1,721,129 research outputs found

    Tingkat Kompetensi Literasi Digital Berdasarkan Digital Literacy Global Framework (DLGF) dalam Menghadapi Infodemi Covid-19 di Kalangan Generasi Z Kota Medan

    No full text
    This study is entitled "Digital Literacy Competency Levels Based on the Digital Literacy Global Framework (DLGF) in Countering the Covid-19 Infodemic in Medan City Generation Z". The purpose of this study was to determine the ability of Medan City's Generation Z in warding off fake news and to analyze the level of digital literacy competence of Medan City's Generation Z in warding off the Covid-19 infodemic based on the Digital Literacy Global Framework. The theories used in this research are Digital Literacy, Generation Z, Covid-19 Infodemic and New Media. The research method used by the author in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The population in this study is Generation Z Medan City with sample calculations using the Slovin formula and obtained a sample of 100 respondents. The sampling technique used was purposive sampling and quota sampling. Data collection techniques are questionnaires and library research methods. The data analysis technique used in this research is single and cross table analysis using IBM Statistical Product and System Solution (SPSS) version 24.0. The results showed that Medan City's Generation Z in warding off hoax news was categorized as quite good (intermediate) and the level of digital literacy based on the DLGF Generation Z of Medan City in warding off the Covid-19 infodemic was at the foundation level of proficiency or less able.Penelitian ini berjudul “Tingkat Kompetensi Literasi Digital Berdasarkan Digital Literacy Global Framework (DLGF) dalam Menghadapi Infodemi Covid-19 di Kalangan Generasi Z Kota Medan”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Generasi Z Kota Medan dalam menghadapi berita hoaks (fake news) dan menganalisis sejauh mana tingkat kompetensi literasi digital Generasi Z Kota Medan dalam menghadapi infodemi Covid-19 berdasarkan Digital Literacy Global Framework. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literasi Digital, Generasi Z, Infodemi Covid-19 dan Media Baru. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z Kota Medan dengan perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Teknik penarikan sampel menggunakan Purposive Sampling dan Quota Sampling. Teknik pengumpulan data adalah metode kuesioner dan studi kepustakaan (Library Research). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal dan silang dengan menggunakan IBM Statistical Product and System Solution (SPSS) versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Generasi Z Kota Medan dalam menghadapi berita hoaks dikategorikan cukup baik (intermediate) dan tingkat literasi digital berdasarkan DLGF Generasi Z Kota Medan dalam menghadapi infodemi Covid-19 berada pada tingkat kemahiran foundation atau kurang mampu.148 HalamanSkripsi Sarjan

    Objektivitas Pemberitaan Media Daring Kompas.Com dan Cnnindonesia.Com terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024

    No full text
    This research is entitled Objectivity of Online Media Coverage Kompas.com and CNNIndonesia.com regarding Prabowo Subianto's candidacy in the 2024 Presidential Election. The purpose of this study is to explain the results of the comparison of the objectivity of news content related to the reporting of Prabowo Subianto's candidacy in the 2024 presidential election in both Kompas.com and CNNIndonesia.com. The research method used by the author in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The theory used is Jorgen Westerstahl's concept of objectivity. The population in this study includes coverage related to reporting on Prabowo Subianto's candidacy in the 2024 presidential election in two online media, namely kompas.com and CNNIndonesia.com in the timeframe that has been set on the problem boundary, namely October 10, 2021 to January 13, 2022. 75 news obtained from the two media dared to use the total sample technique. Researchers carried out data analysis techniques, namely validity tests, reliability tests, single table analysis which were then described against the indicators of objectivity. The results of the research are able to prove that Kompas.com is superior in reporting objectively regarding the candidacy of Prabowo Subianto in the 2024 Presidential Election based on measurements of the seven indicators contained in the Westerstahl objectivity model.Penelitian ini berjudul Objektivitas Pemberitaan Media Daring Kompas.com dan CNNIndonesia.com terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hasil dari perbandingan objektivitas isi berita terkait pemberitaan pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan pesiden 2024 dalam kedua media daring Kompas.com dan CNNIndonesia.com. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teori yang digunakan adalah konsep objektivitas Jorgen Westerstahl. Populasi pada penelitian ini adalah mencakup pemberitaan yang berkaitan dengan pemberitaan pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan presiden tahun 2024 dalam dua media dalam jaringan yaitu kompas.com dan CNNIndonesia.com pada rentang waktu yang telah ditetapkan pada batasan masalah, yakni 10 Oktober 2021 sampai 13 Januari 2022. Sampel berjumlah 75 berita dari kedua media daring dengan menggunakan teknik total sampel. Peneliti melakukan serangkaian teknik analisis data, yaitu uji validitas, uji reliabilitas, analisis tabel tunggal yang kemudian di deskripsikan terhadap indikator objektivitas. Hasil peneltian mampu membuktikan bahwa Kompas.com lebih unggul dalam melakukan pemberitaan secara objektif terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024 berdasarkan pengukuran terhadap ketujuh indikator yang terdapat di dalam model objektivitas Westerstahl.207 HalamanSkripsi Sarjan

