1,723,353 research outputs found

    Rafique, Rafia

    No full text

    REKAYASA KUALITAS PRODUKSI TALI RAFIA DENGAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI

    Full text link
    Tali rafia merupakan produk plastik yang diolah menggunakan mesin blow extruder. Fokus dalam penelitian ini adalah robustness proses produksi dan studi kasus di salah satu industri rafia di Sukoharjo, Jawa Tengah. Produksi tali rafia mendapat banyak keluhan dari konsumen, keluhan berupa berat spesifik tali raffia yang diatas 1,1 gr/m. Tingginya berat spesifik tali rafia merugikan konsumen, karena harga tali rafia dihitung berdasarkan berat tali rafia, sedangkan konsumen mengharapkan tali rafia yang ringan dan panjang dengan harga yang sesuai. Desain Eksperimen Taguchi dan analisis regresi digunakan untuk mengoptimasi faktor kontrol, sehingga menghasilkan peningkatan mutu dan stabilitas produk. Karakteristik kualitas berat spesifik tali rafia adalah nominal the better. Eksperimen konfirmasi juga dilakukan dalam peneilitian ini. faktor terkontrol adalah temperatur dies, elemen temperatur, kecepatan press roll, dan kecepatan mesin tarik. Perhitungan ANOVA dan F-test untuk mengevaluasi varian dari respon yang disebabkan faktor terkontrol. Hasil eksperimen dan pengolahan data diperoleh setting level optimal dengan metode taguchi untuk kondisi faktor suhu dies adalah165ºC, kecepatan roll 90 rpm, kecepatan tarik 900rpm dan suhu elemen 80ºC. Berat spesifik tali rafia yang optimal adalah 0,97033 gr/m ± 0,037 gr/m

    Silence in Karachi: Stories from an Embattled City

    Full text link
    Rafia Zakaria, Belmont alum and author of the forthcoming book Silence in Karachi, tells the story of growing up in Karachi, Pakistan’s largest city and home to 18 million people. In tracing her family’s arrival in the years after Partition of India and Pakistan in 1947, Zakaria tells the story of a city built on dreams and hope after the largest movement of people in human history and its current position on the frontlines of the war on terror

    PERBAIKAN KUALITAS TALI RAFIA DENGAN METODE SEVEN STEPS DI PABRIK PLASTIK MAJU BERSAMA

    No full text
    Pabrik Plastik Maju Bersama merupakan salah satu industri pengolahan plastik daur ulang yang memproduksi tali rafia yang terletak di Boyolali. Tali rafia yang diproduksi memiliki beberapa jenis, yaitu tali rafia super, kw 1 dan kw 2. Kecacatan yang dihasilkan selama produksi tali rafia adalah afal dan prongkol. Persentasi kecacatan selama produksi tali rafia masih tinggi mencapai 6,81% sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Semakin tinggi persentase kecacatan, maka kerugian yang ditimbulkan juga semakin tinggi karena untuk mengolah kembali bahan yang cacat memerlukan biaya. Sehingga usulan yang diberikan berupa memberikan saran perbaikan dan implementasi perbaikan kualitas menggunakan metode seven steps dengan menggunakan seven tools dan new seven tools. Hasil implementasi perbaikan adalah berkurangnya persentase kecacatan afal tali rafia warna kw 2 dari 6,81% menjadi 4% dan tali rafia hitam yang sebelumnya memiliki persentase cacat 6,09% menjadi 4,28%. Kecacatan prongkol juga mengalami penurunan, pada tali rafia warna yang sebelumnya sebesar 6% menjadi 3,53% dan pada tali rafia hitam yang sebelumnya sebesar 6,45% menjadi 3,58%

    PEMANFAATAN TALI RAFIA MENJADI KERAJINAN BUNGA HIAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA

    Full text link
    Tali rafia merupakan bahan baku yang umum digunakan dalam industri pertanian dan pengemasan. Namun potensi tali rafia tidak hanya terbatas pada dua bidang tersebut. Di balik kesederhanaannya, tali rafia menawarkan fleksibilitas dan kemudahan pengolahan yang memungkinkan para pengrajin tangan untuk berkreasi menghasilkan berbagai macam bunga hias unik dan menarik. Di era modern yang serba cepat, dimana material sintetis mendominasi dunia desain, tali rafia mungkin terlihat ketinggalan zaman. Namun, tali rafia justru sedang mengalami kebangkitan yang tenang. Kelangkaannya, keserbagunaan, dan daya tahan yang mengejutkan kini mulai diakui oleh generasi pengrajin dan seniman baru. Tujuan dari program kreatifitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) adalah meningkatkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengolah tali rafia menjadi suatu produk kerajinan bunga hias yang memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan pada program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) ini yang digunakan yaitu input, proses, output, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pembuatan produk ini dimulai dari tahap produksi yaitu menyiapkan bahan dan alat hingga produk siap dipasarkan, output dari proses pembuatan produk ini yakni siap dipasarkan kepada konsumen, terakhir evaluasi yaitu melakukan pengecekan produk yang telah selesai, lalu melihat kekurangan yang membuat konsumen merasa kurang puas. Kesimpulan dari kegiatan PKM-K ini yaitu untuk memanfaatkan tali rafia menjadi bunga hias yang unik dan menarik serta bernilai jual

