1,751,800 research outputs found

    PRATIWI lINTANG SEJATI praktek delphi 165100079

    No full text
    menjelaskan tentang logo makanan ringan "klanting pratiwi lintang". menjelaskan fungsi fungsi daam object treeview. membuat aplikasi kalkulator

    PRATIWI lINTANG SEJATI praktek delphi 165100079

    No full text
    menjelaskan tentang logo makanan ringan "klanting pratiwi lintang". menjelaskan fungsi fungsi daam object treeview. membuat aplikasi kalkulator

    PRATIWI lINTANG SEJATI praktek delphi 165100079

    No full text
    menjelaskan tentang logo makanan ringan "klanting pratiwi lintang". menjelaskan fungsi fungsi daam object treeview. membuat aplikasi kalkulator

    FEMINISM IN NOVEL KEMBANG ALANG-ALANG BY MARGARETH WIDHY PRATIWI

    Full text link
    This research has three purposes: 1) to describe the women figure life in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi, 2) to describe equal partnership figure of women with men in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi, 3) to describe the perspective of the author about women in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi.This was descriptive qualitative study which used the theory of feminist literary criticism which gave more priority to radical feminist literary criticism. Source of data used is novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. The data in this research is a piece of the story. To collect data in this research is used reading and writing techniques. Data were analyzed by using the theory of radical feminist literary criticism. Validity is used semantic validity, while reliability is used intrarater reliability.The first research results are the women figure life in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi was described by two types of personality that is physical and psychological that explained on twenty three women figures, but not all types of that personality were explained on all of figures. The second results are discussed equal partnership figure of women with men in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. The discussion produced three kinds of equal partnership between women with male figures. The three kinds there are women who are dominated by men, women are equal with men, and women dominated against men. That equal partnership is not all describe by the twenty three women figures. The third or the last results are the perspectif of the author about women in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. There were twenty five perspectives of the author have found

    Gambaran Keparahan Karies pada anak usia 6,9, dan 12 Tahun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Menggunakan Indeks PUFA /pufa Penulis : Rini Pratiwi, Ririn Mutmainnah

    No full text
    -Gambaran Keparahan Karies pada anak usia 6,9, dan 12 Tahun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Menggunakan Indeks PUFA /pufa\ud \ud Penulis : Rini Pratiwi, Ririn Mutmainna

    Buletin pertanian/ Pratiwi

    No full text
    terdiri 4 judul, 28 c

    Asti Pratiwi

    No full text
    umlah pengguna jalan dan kendaraan meningkat secara terus menerus di kotamadya Surabaya, sedangkan fasilitas jalan terbatas Dalam penelitian ini, data diperoleh dari data primer yang diambil pada bulan Mei 2010 yang bertempat di kecamatan Wonocolo kotamadya Surabaya yang bertepatan pada hari libur dan hari kerja. Dimana data diambil dengan cara melakukan perekaman setiap kendaraan yang lewat di depan alat perekam. Setelah itu dihitung panjang antrian terakhir kendaraan dan lebar jalan selama 60 detik atau selama 1 menit. Kemudian dilakukan pengulangan perekaman sebanyak 3 kali pada hari libur dan 4 kali pada hari kerja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk mengatur delay lampu hijau digunakan perbandingan antara kepadatan yang dicari waktu lampu hijaunya menyala terhadap jumlah total kepadatan selain jalur dengan lampu merah menyala, kemudian dikalikan dengan waktu lampu merah menyala. Untuk mengoptimalkan masa tunggu saat lampu merah adalah dengan cara, fase traffic light dimulai dari jalur yang mempunyai delay lampu hijau paling sedikit

    Kesesuaian Pola Dasar Sistem Djati Pratiwi pada Wanita Dewasa Bertubuh Ideal

    No full text
    The arm of this research is to reveal 1) the lack of Djati Pratiwi basic pattern system for the lady with ideal body; 2) The way to fix the lack of Djati Pratiwi basic pattern system for lady with iseal body; 3) the suitability of Djati Pratiwi basic pattern system for the lady with ideal body. The kind of this research is applied research. The object of this research is Djati Pratiwi basic pattern that have 4 times fitting on the lady with ideal body, with 5 panelists which are the expert lecturers that expert in making pattern. Data collection of this research by giving the questionnaire using Likert scale and analyzed by using modus, used to determine the most tendency in suitability appraisal of Djati Pratiwi basic pattern among ladies with ideal body. The result shows that there is the lack of Djati Pratiwi basic system on shoulder length, shoulder line on the shoulder tip, chest, side line, armhole is not, arm center line, top arm height and side line of the skirt on the waist and on the pelvis. the discrepancy was fitted so the Djati Pratiwi basic pattern system can be suitable the ideal body

    Tanggungjawab Pidana Dalam Hal Terjadinya Kegagalan Bangunan Yang Menyebabkan Luka Atau Matinya Orang Lain Pada Kasus Jalan Tol Padalarang Cileunyi Oleh Inez Pratiwi

