1,721,154 research outputs found
KAJI ANALISA PENGARUH BILANGAN REYNOLDS (RE NUMBER) TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR [H] KONVEKSI PAKSA PLAT DATAR MESIN PENGERING TWO STAGE DRYER ECP-6 TYPE
Drying process is a part of step black tea processing. Appliance is usedfor the process of draining is Two Stage Dryer ECP-6 Type, drying process is carried out until it got limit about i94. In the orthodox dryins process of black tea, the heat transfer process is forced convection. The perception of this reseqch is loodng for heat transfer rates coeffcient value and anotysis of dimension which
join some variables into non dimension groups, like Reynolds Number [Re].Relation Reynolds Number show non dimension cofficient heat transfer as Reynal ds Numb er functi o n.The Result of calculation by mathematic got that level of rate coefficient value heat transfer [hJ in its entirety from perception three-day is the represent
identification turbulence stream
ANALISIS KINERJA BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN BENGKULU UTARA
Abstract: The research objectives are to analyzing the level of performance achievement of minimum standards of health service in North Bengkulu Regency. This research used the quantitative descriptive and evaluative research. The research using census units, by examining all existing Community Health Center in North Bengkulu Regency. This study used secondary data as the main data (the data
obtained from the annual report of the Department of Health North Bengkulu Regency), and followed by an interview to the Chief Medical Officer North Bengkulu Regency as a cross check. Performance of the health sector conducted by the Community Health Center cannot achieve minimum standard of health service in compare with the Regulation of the Minister of Health No. 741/Menkes/Per/VII/2008 about Minimum Standards of Service in the Health Sector in
Regency/City. There only nine indicators of minimum services that can be achieved by Community Health Center in North Bengkulu Regency, from 22 minimum standards of health service that must be met. Independence and awareness of the health from community is very good, shown by the fact the whole Community Health Center in North Bengkulu Regency gain 100% range for the Active and Standby Village
ANALISIS KEBERHASILAN PROGRAM DESA SIAGA DI KABUPATEN BENGKULU UTARA
The objective of this research was 1) to describe the achievement of Desa Siaga program implementation at the North Bengkulu, based on success indiccators, 2) for
knowing supporting and resistor factors for the success of the Desa Siaga program. Data collection method is done by distributing questionaires, and Focus Group Discussions toward implementation Desa Siaga Program. The results suggest the implementation of the Desa Siaga program in North Bengkulu has been running with the condition of 15% Desa Siaga ranked with Mandiri, 20% Desa Siaga ranked with
Purnama, 40% Desa Siaga ranked with Madya, and 25% Desa Siaga ranked with Pratama. Resistor factors was: the low level of public economics, human resource capability Desa Siaga officer is low, the program r of health facilities and bad supporting the health infrastructure such as of damaged road conditions and the unavailability of sources of funds beside the self-financing activities from the community. The supporting factors for driving success include: the high level of community participation, community forums regularly held meetings, and the benefits program perceived by the communit
ANALISIS PEMBENTUK KINERJA PEGAWAI BIRO ORGANISASI DAN TATALAKSANA DAN BIRO SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BENGKULU
The objective of this research is to analyze civilian employee performance at Biro Organisasi and Tatalaksana and Sumber Daya Alam. This research used descrtiptive analysis. This research used questionare. The data in this research used primary data that collected by questionare. The number of sample in this research was 104 respondents. The result of this research shows that the civilian employee performance at Biro Organisasi and Tatalaksana and Biro Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu is good based on civilian employee perception. The result also shows 14 variables that would analyze more (MSA>0.5). from 14 variables there were 7 factor that influence civilian
employee (eigen value> 1). Recommendation in this research to Biro Oragnisasi and Tatalaksana and Biro Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. In order to increase employee performance and to meet the expectations of the community organizations should implement strategies to improve the seven factors identified from loyalty factor, performance factor, the factor of responsibility, adherence factors, factors honesty, cooperation factors and factors initiatives. In this study, especially in a way to give full support to the employees of the duties of employees, motivating employees to boost performance, increase in responsibilities entailed by each employee, improving morality and fairness for employees, working on tasks in work groups, enhance cooperation among employees as well as numerous other strategies that wishes to motivate employees to improve performance and reward employee performanc
