129 research outputs found
Faktor-Faktor Dominan Terhadap Pertumbuhan Pemakaian Energi Listrik di Indonesia
The purpose of this research is to investigate the dominant external factors affecting the rate of electrical energy consumption in Indonesia. The research is conducted through five groups of electrical energy consumers, i.e.: housing and settlements, industry, small business, social sector, and the total energy consumption. It includes and processes national secondary data with Stepwise Backward Regression as analysis method, which is supported by using SPSS software. The dominant factors derived from this study include: (1) for housing and settlement sector, the consumption rate is influenced by national PDB and the rate of industrial growth; (2) for industrial sector, the consumption rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growth of population; (3) for small business sector, the consumption rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growthof population; (4) for social sector, the consumption rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growth of population; and (5) total energy consumptioan rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growth of population. As additional result, it shows that the tariff of electrical energy consumption does not significantly affect the consumption rate itself
Peramalan Beban Listrik menggunakan MLR Stepwise
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap unjuk kerja metode analisis regresi linear ganda (MLR) stepwise untuk peramalan beban listrik. Riset dilakukan untuk data Nasional terhadap 5 sektor kajian, yaitu sektor rumah tangga (pbl1), industri (pbl2), usaha (pbl3), sosial atau lain-lain (pbl4), dan total sektor (pbl5). Rumus-rumus yang dipakai dan dikembangkan berbasis MLR beserta persyaratannya. Peralatan pokok untuk menunjang analisis menggunakan software SPSS. Studi ini berhasil mengembangkan model regresi untuk setiap sektor kajian. Model regresi untuk 5 model sektor memiliki koefisien determinasi (R2): sektor pbl1 sebesar 0,997, sektor pbl2 sebesar 0,997, sektor pbl3 sebesar 0,997, sektor pbl4 sebesar 0,996, dan sektor pbl5 sebesar 0,999. Dari keseluruhan model, secara statistik harga energi listrik pengaruhnya tidak signifikan terhadap pertumbuhan energi/beban listrik di Indonesia. Validasi model ditunjukkan dengan error% rata-rata yang berkisar antara 0,43-1,42%. Model juga telah dicoba untuk meramalkan energi/beban listrik sampai tahun 2001
Pemanfaatan Tenaga Listrik pada Masyarakat Pedesaaan
Pemanfaatan Tenaga Listrik pada Masyarakat Pedesaaa
PENGETAHUAN PEDAGOGIK DAN KETEKNIKAN SEBAGAI PREDIKTOR KEMAMPUAN ADAPTASI CALON GURU PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FT UM
Tujuan penelitian ini untuk menyajikan sumbangan relatif dan efektif anta-ra : (1) pengetahuan pedagogik (X1) terhadap kemampuan adaptasi (Y) secara parsial; (2) pengetahuan keteknikan (X2) terhadap Y secara parsial; dan (3) X1 dan X2 terha-dap Y secara simultan. Jenis penelitian adalah expose facto dengan rancangan peneli-tian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa PTE FT UM angkatan 2012 sejumlah 104 responden. Data pengetahuan pedagogik dan ketek-nikan adalah data sekunder (IPK), adapun data kemampuan adaptasi diungkap dengan angket yang memiliki reliabilitas 0,876 (alpha Cronbach). Analisis data bertumpu pada analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian: pertama, persamaan regresi yang diperoleh yaitu: Y = 0,903X1 + 0,129X2 – 23,966. Kedua, sumbangan relatif X1 ter-hadap Y sebesar 98,00% dan X2 terhadap Y sebesar 2,00%; sumbangan efektif X1 ter-hadap Y sebesar 59,40%, dan X2 terhadap Y sebesar 1,20%, serta X1 dan X2 terhadap Y sebesar 60,60%. Kemampuan pedagogik merupakan prediktor yang lebih efektif dibandingkan pengetahuan keteknikan terhadap kemampuan adaptas
Upaya Peningkatan Efisiensi Sel Surya Fotovoltaik Sebagai Konvertor Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik
Pemanfaatan sel surya fotovoltaik sebagai konvertor cahaya matahari menjadi energi elektrik memiliki ciri-ciri yang atraktif, namun secara praktis efisiensi masih menjadi kendala. Dengan keadaan itu, negara-negara yang memanfaatkan energi surya skalanya masih sangat kecildibandingkan konservasi energi lainnya. Berdasarkan perkiraan pada tahun 2020 energi surya sudah memiliki peranan yang penting, salah satu perangkat pemanfaatan energi surya adalah sel surya fotovoltaik sebagai konsentratornya. Kecuali di negara-negara yang sudah maju perencanaan PLTS (Pusat Listrik Tenaga Surya) msih dalam taraf konseptual, terutama untuk skala yang cukup berarti. Beberapa hal yang mempengaruhi daya sel surya diantaranya: pengaruh penyinaran, pengaruh temperatur, pengaruh luas sel surya, pengaruh kepekaan spektrum, dan pengaruh umur sel surya. Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi efisiensi konversi energi sel surya fotovoltaik. Menggunakan lensa fresnal dan konsentrator piringan paraboloida memungkinkan didapatnya sel surya dengan efisiensi tinggi
HUBUNGAN BAKAT MEKANIK DAN MOTIVASI KEGURUAN DENGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DI BIDANG PEMESINAN MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT-UM
The objectives of this research are to find out relationship between mechanical talent and teaching motivation with pedagogical competence in machinery. Design of the research used descriptive correlation. Samples were taken using proportional random sampling comprises of 65 students. Collecting the data of mechanical talent variable (X1) and pedagogical competence (Y) used multiple choices test, teaching motivation variable (X2) used questionnaires. The results of study show that (a) relationship between X1 and Y is (r1) = 0.264; contribution X1 to Y is 7.0%, (b) relationship between X2 and Y is (r2) = 0.562; contribution X2 to Y is 31.5%, (c) relationship between X1 and X2, simultaneously, to Y is R = 0.615; contribution X1 and X2 to Y is 61.5%, while 38.5% of the rest is contributed by other variable.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan bakat mekanik dan motivasi keguruan dengan kompetensi pedagogik di bidang pemesinan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling 65 orang. Pengumpulan data variabel bakat mekanik (X1) dan kompetensi pedagogik (Y) menggunakan tes pilihan ganda, varibel motivasi keguruan (X2) menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan: (a) terdapat hubungan antara X1 dengan Y sebesar (r1) = 0,264; sumbangan X1 terhadap Y sebesar 7,0%, (b) terdapat hubungan antara X2 dengan Y sebesar (r2) = 0,562; sumbangan X2 terhadap Y sebesar 31,5%, (c) terdapat hubungan antara X1 dan X2 secara simultan terhadap Y sebesar R = 0,615; kontribusi X1 dan X2 terhadap Y sebesar 61,5%, sedang sisanya 38,5 % disumbang oleh variabel lain
STUDI MODEL DINAMIKA SISTEM TENAGA LISTRIK
Ekspresi persamaan matematis terhadap dinamika sistem tenaga listrik sangatdiperlukan. Pemilihan model sistem harus dengan pertim-bangan permasalahan yang ada,ketersediaan fasilitas komputasi, dan teknik kontrol yang dipilih. Perkembangan komputermemungkinkan model per-samaan elektrik dan mekanik pada orde yang lebih tinggi dapatdilakukan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemodelan sistem matematis harusmemperhatikan masalah-masalah dinamika sistem, yaitu: (1) dianamika fluktuasi frekuensi,(2) berat ringannya gangguan sistem, dan (3) kapasitas tenaga listrik itu sendiri. Secaraumum permodelan diawali dengan mem-pelajari sistem, agar hasil representasi matematissesuai dengan idealisasi sistem fisis untuk mempermudah analisis dan desain sistem,dilanjutkan dengan representasi sistem dengan tujuan: (1) I/O untuk kajian watakeksternal/terminal, dan (2) State Space sebagai kajian watak internal. Dalam permodelanbeberapa parameter/relasi antar komponen yang kurang/tidak relevan dengan tujuan kajianbiasanya diabaikan
INTERAKSI ANTARA FAKTOR INISIATIF DENGAN FAKTOR PENERAPAN MODEL KONSTRUKTIVISTIK PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI PADA SISWA SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah interaksi dan perbedaan hasilbelajar Pemrograman Web antara kelompok siswa dengan tingkat inisiatif tinggi dan inisiatif rendah yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning menggunakan handout berbasis peta konsep. Desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan rancangan faktorial 2 x 2. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X Multimedia di SMK. Dari uji hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara tingkat inisiatif dan model pembelajaran, terdapat perbedaan rerata hasil belajar antar kelompok, dan kelompok yang paling berbeda secara signifikan adalahkelompok siswa dengan tingkat inisiatif tinggi yang mengikuti Discovery Learning dan kelompok siswa dengan tingkat inisiatif rendah yang mengikuti Discovery Learning. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa model pembelajaran Discovery Learning hanya cocok digunakan pada siswa dengan tingkat inisiatif tinggi, sedangkan model pembelajaran Problem Based Learning cocok digunakan pada siswa dengan kemampuan heterogen baik inisiatif tinggi maupun inisiatif rendah
PELAKSANAAN PLPG SEBAGAI WAHANA PENGEMBANGAN DAN AUDIT KOMPETENSI DALAM SERTIFIKASI GURU BIDANG KEJURUAN
The implementation of PLPG as competency audit and developmental mode in vocatiobal teacher certification on province of West Nusa Tenggara. Objectives of this research are to describe curriculum relevancy, quality of the instructor, supporting means and infrastructures, determination of the learning group, learning media, KBM process, and evaluation system for the implementation of PLPG. Instruments of the research were questionnaires sheets and documentation. Data was analyzed in percentage. Results of the research showed that: in general, curriculum relevancy, quality of the instructor, supporting means and infrastructures, determination of learning group, KBM process, and evaluation system for the implementation of PLPG were good categories but not for learning media.
Pelaksanaan PLPG sebagai Wahana Pengembangan dan Audit Kompetensi dalam Sertifikasi Guru Kejuruan di Propinsi NTB. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan relevansi kurikulum, kualitas instruktur, sarana dan prasarana pendukung, penentuan rombongan belajar, media pembelajaran, proses KBM, dan sistem evaluasi pelaksanaan PLPG. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan instrumen penelitian berupa angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: relevansi kurikulum, kualitas instruktur, sarana dan prasarana pendukung, penentuan rombongan belajar, proses KBM, dan sistem evaluasi pelaksanaan PLPG pada kategori baik, sedangkan media pembelajaran pada kategori kurang
- …
