakat Center Thoriqotul Jannah seperti faktor kualitas pelayanan fundraising, sosialisasi, layanan konsultasi dan jemput zakat, pemanfaatan rekening bank, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan lembaga.
Kata kunci: Muzakki, Zakat Center, Faktor Internal dan Faktor Eksternal
KTI_TKV_2010033006_FITRY RAHAYU NANANG_REPOSITORY
Latar Belakang: Chronic Venous Insufficiency (CVI) adalah penyakit vena kronis
yang menggangu aliran darah dari kaki ke jantung yang terjadi karena adanya
kerusakan pada sistem vena, terutama disebabkan oleh kerusakan katup vena atau
penyumbatan pembuluh darah vena. Kerusakan vena atau perkembangan CVI akan
lebih buruk dengan pasien yang mempunyai riwayat diabetes mellitus tipe 2 karena
salah satu faktor resiko. Metode pencitraan yang digunakan dalam pemeriksaan
CVI salah satunya yaitu dengan duplex sonography. Metode: Studi Kasus. Hasil:
Gambaran derajat severitas dari CVI pada tiga pasien riwayat diabetes mellitus tipe
2 menggunakan pemeriksaan duplex sonography menunjukan refluks pada pasien
dengan severitas mild-moderate (500 ms sinistra, 330 ms dextra), moderate (sinistra
430 ms, dextra 460 ms) dan severe (sinistra 750 ms, dextra 760 ms). Pasien CVI
berat (Severe) dengan riwayat dm tipe 2 memiliki gejala yang khas, yaitu
mengalami sensasi kebas yang dirasakan baik saat beraktivitas maupun saat
beristirahat, bereda dengan pasien CVI ringan (mild) dan sedang (moderate) yang
mana kebas hanya dirasakan saat melakukan aktivitas saja. Kesimpulan:
Penggunaan duplex sonography memiliki peranan penting dalam mendiagnosa
derajat keparahan CVI pada pasien dengan riwayat penyakit DM 2. Terapi stoking
kompresi juga digunakan pada derajat keparahan sedang (moderate) dan berat
(severe) CVI dengan riwayat penyakit DM2.
Kata Kunci: Chronic Venous Insufficiency (CVI), diabetes mellitus tipe 2, duplex
sonography
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Membeli Telur Asin “Chozin” Dan “Rahayu” Di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan
Telur asin adalah salah satu olahan telur yang sudah dikenal dan yang biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Salah satu tempat produksi telur asin yang ada di Babat adalah di warung Chozin dan di warung Rahayu. Warung Chozin yang terletak di Jl. Liposos RT.004/RW.013 Babat dan di warung Rahayu yang teletak di Jl. Raya Simpang Tiga nomor 100 Babat-Lamongan. Lokasi yang strategis juga menguntungkan karena dekat dengan area pasar, jalan raya dan tempatnya mudah untuk diakses oleh konsumen, sehingga penelitian ini diutamakan pada”Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Membeli Telur Asin Chozin Dan Rahayu Di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan”. Pengambilan data dilakukan di warung Chozin yang terletak di Jl. Liposos RT.004/RW.013 Babat dan di warung Rahayu yang teletak di Jl. Raya Simpang Tiga nomor 100 Babat mulai 21 Januari sampai 21 Februari 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengambilan keputusan konsumen dalam membeli telur asin Chozin dan Rahayu dan mengatahui pengaruh bauran pemasaran, lingkungan eksternal dan faktor-faktor lainnya terhadap keputusan konsumen dalam membeli telur asin Chozin dan Rahayu di Babat. Metode penelitian yang digunakan secara kuantitatif yang didukung dengan survey serta pengambilan data menggunakan kuisoner yang telah dibuat. