2 research outputs found

    SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN PERMINTAAN MATERIAL KONSTRUKSI PROYEK KALISOGO-WARU GAS DISTRIBUTION PIPELINE PADA KANTOR PROYEK PT. JFE ENGINEERING CORPORATION INDONESIA

    No full text
    PT. JFE Engineering Corporation Indonesia adalah perusahaan terkemuka yang bergerak dibidang rekayasa teknik, pengadaan dan konstruksi yang mampu melaksanakan proyek besar di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh PT. JFE Engineering Corporation Indonesia berada pada kantor proyek dimana belum efektifnya proses permintaan material konstruksi proyek ke kantor pusat. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah membuat Sistem Informasi Pengelolaan Permintaan Material Konstruksi Proyek Kalisogo-Waru Gas Distribution Pipeline Pada Kantor Proyek PT. JFE Engineering Corporation Indonesia yang mencakup 9 proses, meliputi proses permintaan material konstruksi proyek, proses persyaratan dokumen vendor, proses list persyaratan dokumen vendor, proses persyaratan inspeksi, proses proforma daftar kemasan, proses daftar penyimpangan, proses dokumen pengiriman, proses dokumen terlampir, proses generate laporan. Sistem Informasi Pengelolaan Permintaan Material Konstruksi Proyek Kalisogo- Waru Gas Distribution Pipeline Pada Kantor Proyek PT. JFE Engineering Corporation Indonesia dibangun melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah mengidentifikasi proses saat ini yang dijelaskan pada diagram docflow kemudian merumuskan permasalahan yang terjadi yang digambarkan dengan diagram fishbone sehingga dapat menganalisa kebutuhan yang berkaitan dengan proses-proses tersebut untuk mendesain sistem dan database. Tahap kedua adalah mendesain database, proses yang dilakukan adalah membuat Conceptual Data Model (CDM) yang terdiri dari 23 entitas, kemudian di-generate ke Physical Data Model (PDM) yang terdiri dari 24 tabel. Sedangkan desain proses digambarkan dengan hierarchy chart dan Data Flow Diagram (DFD) menghasilkan lima proses besar. Tahap ketiga adalah mendesain form input dan output. Tahap terakhir adalah mengimplementasikan desain input dan output sistem yang telah didesain ke dalam program dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis web kemudian melakukan uji coba sistem dimulai dari proses login, proses pengelolaan data master, proses pemesanan, proses Check-In, proses Check-Out, proses pembatalan pemesanan, proses pengelolaan data kamar, dan proses Generate Laporan. Berdasarkan hasil implementasi dan uji coba sistem, Sistem Informasi Pengelolaan Permintaan Material Konstruksi Proyek Kalisogo-Waru Gas Distribution Pipeline Pada Kantor Proyek PT. JFE Engineering Corporation Indonesia yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan fungsional pada proses bisnis PT. JFE Engineering Corporation Indonesia yaitu dapat menangani beberapa proses bisnis secara efisien dan dapat menampilkan laporan secara tepat

    Pemodelan dan Rekomendasi Proses Bisnis Peralihan Hak Jual-Beli Menggunakan Metode Business Process Improvement (BPI) (Studi Kasus Kantor Pertanahan Kota Probolinggo)

    No full text
    Kantor Pertanahan Kota Probolinggo merupakan satuan kerja dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sebagai pelayan publik di sektor pertanahan secara keseluruhan di wilayah NKRI. Peralihan hak merupakan salah satu dari 7 layanan prioritas yang kinerjanya diawasi langsung oleh Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, dimana untuk pelayanan pengecekan sertifikat dan peralihan hak jual beli termasuk kedalam 7 layanan prioritas dan waktu penyelesaian pendaftarannya dihitung dari setelah melakukan pembayaran adalah 5 hari kerja untuk peralihan hak jual-beli serta 1 hari kerja untuk pelayanan pendaftaran pengecekan sertifikat. Tetapi, pengecekan sertifikat dan peralihan hak jual beli masih memperoleh nilai yang rendah di Kantor Pertanahan Kota Probolinggo dikarenakan penyelesaian pendaftaran yang belum sesuai dengan SOP. Nilai yang rendah dibuktikan dari rekap layanan Kanwil BPN Jawa Timur, penyelesaian produk pada sistem dan fisik tidak sesuai dengan notifikasi yang dikirimkan oleh Kementerian ATR/BPN kepada pemohon dan keluhan yang disampaikan oleh pemohon. Oleh karena itu, analisis dan evaluasi proses bisnis pengecekan sertifikat diperlukan dan peralihan hak jual-beli untuk menyelesaikan permasalahan agar proses bisnis dapat berjalan lebih efisien. Pertama, peneliti melakukan studi dokumen, observasi dan wawancara untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang muncul pada proses bisnis peralihan hak jual-beli dan pengecekan sertifikat. Selanjutnya, peneliti melakukan evaluasi penyebab suatu masalah yang terjadi dan mencegah masalah pada proses sebelum masalah tersebut dapat terjadi pada proses bisnis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan menggunakan metode business process improvement (BPI) dalam mengidentifikasi, memodelkan dan memperbaiki alur proses bisnis menghasilakan rekomendasi proses bisnis yang lebih baik (to-be) daripada proses bisnis yang berjalan saat ini (as-is). Setelah itu, analisis waktu dilakukan untuk mengetahui efektivitas waktu yang didapatkan mengalami peningkatan secara signifikan yaitu 93.83% untuk pengecekan sertifikat dan 19.07% untuk peralihan hak jual-beli. Peningkatan yang terjadi menunjukan bahwa rekomendasi yang telah dibuat memberikan dampak positif efisiensi waktu sehingga proses peralihan hak jual-beli dan pengecekan sertifikat dapat selesai tepat waktu tidak melebihi SOP
    corecore