The Effect of Leadership, Organization Culture and Employee Empowerment to Learning Organization (case Study at Institution of Society Empowerment Province of Bengkulu
The purpose of this study was to determine the effect of leadership, organizational culture and employee empowerment to learning organization in the Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Province of Bengkulu. Type of this research is descriptive quantitative research, with the
survey method. Sampling using cluster random sampling method, with 30% of the total population (150 people). Data gathering by interviews and questionnaires method. Data were analyzed with multiple linear regression method using of SPSS software version 18.0 for windows. From the research knew that leadership, organizational culture and employee empowerment have effect to learning organization in the BPMD Province of Bengkulu, neither simultantly or partially. Together the three variables have positive and significant effect to learning organization. Partially
leadership has positive but insignificant, organizational culture and employee empowerment respectively positive and significant effect. BPMD can increase organizations learning to be able to increase customer acceptance (community) of the proposed programs, and also can solve the
existing problem
PENDIDIKAN NON FORMAL SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN SDM DI DAERAH TERTINGGAL KECAMATAN KOTA ARGA MAKMUR
This research aimed looking for solution to raising up human resources quality in under developed villagcs. T)?€ ofthis research is quantitative descriptive. The result shows in under devcloped villages in Args Maknur their population
stald for morc thso half population did not fi[ished their element ry school atrd rnuch populatioa did not school cvcr and bliad letter. They become under developed one of such as rcason is minim education infaashuofurc. So, thay n€ed
non iormal education which according wfth rheir ne€d
PENGARUH ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PDAM TIRTA DHARMA KOTA BENGKULU
Dalam kegiatan usahanya, setiap organisasi mempunyai tujuan pokok yang ingin
dicapai yaitu eksistensi perusahaan dan pengembangan usaha. Dalam pencapaian
tujuan tersebut, organisasi harus di-manage dengan baik dan tepat, memiliki visi
dan misi yang strategis, serta memiliki sumber daya yang optimal. Namun, dalam
perjalanannya masih banyak permasalahan yang kerap terjadi sehingga tujuan
organisasi belum maksimal, salah satunya adalah motivasi karyawan. Hal ini bisa
dipahami karena karyawan merupakan suatu aspek yang langsung berhubungan
dengan aktivitas organissi baik itu aktivitas yang berhubungan aspek produksi,
pemasaran, keuangan maupun aktivitas-aktivitas penunjang lainnya. Karyawan�karyawan inilah yang diharapkan dapat menjamin kegiatan suatu perusahaan dapat
berjalan dengan baik secara efektif dan efisien mencapai kinerja yang diharapkan
oleh organisasi.
Tujuan penelitian ini menguji pengaruh etos kerja terhadap kinerja pegawai pada
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu. Penelitian
ini merupakan jenis penelitian survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari
suatu populasi yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Jenis
data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi
dalam penelitian adalah karyawan PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu yang
berjumlah 86 orang. Metode pengambilan sampel digunakan sensus. Metode
analisis data digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisisi regresi
sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa etos kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Tirta Dharma
Kota Bengkulu. Hasil ini bermakna bahwa jika semakin tinggi etos kerja karyawan,
maka kinerja karyawan akan semakin tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dipaparkan, maka saran�saran yang dapat diberikan adalah: (1) Dalam rangka terwujudnya etos kerja
karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya perlu peningkatan etos kerja
karyawan khususnya dari dimensi keuletan, hal ini disebabkan dimensi ini
memperoleh nilai paling rendah dibandingkan dengan dimensi etos kerja lainnya.
Untuk meningkatkan keuletan kerja karyawan upaya yang dilakukan adalah
viii
memberikan motivasi, pelatihan, dan tanggung jawab yang disertai dengan reward
dan punishment, agar karyawan lebih giat bekerja; dan (2) Perlu perbaikan faktor�faktor yang dapat menghambat etos kerja karyawan yang meliputi tingkat
pendidikan yang tidak kompeten (masih ada karyawan dengan pendidikan SMA)
dan sebagainya. Upaya yang dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada
karyawan untuk meningkatkan pendidikan formal dan non formal melalui
kesempatan meningkatkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi dan
pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai bidang tugas dengan biaya yang
ditanggung oleh organisasi.