    No full text
    abstrak A. NAMA : INEZ PRATIWI B. Judul Skripsi : Tanggung Jawab Pidana Dalam Hal Terjadinya Kegagalan Bangunan Yang Menyebabkan Luka Atau Matinya Orang Lain Pada Kasus Jalan Tol Padalarang-Cileunyi. C. x + 78 halaman + lampiran + 2006 D. Kata Kunci : Pidana, Kegagalan Bangunan E. Isi Abstrak : Kegagalan suatu bangunan tentunya dapat mengakibatkan berbagai kerugian, baik materil ataupun imateril. Kegagalan bangunan yang menyebabkan kecelakaan bagi manusia dapat dikategorikan sebagai suatu tindak pidana, bilamana kegagalan bangunan tersebut tidak lain disebabkan oleh kelalaian daripada pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab. Dalam hal terjadi permasalahan tersebut, tentunya pertanggungjawaban pidana haruslah diberikan kepada pihak-pihak terkait, sebagaimana berbagai peraturan perundang-undangan mengaturnya. F. Daftar Acuan : 17 (tahun 1955-2005) G. Pembimbing : Soetan Budhi S. Sjamsoeddin H. Penulis : Inez Pratiw

    Modifikasi Desain Sistem Ventilasi Kamar Mesin KM. Pratiwi Satu

    Full text link
    KM. Pratiwi Satu merupakan alat transportasi kapal yang dibangun oleh perusahaan kapal di China, seiring berjalannya waktu kapal ini berganti-ganti owner hingga akhirnya sekarang menjadi milik PT. SPIL yang digunakan untuk melayani pengiriman cargo di perairan Indonesia. Persyaratan teknis dalam menunjang operasional kapal salah satunya ventilasi yaitu berhubungan dengan kamar mesin, dimana temperatur ruang yang tidak boleh melebihi 45 derajat (BKI Rule,vol III, section 1). Pada KM. Pratiwi Satu ini memiliki suhu 51 °C di dalam kamar mesin dengan desain ducting dari sistem ventilasi kamar mesin. Hal ini untuk menjaga peralatan tetap bekerja secara optimal dan awak kapal yang berada di kamar mesin juga berasa nyaman. Untuk mengetahui supaya suhu lebih rendah dari suhu yang sekarang dari KM. Pratiwi Satu tersebut maka dilakukan simulasi desain serta tata letak ducting sistem ventilasi kamar mesin kapal tersebut. Simulasi dilakukan dengan pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamic) untuk mengevaluasi sebaran temperatur dan aliran udara ventilasi di dalam kamar mesin, baik sebelum dilakukan perubahan desain ventilasi maupun sesudahnya. Alternatif modifikasi untuk desain sistem ventilasi yang disimulasikan memperoleh hasil simulasi untuk sistem ventilasi terpasang di KM. Pratiwi Satu diperoleh data distribusi temperatur rata-rata udara di dalam kamar mesin adalah sebesar 51 °C – mendekati kondisi riil di kamar mesin kapal. Sesudah diperbaiki desain ducting sistem ventilasi berupa ukuran dan tata letak dari ducting maka dengan menggunakan desain alternatif temperatur udara di kamar mesin turun menjadi rata-rata sebesar 45 °yang mana ini sudah memenuhi persyaratan. Perbedaan dari sebelum dan sesudah modifikasi desain alternatif hanya pada adanya ducting yaitu ukuran inlet ducting dan outlet ducting. Dari penelitian ini memperoleh hasil yang menunjukkan alternatif modifikasi sistem ventilasi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan temperatur udara kamar mesin KM. Pratiwi Satu. ===================================================================================================== KM. Pratiwi Satu is ship transportation built by ship company in China, over time this ship changed owners until finally now owned to PT. SPIL is used to serve cargo shipments in Indonesian fairway. One of the technical requirements in supporting the operation of the ship ventilation is related to the engine room, where the room temperature should not exceed 45 degrees (BKI Rule, vol III, section 1). On KM. Pratiwi Satu has a temperature of 51 °C in the engine room with a ducting design of the engine room ventilation system. This is to keep the equipment working optimally and the crew in the engine room also feel comfortable. To find out so that the temperature is lower than the current temperature of KM. Pratiwi Satu was then carried out a simulation of the design and layout of the ducting system ventilation system of the ship's engine room. Simulations are conducted with a CFD(Computational Fluid Dynamic) approach to evaluate the spread of temperature and ventilation air flow in the engine room,, both before changes in ventilation design and afterwards. Alternative modifications to simulated ventilation system designs obtain simulated hasil for ventilation systems installed in KM. Pratiwi Satu obtained data on the distribution of the average temperature of air in the engine room is 51 °C – close to the real conditions in the engine room of the ship. After improving the ducting design of the ventilation system in the form of the size and layout of ducting then by using an alternative design the air temperature in the engine room drops to an average of 45 °which already meets the requirements. The difference from before and after alternative design modifications is only in the presence of ducting, namely the size of ducting inlets and outlet ducting. From this study obtained results that show alternative modifications to ventilation systems used to overcome the air temperature problem of engine rooms KM.Pratiwi Satu
    corecore