    Pemberitaan Konflik Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI Jakarta di Harian Sinar Indonesia Baru

    No full text
    This study titled Conflict Coverage Tjahaja Basuki Purnama With Jakarta Parliament in Hrian Sinar Indonesia Baru. This study focuses on the study of discourse analysis using a research model Teun A. Van Dijk in the overall analysis as the study of communication theory. The study used as a critical paradigm approach. The purpose of this study was to determine the research titled Conflict Coverage Tjahaja Basuki Purnama By DPRD DKI Jakarta in Indonesia Sinar Baru Hrian. This study focuses on the study of discourse analysis using a research model Teun A. Van Dijk in the overall analysis as the study of communication theory. The study used as a critical paradigm approach. The purpose of this study was to determine To determine how the Sinar Indonesia Baru provides news about the conflict between Tjahaja Basuki Purnama with the Jakarta DPRD DKI Jakarta related budget. The subjects were reporting news text Tjahaja Basuki Purnama conflict with Jakarta Parliament in Sinar Indonesia Baru daily on February 27, 2015. The results showed that the Indonesian Sinar Baru impartially one was in the news on both sides. Indonesian Sinar Baru party wants to complain even as both sides in the eyes of the reader to portray the figure Ahok as someone who spoke harshly while emotions. Considering he was the Governor of Jakarta, of course, that image can create public opinion against him be negative. In addition, the Sinar Indonesia Baru also does not provide space for the defense of the Parliament in its message. Indonesian Sinar Baru parties only show Basuki statement showing the misappropriation of funds in the city budget fo 2015.110 HalamanSkripsi Sarjan

    Etnografi Virtual Perilaku Etika Berkomunikasi Netizen dalam Isu Pembangunan Infrastruktur pada Akun Instagram Gubernur Sumatera Utara @edy_rahmayadi

    Full text link
    This study aims to analyze the ethical communication behavior of netizens on infrastructure development issues on the Instagram account @edy_rahmayadi interpretively and to analyze the constructed motives in the netizens' interaction space on @edy_rahmayadi's Instagram posts, especially on infrastructure development issues in North Sumatra, in shaping public sentiment towards Edy Rahmayadi as the Governor of North Sumatra. The research methodology used in this study is a qualitative approach with virtual ethnography method through data collection techniques such as participant observation, interviews, documentation collection, and triangulation. Data analysis uses the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The subjects of this study are five netizens who interacted in every @edy_rahmayadi's Instagram post in the form of comments, likes, shares, and saves, which were then analyzed by the researcher using virtual ethnography method. The results showed that the ethical communication behavior of netizens on @edy_rahmayadi's Instagram account is formed by several motives, including social background (age, religion, ethnicity, race, etc.), political interests that are still influenced by the 2018 North Sumatra gubernatorial election and Edy Rahmayadi's current political stance, professional and group interests, and other aspects related to current conditions in the field. Negative comments and criticisms from netizens on @edy_rahmayadi's Instagram account tend to be ethical, although in certain contexts there are negative labeling for Edy Rahmayadi on other social media accounts such as the nickname "Wak Edy," and so on235 HalamanTesis Magiste

