1,720,961 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESIKO JATUH PADA LANSIA DI BPPLU KOTA BENGKULU TAHUN 2017
The incidence of falls in the elderly group may cause injury to the soft tissues and fractures of the thigh or wrist and even result in death. In addition, the State also can cause a variety of health problems including: pain, physical discomfort, the limitations of mobilization, and the slow healing process so that it will have an impact towards kondisilansia, where they will experience the problem of addiction to perform daily activities.Research methods the research design used was descriptive analytic. The study tried to gather information on factor-related risk factors for falls in the elderly include factor intrinsic, extrinsic, and circumstantial. The sample in this study is the whole elderly in BPPLU city of Bengkulu , namely an amount of 60 people. The method of sampling in this research are the total sampling.The results showed that there is a relationship between the intrinsic risk factors for falls in the elderly in Bengkulu City Year 2017 BPPLU. There is a relationship between extrinsic factors with risk of falls in the elderly in Bengkulu City Year 2017 BPPLU. Researchers suggest to the BPPLU can be a cornerstone of the implementation of the programme of activities, coaching, guidance and counseling in an attempt to increase knowledge about the factors factors that are associated with the risk of falls in the elderly
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Demam Typhoid dengan Pemberian Nutrisi dan Cairan pada Klien Demam Typhoid Usia 1-6 Tahun di Ruang Edelwis RSUD DR M. Yunus Bengkulu 2014
Penyakit demam typhoid yang biasa juga disebut typus atau types merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan bakteri salmonela typhi yang menyerang saluran percernaan. Penyakit ini mudah ditemukan dan selalu ada dimasyarakat (endemik) Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang demam typhoid dengan pemberian nutrisi dan cairan pada klien demam typhoid usia 1-6 tahun di Ruang Edelweis RSUD M. Yunus Bengkulu.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang demam typhoid dengan pemberian nutrisi dan cairan pada klien demam typhoid usia 1-6 tahun di ruang edelweis RSUD M.Yunus BengkuluTahun 2014.Metode penelitian yang di gunakan secara analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD M. Yunus Bengkulu pada bulan Juni s.d Juli 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu dengan anak usia 1-6 tahun yang menderita demam typhoid yang di rawat inap di RSUD M. Yunus Bengkulu dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang dengan memberikan 10 kuesioner kepada ibu.Hasil penelitian ini menunjukkan dengan ρ < 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang demam typhoid dengan pemberian nutrisi dan cairan pada klien demam typhoid usia 1-6 tahun di Ruang Edelweis RSUD M. Yunus Bengkulu.Disarankan kepada responden yang di pilih mempunyai pengetahuan yang baik tentang demam typhoid, memberikan nutrisi dan cairan yang baik serta menjadi responden atas kemauan sendiri
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN REMAJA PUTRI DI SMA N 4 KOTA BENGKULU
World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa angka kejadian keputihan di Eropa hanya 25% saja sedangkan di Indonesia Lebih dari 70% wanita mengalami keputihan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputihan antara lain dapat disebabkan oleh kurang baiknya pesonal hygiene, pengetahuan dan sikap yang kurang baik mengenai keputihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan praktek personal hygiene dengan kejadian keputihan remaja putri di SMAN 4 Kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan desian deskriptif analitik, menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 4 Bengkulu pada yang berjumlah 499 orang dengan jumlah sampel 77 responden diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan skunder, dianalisis dengan univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi scuare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hampir dari sebagian responden (46,8%) mempunyai pengetahuan yang kurang tentang keputihan, sebagian dari responden (50,6%), mempunyai sikap yang unfavorabel terhadap keputihan, sebagian besar responden (57,1%), kurang baik dalam melakukan personal hygiene, sebagian besar responden (66,2%), mengalami keputihan. Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan personal hygiene dengan Kejadian Keputihan Remaja Putri di SMAN 4 Kota Bengkulu. Kepada pihak SMAN 4 Kota Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan mengadakan pendidikan kesehatan reproduksi yang dimasukan kedalam kurikulum pendidikan
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR
