1,720,963 research outputs found
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN BARU DENGAN SOFTWARE AUTOCAD LAND DEVELOPMENT (Studi Kasus Ruas Jalan Martapura Lama Km 22,5 – Km 29,3 Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar)
Sistem transportasi perkotaan/ Kabupaten adalah sistem pergerakan manusia dan barang antara satu zona asal dan zona tujuan dalam wilayah Kota/ Kabupaten yang bersangkutan. Pergerakan yang dimaksud dapat dilakukan dengan sumber tenaga dan dilakukan untuk suatu keperluan tertentu. Kota/ Kabupaten yang “baik” dapat ditandai antara lain dengan melihat kondisi transportasinya. Transportasi yang aman dan lancar, selain mencerminkan kelancaran kegiatan perekonomian Kota/ Kabupaten. Perwujudan kegiatan transportasi yang baik adalah bentuk tata jaringan jalan dengan segala kelengkapannya, yakni rambu lalu lintas, lampu lalu lintas, marka jalan, petunjuk jalan, bundaran dan sebagainya. Kecamatan Martapura Barat terletak antara 02°49’55″ – 02°49’55″ Bujur Timur dan 14°30’20″ – 115°35’37″ Lintang Selatan. Kecamatan Martapura Barat sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Astambul, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Martapura Timur, sebelah selatan berbatasan dengan Kota Banjarbaru, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sungai Tabuk. Kecamatan Martapura Barat dengan luas wilayah 149,38 Km², yang terbagi atas 13 Desa dengan jumlah penduduk 18.247 jiwa (Sumber: BPS Kabupaten Banjar, Tahun 2017). Perencanaan geometrik jalan ini menggunakan metode Survey Topografi secara langsung dilapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan jalan aman dan nyaman untuk digunakan sesuai dengan fungsinya agar tidak ada hambatan atau pengaruh untuk pengunanya. Oleh karena itu, penulis bermaksud mengangkat permasalahan tersebut sebagai topik bahasan dengan judul “Pemanfaatan Perangkat Lunak AutoCad pada Perencanaan Geometrik Jalan Baru Pada Ruas Jalan Martapura Lama Dari Km 22,5 – Km 29,3 Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar”
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENYULUHAN CARA PENANGANAN KERUSAKAN JALAN BERBAHAN PEREKAT ASPAL PADA JALAN LINGKUNGAN DENGAN PENGELOLAAN PENGURUS RUKUN TETANGGA DI KOTA BANJARMASIN
Sarana jalan lingkungan adalah merupakan hal yang sangat vital dalam suatu pemukiman perumahan bila jalan lingkungan mengalami kerusakan maka akan mengurangi rasa kenyamanan dalam melakukan perjalanan. Pembangunan jalan lingkungan pemukiman adalah kewajiban pemerintah untuk melaksanakannya baik pemerintah tingkat Provinsi maupun tingkat kota atau Kabupaten, namun kerusakan jalan lingkungan pemukiman sering terjadi dari akibat kondisi pondasi jalannya yang tidak stabil, juga oleh beban kendaraan yang melewati melebihi daya tahan jalan; ada beberapa macam bentuk kerusakan jalan seperti terkelupas permukaannya sehingga terjadi lubang juga terjadi ambelas pada bagian jalan. Kerusakan jalan ini bila lambat diperbaiki akan bertambah parah apalagi pada musim penghujan lubang jalan akan terendam air dan oleh ban kendaraan ditekan dan terus ditekan sehingga kerusakan bertambah parah, sedangkan pemerintah mempunyai jadwal waktu untuk memperbaiki kerusakan tersebut juga pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan atau rehabilitasi jalan lingkungan yang lain yang masuk dalam skala prioritasnya. Maka masyarakat perlu mengambil inisiatif sendiri untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan jalan tersebut secara swakelola, mandiri dengan berpatokan kepada kemudahan pengerjaan perbaikan, mudah juga dalam mendapatkan bahan