104 research outputs found

    Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi pemerintahan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Dan Implikasinya Pada Akuntabilitas Survei Pada Dinas Kota Bandung

    No full text
    Standar Akuntansi Pemerintahan, selanjutnya disebut SAP merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. Dengan demikian SAP merupakan persyaratan yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia. Laporan Keuangan daerah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. Sedangkan Akuntabilitas adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggung jawaban, menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktifitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak pemberi amanah (prinscipal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggung jawaban tersebut. . Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan Implikasinya pada Akuntabilitas pada Dinas Kota Bandung secara parsial dan simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Dinas Kota Bandung yang berjumlah 14 dinas. Pengujian statistik yang digunakan adalah perhitungan korelasi Person Product Moment, koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Standar Akuntansi Pemerintahan pada Dinas Pemerintah Kota Bandung pada umumnya sudah dikatakan cukup baik. Namun jika dilihat dari Manajemen dalam hal ini berhubungan dengan Sumber Daya Manusia masi belum memenuhi kriteria baik, karena tidak tersedianya Sumber Daya Manusia yang memadai dalam menangani pengelolaan dan pelaporan keuangan di pemerintah dan dirasakan Kurangnya tenaga akuntan. Dan kekurangan Sumber Daya Manusia tersebut diimbangi dengan Kurangnya pemahaman tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Terdapat hubungan antara Standar Akuntansi Pemerintahan signifikan dalam meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan implikasinya terhadap Akuntabilitas pada Dinas Pemerintah Kota Bandung yaitu sebasar 55%

    Sistem Informasi Akuntansi Kas Pada Bagian Kas Daerah Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Pada era otonomi daerah, prevalensi birokrasi yang kompeten dan profesional bukan sekedar kebutuhan, tetapi merupakan keharusan. Birokrasi yang kompeten dan profesional adalah birokrasi yang memiliki sense of responsibility dan professionaly dalam melaksanakan tugas, pokok, fungsi dan kewenangan baik dari segi perencanaan, penganggaran maupun pertanggung jawaban yang berbasis pada prinsip akuntabilitas dan transparansi. Perkembangan pada zaman era globalisasi pada saat ini dalam berbagai aktivitas yang dilakukan banyak ragamnya terutama dalam menghadapi era otonomi daerah. Setiap daerah mempunyai kesiapan yang berbeda- beda, terutama dalam hal pengetahuan dan keterampilan masyarakatnya, yang bisa terlihat dari berbagai macam aspek ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain sebagainya. Keputusan Gubenur Jawa Barat Nomor 71 tahun 2001 tentang Tugas, Pokok, Fungsi dalam Kantor Kas Daerah Propinsi Jawa Barat, Gubenur Jawa Barat menimbang bahwa dengan berlakunya Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat nomor 16 tahun 2000 tentang Lembaga Teknis Daerah Propinsi Jawa Barat, maka perlu diatur lebih lanjut tugas pokok , dan rincian tugas Kantor Kas Daerah Propinsi Jawa Barat. Tugas Pokok , Fungsi dan rincian tugas Kantor Kas Dearah Propinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksudkan diatas, perlu ditetapkan dengan keputusan Gebenur Jawa Barat

    MEDIA VISUALISASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK PADA KONSEP HIDROKARBON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui pengaruh media visualisasi terhadap peningkatan penguasaan konsep, keterampilan generik sains (KGS), dan keterampilan berpikir kritis (KBKr) siswa SMK pada konsep hidrokarbon. Metode penelitian yang digunakan Quasi Experiment dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group design. Subyek penelitiannya, siswa kelas XII salah satu SMK Negeri di kota Bandung tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri atas satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Kelompok eksperimen berjumlah 33 orang, sedangkan kelompok kontrolnya berjumlah 31 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Untuk memperoleh data yang diperlukan, digunakan instrumen berupa soal pilihan ganda, angket dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visualisasi dapat meningkatkan penguasaan konsep, KGS, dan KBKr siswa. Rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen (55,40%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (43,39%). Peningkatan penguasaan konsep tertinggi terjadi pada konsep minyak bumi dan terendah pada konsep isomer. Peningkatan KGS tertinggi dicapai pada indikator pengamatan tak langsung sedangkan yang terendah pada indikator kerangka logika taat azas. Peningkatan KBKr tertinggi terjadi pada indikator bertanya dan menjawab pertanyaan tentang klarifikasi dan menantang, sedangkan yang terendah pada indikator membuat dan menimbang nilai. Media visualisasi juga mendapat tanggapan yang positif dari guru dan siswa

