3 research outputs found
KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MALANG
ABSTRAK Darojatin, Ro’ifa. 2013. Kerusakan Bahan Pustaka di Perpustakaan Umum Kota Malang. Tugas Akhir, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam AgusBasuki, M.Pd. (II) Drs. Darmono, M.Si. Kata Kunci:, bahan pustaka, Perpustakaan Perkembangan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari sejarah manusia karena perpustakaan merupakan produk manusia. Bahan pustaka adalah salah satu unsure penting dalam sebuah sistem perpustakaan sehingga harus dilestarikan dan dijaga dari kerusakan mengingat nilai informasinya yang mahal. Bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Malang berupa terbitan buku, berkala (surat kabar dan majalah), dan bahan audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai bentuk kerusakan dan faktor-faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Malang. Kerusakan yang dimaksud mencakup kerusakan akibat faktor biologi, faktor fisika, faktor kimia, faktor manusia, dan faktor lingkungan alam. Penulisan ini didasarkan atas hasil pengamatan penulis selama melakukan praktik kerja lapangan mulai tanggal 7 Januari 2013 sampai dengan tanggal 1 Maret 2013 di Perpustakaan Umum Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi berperan serta dan wawancara kepada pustakawan bagian pengolahan. Observasi dilakukan terhadap ruangan-ruangan yang ada di perpustakaan, aktivitas pengunjung/pemustaka, aktivitas pustakawan, kegiatan perpustakaan keliling, serta koleksi pustaka. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data hasil observasi berperan serta dan wawancara. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, diketahui kerusakan dan penyebab kerusakan bahan pustaka yang ada di PerpustakaanUmum Kota Malang yang disebabkan oleh faktor biologi, faktor kimia dan faktor manusia. Selain itu diketahui pula bagaimana pemustaka mencegah dan mengatasi kerusakan-kerusakan tersebut. Saran yang dapat penulis berikan kepada Perpustakaan Umum Kota Malang disampaikan sebagai berikut. (1) disarankan untuk menambahkan SDM yang relevan di Perpustakaan Umum Kota Malang, pihak perpustakaan disarankan member pengarahan seperti pendidikan pemakai, menyediakan himbauan dengan memasang pamphlet di setiap sudut ruangan, serta Perpustakaan Umum Kota Malang dapat menerapkan perpustakaan digital untuk mengurangi berbagai faktor kerusakan yang terjadi pada koleksi cetak, (2) pihak perpustakaan dapat menerapkan dari alternative pemecahan masalah seperti menambahkan rak sebagai tempat penampungan sementara bahan pustaka yang rusak, member perhatian dan perawatan lebih pada bahan pustaka yang kualitas kertas tidak baik, bersikap tegas dalam menegakkan tata tertib yang berlaku di dalam perpustakaan, selalu membersihkan ruangan dan bahan pustaka setiap hari, serta menjaga ruangan agar terhindar dari kelembaban.
THE REPRESENTATION OF PROLETARIAN FRENCH WOMAN’S OPPRESSIONS IN THE NINETEENTH CENTURY IN VICTOR HUGO’S LES MISÉRABLES (Representasi Penindasan Perempuan Proletar Perancis pada Abad Sembilan Belas dalam Novel Les Misérables Karya Victor Hugo)
This article discusses a novel entitled Les Misérables by Victor Hugo which represents the proletarian French woman’s oppressions in the nineteenth century. This article has three questions asked as the main problems which are also be the main goals in doing the research. The first question asks about the representation of proletarian French woman’s oppressions portrayed in the novel. The second question is about the representation of French society in the nineteenth century in Les Misérables. The last question is the ideological position of the author. This research uses Simone de Beauvoir’s perspective about woman’s oppressions and the relationship betwen literary work and the social life written in The Second Sex(1953). A qualitative research and documentary technique are used to collect the data, as well as the inductive method which is used to analyze the subject matters. After doing the research, we found that Les Misérables represents the proletarian French woman’s oppressions in the nineteenth century which is characterized by Fantine. Besides, we also found thatVictor Hugo’s ideologyis criticizing the government about the social condition especially woman’s oppressions. Through Les Misérables he breaks the mystery of common people life and protests the executive government about the arbitrarily government toward common people
Analisis Frasa dalam Kisah Sejarah pada Buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas X Kurikulum Merdeka
This study focuses on the analysis of phrases contained in the text of historical stories in class X textbooks of Social Sciences in the independence curriculum. This study uses a qualitative descriptive method and data collection techniques used are listening techniques, observation techniques, and note taking techniques. In this analysis, the author analyzes the phrases in four historical narrative texts entitled Mohammad Hatta: "Every action is for the sake of the country you love, don't betray.", Ki Hadjar Dewantara: "It's better to have nothing but be happy than to be wealthy but unhappy.”, History of the Beduk Musical Instrument in Malay Dance Accompaniment Music in Pontianak City, Typhoid Outbreaks in Cirebon during the Dutch East Indies Period. The research results obtained were the discovery of various uses of phrases totaling 35 in these texts. There are 10 noun phrases, 15 verb phrases, 8 prepositional phrases, and 2 adjective phrases