bangunannya. Metode pelaksanaannya yaitu dengan cara penyuluhan terhadap ketua rukun tetangga, tokoh masyarakat dengan mengambil tempat di ruang pertemuan, dijelaskan cara penanganan perbaikan pada macam-macam kerusakan itu dan diberikan modul atau makalah petunjuk dengan disertai foto material, foto alat kerja dan foto cara pelaksanaan hasil dari penyuluhan ini ternyata sangat baik didengar dari komentar beberapa peserta yang mengikuti, mereka sangat mengerti cara melaksanakannya dan juga memahami bahwa bahan dan alat yang digunakan mudah didapat di toko bahan bangunan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
ANALISIS HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN ARUS LALU LINTAS DENGAN MEMBANDINGKAN METODE GREENSHIELD DAN METODE GREENBERG (Studi Empiris Ruas Jalan Ahmad Yani Km 37 Kota Banjarbaru)
Jalan Ahmad Yani adalah jalan utama yang menjadi akses penghubung antar kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam hal ini perlu dilakukan analisis hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model yang tepat dengan ruas jalan Ahmad Yani Km. 37 berdasarkan Model Greenshields dan Model Greenberg. Hasil analisis arah Banjarbaru menuju Martapura menggunakan Metode Greenshield diperoleh Qmaks = 1811,03smp/jam, Vm = 27,86 km/jam, dan D = 65,00 smp/km. Sedangkan menggunakan Metode Greensberg diperoleh Qmaks = 2686,34 smp/jam, Vm = 15,00 km/jam, dan D = 200 smp/km. Arah Martapura menuju Banjarbaru menggunakan Metode Greenshield diperoleh Qmaks=1817,05 smp/jam, Vm = 30 km/jam, dan D = 65,00 smp/km. sedangkan menggunakan Metode Greensberg diperoleh Qmaks = 2326,65 smp/jam, Vm = 18,61 km/jam, dan D sebesar 125smp/km. Metode yang tepat adalah Metode Greenshields dengan nilai koefisien determinasi R =0,892. Tingkat pelayanan yang didapat pada ruas jalan tersebut berada pada level
KAJIAN KINERJA JALAN ADHYAKSA KOTA BANJARMASIN
Sebagai Kota Metropolitan yang ke Sembilan, Banjarmasin mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi yang cukup pesat, maka seiring dengan hal tersebut Pemerintah Kota Banjarmasin merasa perlu untuk meningkatkan pelayanan bidang transportasi melalui kebijakannya dan menciptakan Kota Banjarmasin yang indah dan nyaman, dalam rangka mendukung fungsi kota sebagai pusat jasa dan bisnis dengan aktifitas perekonomian yang melayani sebagian regional wilayah kalimantan pada dua provinsi lainnya (Kaltim dan Kalteng). Jalan perlu dikembangkan sehingga dapat menjamin tersalurnya hasil produksi dari pusat-pusat produksi keluar wilayah melalui simpul-simpul distribusi utama. Kelengkapan jaringan jalan dalam arti khusus terbentuknya suatu jaringan secara hirarki baik arteri, kolektor maupun lokal lengkap dengan sistem yang teratur dengan baik merupakan syarat utama untuk mencapai efisiensi transportasi jalan raya. Ada satu genarator kuat di Jalan Adhyaksa yaitu kampus UNISKA MAB sebagai daya bangkit-tarik transportasi berupa roda dua dan roda empat. Sehingga pada waktu-waktu tertentu bisa terjadi penumpukan atau kemacetan akibat hambatan samping (kondisi parkir) dan pembuatan sistem satu arah jalur menuju Jalan Brigjen H.Hasan Basri dari Jalan Sultan Adam, Jalan Cemara Raya dan Jalan Cemara Ujung sehingga menambah beban lalu lintas Jalan Adhyaksa. Metodologi penelitian menggunakan penelitian deskriptif-kuantitatif yaitu melakukan survei volume lalu-lintas, kapasitas dan mengolah data volume lalu-lintas dengan microsoft excel untuk mendapatkan perhitungan Level of Service (LOS) atau Tingkat Pelayanan Ruas Jalan Adhyaksa berdasarkan MKJI 1997. LOS sebagai ukuran dari kinerja ruas jalan Adhyaksa
- …