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, merupakan penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel jika dipandang cocok. Karakteristik konsumen telur asin “Chozin” dan “Rahayu” dalam membeli produk yang paling dominan dilihat dari usia konsumen > 40 tahun (56% dan 62%), jenis kelamin kelamin adalah perempuan (62% dan 56% ), tingkat pendidikan adalah SMA (46% dan 52% ), pekerjaan sebagai wiraswasta (42% dan 40%), penghasilan > Rp 2.000.000.00 (42% dan 48%) dengan frekuensi membeli sebanyak 3-5 kali per bulan (46% dan 42%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengambilan keputusan dalam membeli telur asin di Chozin diawali adanya kepuasan dari pembeli sebelumnya (Y2), kebutuhan (Y1) dan keinginan (Y3). Sedangkan pengambilan keputusan dalam membeli telur asin di Rahayu ditunjukkan oleh adanya keinginan konsumen(Y3), kebutuhan (Y1) dan adanya kepuasan pembeli sebelumnya (Y3). Hasil analisis faktor pada warung Chozin menunjukkan bahwa faktor “produk telur asin”, “media promosi telur asin”, “tempat penjulan telur asin” dan “kelayakan harga telur asin” berpengaruh nyata terhadap keputusan pembelian. Sedangkan hasil analisis faktor pada warung Rahayu menunjukkan bahwa faktor, “produk telur asin” “kelayakan harga telur asin”, “tempat penjulan telur asin” dan “media promosi telur asin” berpengaruh nyata terhadap keputusan pembelian. Hasil dari analisis regresi berganda di warung Chozin menunjukkan bahwa “media promosi telur asin” dan “tempat penjulan telur asin” memberikan pengaruh yang signifikan sedangkan pekerjaan konsumen memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil dari pengujian analisis regresi berganda di warung Rahayu menunjukkan bahwa “kelayakan harga telur asin” dan “tempat penjulan telur asin” memberikan pengaruh yang sangat signifikan, sedangkan harga barang substitusi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pengambilan keputusan pembelian dalam membeli telur asin di Chozin diawali oleh konsumen yang merasa adanya kepuasan dari pembeli sebelumnya, kebutuhan konsumen dan keinginan konsumen. Sedangkan pengambilan keputusan di Rahayu ditunjukkan oleh keinginan konsumen, kebutuhan konsumen dan didasari oleh kepuasan dari pembeli sebelumnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli telur asin di Chozin adalah “media promosi telur asin”, “tempat penjulan telur asin” dan pekerjaan konsumen. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli telur asin di Rahayu adalah “kelayakan harga telur asin”, “tempat penjulan telur asin” dan harga barang substitusi
KURIKULUM PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Ima Fitri Rahayu, NIM. 12201173163 “Kurikulum Program tahfidz Al-Qur‟an di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung” Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Negeri Tulungagung, Dosen
pembimbing: Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd.
Kata kunci: Kurikulum Program Tahfidz Al-Qur‟an, Madrasah Tsanawiyah
Penelitian dilatar belakangi oleh banyaknya para penghafal Al-Qur‟an pada saat ini
namun akhlak yang dimiliki para penghafal tersebut belum sepenuhnya seperti apa yang telah
dicontohkan oleh Al-Qur‟an, terlebih lagi para penghafal Al-Qur‟an hanya sekedar
mengahafalkan saja, setelah hafalan disetorkan, hilanglah hafalan yang dimiliki, salah dalam
menggunakan metode, terkadang juga salah dalam menata niat. Hal ini lah yang hars
dibenahi oleh para penghafal Al-Qur‟an dalam proses menghafal mulai dari memperbaiki
niat, menggunakan metode yang tepat serta mentaddaburi isi dari Al-Qur‟an yang telah
dihafalkan.
Fokus penelitian: (1) Bagaimana tujuan kurikulum program tahfidz Al-Qur‟an di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung? (2) Bagaimana materi kurikulum program
tahfidz Al-Qur‟an di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung? (3) Bagaimana metode
kurikulum program tahfidz Al-Qur‟an di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung? (4)
Bagaimana evaluasi kurikulum program tahfidz Al-Qur‟an di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2
Tulungagung?
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan pengumpulan data
secara deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Adapun analisis dalam penelitian ini yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan serta verifikasi data. Sedangkan subjek penelitiannya adalah koordinator tahfidz,
waka kesiswaan, guru tahfidz Al-Qur‟an, dan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2
Tulungagung.