    Brand is like a donut

    No full text
    xiii, 165 p. ; 17 cm

    PROGRAM PERKULIAHAN ORIENTASI PRAKTEK KEGURUAN DENGAN POLA IRVARE BERBASIS BEBAN KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE IPA TERPADU MAHASISWA CALON GURU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Program Perkuliahan Orientasi Praktek Keguruan (OPK) berbasis beban kognitif untuk meningkatkan Pedagogical Content Knowledge (PCK) mahasiswa calon guru. Penelitian dilakukan dengan desain Research and Development yang meliputi empat tahap yaitu tahap studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Studi pendahuluan menunjukan pembekalan PCK pada calon guru kurang efektif. Atas dasar itu dikembangkan Program Perkuliahan OPK berbasis beban kognitif untuk meningkatkan PCK mahasiswa yang terdiri dari enam tahap perkuliahan yaitu Introduction, Reflection, Visualization, Application, Recitation dan Evaluation (IRVARE), yang selanjutnya disebut Program Perkuliahan OPK dengan pola IRVARE berbasis beban kognitif. Pada tahap perencanaan dihasilkan draft program perkuliahan OPK, perangkat perkuliahan, dan instrumen penelitian. Pada tahap pengembangan dilakukan judgement oleh pakar PCK, pakar teori beban kognitif, pakar asesmen, dan pakar konten IPA serta uji coba program pada perkuliahan OPK Pendidikan Biologi Universitas Pakuan (31 mahasiswa). Seluruh data hasil judgement dan uji coba divalidasi secara kuantitatif. Pada tahap implementasi dilakukan pengukuran dampak program menggunakan metode kuasi eksperimen dengan satu kelas kontrol (18 mahasiswa) dan satu kelas eksperimen (18 mahasiswa). Keberhasilan program diukur secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data menerima dan memroses informasi yang menggambarkan Intrinsic Cognitive Load (ICL), usaha mental yang menggambarkan Extraneous Cognitive Load (ECL), dan PCK yang menggambarkan Germane Cognitive Load (GCL). Karakteristik program yaitu memiliki tahapan IRVARE dengan materi analisis kurikulum, keterampilan mengajar, LKS diagram Vee, dan IPA terpadu, scaffolding pada tahapan visualization dan application, dapat menurunkan ICL, ECL, dan mengoptimalkan GCL, serta meningkatkan PCK. Hasil implementasi menunjukkan bahwa Program Perkuliahan OPK dengan pola IRVARE berbasis beban kognitif berhasil meningkatkan PCK secara signifikan dengan ICL dan ECL yang rendah. Hasil uji korelasi memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara variabel ICL dan ECL dengan GCL. This study aims to develop cognitive load based teaching practice orientation course (OPK) program to improve prospective science teacher Pedagogical Content Knowledge (PCK). This study was conducted by Research and Development design which includes four phases, namely preliminary study, planning, development, and implementation phase. The results of the preliminary study indicated that the PCK debriefing program for prospective teacher was uneffective. Based on preliminary studies, the developed the OPK course program based on cognitive load to improve student PCK which consist of six stages of lectures namely Introduction, Reflection, Visualization, Application, Recitation, and Evaluation (IRVARE), named as cognitive load based teaching practice orientation course program with IRVARE pattern. At the planning phase, the initial draft of the OPK program, course tools, and research instruments were produced. At the development phase, judgement was carried out by PCK experts, cognitive load theory expert, assessment experts, and science content experts as well as program trials on OPK Biology Education course in Pakuan University (31 students). All data from judgment and trials are validated quantitatively. At the implementation phase, the impact of the program was measured using the quasi-experimental method with one control group (18 students) and one experimental group (18 students). The success of the program is measured qualitatively and quantitatively of receiving and processing skill which describe Intrinsic Cognitive Load (ICL), mental effort which describe Extraneous Cognitive Load (ECL), and PCK which describe Germane Cognitive Load (GCL). The characteristics of the program have IRVARE stages with curriculum analysis, teaching skills, Vee diagrams worksheet analysis, and integrated science materials, scaffolding at visualization and application stage, reduce ICL, ECL, and optimize GCL, and increase PCK. The results of the implementation show cognitive load based teaching practice orientation course program with IRVARE pattern significantly improve PCK with low ICL and ECL. The correlation analysis results show a strong relationship between the ICL and ECL with GCL

