1,720,959 research outputs found

    Extended Use of a Copper Intrauterine Device Beyond Theoretical Effectiveness: A ten-year study on the Multiload Cu-250 in a ynecologic private practice in Indonesia with specific reference to its use in the national..

    No full text
    Pemakaian IUD Bertembaga dalam waktu lama melewati masa efektip teoretis tidak mengganggu efektifitasnya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Hal ini disimpulkan dari penelitian se-lama sepuluh tahun meliputi 52 pasien praktek spesialis pribadi yang setuju untuk tents menggunakan Multiload Cu-250 tanpa ganti setelah pemakaian selama tiga- tahun yang merupakan batasan masa pakai efektip teoretis bagi jenis IUD Mi. Lama pemakaian tercatat berkisar antara 36,08 sampai 100,51 bulan, sedangkan rata-rata pemakaian adalah 52,10 bulan. Sebanyak 25 (48,07%) wanita memakainya selama 3-4 tahun, 19 (36,53%) selama 4-5 tahun dan 9 (17,30%) selama 6-7 tahun. Pemakaian terlama tercatat pada 4 wanita selama 77,60; 72,48; 92,72 dan 100,51 bulan. Tidak terjadi sate pun kegagalan kehamilan dalam kelompok penelitian ini. Kelompok pembanding terdiri atas 63 wanita pemakai jenis IUD yang sama selama waktu kurang dari tiga tahun dan berasal dad praktek pribadi yang sama. Gangguan subyektip, perdarahan, kelainan haid dan ekspulsi tidak menunjukkan peningkatan frekuensi yang berarti. Sebaliknya, infeksi panggul dan sekresi vaginal yang berlebihan bertambah Bering secara bermakna, meski masih dalam derajat yang ringan dan mudah teratasi. Biqa pula dipahami bahwa terjadi lebih banyak permintaan untuk melepas IUD karena ingin hamil lagi. Karena Multiload Cu-250 sudah terpilihsebagai IUD Bertembaga utama yang digunakan dalam program keluarga berencana nasional di Indonesia, basil penelitian ini dapat bermanfaat dalam kaitannya dengan masalah kontinuasi pemakaian, keamanan, efektifitas, penghematan biaya dan penyediaan peralatan, baik dad segi kepentingan pemakai maupun dari segi kepentingan program. Dalarn penelitian lain yang sedang berjalan hasil-hasil ini akan dibandingkan dengan kelompok pemakai lain yang berganti IUD setelah usai masa efektip teoretis tiga tahun. Dianggap perlu diadakannya penelitian•penelidan lain dalam lingkup epidemiologik lapangan yang lebih Was dengan kondisi klinis medic yang mungkin tidak selalu optimal.Key Words: copper intrauterine device — family planning — Multiload Cu-250 — demography —gynecolog

    Anemia pada Wanita Hamil

    No full text
    Among complications affecting the pregnant woman, anemia is more frequently encountered than is usually realized, consequently becoming not infrequently overlooked in diagnosis, prognosis and therapy.Preexistent conditions as low socio-economic status, under or malnutrition, multiparity with short intervals, chronic occult bleeding or evident hemorrhages associated with previous deliveries or menstruation, are, with inadequate antenatal care, the most pertinent factors to deal with in terms of prevention and treatment. Since 95% of pregnancy anemias are iron deficiency anemias because of basically avoidable conditions, this specific iron deficiency problem deserves the most serious attention. Although of no marked consequence when of mild gradation, in moderate and severe cases all anemias of pregnancy — irrespective of etiology — tend to exert deleterious effects on the reproductive process, directly or indirectly.Key Words: anemia in pregnancy iron deficiency nutrition - pregnancy spacing -hematologic inde

    Preparing The medical Practitioners the Nineties:Obstacles and Oppurtunities-An Ouline for Indonesia

    No full text
    Mempersiapkan dokter untuk tahuri 1990-an: Hambatan dan kemungkinan Menghadapi saingan instrumentasi medikoteknis, superspesialisasi dan arus materialismc yang Semakin deras mempesona, dedikasi kepada prinsip-prinsip etik dan pengabdian khususnya untuk mampu mengembangkan ruralisasi upaya kesehatan, menjadi terasa lebih lagi diperlukan bila suatu negara dunia ketiga yang sedang membangun menginginkan dapat menyelesaikan masalah kesehatan masyarakatnya secara lebih tuntas dalam kurun waktu dua dasa warsa mendatang ini. Di antara sekian banyak masalah pokok yang perlu ditangani adalah edukasi angkatan pelayan ke - sehatan penerus. Pendidikan ini perlu memperhatikan sasaran kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah yang masih saja merupakan bagian terbesar penduduk, dan ditujukan pertamatama kepada kepentingan negara dan bangsa itu sendiri untuk kcperluannya yang mendesak se - karang maupun yang vital untuk hari depannya.Key Words: medical education - national health policy - public health service - rural health health tradition and innovatio