Kata Kunci : Etos kerja dan Kinerj
PENGARUH KNOWLEDGE SHARING DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. TUNAS DWIPA MATRA KEPAHIANG
The purpose of this study is to analyze the effect of knowledge sharing and trust on employee performance at PT Tunas Dwipa Matra Kepahiang, Bengkulu Province. This study used a survey approach by distributing questionnaires to the research sample that consisted of 40 respondents who were the staff and managers at PT Tunas Dwipa Matra Kepahiang. Data were analyzed by multiple linear regression analysis using SPSS program. Results showed that knowledge sharing and trust had a positive and significant effect on employee performance at PT Tunas Dwipa Matra Kepahiang. Thus, the company could improve the knowledge sharing activities related to the work procedures and clear tasks division among its employees based on mutual trust to achieve the best performance
PENGARUH KONFLIK PERAN DAN AMBIGUITAS PERAN TERHADAP STRES KERJA PEGAWAI DINAS SOSIAL PROVINSI BENGKULU
Stres kerja dalam pekerjaan terjadi disebabkan oleh faktor-faktor stressor,
baik stressor organisasi maupun stressor individu. Stres kerja secara umum
merupakan suatu fenomena yang dialami oleh seseorang pada saat apa yang
diharapkan tidak menjadi suatu kenyataan dan kondisi ini membuat suatu tekanan
dalam hidupnya. Kondisi stres ini selalu memiliki pengaruh negatif, terutama pada
kinerja individu yang menjalaninya. Pada sisi lain, stres yang berkelanjutan atau
stres yang tidak ditangani secara serius cenderung melahirkan suatu bentuk
traumatik yang relatif sukar untuk dikembalikan. Beberapa faktor penyebab stress
(stressor) adalah kondisi fisik lingkungan dan sosial. Faktor lainnya penyebab
stress kerja yaitu: frustasi, konflik, tekanan, perubahan dan self-imposed.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis pengaruh konflik peran
terhadap stress kerja pegawai Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan (2)
Menganalisis pengaruh ambiguitas peran terhadap stress kerja pegawai Dinas
Sosial Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif
kuantitatif yang merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta�fakta saat ini dari suatu fenomena tertentu menggunakan perhitungan angka-angka
statistik. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui
penyebaran kuesioner. Responden penelitian ini adalah pegawai DInas Sosial
Provinsi Bengkulu sebanyak 121 orang. Metode analisis data digunakan analisis
deskriptif dan analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan penelitian lapangan, diperoleh hasil (1) Konflik peran
berpengaruh positif terhadap stres kerja pegawai. Hal ini bermakna bahwa
semakin tinggi konflik peran maka stres kerja pegawai Dinas Sosial Provinsi
Bengkulu akan semakin tinggi. Konflik peran terjadi konflik karena pembagian
kerja yang dilakukan oleh ketua tim dalam kegiatan audit dirasakan tidak merata.
Selain itu, konflik peran juga terjadi karena sikap pegawai yang terkadang
berbeda dalam mengikuti aturan dan prosedur kerja dan (2) Ketidakjelasan peran
berpengaruh positif terhadap stres kerja pegawai. Hal ini bermakna bahwa
semakin tinggi ketidakjelasan peran maka stres kerja pegawai Dinas Sosial
Provinsi Bengkulu akan semakin tinggi. Ketidakjelasan yang dialami oleh
pegawai terjadi karena pegawai merasa tidak diberikan wewenang penuh dalam
melaksanakan tugas, keterbatasan waktu melaksanakan pekerjaan yang sangat
sempit dan adanya dua perintah yang berasal dari atasan yang berbeda saat
bersamaan.
x
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran yang dilakukan adalah
sebagai berikut: (1) Pada konflik peran, saat ini tugas dan peran telah
didistribusikan secara jelas, terutama berkaitan dengan tugas-tugas sesuai dengan
bidangnya. Saran yang diberikan adalah mempertahankan kondisi pembagian
tugas seperti sekarang ini, sehingga konflik peran tetap rendah; (2) Pada
ambiguitas peran, pegawai sudah mendapatkan tugas-tugas secara jelas. Oleh
karena itu, jika pembagian tugas sudah dilaksanakan, maka pimpinan harus
mengontrol tugas-tugas anggota timnya, sehingga setiap anggota tim bekerja
secara maksimal sesuai tugas dan perannya tersebut; dan (3) Pada penelitian
selanjutnya, selain menggunakan kuesioner pengumpulan data dapat dilakukan
melalui interview secara langsung kepada responden penelitian.
Kata Kunci : Konflik peran, Ketidakjelasan peran dan Stres kerj
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. AGUNG AUTOMALL BENGKULU YANG DIMEDIASI OLEH KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Sumber daya manusia memiliki peranan yang penting untuk menunjang
aktivitas, kelangsungan, dan keberhasilan suatu perusahaan atau instansi. Sebab
sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal,
perasaan, keinginan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya, dan karya (rasio,
rasa, dan karsa). Banyak faktor yang mendorong dan mempengaruhi sumber daya
manusia yang dimiliki perusahaan agar bergerak ke arah positif. Perlakuan
terhadap manusia tentunya berbeda dengan perlakuan faktor produksi yang
lainnya, karena tenaga manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan
kemampuan untuk mengemban pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh karakteristik individu dan kompetensi terhadap kinerja karyawan. Selain
itu, juga menganalisis peran mediasi komunikasi interpersonal terhadap pengaruh
karakteristik individu dan kompetensi terhadap kinerja karyawan.
