4 research outputs found

    Implementasi Kontrol Sudut Buka Valve Menggunakan Metode Fuzzy Logic pada Proses Pencampuran Water Coolant

    No full text
    Proses pencampuran pra pemakaian water coolant memiliki standar yang berbeda pada setiap fungsi dan kegunaan. Pencampuran secara konvensional dilakukan secara manual oleh tangan manusia dan diukur menggunakan alat ukur analog untuk mengetahui kadar konsentrasi kompisisi coolant. Penelitian ini membuat implementasi tentang pembuatan sistem pencampuran water coolant otomatis dengan komposisi air dan bijih coolant secara otomatis dengan menggunakan piranti mikrokontroller. Konsentrasi water coolant yang dimaksud adalah sebesar 5% kadar bijih coolant tercampur. Dalam menentukan sudut buka valve/ kran sebagai jembatan aliran bijih coolant menuju proses pencampuran digunakan metode Fuzzy Logic yang diaktualisasikan pada motor servo DC dengan input data diambil dari hasil pembacaan sensor salinitas. Dari percobaan yang telah dilakukan menyatakan bahwa metode fuzzy dapat digunakan untuk mengontol derajat buka valve dengan baik. Namun secara keseluruhan hasil yang didapatkan dari percobaan masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. Dari percobaan yang telah dilakukan, error terkecil yang berhasil dicapai masih bernilai 20%. Walau sudah memenuhi standar minimal, namun masih perlu adanya peningkatan kinerja sistem. Maka dari itu perlu adanya pengembangan dan evaluasi terhadap sistem lebih lanjut agar sistem dapat berjalan lebih bai

    Automatic Transfer Switch Dilengkapi Fitur Monitoring Website Pada On-Grid Solar Home System

    No full text
    Penggunaan photovoltaic sangat meningkat untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari. Namun saat ini penggunaan energi listrik dari photovoltaic belum dapat dimonitoring dan dikontrol dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari cepat rusaknya baterai dan sistem photovoltaic yang digunakan pada Solar Home System (SHS). Oleh karena itu, diperlukan sebuah perangkat monitoring serta kendali untuk membantu pembagian besaran daya yang keluar dari photovoltaic untuk suplai beban rumah tangga. Automatic Transfer Switch (ATS) merupakan alat yang dapat melakukan pergantian porsi suplai energi listrik secara otomatis memanfaatkan cara kerja relay dengan memperhatikan kondisi presentase dari baterai. ATS dilengkapi dengan sistem monitoring berbasis website dengan menggunakan metode Network Control System yang dapat melakukan kontrol dan monitoring secara real time. Sistem Automatic Transfer Switch dapat melakukan switching atau perpindahan beban dari sumber utama ke sumber cadangan berdasarkan kondisi presentase dari baterai saat mencapai nilai sebesar 11,4 Volt dengan kapasitas baterai berkisar antara 36%-38%. Sehingga ATS melakukan cut off sumber dari PLTS dan mengalihkan beban pada sumber PLN tanpa jeda. Pada sistem monitoring ATS menggunakan metode Moving Average sebagai filter hasil data yang tidak sesuai pada pengukuran keluaran photovoltaic, dan didapatkan grafik monitoring tegangan dan arus photovoltaic yang lebih stabil. Dengan MAE tegangan PV = 1,368 V, MAE arus PV = 0, 152 A dan MSE tegangan PV= 3,389 V, MSE arus PV = 0,079 A. Serta penggunaan metode Network Control System dengan pemograman millis interrupt pada kendali relay ATS didapatkan rata-rata hasil delay relay 1 dan relay 2 sebesar 1,034 seconds jauh lebih baik daripada penggunaan pemrograman tanpa millis interrupt yaitu sebesar 61 seconds. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada keefektifan kerja dari relay kontrol

    Sistem Proteksi Gangguan Thermal dan Arus Lebih Motor Induksi 3 Fasa pada Mesin Kompresor Menggunakan Metode Logika Fuzzy Dilengkapi Fitur Mobile App

    No full text
    Kerusakan pada motor induksi 3 Fasa pada mesin kompresor di PT X umumnya disebabkan oleh gangguan thermal dan arus lebih yang bermula dari masalah internal motor induksi. Seperti kumparan motor yang sudah mulai rusak, gearbox atau bearing yang sendat, dan kipas pendingin yang tidak berfungsi. Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan merancang Sistem Proteksi Gangguan Thermal dan Arus Lebih Motor Induksi 3 Fasa pada Mesin Kompresosr Menggunakan Metode Logika Fuzzy. Proyek Akhir ini juga bertujuan untuk aplikasi fitur mobile app untuk monitoring nilai temperatur dan arus pada motor induksi serta dapat memutus daya motor induksi 3 Fasa secara online. Prinsip kerja sistem proteksi ini yaitu ketika kendali logika fuzzy menetapkan motor induksi dalam kondisi peringatan maka sistem secara otomatis mengirimkan peringatan berupa notifikasi kepada pengguna. Begitu juga ketika temperatur dan arus terdeteksi melampaui nilai nominal maka motor trip. Dari hasil pembacaan temperatur oleh sensor DS18B20 dan termometer digital, terdapat rata-rata error sebesar 0,64%. Hasil pembacaan arus oleh sensor ACS712 dan amperemeter, terdapat rata-rata error sebesar < 1%. Pengujian dilakukan terhadap motor induksi 3 Fasa berdaya 0,3 HP. Dengan hasil pengujian ketika didapatkan pembacaan arus motor sebesar 0,51; 0,53; dan 0,52 A kontrol logika fuzzy menentukan motor dalam kondisi peringatan. Sementara kontrol logika fuzzy menentukan motor dalam kondisi gangguan ketika didapatkan pembacaan arus motor sebesar 0,68; 0,69; dan 0,67 A

    Multi-tuned Active Power Filter Based on p-q Theory for Power Harmonic Supression

    Get PDF
    The phenomenon of voltage and or current harmonic distortion often occurs in industrial electrical system. The harmonic distortion waveforms are caused by non-linear loads. Active power filters can reduce harmonic distortion on almost any harmonic order that appears. The p-q theory is a widely used method to calculate harmonic reference currents that required. This paper proposes an active power filter controlling method that can determine the desired harmonic order to be compensated specifically. Through this method, only the desired harmonic order will be compensated. This proposed method increases the effectiveness of p-q theory in the calculation of current harmonic suppression. the simulation results show that the proposed method can suppress the desired harmonics to be compensated, ie 3rd order from THD 30% to 0.46%, while in 5th order from 10% to 0.09%
    corecore