1,720,955 research outputs found

    Implikasi Studi Hermeneutika Teologis Mengenai Tuhan Mengutus Roh Dusta Menurut 1 Raja-Raja 22:20-22

    Full text link
    Tuhan Mengutus Roh Dusta adalah sebuah konsep yang muncul dalam Alkitab, khususnya pada 1 Raja-raja 22:20-22. Konsep ini menunjukkan bahwa pada saat tertentu, Tuhan mengizinkan roh jahat untuk memimpin orang-orang yang hidup dalam ketidakbenaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengertian dan implikasi konsep Tuhan Mengutus Roh Dusta dalam konteks kepercayaan Kristiani. Peneliti menggunakan penelitian pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika teologis yakni dengan melakukan studi eksploratori terhadap teks Alkitab dan melakukan analisis berdasarkan konteks historis dan sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tuhan Mengutus Roh Dusta memiliki implikasi yang penting dalam kepercayaan Kristiani, khususnya dalam mengenai kebenaran dan keikhlasan. Konsep ini mengajarkan bahwa Tuhan memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu, termasuk kejahatan dan ketidakbenaran. Namun, kepercayaan bahwa Tuhan mengizinkan roh jahat untuk memimpin hidup seseorang juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam praktik keagamaan. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa pengertian Tuhan Mengutus Roh Dusta dapat membuka wawasan dan memperkaya pemahaman tentang kepercayaan Kristiani. Namun, penting bagi orang-orang yang hidup dalam kepercayaan tersebut untuk memahami implikasi yang terkait dengan konsep ini agar dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang secara spiritual.Tuhan Mengutus Roh Dusta adalah sebuah konsep yang muncul dalam Alkitab, khususnya pada 1 Raja-raja 22:20-22. Konsep ini menunjukkan bahwa pada saat tertentu, Tuhan mengizinkan roh jahat untuk memimpin orang-orang yang hidup dalam ketidakbenaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengertian dan implikasi konsep Tuhan Mengutus Roh Dusta dalam konteks kepercayaan Kristiani. Peneliti menggunakan penelitian pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika teologis yakni dengan melakukan studi eksploratori terhadap teks Alkitab dan melakukan analisis berdasarkan konteks historis dan sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tuhan Mengutus Roh Dusta memiliki implikasi yang penting dalam kepercayaan Kristiani, khususnya dalam mengenai kebenaran dan keikhlasan. Konsep ini mengajarkan bahwa Tuhan memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu, termasuk kejahatan dan ketidakbenaran. Namun, kepercayaan bahwa Tuhan mengizinkan roh jahat untuk memimpin hidup seseorang juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam praktik keagamaan. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa pengertian Tuhan Mengutus Roh Dusta dapat membuka wawasan dan memperkaya pemahaman tentang kepercayaan Kristiani. Namun, penting bagi orang-orang yang hidup dalam kepercayaan tersebut untuk memahami implikasi yang terkait dengan konsep ini agar dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang secara spiritual

    Menilik Model Kontekstualisasi Misi Kristen Melalui Ritual Hamayang di Desa Rindi Kabupaten Sumba Timur

