4 research outputs found

    Internalisasi nilai-nilai akhlak dalam mencegah perilaku Bullying pada siswa kelas V di MIS Bidayatul Hidayah Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang Sumatera Utara

    Full text link
    مستخلص البحث يعاني عالم التعليم من مشاكل انحطاط الشخصية ، أحدها التنمر. يمكن منع سلوك التنمر من خلال استيعاب القيم الأخلاقية التي تصبح وسيلة في تشكيل شخصية الطالب. تستجيب هذه العملية لظروف العصر التي تؤثر على تدهور شخصية الأمة ، بينما تحتاج الأمة في هذا الوقت إلى أشخاص ذوي شخصية لقيادة البلاد. يهدف هذا البحث إلى: (١) معرفة عملية استيعاب القيم الأخلاقية في منع سلوك التنمر، (٢) ومعرفة تنفيذ استراتيجية استيعاب القيم الأخلاقية في منع سلوك التنمر، و ( ٣) ومعرفة آثار استيعاب القيم الأخلاقية في منع التنمر. يستخدم هذا البحث نهجًا نوعيًا مع نوع بحث دراسة الحالة. كانت المواد في هذه الدراسة من طلاب الصف الخامس من مدرسة بداية الهداية. تقنيات جمع البيانات في هذه الدراسة باستخدام الملاحظة والمقابلات والتوثيق. بعد جمع البيانات ، تم تحليلها باستخدام تقنيات تقليل البيانات وعرض البيانات والتحقق منها. أظهرت النتائج ما يلي: (١)عملية استيعاب القيم الأخلاقية من خلال غرس القيم الأخلاقية تجاه الله وإخواننا من البشر والبيئة من خلال ثلاث مراحل تشمل تحويل القيمة ، ومعاملات القيمة ، والاستيعاب المتبادل، (٢) تنفيذ استراتيجية استيعاب القيم الأخلاقية من خلال النمذجة والتعود وتقديم النصح والوعود والتهديد، و ( ٣) تكمن الآثار المترتبة على عملية الاستيعاب لدى الطلاب في تعزيز روح العبادة والإحسان ، والتحلي بموقف مهذب تجاه الآخرين ، وتعزيز موقف الرعاية والتعاطف مع الآخرين ، واحترام كل اختلاف ، واتباع مواقف قيادية للطلاب في العمل معًا. ABSTRACT problems, one of which is bullying. Bullying behavior can be prevented by internalizing moral values which become a medium in shaping student character. This process responds to the conditions of the times that affect the decline of the character of the nation, while the nation at this time needed people with character in leading the country. This research aims to: 1) Knowing the process of internalizing moral values in preventing bullying behavior, 2) Knowing the implementation of the internalization strategy of moral values in preventing bullying behavior, and 3) Knowing the implications of internalizing moral values in preventing bullying behavior. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The subjects in this study were students of class V at MIS Bidayatul Hidayah. Data collection techniques in this study using observation, interviews and documentation. After the data was collected, it was analyzed using data reduction techniques, data presentation and data verification. The results showed that: 1) The process of internalizing moral values by instilling moral values towards God, fellow human beings and the environment through three stages including value transformation, value transaction, and tra-internalization, 2) Implementing the strategy of internalizing moral values through modeling, habituation, giving advice, giving promises and threats, and 3) The implications of the internalization process for students are to foster a spirit of worship and charity, have a polite attitude towards others, foster an attitude of care and empathy for others, respect every difference, and have an attitude of student leadership in mutual cooperation. ABSTRAK Dunia pendidikan sedang mengalami permasalahan dekadensi karakter, salah satunya adalah perilaku bullying. Perilaku bullying dapat dicegah melalui internalisasi nilai-nilai akhlak yang menjadi media dalam membentuk karakter siswa. Proses ini menjawab kondisi zaman yang berpengaruh merosotnya karakter bangsa, sedangkan bangsa pada saat ini membutuhkan insan yang berkarakter dalam memimpin negara. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses internalisasi nilai-nilai akhlak dalam mencegah perilaku bullying, 2) Mengetahui pelaksanaan strategi internalisasi nilai-nilai akhlak dalam mencegah perilaku bullying, dan 3) Mengetahui implikasi internalisasi nilai-nilai akhlak dalam mencegah perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MIS Bidayatul Hidayah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses internalisasi nilai-nilai akhlak dengan menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap Allah, sesama manusia dan lingkungan melalui tiga tahapan meliputi transformasi nilai, transaksi nilai, dan tra-internalisasi, 2) Pelaksanaan strategi internalisasi nilai-nilai akhlak melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, pemberian janji dan ancaman, dan 3) Implikasi proses internalisasi terhadap siswa adalah menumbuhkan semangat beribadah dan beramal, memiliki sikap sopan santun terhadap orang lain, menumbuhkan sikap peduli dan empati terhadap orang lain, menghargai setiap perbedaan, dan memiliki sikap kepemimpinan siswa dalam bergotong royong

    Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani dan Relevansinya terhadap Pendidikan Di Sekolah Dasar : Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani dan Relevansinya terhadap Pendidikan Di Sekolah Dasar

    No full text
    Abstrak Pendidikan adalah cara untuk mengembangkan peradaban manusia, catatan sejarah mengungkapkan bahwa semakin baik pendidikan suatu masa, maka peradaban akan  berkembang  pada zaman tersebut. Pembangunan pendidikan  yang dinamis diperlukan untuk menciptakan peradaban yang lebih baik. Di era globalisasi, pendidikan mempunyai tugas yang lebih berat dari  sebelumnya, di era ini tidak lagi dikenal batas ruang dan waktu. Kemudahan akses informasi mempunyai dampak positif dan negatif. Selain manfaat keilmuan, informasi yang masuk tidak dapat disaring berdasarkan budaya dan norma yang berlaku di suatu daerah atau negara, sehingga berujung pada hilangnya karakter dan jati diri bangsa. Artikel ini mendiskusikan tentang konsep pendidikan islam di sekolah dasar dari salah satu tokoh ulama nusantara yang mendunia, yaitu syekh Nawawi Al-Bantani. Artikel ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka untuk menganalisis pandangan Syekh Nawawi Al-Bantani terhadap konsep pendidikan islam di sekolah dasar. Kesimpulan dalam kajian ini, yaitu pemikiran syekh nawawi akan penting pembelajar sepanjang hayat untuk masa depan berkelanjutan, serta pendidikan karakter yang membangun kekhasan identitas dan jati diri suatu bangsa.

    FILSAFAT MATEMATIKA SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR

    Full text link
    ABSTRAK : Pada hakikatnya kedudukan ilmu pengetahuan adalah untuk mempermudah kehidupan manusia. Begitu pula dengan matematika yang tergolong sebagai ilmu pengetahuan. Lahirnya matematika tak lain untuk memberikan kemudahan dan mengatasi berbagai permasalahan kehidupan. Filsafat matematika adalah cabang filsafat yang mempelajari asumsi filosofis, landasan, dan dampak matematika. Tujuan dari filsafat matematika adalah untuk memberikan catatan tentang hakikat dan metodologi matematika serta untuk memahami tempat matematika dalam kehidupan manusia. Media pembelajaran sangat diperlukan agar penyampaian materi dalam pengajaran menjadi lebih menarik, tidak membosankan, dan membuat siswa yang menerimanya menjadi lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Filsafat matematika berperan dalam membentuk karakteristik proses pembelajaran matematika sehingga dapat menyesuaikan peran dan fungsi media pembelajaran itu sendiri agar dapat berfungsi dengan baik. Media pembelajaran sendiri selalu berkaitan dengan cara penyampaian materi. Seorang presenter atau guru diharapkan mampu memaksimalkan penggunaan media pembelajaran. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan metode studi literatur.Kata Kunci: Filsafat matematika, pembentukan ciri, media pembelajara
    corecore