    Beberapa masalah penanganan klinikososial kanker ginekologis

    No full text
    keywords: kanker ginekologis, terapi, diagnosa awal

    Kebijaksanaan Pelayanan Tubektomi dan Vasektomi Sukarela Aspek Pelaksanaan

    No full text
    Implemenlation aspect of sterilization policyFormulation and implementation of a program providing service on voluntary tubectomy and vasectomy in Indonesia need to be based on clearly defined goals to be pursued and on dynamic ways and means to be utilized.It should be unequivocally understood, that the successful outcome of such a program in support of the national population program, with the end in view of creating a more prosperous community both spiritually and materially, will solely depend on the farsighted vision and determination of the community itself to shape its own future.Key Words: tubectomy -- vasectomy - population policy - laparoscopy - sterilizatio

    Return to Fertility After Discontinuation of Copper IUD Usage A study on 55 pregnancies with Multiload Cu-250 users among private patients in Indonesia

    No full text
    Pemulihan kesuburan setelah penggunaan IUD Multiload Cu-250 Pemulihan kesuburan, setelah penggunaan IUD Multiload Cu-250 dihentikan, terjadi datam waktu yang singkat. Hal ini merupakan kesimpulan penelitian reirospektip sclama tujuh tahun, mencakup 53 pemakai ML Cu-250 yang minta dilepas IUD-nya karena menginginkan anak lagi, dan meliputi 55 kehamilan yang kemudian terjadi. Rata-rata umur 25,02 tahun dan paritas 1,25: Lama pemakaian IUD antara 1,00 dan 66,42 bulan, rata-rata 27,28 bulan. Setang waktu antara pelepasan IUD dan hari pertama menstruasi terakhir sebelum konsepsi (REM-LMP) berkisar antara —0,51 dan 49,03 bulan, rata-rata 5.90 bulan. Empat wanita tidak lagi haid setelah IUD dilepas. Terjadi 35 (63.64%) kehamilan dalam waktu 6 bulan dan 7 (12,72%) dalam 6 bulan berikutnya. Dan 55 kehamilan yang terjadi 46 (83,63%) terjadi dalam waktu 1 tahun, dan 52 (94,54%) dalam waktu 2 tahun setelah IUD dilepas, Lama pemakaian ML Cu-250 tidak berpengaruh aims kelancaran pemulihan kesuburan, kecuali bila ada komplikasi infeksi panggul, Kehamilan dan anak yang dilahirkan tidak juga terpengaruh. Pada 14 wanita pemakai IUD di alas tiga tahun, lama rata-rata REM-LMP hanya 4,15 bulan. Kecuali 2 keguguran, 1 persalinan prematur dan 2 postmatur, 1 perdarahan postpartum atonis dan 1 kematian neonatal pada bayi dengan sindrom Down, semua kehamilan lain berlangsung genap bulan, dengan berat lahir rata-rata bagi 43 bayi 3387 g. Dari 42 anak yang diketahui jenis kelaminnya, 26 (61,90%) lelaki dan 36 (38,10%) perempuan. Angka banding bayi lelaki terhadap perempuan sebesar 162,50 ini jauh lebih tinggi dad angka banding normal sebesar 105 -106. Apakah fakta ini bermakna dalam hubungannya dengan pemakaian IUD bertemliege sebelumnya pantas diselidiki lebih lanjut. Key Wards: copper IUD - Multiload Cu-250 - removal for planned pregnancy - return to fertility -- outcome of pregnancy and offsprin

    Hipertensi Pada Wanita

    No full text
    Perhatian yang lebih bcsar seyogyanya diberikan kepada hipertensi wanita (HW), karena berlainan dengan perkiraan yang lazim berlaku, HW merupakan pula penyebab sedemikian- banyak morbiditas• dan mortalitas pada wanita, tidak saja pada urrrur seten.gah tua dan umur tua, tetapi juga pada umur muda dalam periode mampu hamil.Sejalan dengan hipertensi pria (HP) kerusakan organis yang terjadi sebagai komplikasi hipertensi pads Oigans vital seperti pembuluh darah arteriola, jantung, otak, ginjal, mata, kelenjar endoktrin dengan segala akibatnya, prognotis sangat menentukan pada kelangsungan kesehatan dan kehidupan wanita.Dalam bentuk murni atau berlandasan penyakit hipertensip, toxaemia gravidarum dengan kesudahan terakhir eklampsia atau solutio placentae, merupakan sebab penting gangguan pertumbuhan janin, prematuritas dan kcmatian perinatal, sclain menjadi salah satu sebab utama kematian ibu di samping perdarahan dan infcksi.Hipertensi sebagai komplikasi pemakaian pil oral kontrasepsi yang mengandung oestrogen, meski klinis bukan merupakan persoalan besar dan akan surut bila pemakaiannya dihentikan, perlu mendapat perhatian seksama, tidak saja karena problema psikis pemakai dan dari segi epidemiologi penting dalam pelaksanaan program keluarga berencana, tetapi juga karena sebenarnya ini menunjuk kepada adanya faktor dasar dalam konstitusi wanita yang pada kondisi lain nanti dapat menjadi landasan terjadinya hipertensi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore