3 research outputs found
Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Beban Kerja Pegawai di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISPERDAGIN) Kota Banjarmasin
Beban kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan
kesejahteraan pegawai. Salah satu aspek yang memengaruhi persepsi terhadap
beban kerja adalah work-life balance, yaitu kemampuan individu dalam
menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance terhadap beban kerja
pegawai.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel
penelitian berjumlah 67 pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota
Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Work-Life Balance
dan Skala Beban Kerja, serta dianalisis dengan uji regresi linear sederhana
menggunakan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh
signifikan terhadap beban kerja, dengan nilai t hitung sebesar 2,148 dan signifikansi
0,035 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,066 mengindikasikan
bahwa work-life balance memberikan kontribusi sebesar 6,6% terhadap beban
kerja
Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Beban Kerja Pegawai di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISPERDAGIN) Kota Banjarmasin
Beban kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan
kesejahteraan pegawai. Salah satu aspek yang memengaruhi persepsi terhadap
beban kerja adalah work-life balance, yaitu kemampuan individu dalam
menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance terhadap beban kerja
pegawai.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel
penelitian berjumlah 67 pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota
Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Work-Life Balance
dan Skala Beban Kerja, serta dianalisis dengan uji regresi linear sederhana
menggunakan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh
signifikan terhadap beban kerja, dengan nilai t hitung sebesar 2,148 dan signifikansi
0,035 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,066 mengindikasikan
bahwa work-life balance memberikan kontribusi sebesar 6,6% terhadap beban
kerja
Komparasi Kemampuan Pembelajaran Tim Generasi Z: Tinjauan Antara Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia
Pendidikan tinggi di Indonesia berperan penting dalam mempersiapkan generasi Z menghadapi masa depan yang dinamis. Salah satu aspek kunci dari persiapan ini adalah kemampuan belajar tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan belajar tim antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri Swasta di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan pembelajaran antara kedua kelompok. Namun, perbedaan karakteristik siswa dapat mempengaruhi partisipasi mereka dalam pembelajaran tim. Hal ini terlihat dari analisis berdasarkan perbandingan hasil deskriptif yang menunjukkan perbedaan kemampuan pembelajaran tim antara kedua kelompok, dengan rata-rata mahasiswa generasi z di Perguruan Tinggi Swasta (36.010) cenderung lebih tinggi dibandingkan di Perguruan Tinggi Negeri (4.172). Temuan ini menunjukkan bahwa kita perlu memahami lebih dalam komponen-komponen yang mempengaruhi perbedaan-perbedaan ini jika kita ingin membuat rencana pendidikan yang baik