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji kontekstualisasi misi melalui ritual hamayang di desa Rindi kabupaten Sumba Timur. Kontekstualisasi misi adalah sebuah pendekatan dalam memberitakan Injil agar Injil mudah dipahami dan diterima dalam budaya setempat. Dalam kehidupan sebagian masyarakat Sumba Timur, ritual hamayang adalah bagian penting dari kepercayaan marapu, ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk permohonan, penyembahan, dan penghormatan kepada mawullu tau ji tau (yang menciptakan manusia) yang namanya tidak dapat disebut dan dipanggil (napanda tikki tamu napanda nyurra ngara). Studi ini bertujuan menganalisa praktik ritual hamayang, dan mengeksplorasi peluang untuk mengkontekstualisasikan Injil dalam budaya dengan pendekatan yang relevan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, termasuk observasi, wawancara dengan tokoh adat serta pelaku ritual hamayang bersama dengan masyarakat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa model kontekstualisasi yang relevan yaitu: pertama, Model Dialektik melalui dialog untuk menterjemahkan Injil dalam budaya guna meluruskan pandangan yang keliru. Model Adaptasi untuk mencari titik temu antara budaya dan ajaran Iman Kristen, dan menggunakan simbol atau makna untuk berkontekstualisasi memberitakan Injil. Model Transformasi yang bertujuan mengubah perspektif masyayarat untuk agar dapat memahami Iman Kristen.Penelitian ini mengkaji kontekstualisasi misi melalui ritual hamayang di desa Rindi kabupaten Sumba Timur. Kontekstualisasi misi adalah sebuah pendekatan dalam memberitakan Injil agar Injil mudah dipahami dan diterima dalam budaya setempat. Dalam kehidupan sebagian masyarakat Sumba Timur, ritual hamayang adalah bagian penting dari kepercayaan marapu, ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk permohonan, penyembahan, dan penghormatan kepada mawullu tau ji tau (yang menciptakan manusia) yang namanya tidak dapat disebut dan dipanggil (napanda tikki tamu napanda nyurra ngara). Studi ini bertujuan menganalisa praktik ritual hamayang, dan mengeksplorasi peluang untuk mengkontekstualisasikan Injil dalam budaya dengan pendekatan yang relevan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, termasuk observasi, wawancara dengan tokoh adat serta pelaku ritual hamayang bersama dengan masyarakat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa model kontekstualisasi yang relevan yaitu: pertama, Model Dialektik melalui dialog untuk menterjemahkan Injil dalam budaya guna meluruskan pandangan yang keliru. Model Adaptasi untuk mencari titik temu antara budaya dan ajaran Iman Kristen, dan menggunakan simbol atau makna untuk berkontekstualisasi memberitakan Injil. Model Transformasi yang bertujuan mengubah perspektif masyayarat untuk agar dapat memahami Iman Kristen

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Mendidik Kesadaran Gereja Terhadap Tugas Misi Allah

    Full text link
    Misi Allah adalah tugas utama gereja dan orang percaya yang mesti ditunaikan, namun hal tersebut tampaknya kurang disadari oleh kalangan tertentu dalam tubuh gereja. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya kesadaran gereja sebagai jalan meningkatkan pemahaman tentang misi Allah yang menghantar gereja berpartisipasi aktif di dalamnya demi menyelamatkan dunia dari dosa. Salah satu upaya yang efektif dalam membangun kesadaran gereja adalah melalui pendidikan sebagai wadah membentuk murid Kristus secara berkelanjutan. Pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan secara formal maupun non formal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku dan artikel jurnal secara selektif sesuai pokok penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan merupakan upaya yang efektif dan efisien dalam membangun kesadaran gereja akan tugas dan tanggung jawab misionernya. Perkembangan kekristenan dan pertumbuhan gereja, serta pergerakan misi yang meluas di berbagai belahan dunia mengonfirmasi indikator tersebut.Misi Allah adalah tugas utama gereja dan orang percaya yang mesti ditunaikan, namun hal tersebut tampaknya kurang disadari oleh kalangan tertentu dalam tubuh gereja. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya kesadaran gereja sebagai jalan meningkatkan pemahaman tentang misi Allah yang menghantar gereja berpartisipasi aktif di dalamnya demi menyelamatkan dunia dari dosa. Salah satu upaya yang efektif dalam membangun kesadaran gereja adalah melalui pendidikan sebagai wadah membentuk murid Kristus secara berkelanjutan. Pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan secara formal maupun non formal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku dan artikel jurnal secara selektif sesuai pokok penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan merupakan upaya yang efektif dan efisien dalam membangun kesadaran gereja akan tugas dan tanggung jawab misionernya. Perkembangan kekristenan dan pertumbuhan gereja, serta pergerakan misi yang meluas di berbagai belahan dunia mengonfirmasi indikator tersebut

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore