1,720,955 research outputs found
Attitude Towards Language Use In Digital
The development of information communication technology (ICT) and digital media has enabled people to communicate with each other in a more sophisticated way. This research was conducted to find out the attitude of students toward digital communication and the attitude of lecturers toward digital communication compared to that of students. This research used a quantitative approach with cross-sectional survey design.The research participantswere 112 student of English Department Faculty of Tarbiyah and Teacher Training and 22 lecturers who teach at English Department and Language Service Center IAIN Antasari Banjarmasin. Data were collected through questionnaire which consists of 28 item statements using Likert scale and 3 open-ended questions.The findings reveal that students and lecturers are familiar with the use of language features in digital communication such as abbreviation, acronyms, and emoticons. They agree that language use in digital communication is innovative and creative. However, the majority of respondents think that awareness toward audience and context is very important so we should use language style appropriately. Key words: Digital Communication, Language Use, AttitudePerkembangan teknologi komunikasi dan informasi dan media digital memungkinkan orang untuk dapat saling berkomunikasi denngan sesama dengan lebih canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa terhadap komunikasi digital dan membandingkannya dengan sikap dosen terhadap komunikasi digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain survey silang. Responden penelitian adalah 112 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan 22 dosen yang mengajar pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) IAIN Antasari Banjarmasin. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang terdiri dari 28 item yang disusun dalam skala likert dan tiga pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa dan dosen telah akrab dengan fitur-fitur bahasa yang digunakan dalam komunikasi digital seperti singkatan, akronim, dan emotikon. Mereka setuju bahwa penggunaan bahasa dalam komunikasi digital bersifat inovatif dan kreatif. Namun demikian, mayoritas respon den berpendapat bahwa kesadaran terhadap lawan bicara/pendengar dan konteks adalah hal yang penting sehingga kita perlu menggunakan gaya bahasa yang sesuai.Kata kunci: Kounikasi Digital, Penggunaan Bahasa, Sika
Upaya Supir Angkutan Kota “Taksi Kuning” Untuk Meningkatkan Pendapatannya di Tengah Maraknya Kendaraan Pribadi di Kota Banjarmasin
Rahmila. 2014, Upaya Supir Angkutan Kota “Taksi Kuning” Untuk Meningkatkan Pendapatannya di Tengah Maraknya Kendaraan Pribadi di Kota Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah & Ekonomi Islam. Pembimbing I : Dra. Rusdiyah, MHI, dan Pembimbing II : Hj. Rabiatul Adawiyah, M. Ag.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kendaraan pribadi, yaitu kendaraan roda dua di kota Banjarmasin. Keadaan ini menyebabkan semakin berkurangnya penumpang bagi taksi kuning atau angkutan kota yang ada di kota Banjarmasin. Apalagi setiap kali beroperasi harus sesuai dengan trayek yang ditentukan. Hal ini tentu akan menimbulkan pengaruh terhadap pendapatan bagi para supir taksi kuning. Namun demikian mungkin saja ada sebagian supir yang gigih dan terus berupaya mempertahankan pendapatannya ditengah maraknya kendaraan pribadi tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pendapatan supir angkutan kota “Taksi Kuning” di tengah maraknya kendaraan pribadi di kota Banjarmasin, dan upaya supir angkutan kota dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan maraknya kendaraan pribadi. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pendapatan supir angkutan kota “Taksi Kuning” ditengah maraknya kendaraan pribadi di Banjarmasin, dan mengetahui upaya supir angkutan kota “Taksi Kuning” dalam memenuhi kebutuhan hidup ditengah maraknya kendaraan pribadi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif, dengan mengambil lokasi penelitian pada Terminal Antasari Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kemudian penulis analisis secara kualitatif.
Dari hasil penelitian ini, pendapatan supir angkutan kota setiap harinya tidak menentu, namun pendapatan yang diperolehnya tidak mencukupi kebutuhannya dan keluarganya. Bahwasanya pendapatan supir angkutan kota tergantung pada banyaknya penumpang, maka penghasilan yang diperoleh supir angkutan kota juga akan banyak, tetapi apabila tidak ada penumpang yang ikut maka pendapatan supir akan sedikit. Dari data ini, maka dapat diketahui bahwa pendapatan supir angkutan kota sekarang ini mengalami penurunan yang awalnya 500 ribu rupiah perharinya, sekarang menjadi 100 ribu rupiah perharinya. Itupun terkadang kurang dari 100 ribu rupiah perharinya. Dikarenakan maraknya kendaraan pribadi, jumlah penumpang juga terus berkurang, semenjak beberapa tahun ini. Karena masyarakat lebih memilih naik kendaraan pribadi, dan para supir angkutan kota mengatakan pendapatan yang diperolehnya tidak mencukupi kebutuhannya dan keluarganya. Upaya yang dilakukan sebagian supir angkutan kota sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya adalah dengan cara menyewakan taksinya, ada juga yang berjualan, dan sebagian supir angkutan kota yang lainnya tidak hanya menunggu penumpang di Terminal Antasari, tetapi mereka menjemput anak-anak yang pulang dari sekolah
Pelaksanaan Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Kelas III di MIN 1 Tabalong
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan peserta didik membaca
Al-Qur’an Hadits merupakan hal yang sangat penting. Yang mana kebanyakan
peserta didik zaman sekarang banyak yang kurang bisa membaca Al-Qur’an
bahkan ada yang tidak bisa membaca dan menulisnya. Dengan adanya penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Pembelajaran Al-Qur’an Kelas III
Hadits di MIN 1 Tabalong. MIN 1 Tabalong terletak di desa Sungai Durian
Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Yang mana Kepala Madrasahnya
bernama Sopiani, S.Pd.I dan Guru Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Pahmi, S.Pd.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif Adapun subjek
dari penelitian ini yaitu guru mata pelajaran dan peserta didik kelas III MIN 1
Tabalong sedangkan objeknya yaitu pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an Hadits.
Metode dalam pengumpulan data di penelitian ini melalui observasi, wawancara
dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an
Hadits kelas III di MIN 1 Tabalong yang terdiri dari perencanaan terbukti dengan
adanya RPP, pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar diakhir pembelajaran dengan
adanya tugas ataupun PR. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor
guru, faktor peserta didik dan faktor lingkungan serta sarana dan prasarana.
Kegiatan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 dan diajarkan khusus oleh
guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) namun latarbelakang fokus
beliau adalah Sejarah Kebudayaan Islam. Pelaksanaan pembelajaran setiap satu
minggu sekali tepatnya pada hari rabu pada jam ke-3 dan ke-4 . Adapun cara yang
dilakukan guru dengan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan, namun tidak
adanya media penunjang dalam pembelajaran serta membuat menarik dan asyik,
ice breaking pun tidak ada hanya monoton. Untuk pemerhatian terhadap bacaan
tidak ada ditegaskan hanya satu kali klasikal dan tidak ada membaca peroranga
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