    NEEDS ANALYSIS OF GAMIFICATION MODELS IN THE DIGESTIVE SYSTEM LESSON TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS AND SCIENCE PROCESS SKILL

    No full text
    The human digestive system is one of the essential Biology learning materials so that in understanding it requires high-level skills and in-depth thinking. In general, current learning still often uses conventional learning methods and media so that it is considered less effective in improving students' critical thinking skills and science process skills. Gamification is considered as one of the innovative learning media that can be a solution to improve high-level skills because gamification involves students actively and can increase student motivation in learning Biology This study aims to analyze the needs of gamification learning media for MTS Al-Inayah Bogor schools on human digestive system material which is designed in such a way as to improve students' science process skills and critical thinking skills. This research uses the development research model (R&D) with the ADDIE approach, this research focuses on the analysis stage. The purpose of this study was to analyze the needs of gamification media on human digestive system material to improve students' critical thinking skills and science process skills. Data collection techniques use purpose sampling techniques using student needs instruments using a Likert scale (5 points) through a survey of 72 students in class VIII MTS and 10 Biology teachers. While qualitative data was obtained through interviews with 10 teachers. The results of this study show 91% of classroom learning still uses conventional methods. Learning media that uses game elements is only about 9%, but respondents stated that this media is not enough to improve critical thinking skills. Only 8% have just used gamification, especially in human digestive system material. About 82% stated that they really need gamification learning media to improve students' critical thinking skills and science process skills. This research can be a strong basis for developing gamification media according to the needs of science learning in schools

    UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KM. DOBONSOLO MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN EMBARKASI DAN DEBARKASI PENUMPANG

    Get PDF
    ABSTRAKSI Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. dan Pembimbing II: H. Mustholiq, MM. Pelaksanaan embarkasi dan debarkasi yang cepat dan aman serta lancar merupakan tujuan utama para penumpang. Upaya tersebut di maksudkan agar kapal dan muatan serta keselamatan para penumpang bisa terjamin saat proses embarkasi dan debarkasi. Proses embarkasi dan debarkasi yang terjadi di kapal KM. DOBONSOLO sewaktu di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah kurang efisiennya manajemen untuk mengatur penumpang yang akan naik dan turun, serta kurangnya fasilitas yang memadai di terminal pelabuhan.Sehingga para penumpang saling berdesakkan dan dapat mengakibatkan atau membahayakan jiwa para penumpang tersebut. Sedangkan PT. PELNI sebagai penyedia sarana transportasi pun tidak meningkatkan pelayanan–pelayanan diatas kapal, bahkan terkesan hanya mencari keuntungan tanpa memperdulikan kualitas pelayanan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, menunjukkan beberapa faktor-faktor yang menghambat jalannya proses embarkasi dan debarkasi penumpang. Faktor-faktor tersebut adalah maraknya pedagang asongan dan tidak tertibnya buruh-buruh bagasi dalam pengangkutan barang milik penumpang,merebaknya pengantar dan pengunjung yang tidak mengindahkan peraturan serta pengumuman yang telah dilakukan oleh pihak kapal sehingga terkadang mereka terbawa dalam pelayaran yang sering disebut Penumpang Tanpa Tiket (PTT), faktor yang lain adalah keterlambatan kapal sewaktu tiba di pelabuhan tujuan, faktor terakhir adalah barang bawaan penumpang yang berlebih (Over Baggage). Adapun upaya yang dilakukan oleh pihak kapal dan petugas darat adalah dengan meningkatkan kerja sama yang baik antara petugas darat dan petugas kapal sehingga dapat mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi. ABSTRACT Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Nautical Study Program, Diploma IV Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, 1st Advisor: Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. and 2nd Advisor: H. Mustholiq, MM. The fast and safe and smooth implementation of embarkation and debarkation is the main goal of the passengers. The effort is intended so that the ship and cargo and the safety of passengers can be guaranteed during the embarkation and debarkation process. The process of embarkation and debarkation that occurs on KM ships. DOBONSOLO while at the port of Tanjung Perak Surabaya was management inefficient to regulate passengers who were going up and down, as well as the lack of adequate facilities at the port terminal. So that passengers crowded together and could cause or endanger the lives of these passengers. Whereas PT. PELNI as a means of transportation also does not improve services on board, even seems to only seek profits regardless of service quality. Based on the results of the research that the author has done, it shows several factors that hinder the process of embarkation and debarkation of passengers. These factors are the rise of hawkers and the disorderly practice of baggage workers in transporting passenger property, widespread outreach and visitors who do not heed the rules and announcements made by the ship so that sometimes they are carried on a cruise which is often called a Passenger Without Tickets ( PTT), another factor is the delay of the ship when it arrives at the destination port, the last factor is excess baggage (Over Baggage).The efforts made by the ship and land officers are to increase good cooperation between land officials and ship officers so that they can support the smooth process of embarkation and debarkation

