1,721,046 research outputs found
PUPUH SINOM RAEHAN KARYA YUS WIRADIREDJADILIHAT DARI DINAMIKA PERKEMBANGANNYA
Artikel ini membahas mengenai materi lagu pupuh Sinom dalam karya seni Pupuh Raehan. Karya seni pupuh raehan merupakan sebuah karya seni musik yang mengembangkan aspek musikal dan bentuk penyajian dari materi lagu-lagu pupuh buhun. Pupuh Sinom sebagai salah satu materi lagu pupuh buhun, menjadi salah satu materi yang dikembangkan aspek musikal dan bentuk penyajiannya. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan metode pemaparan deskriptif analisis, rumusan permasalahan yang tekait dengan gagasan penciptaan arransemen lagu pupuh Sinom dalam karya seni pupuh raehan, eksistensi garap pupuh Sinom raehan di masyarakat dapat terjawab melalui temuan-temuan dalam penelitian yang meliputi sejarah, gagasan, latar belakang, dan konsep musikal serta dinamika kehidupan karya seni pupuh raehan di masyarakat. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa gagasan dari pengembangan garap musikal dan bentuk penyajian materi lagu-lagu pupuh buhun (termasuk pupuh Sinom) dilatarbelakangi oleh mulai terpinggirkannya seni Pupuh dalam kehidupan masyarakat. Konsep musik dalam karya seni pupuh raehan menjadi salah satu alternatif pengembangan bentuk musik dan bentuk penyajian yang ditawarkan oleh Yus Wiradiredja kepada masyarakat, yang kemudian direspon postitif dan menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan materi lagu-lagu pupuh di masa depan.Kata kunci: Pupuh Sinom, Pupuh Raehan, Dinamika Perkembanga
Pupuh Sinom Raehan Karya Yus Wiradiredja Dilihat Dari Dinamika Perkembangannya
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pupuh Sinom Raehan Karya Yus Wiradiredja Dilihat Dari Dinamika Perkembangannya” membahas mengenai materi lagu pupuh Sinom dalam karya seni ‘Pupuh Raehan’. Karya seni pupuh raehan merupakan sebuah karya seni musik yang mengembangkan aspek musikal dan bentuk penyajian dari materi lagu-lagu pupuh buhun. Pupuh Sinom sebagai salah satu materi lagu pupuh buhun, menjadi salah satu materi yang dikembangkan aspek musikal dan bentuk penyajiannya. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan metode pemaparan deskriptif analisis, rumusan permasalahan yang tekait dengan gagasan penciptaan arransemen lagu pupuh Sinom dalam karya seni pupuh raehan, eksistensi garap pupuh Sinom raehan di masyarakat dapat terjawab melalui temuan-temuan dalam penelitian yang meliputi sejarah, gagasan, latar belakang, dan konsep musikal serta dinamika kehidupan karya seni pupuh raehan di masyarakat. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa gagasan dari pengembangan garap musikal dan bentuk penyajian materi lagu-lagu pupuh buhun (termasuk pupuh Sinom) dilatarbelakangi oleh mulai terpinggirkannya seni Pupuh dalam kehidupan masyarakat. Konsep musik dalam karya seni pupuh raehan menjadi salah satu alternatif pengembangan bentuk musik dan bentuk penyajian yang ditawarkan oleh Yus Wiradiredja kepada masyarakat, yang kemudian direspon postitif dan menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan materi lagu-lagu pupuh di masa depan.