    Representasi Makna Lesbianisme dalam Pesan Novel Gerhana Kembar Karya Clara Ng

    No full text
    Penelitian ini berjudul Representasi Makna Lesbianisme Dalam Pesan Novel Gerhana Kembar Karya oleh Clara Ng). Lesbianisme adalah suatu fenomena yang sering dibicarakan dalam masyarakat indonesia. Yang mana masyarakat Indonesia terkenal dengan adat dan budaya ketimuran menjadikan lesbianisme ini menjadi suatu hal yang sangat disoroti dalam suatu lingkungan sosial. Representasi lesbian pun sudah diketahui sebagiam besar orang, melalui pandangan satu orang yang melihat secara langsung, melalui media massa yang mencoba menggambarkan bagaimana kehidupan seorang lesbian dalam lingkungan sosialnya. Novel merupakan salah satu media massa yang mampu memberikan suatu pandangan terhadap suatu peristiwa untuk menyampaikan pesan kepada pembaca dan bertujuan agar pembaca dapat menerima pesan yang dipaparkan oleh penulis. Kehidupan lesbianisme adalah kehidupan yang sarat perhatian banyak orang karena anggapan sebagian besar orang terkhusus di Indonesia, hal ini merupakan penyimpangan sosial. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana representasi lesbianisme dalam novel Gerhana Kembar yang ditulis oleh Clara Ng dengan melihat pesan melalui tanda- tanda dalam wacana yang digunakan oleh pengarang. Peneliti akan melakukan penelaahan tanda-tanda dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang melihat makna-makna tersembunyi dalam suatu wacana yang digunakan. Peneliti akan menggunakan model semiotika Roland Barthes yaitu two order signification atau signifikasi dua tahap dengan melihat tataran denotatif, tataran konotatif dan juga tidak mengabaikan peran pembaca di dalamnya yang dikenal dengan mitos yang merupakan bagian dari tataran konotatif. Kisah dalam novel ini adalah merepresentasikan bagaimana kehidupan dunia lesbianisme dan bagaimana mereka berjuang untuk bisa tetap diterima dalam lingkungan sosial mereka. Populasi yang digunakan adalah bab-bab dari naskah gerhana kembar yang ditemukan oleh Lendy yang terdiri dari 12 bab penambahan prolog dan “lampiran yang hilang”. Hasil penelitian ini menemukan bahwa representasi lesbianisme selama ini adalah sesuatu yang salah diartikan oleh orang banyak. Dimana seorang lesbian juga memiliki perasaan untuk orang-orang disekitarnya, keinginan untuk dapat diterima dilingkungan sosial membuat mereka bersembunyi dibalik topeng yang mereka buat sendiri. Lesbian adalah orang yang memiliki hati untuk mencintai dan dicintai oleh orang lain. Pesan dalam novel ini memberikan gambaran yang baru mengenai kehidupan para lesbian dan bagaimana mereka menjalani kehidupannya dalam dunia yang “berbeda”.136 HalamanSkripsi Sarjan

    Pemberitaan Kemenangan Pasangan Gatot Pujo Nugroho – Tengku Erry Nuradi (Ganteng) dalam Hasil Hitung Cepat Pemilukada Sumatera Utara 2013 pada Harian Analisa dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

    No full text
    The results of North Sumatera’s election was something that is always awaited by its society. Therefore, the announcement of the quick count results of the regional election conducted by surveillance institutions has become a good materials for news in some medias. By Analisa Daily, the results of the regional election was created to be a discourse that contained certain ideology. This research contains a qualitative critical discourse analysis. It unveiled how the discourse practice was created by the medias. The discourse is analized through three levels, which are text, discourse practice, and sociocultural practice. The three levels is related to each other.110 HalamanSkripsi Sarjan

    Etika Komunikasi di Ruang Publik : Kajian Tentang Cyberharassment di Jejaring Sosial Path

    No full text
    Penelitian ini berjudul Etika Komunikasi di Ruang Publik : Kajian Tentang Cyberharassment di Jejaring sosial Path. Tujuan penelitian adalah untuk Untuk menganalisis cyberharassment dan etika komunikasi di ruang publik, untuk menganalisis bentuk-bentuk cyberharassment yang terjadi di Path, untuk mengevaluasi pengguna media sosial. Subjek atau informan dalam penelitian ini adalah pemilik akun jejaring sosial path yang peneliti anggap memenuhi syarat untuk dijadikan informan dalam penelitian ini, sedangkan objek penelitian ini adalah teori paradigma konstruktivis dalammemandang etika pengguna jejaring sosial path. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatatif melalui paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dalah wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Teknik analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia kemudian mengadakan reduksi data selanjutnya menyusunnya dalam satuan-satuan kemudian pemeriksaan keabsahan data dan terakhir tahap penafsiran data.65 HalamanSkripsi Sarjan

    Empowerment of Communication in Action as The development of Soft Skills Among USU FISIP Communication Science Study Program Students

