3 research outputs found

    POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA SAMPALAN

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pola asuh orang tua yang diterapkan oleh orang tua dalam memotivasi belajar siswa sekolah dasar di Desa Sampalan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 siswa sekolah dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pola asuh orang tua berbeda-beda yang diterapkan orang tua. Pola asuh demokratis lebih banyak diterapkan oleh orang tua, satu dari lima orang tua menggunakan pola asuh permisif dan sisanya menggunakan pola asuh otoriter. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh dan peran serta orang tua berdampak positif pada motivasi belajar siswa sekolah dasar

    ANALISIS KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis kepemimpinan terhadap kinerjatenaga kependidikan. Cara seorang pimpinan dalam memimpin sebuah organisasi dalamhal ini lembaga pendidikan dapat memberikan warna tersendiri terhadap suasanalingkungan kerja yang dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh karyawan (tenagakependidikan). Hal tersebut dapat terjadi karena di dalamnya terjadi interaksi secara terusmenerus antara pimpinan dan yang dipimpinnya (bawahan). Dari interaksi yang terjadi,akan memberikan efek dan pengaruh pada suasana kerja yang dirasakan secara langsungoleh bawahnnya dan akan berimbas pada kinerja yang dapat bernilai positif dan juganegatif tergantung bagaimana cara seorang pemimpin memimpin bawahannya. Fenomenatersebut dirasakan pula di tempat penelitian yakni Universitas Buana PerjuanganKarawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan diolah menggunakanaplikasi SPSS. Teknik pengumpulan data dengan melalukan wawancara dan penyebaranangket kepada seluruh tenaga kependididikan di tempat penelitian. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa didapatkan antara variabel kepemimpinan dengan kinerja tenagakependidikan menunjukkan hubungan yang sangat rendah (0,366) dan berpola positif,didapatkan pula nilai koefisien determinasi (R2) = 0,134 yang artinya variabelkepemimpinan menjelaskan kinerja tenaga kependidikan sebesar 13,4%, sedangkan sisanyadipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Hasil uji statistik didapatkan adahubungan antara kepemimpinan terhadap kinerja tenaga kependidikan (P-value < 0,05).Persamaan regresi linier pada penelitian ini adalah Y = 31,832 + 0,374 X. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kinerja Tenaga Kependidikan The purpose of this study is to analyze the leadership style of the performance of educationalstaff. The style of a leader in leading an organization in this case educational institutionscan provide its own color to the atmosphere of the work environment that can be felt directlyby all employees (educational staff). This can occur because in it there is continuousinteraction between the leader and the leader (subordinate). From the interactions thatoccur, it will give a very strong effect and influence on the work atmosphere that is feltdirectly by his subordinates and will impact on performance that can be positive and alsonegative depending on how a leader leads his subordinates. The phenomenon that occursabove, will also be felt at the research site, Buana Perjuangan University, Karawang.Therefore, the author will conduct research in that field to analyze the leadership style thatexists in the research site and its effect on the performance of the education staff at BuanaPerjuangan University in Karawang. To complete this study, the authors used a quantitativemethod and statistical data processing using the SPSS application. Data collectiontechniques were carried out by conducting interviews and distributing questionnaires to alleducation personnel at the research site. The results showed that the leadership variable withthe performance of educational staff showed a very low relationship (0.366) and positivepatterned, also the coefficient of determination (R2) = 0.134, which means that theleadership variable explained the performance of the teaching staff by 13.4%, while the restinfluenced by other variables outside this study. Statistical test results found that there is arelationship between leadership and the performance of the teaching staff (P-value <0.05).The linear regression equation in this study is Y = 31.832 + 0.374 X Keywords: Leadership, Performance of Educational Personn

    ANALISIS PERMASALAHAN SISWA KELAS X  MENGGUNAKAN METODE EMPHATIZING DI SMA NEGERI 78 JAKARTA

    No full text
    Problem analysis is one of the important stages in implementing guidance and counseling services in schools. One method that can be used to conduct problem analysis is the empathizing method in Design Thinking. Design Thinking (DT) is one of the methods widely used to solve problems creatively with a focus on understanding user needs. This study aims to explore the problems faced by class X students at SMA Negeri 78 Jakarta. These problems are explored based on four aspects of guidance and counseling: personal, social, academic, and career aspects. Data collection was carried out through in-depth interviews, the results of which were analyzed with extreme users. Extreme users is a technique to build empathy and truly understand the problems faced by extreme users, which aims to help reframe problems and uncover new insights. The results of the study show several problems in the four aspects of BK services faced by class X students of SMAN 78 Jakarta. These problems include not having good self-control, especially in time management, not being able to determine priorities, not having emotional maturity, lacking self-confidence, being closed off from their social environment, liking to procrastinate on assignments, lack of motivation to study, and lack of knowledge about the world of college, including majors, entry routes and the variety of universities that are most likely to be of interest.Analisis permasalahan merupakan salah satu tahapan penting dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis permasalahan adalah metode empathizing dalam Design Thinking. Design Thinking (DT) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk memecahkan masalah secara kreatif dengan fokus pada pemahaman kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa Kelas X di SMA Negeri 78 Jakarta. Permasalahan-permasalahan ini digali berdasarkan empat aspek bimbingan dan konseling yaitu aspek pribadi, sosial, akademik, dan aspek karir. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik in-depth interview yang hasilnya dianalisis dengan extreme users. Extreme users merupakan teknik untuk membangun empati dan benar-benar memahami masalah yang dihadapi pengguna ekstrem yang bertujuan untuk membantu membingkai ulang masalah dan mengungkap wawasan baru. Hasil penelitian menunjukkan beberapa permasalahan pada empat aspek layanan BK yang dihadapi oleh siswa kelas X SMAN 78 Jakarta. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum memiliki kontrol diri yang baik terutama dalam manajemen waktu, belum dapat menentukan skala prioritas, belum memiliki kematangan emosi, kurang percaya diri, tertutup dengan lingkungan sosialnya, suka menunda-nunda tugas, motivasi belajar, dan kurangnya pengetahuan tentang seputar dunia perkuliahan baik dari jurusan, jalur masuk dan ragam universitas yang paling mungkin diminati.
    corecore