Kata Kunci: Pupuh Sinom, Pupuh Raehan, Dinamika Perkembanga
PEMBELAJARAN PUPUH RAEHAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMP NEGERI 6 CIMAHI
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul, “Pembelajaran Pupuh Raehan pada Kegiatan Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMP Negeri 6 Cimahi”. Peneltian ini dilatarbelakangi oleh adanya upaya pelestarian budaya kesenian tradisional Sunda khususnya seni pupuh pada sekolah menengah pertama. Fokus permasalahan yang dikaji meliputi strategi pembelajaran pupuh raehan, dan hasil yang diperoleh dari pembelajaran pupuh raehan pada kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMP Negeri 6 Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran pupuh raehan di SMP Negeri 6 Cimahi. Berdasarkan temuan penelitian, materi pembelajaran terfokus pada pupuh magatru raehan dengan terapan metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, imitasi, drill, tugas dan resitasi, kerja kelompok, serta problem solving. Hasil pembelajaran dapat dilihat dari kekompakan siswa dalam membawakan pupuh magatru raehan.
Kata Kunci : Pembelajaran, Pupuh
ABSTRACT
This study is entitled, "Learning of Pupuh Raehan in Choir Extracurricular Activities in SMPN 6 Cimahi 6". This research is motivated by the efforts to preserve traditional Sundanese art culture, especially the art of pupuh in junior high schools. The focus of the problem studied includes the pupuh raehan learning strategy, and the results obtained from the pupuh raehan learning in the choir extracurricular activities at SMPN 6 Cimahi. This research uses descriptive research method with a qualitative approach. This study aims to describe and analyze the learning process of pupuh raehan in SMPN 6 Cimahi. Based on research findings, learning material is focused on the pupuh magatru raehan with applied lecture, demonstration, question and answer, imitation, drill, assignment and recitation, group work, and problem solving methods. Learning outcomes can be seen from the cohesiveness of students in performance the pupuh magatru raehan.
Keywords : Learning, Pupu
PEMBELAJARAN PUPUH RAEHAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMP NEGERI 6 CIMAHI
Penelitian ini berjudul, “Pembelajaran Pupuh Raehan pada Kegiatan Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMP Negeri 6 Cimahi”. Peneltian ini dilatarbelakangi oleh adanya upaya pelestarian budaya kesenian tradisional Sunda khususnya seni pupuh pada sekolah menengah pertama. Fokus permasalahan yang dikaji meliputi strategi pembelajaran pupuh raehan, dan hasil yang diperoleh dari pembelajaran pupuh raehan pada kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMP Negeri 6 Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran pupuh raehan di SMP Negeri 6 Cimahi. Berdasarkan temuan penelitian, materi pembelajaran terfokus pada pupuh magatru raehan dengan terapan metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, imitasi, drill, tugas dan resitasi, kerja kelompok, serta problem solving. Hasil pembelajaran dapat dilihat dari kekompakan siswa dalam membawakan pupuh magatru raehan
Proses Kreativitas Yus Wiradiredja dalam Mengaransemen Pupuh Magatru Raehan
The creative process carried out by Yus Wiradiredja in arranging Pupuh Magatru to become Pupuh Magatru Raehan is a form of anticipation of an increasingly global era. Pupuh Raehan is the result of creativity that emerged as a response to increasingly global conditions. The influence of Western music can sometimes be found in various musical compositions that have been influenced by the process of globalization. Today, Western music has an almost equal influence in various countries around the world. Yus Wiradiredja arranged the Sundanese Pupuh Art to be more modern by adding western music idioms but not eliminating the Kasundaan elements in Raehan's Pupuh. This study aims to find out the meaning of Pupuh Raehan and to find out the creativity of Yus Wiradiredja in arranging magatru pupuhs. This study uses a descriptive qualitative method with non-interactive analysis techniques by examining documents and writings regarding Yus Wiradiredja's creativity in arranging Pupuh Magatru Raehan. Through this research it is known that Wiradiredja's creativity in processing pupuh art into dynamic and relevant performances is an inspiring example in facing the challenges of an ever-changing era
