1,720,964 research outputs found
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR TERHADAP KEPUTUSAN SESEORANG UNTUK TIDAK MELAKUKAN KORUPSI DI SEKTOR PENGADAAN BARANG DAN JASA KOTA YOGYAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor faktor yang menyebabkan seseorang memiliki keputusan untuk tidak korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa di kota Yogyakarta. Pemilihan lokasi kota Yogyakarta dikarenakan kota ini memiliki angka indeks persepsi korupsi paling tinggi pada tahun 2008 menurut data ICW (Indonesian Corruption Watch). Faktor - faktor yang dimungkinkan berpengaruh terhadap keputusan seseorang untuk tidak korupsi adalah perilaku individu, organisasi kepemerintahan, dan pengawasan. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah probit. Hasil penelitian ini adalah factor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk tidak melakukan korupsi adalah pendapatan. Semakin tinggi pendapatan individu seseorang maka semakin tinggi pula keputusan seseorang untuk tidak melakukan korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa.
Kata Kunci: keputusan tidak korupsi, perilaku individu, organisasi kepemerintahan, pengawasa
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Purwoharjo Melalui Pelatihan Peningkatan Pelayanan Prima Desa Wisata Tinalan Purwoharjo Kabupaten Kulon Progo
Intisari
Paper ini bertujuan untuk memberikan analisis kegiatan pengabdian yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan dengan cara modifikasi pelatihan (modified inhouse training) peningkatan kualitas pelayanan menuju perayanan prima Desa Wisata Tinalah, Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo. Penduduk Desa Purwoharjo mayoritas bekerja di sektor primer seperti pertanian dan peternakan, pendapatan penduduk refatif rendah sehingga mencari alternatif pekerjaan lainnya dengan mergembangkan Desa Wisata Tinalah. Penambahan dan atau perubahan matapencaharian dari sektor primer yang menjual barang ke sektor pariwisata yang menjual jasa memerlukan proses adaptasi terutama dalam hal penyediaan pelayanan terhadap pengunjung/wisatawan. Oleh karena itu tim pengabdian Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan menuju pelayanan prima (service excellent) Desa Wisata Tinalah yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan penduduk desa. Pelatian ini diberikan kepada seluruh anggota Desa Wisata Tinalah dan beberapa perangkat Desa Purwoharjo. Outcome yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran dan kemauan pelaku usaha Desa Wisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengunjung dan memunculkan inovasi baru (diversifikasi produk jasa desa wisata) sehingga Desa Wisata Tinalah menjadi lebih kompetitif dan mampu menciptakan peluang untuk mempengaruhi harapan-mempererat ikatan dengan pengunjung/wisatawan.
Keywords: Desa Wisata, modified inhouse training, service excellen
SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI TERAPAN 2016 SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA “Peran dan Tantangan Pendidikan Vokasi dalam Pengembangan SDM Terampil di Indonesia”
ABSTRAK
Pembangunan pariwsata memerlukan peran pemerintah baik pusat maupun daerah. Peran pemerintah
pusat maupun daerah dalam pembangunan ekonomi dapat dilihat pada aspek perencanaan, kebijakan,
regulasi dan pembangunan fasilitas publik yang mendukung industri pariwisata. Kabupaten Kulon Progo
memiliki beberapa destinasi wisata berbasis alam yang potensial untuk dibangun dan dikembangkan
namun belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Kabupaten Kulon
Progo dalam membangun ekonomi pariwisata agar optimal di daerahnya dengan memperhatikan isu
lingkungan. Kajian ini menggunakan triangulasi baik data maupun metode yang digunakan. Pendekatan
teoritis yang digunakan adalah ekonomi kelembagaan berdasarkan model Williamson. Hasil kajian ini
menunjukkan bahwa peran pemerintah pusat maupun daerah Kabupaten Kulon Progo di bidang
pembangunan ekonomi pariwisata mencakup pembangunan pengembangan terhadap aspek destinasi
wisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan kelembagaan cukup besar dan sinkron. Penetapan
destinasi prioritas oleh pemerintah pusat 2017 diikuti dengan penetapan 5 zonasi destinasi/kawasan
strategis pariwisata (KSPD) di Kulon Progo. Kebijakan di sektor pariwisata juga diikuti dengan kebijakan
investasi terutama infrastruktur melalui perbaikan iklim investasi dan pembangunan mega proyek di Kulon
Progo (Pemerintah pusat-propinsi) untuk memantik pembangunan ekonomi dan sektor pariwisata.
Program kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata Pemuda
dan Olah raga bidang pariwisata diharapkan dapat mempengaruhi perilaku/mindset pelaku wisata untuk
lebih paham dan sadar wisata sebagai antisipasi adanya perubahan matapencaharian sebagian besar
penduduk Kulon Progo (non sektor pariwisata berubah ke sektor pariwisata). Pemerintah perlu mengawasi
dan mengendallikan pembangunan destinasi wisata agar lestari (sustainable) dengan memperhatikan isu
kapasitas, daya dukung dan kelestarian lingkungan terutama untuk kawasan/destinasi wisata yang
berbas
Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 2014: Modifikasi Kurva Kutznet
Intisari-Penelitian ini mencoba untuk memberikan informasi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup yang ada di Indonesia dengan menggunakan Kurva Kutznet yang telah dimodifikasi. Kurva Kutznet menunjukkan hubungan pendapatan per kapita dengan kondisi lingkungan hidup tetapi ukuran
pembangunan ekonomi modern tidak hanya mempertimbangkan pendapatan perkapita yang tercermin dalam PDRB saja tetapi juga aspek kesehatan, pendidikan yang terangkum dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sehingga Kurva Kutznet dimodifkasi dengan memasukkan satu indikator tambahan IPM. Kualitas manusia penting bagi terwujudnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan data sekunder PDRB perkapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dianalisis menggunakan panel data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup secara negatif dipengaruhi oleh pendapatan perkapita dan menarik karena IPM pun mempengaruhi kualitas lingkungan secara negatif
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
