1,721,245 research outputs found
Formula Krim Lulur dari Ekstrak Rumput Laut Coklat Sargassum sp. dan Karagenan
Ekstrak etanol rumput laut coklat memiliki aktivitas antioksidan yang
berasal dari komponen aktif yang dimilikinya. Karagenan merupakan bahan
alami yang dapat berfungsi sebagai pengental produk. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan aktivitas antioksidan dalam ekstrak rumput laut coklat dan
formulasi krim lulur terbaik dari ekstrak rumput laut coklat. Sargassum sp.
dengan penambahan karagenan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap dengan satu faktor, yaitu konsentrasi karagenan (0,50%, 0,75%, dan 1%)
dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol
rumput laut coklat memiliki aktivitas antioksidan nilai IC50 sebesar 56,60 ppm
yang tergolong kuat. Hasil ekstrak etanol Sargassum sp. mengandung senyawa
fitokimia seperti alkoloid, flavonoid, fenol dan steroid, triterpenoid. Formula
krim lulur berbasis karagenan yang terbaik adalah dengan penambahan karagenan
1%
Pengujian Toksisitas Ekstrak Keong Matah Merah (Cerithidea Obtusa) Terhadap Artemia Salina Dan Sel Vero
antidiabetes sehingga dapat dijadikan sebagai bahan obat alami. Tujuan dari
penelitian ini untuk menentukan toksisitas ekstrak keong matah merah terhadap
Artemia salina dan sel Vero, serta kandungan komponen aktifnya. Tahapan dari
penelitian ini yaitu karakterisasi bahan, ekstraksi (maserasi, perebusan dan
sonikasi), dan karakterisasi ekstrak (uji toksisitas terhadap Artemia salina (BSLT),
uji toksisitas terhadap sel Vero (MTT assay), serta analisis fitokimia). Penelitian
ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) untuk menganalisis hasil
pengujian toksisitas terhadap Artemia salina dan sel Vero. Hasil pengujian
toksisitas terhadap Artemia salina menunjukkan nilai LC50 terendah terdapat pada
ekstrak aseton 773,52 ppm dan nilai LC50 tertinggi terdapat pada ekstrak air
perebusan 1672,57 ppm. Hasil pengujian toksisitas terhadap sel Vero
menunjukkan ekstrak air perebusan, ekstrak air sonikasi, ekstrak metanol, ekstrak
aseton dan ekstrak n-heksana bersifat tidak toksik. Komponen aktif yang
terkandung dalam ekstrak keong matah merah adalah alkaloid, flavonoid, saponin,
steroid dan triterpenoid
Karakterisasi Kapsul Antidiabetes dari Ekstrak Cacing Laut (Siphonosoma australe)
Ekstrak cacing laut Siphonosoma australe dapat menurunkan kadar gula darah dan efektif sebagai obat diabetes. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik cacing laut Siphonosoma australe dan karakterisasi sediaan kapsul antidiabetes dari ekstrak etanol cacing laut Siphonosoma australe yang diformulasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, etil asetat dan n-heksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki rendemen tertinggi yaitu sebesar 4,76%. Semua ekstrak yang dihasilkan memberikan aktivitas inhibisi terhadap enzim α-glukosidase dan ekstrak metanol menunjukkan aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 18,38 ppm. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak metanol cacing S. australe mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid. Sediaan kapsul yang dibuat memiliki kadar air 2,20%, bobot seragam dengan waktu hancur 6 menit 15 detik serta kandungan cemaran logam berat dan mikroba memenuhi standar batas maksimal yang ditetapkan BPOM
Aktivitas Imunostimulan Ekstrak Buah Bakau Hitam (Rhizophora Mucronata) Secara In Vivo Pada Tikus (Rattus Norvegicus)
Tubuh dengan sistem imun yang baik dapat menghindari terserangnya penyakit, membantu perlawanan terhadap bakteri, virus, fungi, dan memperbaiki sel yang rusak. Buah bakau (Rhizophora mucronata) diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi, hepatoprotektif, dan anti hiperglikemik. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas imunostimulan ekstrak kasar buah bakau hitam (Rhizophora mucronata) menggunakan dosis 7,5; 15; dan 30 mg/kg BB yang diberikan secara kontinu selama 14 hari dengan menganalisis senyawa aktif, perubahan berat badan, gambaran histopatologi limpa dan hati, dan perhitungan jumah sel limfoid. Hasil penelitian didapatkan perlakuan ekstrak memberikan efek peningkatan sistem imun. Aktivitas imunostimulan terbaik dan dosis aman yaitu dosis 7,5 mg/kg BB dengan peningkatan jumlah sel limfoid limpa 233±10,77 sel/obyektif 100. Senyawa flavonoid, saponin, dan steroid diduga mempengaruhi sistem imun. Gambaran histopatologi limpa dan hati perlakuan terpilih menunjukkan adanya kesiagaan tubuh dalam menghadapi rangsangan benda asing
Aktivitas Antioksidan pada Formula Tablet Teripang Keling (Holothuria atra)