PENGEMBANGAN SAJIAN SEKAR DAN WADITRA PADA PUPUH BALAKBAK RAEHAN SANGGIAN YUS WIRADIREDJA
Penelitian ini merupakan sebuah studi deskriptif terhadap sajian karya Pupuh Balakbak Raehan Sanggian Yus Wiradiredja yang difokuskan pada kreativitas dan bentuk pengembangan sajian sekar dan waditra yang terkadung dalam karya tersebut. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini ialah peneliti ingin mengungkap kreativitas dalam pengembangan sajian Pupuh Balakbakbak Raehan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan sajian sekar dan waditra pada Pupuh Balakbak Raehan Sanggian Yus Wiradiredja. Metode penelitian ini menggunakan analisis secara menyeluruh terhadap pengembangan sajian sekar dan waditra pada Pupuh Balakbak Sanggian Yus Wiradiredja. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan peneliti melakukan studi literatur dari beberapa sumber yang relevan, wawancara langsung dengan juru sanggi Pupuh Balakbak Raehan yaitu Yus Wiradiredja. Pada bait pertama dan kedua merupakan sebuah jembatan dari musik iringan untuk menuju pada pupuh Balakbak yang asli. Pada bait ketiga merupakan Pupuh Balakbak yang asli dan pada bait (pada) keempat merupakan Pupuh Balakbak yang telah diraeh. Dasar pemikiran Yus Wiradiredja dalam mengolah sajian pupuh raehan ini adalah Sifat kebudayaan selalu berubah dan berkembang. Perkembangan yang terjadi ini bukan mengubah kesenian tradisi secara seutuhnya. Namun ada beberapa beberapa bagian yang dikemas dengan konsep yang lebih dinamis lagi dengan kata lain tidak mengubah keaslian karya seni tradisi yang dimaksud. Pengembangan ini tidak untuk menyalahi kaidah-kaidah kesenian tradisi namun dimaksudkan agar kesenian tradisi dapat terpelihara dengan baik kelestariannya. Bentuk arransemen yang dibuat diselaraskan dengan melodi lagu, motif-motif baru pun disajikan dalam bentuk karya Pupuh Balakbak Raehan Sanggian Yus Wiradiredja. Semoga penelitian ini berguna bagi berbagai pihak, terutama bagi kelestarian dan pengembangan seni tradisi Sunda khususnya seni Pupuh
ANALISIS GARAP PUPUH PANGKUR DALAM AUDIO CD “PUPUH RAEHAN” KARYA YUS WIRADIREDJA
Analisis Garap Pupuh Pangkur dalam Audio CD “Pupuh Raehan” Karya Yus Wiradiredja, merupakan kajian analisis tentang garap Pupuh Pangkur karya Yus Wiradiredja yang disajikan dengan musik kreatif. Rumusan masalah yakni terkait dengan bentuk penyajian vokal dan struktur garap Pupuh Pangkur dalam Audio CD “Pupur Raehan” Karya Yus Wiradiredja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis yakni: Analisis musik, Garap dan Teknik vokal. Hasil penelitian yang diperoleh, dinyatakan bahwa bentuk penyajian vokal Pupuh Pangkur terdapat Suara 1 dan Suara 2 dengan bentuk gruping, Pupuh menjadi metris. Alat/instrumen musik yang digunakan meliputi kecapi siter, konga, tambales, biola, bass, kendang. Struktur garap meliputi Intro, Bagian A Intro Vokal, Bagian B Pupuh Pangkur secara utuh, Bagian C backing vokal, D layeutan suara, Repetisi Bagian B, Repetisi bagian C, Ending/coda garap instrumental. Hal ini merupakan hasil dari proses kreatif dengan interpretasi Yus Wiradiredja sebagai kreator Pupuh Raehan