Pemantauan pertumbuhan anak merupakan alat untuk mengetahui status gizi anak balita. Salah satu status gizi balita yang mudah diketahui masyarakat yaitu dengan adanya garis merah di Kartu menuju Sehat (KMS) Balita. Masalah pertumbuhan balita akan bertambah lebih komplek, jika tidak dilakukan penanganan dengan cepat. Peranan dari keluarga khususnya para ibu harus memilki kesadaran dan memperhatikan hal-hal yang perlu dilakukan dengan pemberian asupan gizi pada anak dan mengikuti program pemerintah pemberian vitamin dan imunisasi dengan melakukan kunjungan di posyandu, untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan panduan KIA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Analisis Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Prasekolahh di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 338 responden. Besar sampel penelitian ini sebanyak 138 responden. Cara pengambilan sampel penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perkembangan anak yaitu kategori sesuai 148 responden (80,9%), meragukan 32 responden (17,5%), dan penyimpangan 3 responden (1,6%). Kemudian hasil penelitian pertumbuhan mayoritas anak kategori normal yaitu 176 responden (96,2%), kurus 3 responden (1,6), dan gemuk 4 responden (2,2%). Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki perkembangan yang sesuai dan pertumbuhan yang normal. Gambaran tumbuh kembang anak usia prasekolah mayoritas dalam kategori sesuai dan normal. Kepada orang tua diharapkan dapat memperhatikan tumbuh kembang anak untuk mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak
HUBUNGAN BERAT BADAN DENGAN GAMBARAN CITRA TUBUH PADA SISWI SMAN 1 KOTA BENGKULU
Pada masa ini, remaja mulai mengalami berbagai perubahan penting salah satunya adalah perubahan fisik. Perubahan fisik yang terjadi membuat remaja menjadi lebih memperhatikan dirinya dan melakukan penilaian tentang penampilan fisiknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara berat badan dengan gambaran citra tubuh pada siswi di SMAN 1 Kota Bengkulu.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 158 orang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional untuk melihat keterkaitan antara variable dependen dan independent. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang significan antara berat badan dengan gambaran citra tubuh pada siswi di SMAN 1 Kota Bengkulu. Diharapkan dengan ditemukan hasil ini maka baik siswi yang memiliki berat badan tidak ideal harus tetap memiliki gambaran citra yang positif sehingga akan lebih menghargai diri sendiri dan percaya terhadap diri sendiri walaupun memilili keterbatasan namun harus menonjolkan
Clinical Instructor Training Using One Minute Preceptor (OMP) Guidance Method In Rsud Argamakmur North Bengkulu
The competence of professional nurses is measured through competency tests organized by the Ministry of Research, Technology and Higher Education (Kemenristek Dikti, 2015). But until now, there are still many problems encountered in nurse human resources in achieving competency test graduation well. Clinical learning determines the quality of nursing students' learning outcomes. Thus, preceptors can be said to be the embodiment of the implementation of the nursing education curriculum provided by clinical supervisors and can be a provision for students to apply knowledge based on their competencies. The lack of interaction time between preceptors and students can be caused by the workload of preceptors. Seeing the limitations and duties of preceptors, a clinical guidance method is needed that can overcome these problems. The One Minute Preceptor (OMP) guidance method is an effective guidance method that can be used in limited time (Fagundes et al., 2020). This clinical guidance method is a method that is not too complicated and is considered right on target to overcome the problem of limited time owned by preceptors (Seki et al., 2016). So it is necessary to organize a better learning system. This study aims to improve the ability of preceptors to educate students in providing safe nursing care. The type of research is quantitative with a pre-post test quasi experiment design. The sample in this study consisted of 37 preceptors. Academic Preceptor 11 people, Clinical Preceptor 26 people. Sampling with total sampling. The results showed that most of the preceptors were female, aged late adulthood (36-45 years), most had a Ners education and had been preceptors for 1-5 years. The mean post test scores of knowledge, attitudes, skills and cumulative preceptors were higher than the pre-test scores. This study shows that clinical instructors need to be equipped with understanding and skills in their implementation in guiding students. It is expected that preceptors can apply the One Minute Preceptor (OMP) guidance method in nursing practic
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