    Terror and the Family

    No full text
    A new propaganda magazine unveiled this summer by the Pakistani Taliban targets an unexpected audience: women. Journalist Rafia Zakaria describes how the Taliban, who came to power on a promise to eliminate females from the public sphere, are now calling on girls and women to rebel against the strictures of their drab domestic life and join in the jihadi struggle.</jats:p

    Perencanaan Produksi dan Persediaan Bahan Baku di Perusahaan Tali Rafia Utomo Plastik, Sidoarjo

    Full text link
    Utomo Plastik merupakan perusahaan yang memproduksi tali rafia. Bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi tali rafia adalab bijih plastik sedangkan bahan baku pembantu yang digunakan adalab karung goni. Sistem produksi perusabaan bersifat make to stock. Jumlab mesin yang dimiliki perusahaan adalab 6 buab mesin. Akan tetapi jumlab mesin yang digunakan berubab-ubab setiap minggunya disesuaikan dengan jumlab yang perlu diproduksi untuk memenuhi permintaan tiap minggu. Hal ini mengakibatkan perusahaan seeing kesulitan mendapatkan tenaga kelja ksrena penggunaan tenaga kelja disesuaikan dengan jumlab mesin yang digunakan sehingga bila tidak digunakan, tenaga keijanya akan dipulangkan. Kerugian lain bagi perusabaan adalab penggunaan mesin yang kurang optimal sehingga perusabaan seeing mengalami stockout. Oleh karena itu dibuat perencanaan produksi usulan yang menggunakan jumlab mesin yang fixed, yaitu 6 mesin untuk usulan I, 5 mesin untuk usulan IT, dan 4 mesin untuk usulan Ill. Setelab itu dilakukan perbandingan keuntungan antara ketiga usulan tersebut dan metode perusabaan. Selain itu, perusahaan seeing membeli bahan baku dalam jumlab yang sangat banyak sehingga menimbulkan biaya simpan yang sangat besar. Untuk meminimasi kerugian akibat pembelian bahan baku yang berlebihan, juga dilakukan perencanaan persediaan bahan baku sehingga dapat mengurangi total biaya perusahaan. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dilakukan peramalan permintaan untuk mengetahui ramalan demand selama periode perencanaan. Metode peramalan yang digunakan adalah metode Box:.Jenkins. Hasil ARIMA (1,0,0)(0,1,1)12 untuk tali rafia warna hitam, ARIMA (0,0,0)(0,1,1)12 untuk tali rafia warna biru, ARIMA (0,0,0)(0,1,1)12 untuk tali rafia warna merab, ARIMA (0,0,0)(0,1,1)12 untuk tali rafia warna kuning, ARIMA (l,O,l)(O,l,Ii2 untuk tali rafia warna putih, dan ARIMA (0,0,0)(0,1,1 )12 untuk tali rafia warna hijau. Selain itu juga dilakukan perhitungan safety stock untuk mengantisipasi kesalaban fore<=t. Setelab mengetahui perkiraan demand yang akan datang, maks dilakukan perencanaan produksi metode perusabaan, usulan I, usulan IT, dan usulan III. Metode yang digunakan pada perencanaan produksi usulan adalab aggregate planning dengan dan metode transportasi dan disagregasi dengan linier programming. Setelab dibuat perencanaan produksi di atas dapat diketahui perbandingan keuntungan untuk metode perusabaan, usulan I, usulan II dan usulan III berturut-turut adalab Rp 923.509.524,92; Rp 1.064.640.287,46; Rp 1.038.538.502,84 dan Rp 960.588.273,74. Setelah itu dibuat perencanaan bahan baku yang membandingkan perencanaan bahan baku metode perusahaan dengan metode usulan yang menggunakan metode FOQ. Dari basil peramalan permintaan kemudian dilakukan perhitungan kebutuban bahan baku yang dapat digunakan untuk perencanaan bahan baku usulan Setelab itu didapatkan total biaya untuk metode perusabaan adalab Rp 1.411.078.808,05 sed•ngkan untuk metode usulan adalab Rp 1.362.951.132,07 dan metode yang berdasarkan pada data peramalan adalab Rp 1.340.243.472,17. Sehingga penghematan biaya dengan metode usulan adalab sebesar Rp 48.127.675,98 dan untuk metode yang berdasarkan pada data peramalan adalab sebesar Rp 70.835.335,88
    corecore