    FIG. 5 in A New Genus and Two New Species of Arboreal Toads from the Highlands of Sumatra with a Phylogeny of Sundaland Toad Genera

    No full text
    FIG. 5.—Habitat of Sigalegalephrŋnus mandailinguensis—a view of the rainforest at the edge of an inactive solphatara field on the northeastern slope of Gunung Sorikmarapi where the holotype was found (upper); and first author at the entrance of the subterranean hollow where the holotype was collected (lower).Published as part of Smart, Utpal, Sarker, Goutam C., Arifin, Umilaela, Harvey, Michael B., Sidik, Irvan, Hamidy, Amir, Kurniawan, Nia & Smith, Eric N., 2017, Herpetologica 73 (1) on pages 63-75, DOI: 10.1655/Herpetologica-D-16-00041, http://zenodo.org/record/771643

    HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN STANDAR PROFESI INTERNAL AUDIT DENGAN PERWUJUDAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Studi Kasus PT. POS Indonesia (Persero) Bandung)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan standar profesi internal audit dengan perwujudan Good Corporate Governance pada PT. POS Indonesia (Persero). Good Corporate Governance merupakan salah satu pilar dari sistem ekonomi pasar, ia berkaitan erat dengan kepercayaan baik terhadap perusahaan yang melaksanakannya maupun terhadap iklim usaha di suatu negara. Penerapan Good Corporate Governance mendorong terciptanya persaingan yang sehat dan iklim usaha yang kondusif. Penerapan Good Corporate Governance juga diharapkan dapat menunjang upaya pemerintah dalam menegakkan good governance pada umumnya di Indonesia. Audit internal merupakan alat pengendalian manajemen yang melakukan fungsi pengawasan (controlling), sehingga dapat dikatakan keberadaan fungsi audit internal adalah penting untuk membantu manajemen dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Lebih lagi, perkembangan saat ini menempatkan fungsi audit internal pada posisi yang lebih penting dari sebelumnya, dimana ada pergeseran peran audit internal dari suatu fungsi yang bertugas memberikan masukan-masukan operasional dan strategis. Oleh karena itu audit internal dituntut untuk bekerja secara profesional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan responden pada penelitian ini adalah Satuan Pengawas Internal PT. POS Indonesia (Persero). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa “Pelaksanaan Standar Profesi Internal Audit memiliki hubungan yang kuat dengan Perwujudan Good Corporate Governance”. Besarnya hubungan “Pelaksanaan Standar Profesi Internal Audit dengan Perwujudan Good Corporate Governance” adalah sebesar 69,72%. Sehingga hipotesis yang diajukan oleh penulis dapat diterima. Keyword : Good Corporate Governance, Standar Profesi Internal Audit

    PROFIL KONDISI FISIK ATLET ATLETIK NOMOR LARI JARAK PENDEK BERDASARKAN HASIL TES PARAMETER KONDISI FISIK

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu pemikiran bahwa kondisi fisik merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian prestasi maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar gambaran kondisi fisik para atlet atletik nomor lari jarak pendek berdasarkan hasil tes parameter kondisi fisik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet atletik nomor lari jarak pendek di sentra pembinaan atlet atletik SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 25 atlet yang terdiri dari 15 atlet putra dan 10 atlet putri yang mengikuti tes parameter kondisi fisik. Sampel tersebut diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga atletik nomor lari jarak pendek (sprint). Untuk mengetahui hasil tes tersebut dihitung nilai rata-rata dan nilai simpangan baku dalam setiap item tes dan dilanjutkan dengan penentuan kategori kondisi fisiknya berdasarkan norma kondisi fisik yang ditentukan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, dapat penulis simpulkan bahwa kondisi fisik pada keseluruhan item tes atlet berada pada kategori baik. Saran penulis yaitu bagi para pelatih hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan fisik atlet lari jarak pendek dan bagi para pelatih, pembina, guru, dan pemerhati olahraga dalam pembinaan dan pemilihan bakat supaya memperhatikan kriteria kemampuan kondisi fisik untuk menunjang pencapaian prestasi atlet di masa yang akan datang. *Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Angkatan 200
    corecore