8 research outputs found
Desentralisasi fiskal dan persaingan usaha : kebijakan pendukung perekonomian daerah / Sony Hendra Permana ... [et.al.] ; editor : I Wayan Rusastra
Perkembangan investasi dan ekspor produk UMKM dalam era ekonomi digital
Buku perkembangan Investasi dan Ekspor Produk UMKM dalam Era Ekonomi Digital ditujukan untuk memberikan catatan-catatan penting menyangkut informasi pengetahuan, isu, dan gagasan yang perlu mendapatkan perhatian khususnya dalam pengembangan investasi dan ekspor kini dan ke depan. Dalam membedah potensi dan perkembangan investasi dan perdagangan diungkapkan juga bagaimana perkembangan dan pemanfaatan teknologi/ekonomi digital memberikan pengaruh terhadap Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) dan industry kreatif kerajinan
Optimalisasi kebijakan penerimaan daerah
Buku dengan judul Optimalisasi Kebijakan Penerimaan Daerah, dilatarbelakangi oleh harapan adanya kemandirian fiskal bagi daerah melalui penggalian sumber pendanaan yang ada, sesuai dengan potensi dan keadaan daerah masing-masing agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah untuk membiayai rumah tangganya sendiri. Saat ini pajak daerah, sebagai salah satu sumber pendanaan bagi daerah, secara rata-rata nasional masih belum mampu memberikan kontribusinya yang besar bagi pembentukan pendapatan asli daerah. Untuk itu masih diperlukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dalam rangka mengoptimalkan penerimaan daerah. Selanjutnya pengelolaan keuangan, yang salah satunya bersumber dari pajak daerah, harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Memajukan logistik Indonesia yang berdaya saing
Logistik dapat menentukan maju mundurnya perekonomian suatu negara. Negara yang memiliki indikator kinerja logistik yang tinggi, kecenderungannya memiliki pertumbuhan ekonomi dan kualitas pembangunan yang tinggi pula. Peran logistik tidak hanya terbatas dalam memberikan kontribusi pada level makroekonomi saja seperti peningkatan pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, perluasan dan penciptaan kesempatan kerja, serta investasi dan perdagangan, melainkan juga mampu mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan kekuatan daya saing perusahaan pada level mikroekonomi
Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Pembangunan Berkelanjutan
Energi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Energi dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai peralatan yang membantu aktivitas manusia. Saat ini kebutuhan energi masih sangat bergantung kepada energi yang dihasilkan dari fosil, di mana ini merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui. Selain itu penggunaan energi yang berasal dari fosil memberikan dampak pada terkurasnya sumber daya alam yang tidak bisa dipulihkan dan menimbulkan kerusakan lingkungan. Penggunaan energi fosil dapat meningkatkan gas karbon di udara yang menyebabkan terjadinya pemanasan global akibat dari efek rumah kaca sehingga akan meningkatkan suhu udara di bumi dan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang ekstrem yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup manusia. Oleh karena itu penggunaan energi bersih yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan.
Bahasan dalam buku ini memiliki alur cukup menarik, mulai dari pengembangan energi surya di Indonesia sebagai bagian dari EBT dengan potensi terbesar (47%) dari total potensi EBT nasional. Selanjutnya buku ini membahas bagaimana upaya percepatan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Disamping itu, buku ini juga melihat pentingnya PLTS Atap sebagai salah satu alternatif pemenuhan energi bersih bagi masyarakat. Kedaulatan energi dan mitigasi bencana menuju pembangunan berkelanjutan juga merupakan salah satu isu penting yang diulas secara baik dalam buku ini. Pada setiap tulisan, diuraikan secara jelas bagaimana energi surya memegang peranan kunci dalam mendukung pengembangan EBT. Dengan demikian pemanfaatan EBT dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen di tahun 2025 dan meningkatkannya kembali menjadi 31 persen di tahun 2050 dapat terwujud.
Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan selamat kepada para peneliti yang dengan tekun dan inovatif telah menghasilkan karya tulis ilmiah (KTI) yang bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman khususnya dalam isu EBT. Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Dr. Achmad Suryana yang telah mencurahkan pikiran dan waktunya dalam merancang tema, outline KTI, dan kegiatan editorial lainnya, sehingga buku ini layak untuk diterbitkan. Semoga invensi dan inovasi yang tersaji dalam buku ini bermanfaat bagi terciptanya kemajuan Indonesia dalam mengembangkan energi EBT yang handal
Telisik Daya Tahan Usaha dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Setelah memasuki kuartal ketiga tahun kedua (2021), pandemi Covid-19 diperkirakan banyak ahli dan pengamat belum akan segera berlalu, malahan beberapa mengatakan dunia harus bersiap diri dengan keadaan “new normal”, hidup berdampingan dengan virus corona, seperti halnya dengan virus influenza. Pola hidup sehari-hari manusia yang harus menyesuaikan agar tidak terpapar dengan virus penyebab penyakit tersebut dan tetap sehat serta produktif.
Pemerintah Indonesia secara sungguh-sungguh berusaha mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya. Upaya untuk membatasi penyebaran dan menangani warga yang terpapar virus ini dilakukan secara masif, antara lain melalui penyadaran masyarakat tentang prosedur kesehatan, penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan program vaksinasi. Untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dilakukan berbagai upaya, di antarnya adalah penyaluran bantuan modal kepada pelaku bisnis termasuk UMKM, dan penyaluran bantuan sosial tunai dan pangan kepada para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja, pekerja di sektor informal, dan kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.
Upaya pemerintah ini tampak menunjukkan hasil. Di tengah beberapa kali terjadi grafik kenaikan yang tajam jumlah yang terpapar dan kematian akibat Covid-19, perekonomian Indonesia dapat dicegah untuk tidak menurun lebih dalam lagi, malah mulai menunjukkan pemulihan. Data makroekonomi dari BPS memperlihatkan hal tersebut. Ekonomi Indonesia pada triwulan 2 - 2021 dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya (y-o-y) tumbuh 7,07 persen, demikian juga untuk Semester I-2021 dibandingkan dengan Semester I-2020 ekonomi nasional tumbuh 3,10 persen. Tingkat pengangguran pada bulan Februari 2021 (masa pandemi) sebesar 6,26 persen jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka pengangguran Februari 2020 (di awal pandemi) sebesar 4,94 persen, namun bila dibandingkan dengan angka pengangguran Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, tingkat pengangguran tersebut sudah lebih baik. Angka kemiskinan juga menunjukkan tren membaik, walau lamban. Persentase penduduk miskin bulan September 2019 sebesar 9,22 persen (sebelum pandemi Covid-19), satu tahun berikutnya meningkat menjadi 10.19 persen (September 2020). Pada bulan Maret 2021 persentase penduduk miskin sudah mulai menurun walaupun sangat kecil, yaitu menjadi 10,14 persen. Momentum membaiknya perekonomian nasional ini oleh semua pihak (pemerintah, swasta, dan masyarakat) perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Buku Bunga Rampai “Telisik Daya Tahan Usaha dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19” memberikan informasi mengenai dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, dalam ukuran kinerja makroekonomi, upaya mitigasi dampak oleh pemerintah khususnya untuk UMKM dan penduduk berpendapatan rendah, serta dampaknya pada industri penerbangan dan daya saing daerah. Peluang mengatasi sebagian dampak pandemi terhadap aspek ekonomi juga dibahas dengan ketersediaan teknologi digital khususnya E-commerce. Perlu diakui bahwa semua pembahasan di atas, hanya merupakan sebagian kecil saja dari fenomena pandemi Covid-19 dan dampaknya. Namun demikian, paling tidak setelah para pembaca menyimak buku ini diharapkan mendapat gambaran bahwa pandemi itu nyata, dampaknya terasa dalam berbagai aspek kehidupan khususnya di beberapa bidang ekonomi, dan selalu muncul peluang untuk mengatasinya sehingga sebagai bangsa dapat keluar dari pandemi ini dalam kondisi yang lebih baik.
Mudah-mudahan buku bunga rampai ini dapat turut membangun rasa optimisme sebagai bangsa untuk bertahan bahkan jadi pemenang dalam mengarungi guncangan dahsyat yang diakibatkan oleh makhluk yang sangat-sangat-sangat kecil yang bermana Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-Cov-2) yang menyebabkan penyakit Coronavirus (Covid-19)
