4,177 research outputs found
Supplemental Material - Pathways to Service System Smartness for Firms
Supplemental Material for Pathways to Service System Smartness for Firms by Bieke Henkens, Katrien Verleye, Bart Larivière, and Helen Perks in Journal of Service Research</p
READING AUTOBIOGRAPHY OF HELEN KELLER’S THE STORY OF MY LIFE
Membaca autobiografi adalah membaca suatu peristiwa, memori dan kenangan yang dituliskan oleh pengarang tentang dirinya sendiri. Persitiwa- peristiwa tersebut lebih banyak mengabarkan tentang sebuah kebenaran subjektif daripada fakta yang sebenarnya. Itu dikarenakan pengarang sebagai subjek yang membaca masa lalunya menjadi tokoh utama dalam autobiografi. Hal ini dapat dikaji dan dibuktikan melalui beberapa aspek di dalam autobiografi.
Ruang lingkup dari tulisan ini adalah bagaimana narrator dalam menarasikan cerita dapat membangun wacana dan berbicara langsung dengan narratee. Pengalaman- pengalaman yang diceritakan oleh narrator, identitas yang ditampilkan dan juga peran editor di dalam pembuatan autobiografi. Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengimplementasikan teori Reading Autobiography yang digunakan untuk menganalisis The Story of My Life yang merupakan autobiografi dari Helen Keller.
Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kepustakaan dan metode pendekatan teori membaca autobiografi. Metode yang pertama digunakan untuk mengumpul data dan informasi dari sumber-sumber kepustakaan yang mendukung pembahasan. Metode yang kedua digunakan sebagai acuan utama dalam menganalisis aspek yang dominan dalam autobiografi.
Hasil dari analisis menunjukkan bahwa teknik penceritaan yang digunakan oleh pengarang sangat mengesankan, baik dalam segi penceritaan “aku”, ideologi maupun konsep yang dimiliki banyak memproyeksikan tokoh sebagai tokoh yang sempurna secara fisik. Begitu juga pengalaman yang dialami tokoh sengaja dipilihkan pengalaman yang istimewa
Selain itu, identitas yang ditampilkan oleh pengarang bertujuan mengkonstruksikan kesan dirinya seabagai pribadi yang baik kepada pembaca. Di samping itu, adanya peran John Macy sebagai editor di dalam pembuatan autobiografi adalah untuk kepentingan sosial. Hal ini dikarenakan John Macy membantu memproyeksikan Helen Keller sebagai tokoh utama yang hampir sempurna walau dengan keterbatasan fisik. Dia juga mampu membantu Helen dalam mengklarifikasi isu negatif yang berkembang pada masa itu
Mary Helen McSweeney-Feld, PhD, Long-Term Care Educator and Author
Today’s guest is Mary Helen McSweeney-Feld. Mary Helen is an associate professor at Towson University in the Department of Health Sciences. Mary Helen is the author of one of the leading textbooks in the field of long-term care, Dimensions of Long-Term Care: An Introduction, and is a recognized leader in long-term care education nationally. In this podcast I talk with Mary Helen about her journey from an early interest in political science and international affairs to discovering the nascent field of health economics in the 80’s, and her transition to an interest in long-term care as a result of having to care for both her father and father-in-law when they suffered from debilitating terminal illnesses. Mary Helen makes a passionate case for long-term care, pointing out the economic opportunities for entrepreneurs, as well as young people looking for a meaningful and well compensated career. I hope you enjoy listening to Mary Helen’s story, and if you find it valuable, won’t you leave us feedback on iTunes, Stitcher, Spotify, or wherever you may be accessing this recording. It helps other people discover us. Thanks for listening, and here is Mary Helen McSweeney-Feld
Interview with Chris Koch by Helen Tiffin, 25 Sep 1983
Helen Tiffin interviews Tasmanian author Chris Koch about his work
Beyond the Rockton Window: remembering author and painter Helen Haenke, 19 Mar 2017
A talented artist and writer of poetry, plays and prose, Helen Haenke was an influential figure in Ipswich from the 1940s to 1978. The family's historic house Rockton was her creative sanctuary. The panel discussion around the works and life of Helen Haenke was led by UQ Honorary Senior Research Fellow Bronwen Levy, with Helen's daughter Margot Rayner and local Ipswich resident and drama teacher Helen Pullar. Introdcution by Pro-Vice-Chancellor Professor Alan Rix. UQ Press released an anthology of Helen Haenke's work, Helen Haenke at Rockton - A creative life, which was on sale at the event. This event was supported by Ipswich City Council, University of Queensland Library, Ipswich Poetry Feast and University of Queensland Press
Identifying Fixation and Repression in The Perks of Being a Wallflower the Movie