Teripang mempunyai nilai ekonomi tinggi, dan sejak lama dimanfaatkan sebagai makanan yang dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit dan meningkatkan kesehatan. Teripang keling merupakan salah satu jenis teripang yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Hal ini dikarenakan rasa teripang keling yang pahit sehingga kurang diminati oleh masyarakat. Jenis teripang keling dari beberapa penelitian mempunyai senyawa aktif yang sangat potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia teripang keling utuh, daging teripang keling dan serbuk teripang, menentukan formulasi terbaik dalam pembuatan tablet teripang keling berdasarkan standar Departemen Kesehatan RI, serta menentukan aktivitas antioksidan dan senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan pada ekstrak tablet teripang keling. Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet adalah metode kempa langsung dengan memakai 6 formulasi dengan perlakukan perbedaan jenis serbuk yaitu serbuk dari teripang utuh dan serbuk dari daging teripang. Tablet terpilih berdasarkan standar dari Departemen Kesehatan RI yang meliputi uji karakteristik fisik tablet dan stabilitas masa simpan. Tablet teripang keling diuji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Pengujian untuk menentukan senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan dengan kromotografi lapis tipis (KLT) dan bioautografi antioksidan dan juga untuk menentukan gugus fungsi dengan menggunakan analisis Fourier Transform Infrared (FTIR). Rendemen serbuk teripang ini tergolong rendah, rendemen serbuk untuk teripang keling utuh sekitar 10,26% dan daging teripang keling 9,82%. Kandungan protein serbuk teripang utuh sebesar 60,89% lebih rendah dibandingkan serbuk daging teripang sebesar 63,57%. Formula terpilih dari tablet teripang keling berdasarkan uji karakteristik fisik dan uji stabilitas masa simpan tablet adalah formula A2 dengan komposisi formulasi serbuk Holothuria atra (25%), Ac-Di-Sol (2%), L-HPC (2%), Aspartam (0,5%), mentol (0,2%), talk (1%), Mg stearat (1%) dan laktosa:manitol (67,8%) serta mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 97,22 ppm. Hasil uji KLT dan Bioautografi memperlihatkan bahwa golongan senyawa yang berperan sebagai antioksidan adalah Steroid. Uji FTIR menyatakan senyawa yang berperan sebagai antioksidan mempunyai kemiripan dengan golongan senyawa sterol
Ekstraksi Zat Aktif Telur Keong Mas (Pomacea canaliculata) dan Uji Aktivitas Inhibisi Alfa Glukosidase.
Telur keong mas Pomacea canaliculata mengandung senyawa flavonoid
yang diduga berpotensi sebagai inhibitor alfa glukosidase. Penelitian ini bertujuan
menentukan toksisitas dan aktivitas inhibisi alfa glukosidase dari ekstrak telur
keong mas. Sampel telur keong mas (Pomacea canaliculata) segar dan kering
masing-masing diekstraksi maserasi tunggal menggunakan etanol dan DMSO
10%. Toksisitas ekstrak telur keong mas ditentukan dengan menganalisis nilai
LC50 terhadap Artemia salina. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan uji lanjut Duncan. Ekstrak telur keong mas tidak toksik
terhadap Artemia salina. Ekstrak telur keong mas kurang efektif dalam
menghambat enzim alfa glukosidase. Komponen aktif yang terkandung pada
ekstrak telur keong mas meliputi alkaloid, flavonoid, steroid kecuali ekstrak
DMSO 10% perlakuan segar, triterpenoid kecuali ekstrak DMSO 10% perlakuan
kering dan saponin
Karakteristik Nugget dari Ikan Lele Dumbo (Clarias sp) dengan Bahan Pengisi dan Pelapis dari Talas Bogor
The study was carried out to characterize proximate composition of catfish, taro corms and taro flour and to evaluate the effect of washing catfish mince (0, 1, 2, 3 times) and taro flour’s concentration (0%; 5%; 10%; 15%; 20%) on the parameters of filler. The best result of the previous treatment was used to evaluate the effect of taro flour and maize starch ratio (4:0; 3:1; 2:2; 1:3; 0:4) on the parameters of batter. In order to characterize nugget product and to estimate its self life, the best result of the third treatment was used. The selected nugget product is produced from catfish mince with once washing treatment and 5% taro flour’s concentration as filler, and 1:3 taro flour and maize starch rasio for batter. The most abundant amino acids was glutamic acid (2%) while leucine was the most abundant essential amino acid (0,86%). The fatty acid compositions score showed that unsaturated fatty acid was higher than saturated fatty acid. The highest unsaturated fatty acid was oleic acid (30,44%) and the lowest was miristoleic acid (0,02%). Potassium (K) was the highest mineral content and flour (F) was the lowest ones. Quantitative descriptive analysis showed that nugget product has higher fish flavour and crunchiness, and lower oiliness values than commercial nugget. Results of the present study suggest that TPC appearred to be the main measurable indicators of quality changes in nugget product. Based on TPC, the estimation of product’s shelf life was 27,35 weeks (191,45 days)
Aktivitas Ekstrak Tambelo (Bactronophorus Sp.) Dan Selulolitik Mikroorganisme Simbionnya
Tambelo merupakan moluska yang hidup di dalam kayu mangrove telah
digunakan untuk tujuan pengobatan oleh masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini
adalah menentukan aktivitas biologis yaitu aktivitas antioksidan, inhibitor -
glukosidase, dan antibakteri, serta mendapatkan mikroorganisme simbion yang
diisolasi dari tambelo, dan menentukan aktivitas selulolitik mikroorganisme
simbion.