Berdasarkan hasil dari penelitian disimpulkan bahwa (1) tujuan dari kurikulum
program tahfidz Al-Qur‟an di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung adalah
menumbuhkan semangat siswa dalam menghafalkan kalam Allah dengan tujuan mencetak
generasi muda yang berakhlak Al-Qur‟an, (2) Materi tahfidz dilakukan oleh para
pembimbing dan pendamping tahfidz yang disampaikan kepada siswa, dengan hafalan yang
dimulai dari Juz Amma, Surah Yaasin dan Surah Al-Kahfi kemudian dilanjutkan dengan
menghafal Surah Al-Baqarah dan seterusnya. (3) Metode yang digunakan yang pertama
sorogan/setoran, yang kedua metode setoran satu hari lima ayat, dan yang ketiga metode
sambung ayat. (4) Evaluasi yang dilakukan dengan mengadakan ujian munakhasah,
pemberian nilai kepada siswa, dan mengumpulkan guru penyemak dan pendamping tahfidz
Al-Qur‟an setiap tiga bulan sekali demi tercapainya hasil yang lebih baik
PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA TANJUNG KULIM KECAMATAN MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
ABSTRAK
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA TANJUNG KULIM KECAMATAN MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
OLEH :
ANNISA RAHAYU DIANA FITRI
NIM. 11970523453
Penelitian ini membahas tentang pengelolaan dana desa di desa tanjung kulim, kecamatan merbau kabupaten kepulauan meranti yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan dana desa ini juga di buat berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa. dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif dimana penulis mengumpulkan data menggunakan Teknik observasi langsung ke lapangan, wawancara dengan narasumber yang terkait degan penelitian dan juga mendapatkan sumber literatur dari jurnal, buku, penelitian dahul maupun peraturan yang ada kaitannya dengan topik yang di ambil oleh penulis. Penelitian di laksanakan di Desa Tanjung Kulim Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Rencana penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 3 bulan dengan narasumber 1 kepala desa tanjung kulim, 1 orang sekretaris desa Tanjung Kulim, Bendahara Desa Tanjung Kulim serta 6 orang masyarakat Desa Tanjung Kulim. Dimana hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan pengelolaan ADD sudah melibatkan masyarakat secara langsung, namun dalam segi pelaksanaan nya meskioun masyarakat berperan secara langsung banyak pelaksanaan pengelolaan ADD yang tidak sesuai dengan rencana sedangkan untuk pelaporan pengelolaan ADD sudah berjalan baik namun tidak dengan pertanggungjawaban ke masyarakat yang tidak menerapkan prinsip transparansi dimana masyarakat banyak yang tidak tahu kemana anggaran Dana Desa dipergunakan karena tidak pernah adanya pembahasan mengenai laporan keuangan dana desa.
Kata Kunci : Pengelolaan, Dana Desa, Masyaraka
Komunikasi Pemasaran Event Equator Sebagai Bentuk Identitas Budaya Dan Adat Di Desa Lipat Kain
Equator Event Marketing Communication as a Form of Cultural and Customary Identity in Foldukain Village Melani Rahayu Fitri ( 169110055 ) Marketing communication is the process of promoting a product or service so that it is known and known to many people. Communication is the culmination of a cultural process, where culture is one of the potentials to introduce an area. With communication, the process of promoting the area becomes easier, namely with marketing communication. Marketing communication cannot be separated from the media, so the marketing process can run smoothly. The people of Kampar left named the event the equator because the equator monument is located in the village of foldkain which is the capital of the Kampar Kiri sub-district which is crossed by the equator. This is called In the event the equator, the marketing communication carried out by the event organizing committee is still not effective. This study aims to determine the marketing communication of Kampar left culture and customs as the identity of the left Kampar sub-district through the equator event. in the event equator. This study applies a qualitative descriptive method of data collection by means of interviews and documentation. There were 10 informants in this study. The result of this research is that the marketing communication of Kampar left culture and customs through the equator event is considered to be quite effective, although there are still several inhibiting factors in promoting the event, besides that social media used for promotion is also considered less active, not continuously. ) only at the beginning of the event, after the event, social media was not updated anymore so that the promotion was considered less than optimal
- …