ABSTRAK Ratnasari, Fadhila Eka. 2015. Identifikasi Bentuk-bentuk Fiksasi dan Represi pada The Perks of Being a Wallflower. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kukuh Prayitno Subagyo, M.A., (II) Muhammad Nasrul Chotib, M. Hum. Kata kunci: fiksasi, represi Freud meyakini bahwa manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan psikoseksual sejak bayi hingga dewasa. Berbagai tahapan tersebut meliputi fase oral, fase anal, fase phallic, faselatensi, dan fase genital. Saat kita gagal melewati salah satu fase, kita akan selamanya melekat pada cirri khas fase tersebut hingga usia dewasa. DalamThe Perks of Being a Wallflower, Charlie, sang tokohutama, mengalami kejadian traumatis berupa kematian Bibi Helen pada fase latensi, yakni di usia 7 tahun. Fase latensi merupakan tahapan keempat tahaptahap perkembangan psikoseksual seorang anak, dimana seorang anak akan mulai menyadari peranannya dalam lingkungan social dan sekolah sebagai lingkungan diluar keluarga inti. Sayangnya, Charlie tidak lolos melewati fase latensi, karena dia mengalami depresi akibat kematian Bibi Helen. Karena tidak lolosnya Charlie dari fase latensi, Charlie mengalami fiksasi sehingga dia bermasalah dalam menjalin interaksi social diluar keluarga intinya. Denga nmenggunakan metode deskriptif kualitatif dan teori psikoanalisis Freud, skripsi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk mekanisme pertahanan, yaitu fiksasi dan represi, yang dapat ditemukan dalam diri Charlie, tokoh utama dalam film The Perks of Being a Wallflower. Menurut teori psikonalisis Freud, mekanisme pertahanan ialah bentuk kinerja mental yang bertujuan untuk menolak masuknya impuls negative kedalam kesadaran. Karena itu, Charlie kemudian membentuk suatu mekanisme pertahanan untuk menjaga agar traumanya tetap berada di bawah kesadaran. Menurut Freud (Alwisol, 2009), jarang ada orang yang memakai hanya satu mekanisme pertahanan. Untuk melindungi diri dari kecemasan, orang bisanya menggunakan lebih dari satu jenis mekanisme pertahanan, baik itu digunakan bersamaan atau bergantian. Diantaranya berbagai bentuk mekanisme pertahanan, Charlie menunjukkan penggunaan represi dan fiksasi dalam menangani ingatannya akan trauma yang dialaminya di masa kecil. Di sisi lain, Charlie mengalami pelecehan seksual dariBibi Helen yang berdampak buruk terhadap perkembangannya di masa kecil. Charlie menganggap Bibi Helen memiliki peranan penting dalam fase latensinya, sehingga dia berusaha merepres memorinya mengenai pelecehan seksual yang dialaminya. Dengan demikian gambaran Bibi Helen di benak sadar Charlie tetaplah berupa sosok yang hangat dan penuh kasih sayang. Berdasarkanan alisis data, peneliti menemukan bahwa sepanjang hidupnya hingga masa remaja, Charlie menunjukkan 2 bentuk mekanisme pertahanan yakni fiksasi dan represi, yang dibuktikan dengan dorongan terbesarnya pada masa remaja, yakni untuk menjalin pertemanan dalam lingkungan sosial. Untuk penelitian selanjutnya, penulis menyarankan agar baik novel maupun film The Perks of Being a Wallflower diteliti dari sudut pandang pembentukan narasi maupun isu relevan lainnya seperti gender, seksualitas, perjuangan kelas, maupun konstruksi identitas. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti bagaimana bentuk tulisan Charlie berkembang sepanjang cerita. Terkait degan isu psikoanalisis, peneliti selanjutnya dapat menjadikan karakter selain Charlie sebagai objek penelitian
Letter from Helen Hopt Kleven, 1945, page 11
Correspondence (page 11 only) from Helen Hopt Kleven regarding attitudes towards resettlement of Japanese Americans to the west coast.The Japanese American Archival Collection documents the people, places, and daily life of Japanese Americans, primarily those who lived in the once thriving community of pre-war Florin in the Sacramento region, as well as the conditions in American incarceration camps during World War II. The approximately 7,000 original items include personal and official letters, photographs, diaries, arts and crafts, newsletters, textiles, camps artifacts, yearbooks and other publications
Evaluation as adventure: taking that risk
Helen Simons traces the values that underpin her preferred methodology of case study and democratic evaluation to the central values she gained from the land of her birth. She looks back to consider what early experiences may have influenced her deep commitment to these values and how they impacted on her professional world as a teacher, a psychologist, and an evaluator. Her interview transcript which was a stimulus for this article is here: http://onlinelibrary.wiley.com/wol1/doi/10.1002/ev.20302/suppinfo. Read only. This should not be used in any form without explicit permission from the author.</p
- …