Analisis Garap Pupuh Pangkur dalam Audio CD “ Pupuh Raehan” Karya Yus Wiradiredja, an analytical study of Pupuh Pangkur by Yus Wiradiredja presented with creative music. Formulation of the problem that is associated with a form of vocal and structure garap on Pupuh Pangkur in the audio CD “Pupuh Raehan” by Yus Wiradiredja. The method used is descriptive method with a qualitative approach. Theory is used as an analysis: Analysis of music, Garap, and Vocal technique. Outcome studies obtained, stated that the form presentation of vocal Pupuh Pangkur are sound 1 and sound 2 with the gruping voice form, pupuh into metrical. Musical instrument used include kecapi, conga, timbalis, viola, bass, kendang. Structure of Garap include intro, part A intro vocal, Part B Pupuh pangkur intact, part C Backing vocal, D layeutan suara, repetition part B, repetition part C, Ending/ Coda garap instrumental. This is the result of the creative process with the interpretation by Yus Wiradiredja as creator Pupuh Raehan
PENERAPAN MEDIA AUDIO PUPUH RAEHAN KARYA M. YUSUF WIRADERDJA DALAM PEMBELAJARAN PUPUH DI KELAS 4 SD AL MUTTAQIN KOTA TASIKMALAYA
Judul penelitian ini “Penerapan Media Audio Pupuh Raehan Karya M. Yusuf Wiradiredja dalam Pembelajaran Pupuh di Kelas 4 Sekolah Dasar Al Muttaqin Kota Tasikmalaya”.Pembelajaran yang dikaji yakni bagaimana bentuk media dan bagaimana proses pembelajaran dengan menggunakan media audio pupuh raehan karya Yus Wiradiredja dalam pembelajaran pupuh di kelas 4 di Sekolah Dasar Al.Muttaqin Kota Tasikmalaya. MetodePenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model Penelitian sesuai konsep Riset Aksi John Elliot yang terdiri dari dua siklus. Teori John Elliot,dalam setiap siklus dimungkinkan dapat melaksanakan beberapa aksi tindakan sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Metode yang digunakan yakni metode ceramah, metode latihan (drill) dan metode demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil setelah dilakukan tindakan pembelajaran. Padasiklus 1 rata-rata 75% dan pada siklus 2 rata-rata 85%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 10% dengan menggunakan media audio. Selama proses pembelajaran tersebut penulis mendapat temuan bahwa ambitus suara pupuh raehan balakbak terlalu tinggi untuk anak usia Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio pupuh raehan dalam pembelajaran pupuh di kelas 4 SD Al Muttaqin Kota Tasikmalaya dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa. Selain itu berdasarkan angket dan wawancara yang dilakukan pada akhir pembelajaran minat sisw kelas 4 SD Al Muttaqin Kota Tasikmalaya dalam mempelajari pupuh meningkat
PEMBELAJARAN PUPUH SEKAR AGEUNG RAEHAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEPEKAAN LARAS DI SMA NEGERI 8 CIREBON
Judul penelitian Pembelajaran Pupuh Sekar Ageung Raehan Berbasis Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Kepekaan Laras Di SMA N 8 Cirebon. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya melatih kepekaan laras bagi siswa melalui pembelajaran seni musik dengan menggunakan media Pupuh raehan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Permasalahan yang di kembangkan yakni bagaimana desain, Implementasi, dan hasil implementasi pembelajaran pupuh sekar ageung raehan di SMA N 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode Action Research dengan pendekatan saintifik. Teori utama yang digunakan yakni konsep pembelajaran dan kepekaan musikal tentang laras/tangga nada dalam karawitan sunda. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain penelitian dapat diaplikasikan dalam pembelajaran dengan hasil para siswa mengalami peningkatan kemampuan membawakan laras salendro dan laras pelog degung 89% yang kurang berhasilnya 11 %. Kemampuan kepekaan laras siswa mengalami peningkatan secara signifikan pada umumnya siswa mampu membaca titilaras dengan baik. Sedangkan temuannya desain dapat diterapkan dengan bimbingan guru yang profesional dalam karawitan sunda, kedua perlu adanya persiapan waktu yang cukup untuk mengaplikasikannya.
Kata kunci : Pembelajaran, Kepekaan laras. Pupuh sekar ageung, Pupuh raehan, Pendekatan Saintifik
- …
