2 research outputs found
PENYIMPANGAN KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA MENURUT MAKSIM TUTUR LEECH DI PONDOK PESANTREN PUTRI NURUL HAROMAIN PUJON
RINGKASAN Budiasih, Rini. 2018.Penyimpangan Kesantunan Berbahasa Indonesia di Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon.Skripsi. JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ibrahim. Kata kunci: penyimpangan kesantunan berbahasa, fungsi kesantunan berbahasa, tuturan ustadzah dan santri Indonesia merupakan negara dengan keragaman bahasa yang terdapat di setiap daerahnya. Keragaman ini menimbulkan adanya perbedaan tolak ukur kesantunan dalam berbahasa. Ustadzah dan santri yang hidup di lingkungan pesantren hendaknya menjadi teladan berbahasa secara santun dalam lingkup formal. Terutama di lingkungan Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon yang mengedepankan akhlak yang baik.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyimpangan kesantunan berbahasa Indonesia di lingkungan Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon dalam lingkup komunikasi formal dengan dua subtujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan (1)bentuk penyimpangan kesantunan berbahasa, dan (2) fungsi kesantunan berbahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif.Data pada penelitian ini adalah data verbal bentuk penyimpangan kesantunan berbahasa Indonesia dan fungsi kesantunan berbahasa yang terdapat pada tuturan ustadzah dan santri. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan pada percakapan ustdzah dan santri dalam lingkup formal. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pada penelitian ini adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Kehadiran peneliti pada tahap pengumpulan data di lapangan dilakukan agar data yang diperoleh benar-benar alami. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan alat rekam, yaitu observasi untuk melihat proses interaksi di dalam kelas dan merekam percakapan antara ustadzah dan santri dalam lingkup formal. Kegiatan analisis data dimulai sejak tahap pengumpulan data, tahap kodifikasi data, tahap reduksi data, sampai tahap penyajian hasil analisis.Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan pengamatan ulang hasil temuan secara teliti dan rinci, serta diskusi dengan dosen pembimbing untuk memberikan kritik dan masukan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian yang ditemukan ada dua. Pertama, bentuk penyimpangan kesantunan pada tuturan ustadzah dan santri meliputi (1) penyimpangan maksim kebijaksanaan, (2) penyimpangan maksim penghargaan (3)penyimpangan maksim kesederhanaan, (4)penyimpangan maksim kecocokan. Kedua, pada tuturan ustadzah dan santri terdapat fungsi kesantunan berbahasa Indonesia yang meliputi (1) fungsi kompetitif; memerintah, (2)fungsi menyenangkan; menyapa dan mengucapkan terima kasih, (3) fungsi kerja sama; menyatakan mengumumkan, dan mengajarkan. Mengacu pada hasil dan temuan penelitian, pada bagian pembahasan diuraikan penjelasan dengan menggunakan teori Leech dan beberapa teori pendukung yang lainnya. Penjelasan tersebut diantaranya yang pertama, penyimpangan kesantunan berbahasa Indonesia yang meliputi (1) penyimpangan maksim kebijaksanaan, (2) penyimpangan maksim penghargaan (3) penyimpangan maksim kesederhanaan, (4) penyimpangan maksim kecocokan. Kedua, fungsi kesantunan berbahasa Indonesia yang meliputi (1) fungsi kompetitif; memerintah, (2) fungsi menyenangkan; menyapa dan mengucapkan terima kasih, (3) fungsi kerja sama; menyatakan mengumumkan, dan mengajarkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, temuan penelitian, dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa tuturan ustadzah dan santri di Pondok Pesantren Putri Nurul Haromain Pujon mengandung penyimpangan. Bentuk penyimpangan tersebutmeliputi penyimpangan maksim kebijaksanaan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, dan maksim kecocokan. Selain itu, pada tuturan ustadzah dan santri terdapat tiga fungsi yakni, fungsi kompetitif yang berupa memerintah, fungsi menyenangkan yang berupa menyapa dan mengucapkan terima kasih, dan fungsi kerja sama yang meliputi menyatakan, mengumumkan, dan mengajarkan.
Social and Environment Accounting Practices at the Time of the Ancient Bali
AbstractA combination of archaeology and ethnography data results in an ethno archaeological research method used in an analysis related study. Social and environment accounting practices has been understood in this era using many forms of recording and reporting, inclusion of economic transactions with the agriculture sector and trading relations. Accounting transactions were performed between kingdom and society with simple model recording, as well. Recording and reporting of social and environment accounting practices that were done in that era had a big relationship of buying and selling land and other social and environment accounting practices