Penelitian ini menggunakan pendapat teori Sedarmayanti (2014) bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor internal individu, faktor
lingkungan internal organisasi dan faktor eksternal organsiasi. Faktor-faktor
internal individu seperti karakteristik individu dan kompetensi, sedangkan faktor
internal organisasia dalah komunikasi interpersonal. Ketiga faktor tersebut akan
diuji pengaruhnya pada kinerja karyawan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang
diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden menggunakan teknik
offline. Sampel yang digunakan dalam analisis adalah 162 orang karyawan PT.
Agung Automall Bengkulu yang diambil dengan teknik sensus. Metode analisis
data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis partial least square.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Nilai koefisien jalur
Karakteristik Individu dan Komunikasi Interpersonal sebesar 0,072 menunjukkan
bahwa pengaruh karakteristik individu terhadap komunikasi interpersonal
karyawan adalah positif sebesar 0,072, di mana jika karakteristik individu
semakin meningkat, maka komunikasi interpersonal karyawan semakin
meningkat. Nilai t-statistik jalur Karakteristik Individu dan Kinerja sebesar 8,104
dengan p-value sebesar 0,000. Nilai p-value 0,000 < alpha 0,05; berarti pengaruh
karakteristik individu terhadap kinerja karyawan adalah signifikan, yang berarti
hipotesis penelitian diterima; (2) Nilai koefisien jalur Kompetensi dan
Komunikasi Interpersonal sebesar -0,021 menunjukkan bahwa pengaruh
kompetensi terhadap komunikasi interpersonal karyawan adalah negative sebesar
0,021, di mana jika kompetensi karyawan semakin meningkat, maka komunikasi
interpersonal karyawan semakin menurun. Nilai t-statistik jalur Kompetensi dan
viii
ix
Kinerja sebesar 5,706 dengan p-value sebesar 0,000. Nilai p-value 0,000 < alpha
0,05; berarti pengaruh kompetensi karyawan terhadap kinerja karyawan adalah
signifikan, yang berarti hipotesis penelitian diterima; (3) Nilai koefisien jalur
Karakteristik Individu dan Kinerja sebesar 0,539 menunjukkan bahwa pengaruh
karakteristik individu terhadap kinerja karyawan adalah positif sebesar 0,539, di
mana jika karakteristik individu semakin meningkat, maka kinerja karyawan
semakin meningkat. Nilai t-statistik jalur Komunikasi Interpersonal dan Kinerja
sebesar 2,564 dengan p-value sebesar 0,011. Nilai p-value 0,011 < alpha 0,05;
berarti pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan adalah
signifikan, yang berarti hipotesis penelitian diterima; (4) Nilai koefisien jalur
Karakteristik Individu dan Kompetensi serta Kinerja sebesar 0,391 menunjukkan
bahwa pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan adalah positif sebesar
0,391, di mana jika kompetensi karyawan semakin meningkat, maka kinerja
karyawan semakin meningkat. Nilai t-statistik jalur Karakteristik Individu dan
Komunikasi Interpersonal serta Kinerja sebesar 0,510 dengan p-value sebesar
0,610. Nilai p-value 0,610 > alpha 0,05; berarti peran komunikasi interpersonal
pada pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan tidak signifikan,
yang berarti hipotesis penelitian ditolak; dan (5) Nilai koefisien jalur Kompetensi
dan Komunikasi serta Kinerja sebesar 0,091 menunjukkan bahwa pengaruh
komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan adalah positif sebesar 0,091,
di mana jika komunikasi interpersonal karyawan semakin meningkat, maka
kinerja karyawan semakin meningkat. Nilai t-statistik jalur Kompetensi dan
Komunikasi Interpersonal serta Kinerja sebesar 0,162 dengan p-value sebesar
0,871. Nilai p-value 0,871 > alpha 0,05; berarti peran komunikasi interpersonal
pada pengaruh kompetensi karyawan terhadap kinerja karyawan tidak signifikan,
yang berarti hipotesis penelitian ditolak.
Kata Kunci: Karakteristik individu, Kompetensi, Komunikasi dan Kinerja
Karyawa
- …