Tambelo diekstrak menggunakan tiga pelarut yaitu metanol, etil asetat, dan
heksana. Aktivitas antioksidan ekstrak diuji berdasarkan kemampuan ekstrak
dalam mereduksi radikal bebas (DPPH) dengan menggunakan konsentrasi ekstrak
50, 100, 500, 1000, dan 5000 μg/mL. Aktivitas inhibisi -glukosidase ekstrak
dengan konsentrasi ekstrak 25, 50, 100, 500, dan 1000 μg/mL. Aktivitas
antibakteri ekstrak diukur menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi
ekstrak 0.5, 1, dan 2 mg/sumur terhadap bakteri Escherichia coli dan
Staphylococcus aureus. Mikroorganisme yang berasosiasi dengan tambelo
diisolasi dari saluran pencernaannya. Isolat yang diperoleh diuji aktivitas
selulolitik dengan media yang mengandung selulosa.
Rendemen daging dan jeroan tambelo yang dihasilkan sebesar 93.98%.
Kadar air, abu, lemak, dan protein masing-masing sebesar 73.93%, 1.24%, 0.47%,
dan 6.22%. Rendemen ekstrak metanol sebesar 3.12% ± 0.62, etil asetat
0.68% ± 0.07, dan heksana 0.41% ± 0.13. Aktivitas antioksidan tertinggi pada
ekstrak etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 1072.19 μg/mL. Aktivitas inhibisi -
glukosidase ekstrak menurun pada konsentrasi yang semakin tinggi. Aktivitas
antibakteri tertinggi diperoleh pada ekstrak etil asetat dengan zona hambat sebesar
10.5 mm terhadap bakteri E. coli pada konsentrasi 2 mg/sumur. Ekstrak terpilih
adalah ekstrak etil asetat yang mengandung flavonoid, tanin, saponin dan steroid.
Ekstrak tersebut tergolong toksik dengan nilai LC50 sebesar 425.908 μg/mL.
Mikroorganisme yang terisolasi terdiri dari 8 kapang dan 9 bakteri. Indeks
selulolitik tertinggi ditunjukkan oleh isolat kapang TJ21 dengan indeks 4.53, serta
isolat bakteri S3B sebesar 2.25
Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Buah Bakau (Rhizophora mucronata Lamk.) pada Tikus Putih Galur Sprague Dawley Secara In Vivo
Imfflamation in liver tissue caused by free radical metabolism results of toxic compounds such as alcohol, paracetamol, and carbon tetrachloride (CCl4) cause prevalence of liver disease more increased. This research was conducted to investigate antioxidant activity of propagule mangrove (R.mucronata) as a hepatoprotector and determined the level effect of specific liver enzymes, liver MDA, and histopathological studies. Results showed ethanol extract of mangrove propagule has antioxidant activity about 0,72 ppm. Treatment of propagule mangrove extract had a hepatoprotective effect on liver tissue were illustrated by enzyme levels of AST, ALT, MDA, and histopathological studies. Results showed that the best dose showing optimum recovery effect in level AST enzyme was 1 mg/kg BW with activity about 23,6 U/L, in level ALT enzyme was 5 mg/kg BW activity 14,3 U/L, level of MDA was 5 mg/kg BB activity 62,12 U/L. Highest hepatoprotective activity in histopathological studies showed by 5 mg/kg BB dosing
Pengaruh Fermentasi terhadap Kandungan Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Buah Bakau Merah (Rhizophora stylosa)
The aim of this research was to determine the influence of fermentation to bioactive compound and antioxidant activity of red mangrove fruit (Rhizophora.stylosa Griff.). Red mangrove fruit was fermented by added yeast and salt. In this study, the data were conducted in week of 0, 2, 4, 6, and 8. The bioactive compounds detected in fermented extract of fruit mangrove were steroid, saponin, and tannin. The result showed that fermented extract of red mangrove fruit increased antioxidant activity in week 0 until week 8. The toxicity Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) showed low toxicity with LC50 value were between 200 ppm until 700 ppm in whole week
- …