    No full text
    This research is entitled Empowerment of Communication in Action as the development of soft skills among USU FISIP Communication Science study program students. The aim of this research is to determine the empowerment of Communication in Action as soft skill development among USU FISIP Communication Science study program students and to analyze planning strategies in empowering Communication in Action as soft skill development among USU FISIP Communication Science study program students. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The data collection technique used was through observation and in-depth interviews. Researchers carried out a series of data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, drawing conclusions and testing data validity. Testing the validity of the data in this study used 3 source triangulation. The informants in this research were 5 students who were participants and committee members in the 2022 Communication in Action activity. The results of this research prove that the Communication in Action empowerment activity is considered capable of being a means and initial stage for improving soft skills in USU FISIP Communication Science students. This is due to the fulfillment of the elements of soft skills development felt by students who are participants and committee members of this Communication in Action activity. The elements of soft skills development that have a big impact on students who are informants in this research include: ability to communicate in public, leadership, time management, problem solving, self-branding and ethics in speaking.144 PagesSkripsi Sarjan

    Jaringan Komunikasi dan Kesadaran Bernegara (Studi Korelasional Mengenai Jaringan Komunikasi antar Masyarakat Tionghoa di Berastagi dalam Menumbuhkan Kesadaran Bernegara)

    No full text
    Penelitian ini berjudul Jaringan Komunikasi dan Kesadaran Bernegara (Studi Korelasional Mengenai Jaringan Komunikasi Antar Masyarakat Tionghoa Di Berastagi Dalam Menumbuhkan Kesadaran Bernegara). Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Jaringan Komunikasi dan Kesadaran Bernegara. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang berhubungan dengan objek yang diteliti diantaranya Multi Step Flow, Jaringan Komunikasi, Teori Informasi, dan Simbolic Convergence Theory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan penyebaran kuesioner. Jumlah populasi dalam penelitian ini ada 255 keluarga yang merupakan masyarakat etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di Berastagi. Penarikan sampel menggunakan rumus Arikunto dengan mengambil 15% dari jumlah keseluruhan populasi yakni sebanyak 38 responden, dimana setiap responden merupakan perwakilan tiap-tiap keluarga. Teknik penarikan sampelnya adalah dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Dimana dalalm teknik ini yang menjadi responden harus sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Analisis data menggunakan tabel tunggal dan tabel silang. Analisis tabel tunggal adalah analisis yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel ke dalam beberapa kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Analisis tabel silang adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui apakah variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel yang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jaringan komunikasi antar masyarakat Tionghoa di Berastagi dalam menumbuhkan kesadaran bernegara. Karena tanpa adanya jaringan komunikasi anggota masyarakat Tionghoa tetap melakukan tanggung jawabnya sebagai bangsa Indonesia dan mereka sadar bahwa mereka bangsa Indonesia yang bertanggung jawab dalam kemajuan masa depan bangsa ini.97 HalamanSkripsi Sarjan

    Keterbukaan Diri Remaja Pengguna Adiktif Media Sosial Tiktok dengan Orangtua (Studi Kasus Komunikasi Antarpribadi dalam Keluarga di Desa Naga Dolok Kabupaten Simalungun)

    Full text link
    This research is entitled "Self-Disclosure of Adolescents Using Addictive Social Media TikTok with Their Parents (Case Study of Interpersonal Communication in Families in Naga Dolok Village, Simalungun Regency)". The aim of this research is to determine the process of interpersonal communication in the family between parents and teenage children in Naga Dolok Village and to analyze the self-disclosure of teenagers who use the addictive social media TikTok with their parents in Naga Dolok Village. The theories used in this research are Interpersonal Communication, Self-Disclosure, Johari Window, Teenagers, Parents, New Media, Gadgets, Addictive Behavior and Tiktok social media. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The data collection technique used was through observation and in-depth interviews. Researchers carried out a series of data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, drawing conclusions and testing data validity. Testing the validity of the data in this study used source triangulation. There were twelve informants in this study, namely; five teenagers who are addictive users of social media TikTok as the main informants, five parents of teenagers as additional informants as well as one communication expert and one village head, determining the informants using purposive sampling technique. The results of this research prove that the five informants felt safe when opening themselves up to their mother figure. Having good communication and without any communication barriers does not make teenage informants completely open regarding their personal aspects. Only 1 out of 5 teenage informants did not have a secret window with their mother, namely informant four. Informant four talked about all areas ranging from friendship, finances, education to personal problems. Informant one was only open to the fields of education and finance. Informant two opened himself up in the areas of friendship, finances and work. Informant five is more closed and only opens up in the field of friendship, and this is also not comprehensive because informant five admits that he is an indifferent and closed type.155 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore