1,721,016 research outputs found
PERBEDAAN ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITY SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PERISTIWA REVERSE SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA
Reverse split merupakan satu tindakan perusahaan penerbit saham
(emiten) untuk meningkatkan harga sahamnya dengan cara mengurangi volume
saham yang beredar. Misalnya reverse split dilakukan dengan split ratio 3:1,
berarti satu lembar saham baru akan ditukar dengan 3 lembar saham lama dengan
harga tiga kali lebih tinggi dari harga saham lama. (Martell dan Webb, 2005)
Hal yang mendorong penelitian ini adalah kesimpulan yang dihasilkan
peneliti sebelumnya berbeda-beda dan merupakan tindak lanjut dari penelitian di
Indonesia sebelumnya. Di samping itu juga perusahaan yang melakukan reverse
split belum banyak. Hal ini ditandai dengan selama periode 2001-2011 tercatat 23
emiten yang melakukan reverse split dari total 450 emiten yang tercatat di Bursa
Efek Indonesia (BEI), jadi hanya 5,1 % saja perusahaan yang melakukan reverse
split di BEI. Hal ini akan terlihat kontras jika dibandingkan dengan jumlah
perusahaan yang melakukan aksi untuk meningkatkan kinerja saham (corporate
action) lainya, misalnya aksi stock split. Dalam periode yang sama tercatat 44
emiten yang melakukan stock split (Pemecahan saham) di BEI.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Perbedaan abnormal
return sebelum dan sesudah perusahaan melakukan reverse split; (2). Perbedaan
Trading Volume Activity saham sebelum dan sesudah.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh emiten yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia. Sampel penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling
yaitu emiten yang melakukan reverse split pada periode 2001-2011. Uji hipotesis
dilakukan dengan cara menguji perbedaan Average Abnormal Return (AAR) dan
Average Trading Volume Activity sebelum dan susudah peristiwa reverse split
dangan menggunakan alat uji statistik paired samples t-test dengan tingkat
signifikansi 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan : (1). Berdasarkan hasil uji dengan paired
samples t-test diketahui bahwa nilai probabilitas pada significance 2-tailed 0,107
PERBEDAAN ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITY SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH REVERSE SPLIT
ABSTRACT. This study aims to determine: (1). Abnormal return
difference before and after the company do a reverse split, (2). Differences Trading Volume Activity of shares before and after reverse split. Data collection methods used in this study is the documentation. This study population is all issuers listed on the Indonesia Stock Exchange. Study sample was taken by purposive sampling method that
is the issuer to do a reverse split in the period 20012011.
Hypothesis testing is done by testing the difference Average Abnormal Return (AAR) and the Average Trading Volume Activity before and after reverse split view events using the ttest (paired samples ttest) with a significance level of 5%. The results showed: (1). Based on the paired
samples ttest results shown that the probability value in significance 2tailed is 0,107. So the value of probability > 0,05, then the null hypothesis (Ho) accepted and the alternative hypothesis (Ha) is rejected. This means that statistically there was no difference in abnormal returns before and after the company did a reverse split, in
other words, events do not have a reverse split that affects the information content of abnormal return, (2). Based on the paired sample ttest results, it is known that the probability value in significance 2tailed
is 0,002. So the value of probability < 0,05, then the
null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) accepted. This means that, statistically there are the difference trading volume activity before and after the date of the reverse split event
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE INDEX KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN PUBLIK DI BEI PERIODE 2011-2015
Good Corporate Governance (GCG) merupakan tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara berbagai pihak dalam perusahaan yang menentukan arah dan kinerja perusahaan. Isu mengenai Good Corporate Governance (GCG) mulai menjadi pembahasan yang penting di Indonesia sejak adanya krisis ekonomi, yaitu pada tahun 1997 silam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh corporate governance index, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional terhadap biaya modal perusahaan.
Dalam penelitian ini indikator yang dipakai dalam mekanisme Good Corporate Governance terdiri dari : corporate governance index, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap struktur modal perusahaan yang diukur dengan Debt Of Equity Ratio (DER). Sampel penelitian ini adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2015. Pada penelitian ini data tahun 2014 tidak digunakan karena adanya keterbatasan data skor corporate governance index yang tersedia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linear berganda, karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk menentukan sampel digunakan metode pengambilan sampel Purposive Sampling. Dari hasil metode tersebut maka didapat sebanyak 8 perusahaan publik yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini.
Dari hasil pengujian hipotesis, menunjukan hasil bahwa corporate governance index tidak berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Pada variabel kepemilikan manajerial didapatkan hasil bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Terakhir variabel kepemilikan institusional menunjukan hasil tidak berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.
Kata kunci : Corporate Governance Index,Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal (DER)
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH IPO PADA PERUSAHAAN LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI
Initial Public Offering (IPO) sebagai kegiatan penawaran efek yang
dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara
yang diatur dalam undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Adapun yang
dimaksud sebagai efek adalah surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, dan kontrak berjangka atas
efek.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kinerja keuangan pada
perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO).. Metode pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yakni perusahaan Lembaga
keuangan dan perbankan yang melalukan IPO pada tahun 2009-2013. Analisis data
menggunakan uji beda. Dalam penelitian ini juga menguji normalitas data sebagai
syarat data yang digunakan.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa : (1) Ada perbedaan likuiditas
perusahaan dari rasio LAR antara sebelum dan sesudah IPO, sementara pada rasio
LDR tidak terjadi perbedaan; (2) TIdak ada perbedaan profitabilitas perusahaan dari
rasio BOPO dan NPM antara sebelum dan seudah melalukan IPO dan (3) TIdak ada
perbedaan solvabilitas perusahaan dari rasio DR dan DER antara sebelum dan
seudah melalukan IPO
Beberapa saran yang dapat diberikan adalah: (1) Walaupun pada penelitian
ini event IPO tidak berdampak pada kinerja keuangan secara umum, namun event
IPO memberikan bukti bahwa perusahaan memiliki kebutuhan dana pihak ketiga
dalam kegiatan usahanya. Hal ini tentu saja harus diamati secara cermat, untuk
menilai perusahaan Lembaga keuangan dan perbankan yang layak untuk keputusan
xi
xii
investasi dan (2) Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan sampel yang lebih
besar dan periode pengamatan yang lebih panjang, sehingga perbedaan kinerja
keuangan dapat diketahui lebih akurat.
Kata Kunci: Perbedaan Kinerja Keuanga
ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH RIGHT ISSUE PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Pada era perdagangan bebas saat ini, perusahaan-perusahaan dalam negeri
dituntut untuk melakukan efisiensi dan perbaikan di semua bidang dalam upaya untuk
tetap menjalankan bisnis yang dikelolanya agar dapat bersaing dengan perusahaan�perusahaan asing. Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh perusahaan untuk
meningkatkan laba dan ingin mendapatkan tambahan dana adalah dengan berinvestasi
(menanamkan modal) pada pasar modal. Apabila perusahaan ingin mendapatkan
meningkatkan laba dan ingin mendapatkan tambahan dana perusahaan dapat
melakukan penawaran saham kembali kepada investor, baik melalui penawaran
umum maupun penawaran terbatas. Penawaran terbatas sering disebut dengan right
issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui apakah ada perbedaan return saham sebelum dan sesudah
pengumuman right issue pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia yang melakukan pengumuman right issue pada tahun 2013
sampai tahun 2016, dengan sampel sebanyak 12 perusahaan perbankan dan 20 data
yang digunakan karena terdapat beberapa perusahaan yang melakukan right issue
lebih dari satu kali. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga
penutupan saham harian. Jangka waktu periode penelitian yang ditetapkan yaitu 10
hari mampu mencerminkan keadaan pasar yang bereaksi berdasarkan adanya
kandungan informasi dari pengumuman tersebut. reaksi pasar ditunjukan dengan
adanya perubahan harga dan return saham.. Metode pengambilan sampel adalah
metode sensus yaitu seluruh anggota populasi penelitian dijadikan sampel penelitian.
Penelitian ini merupakan event study. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji beda
paired sample t-test karena data terdistribusi normal.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan return saham
sebelum dan sesudah pengumuman right issue pada perusahaan perbankan di BEI.
Hal ini juga ditunjukan dengan adanya perubahan harga saham dan return saham
sesudah pengumuman right issue. Rata-rata harga saham sebelum pengumuman right
issue sebesar 618,38 dan mengalami penurunan sesudah pengumuman right issue
iii
sebesar 585,82. Sedangkan rata-rata return saham sebelum pengumuman rigth issue
sebesar 0,00334 dan mengalami penurunan sesudah pengumuman right issue sebesar
-0,01382.
Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan
return saham sebelum dan sesudah melakukan right issue pada perusahaan perbankan
di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2016. Jika terdapat perbedaan harga saham
dan return saham sebelum dan sesudah right issue maka pasar akan bereaksi dan
terdapat kandungan informasi dalam pengumuman right issue.
Kata kunci: Return saham, Right issue dan Harga saha
PERANAN KESEMPATAN INVESTASI DALAM MENENTUKAN DIVIDEND PAYOUT RATIO DAN FINANCIAL LEVERAGE(Pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta)
Perusahaan otomotif merupakan perusahaan yang bersifat padat modal yang artinya perusahaan melakukan pemanfaatan ketersediaan modal dalam jumlah yang besar. Dalam memanfaatkan modal yang ada maka perusahaan akan melakukan investasi dengan melihat terlebih dahulu kesempatan investasi yang ada. Dengan melakukan investasi, maka hal ini tentu saja dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan otomotif itu sendiri seperti kebijakan dividen dan keputusan pendanaan (financial leverage).
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk menguji secara empiris pengaruh kesempatan investasi terhadap dividend payout ratio dan
financial leverage pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEJ, (2) untuk mengetahui pengaruh likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel
kontrol terhadap dividend payout ratio dan financial leverage pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEJ.
Sampel yang digunakan adalah perusahaan otomotif yang terdaftar di BEJ periode 1993-2002. Dari hasil penelitian terdapat 9 perusahaan selama sepuluh tahun
dengan total observasi sebanyak 90 observasi dan data terlebih dahulu harus melalui uji normalitas. Alat analisis yang digunakan adalah canonical correlation.
Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa kesempatan investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, hasil ini sesuai
dengan penelitian Yuniningsih (2002). Kesempatan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial leverage, hasil ini sesuai dengan penelitian Wibowo dan
Erkaningrum (2002)
PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM BLUE CHIPS
This study analyzes the profitability ratios that affect the company’s stock
price in Indonesia Stock Exchange. Samples taken in the company’s research is an
active BLUE CHIPS companles traded on the Indonesia stock Exchange and they
have published their financial statements 2009-2011 the method used was purposive
sampling method, multi-linear regression dioah using SPSS version 14.0.
Dependent variable of this study is the stock price, while the independent
variable is Return On Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio
(PER), and Earning Per Share (EPS). The study shows that all the independent
variables of Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA), Price Earning Ratio
(PER) and Earning Per Share (EPS) significantly affect stock prices. The effect of
independent variables (ROE, ROA, PER, EPS) to the dependent variable (stock
price) is for 55.6
PENGARUH TINGKAT INFLASI, SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA (SBI) DAN NILAI KURS DOLLAR AS (USD) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA
The aim of the research is to detect whether inflation rate bank Indonesia, BI interest rate and
dollar exchange rate influence with simultaneously and partialhy toward IHSG in Indonesian
stock exchange and from the three variable, which one has the most influence to IHSG. The
kind of the research are explanatory researches. Is research was Quantitatif data obtaind from
secondary data indirectly or from information in www.idx.co.id and www.bi.go.id are IHSG,
inflation, SBI’s rate and USD with a month term periode begin from January 2007 -desember
2011. The cumulation technique date in this research is documentation, whereas analyze
technicque used is multiple regressions. The result of the research shows that : first, inflation
rate, interest rate SBI and dollar exchange rate value AS influence simultaneously toward
IHSG in BEI. Second, the three variables toward IHSG are inflation 0,083, inters rate BI -
0,617 and dollar exhange rate value AS -0,182 influence with other variable which is not
entry in regretion model. Third, inflantions rate influenci positive, BI’rate and USD influence
negative toward IHSG in Indonesian stock exchange
ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN SHARE BUY BACK PT. MEDIA NUSANTARA CITRA TBK.
Share buy back merupakan transaksi dimana perusahaan membeli sahamnya kembali sehingga dapat menurunkan jumlah saham yang beredar, meningkatkan laba per lembar saham, dan menaikkan harga saham dan return bagi para investor. Pengumuman share buy back ini dapat memberikan dampak positif bahwa perusahaan memiliki tingkat profabilitas yang bagus. Hal ini membuat para investor menilai perusahaan memiliki prospek bagus di masa datang sehingga akibat adanya pengumuman ini maka harga saham akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham. Peristiwa buy back merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi naik turunnya harga saham perusahaan terkait. Ketika transaksi buy back dipandang sebagai suatu sinyal informasi menguntungkan bagi pihak pemegang saham, maka peristiwa tersebut akan dipandang sebagai momen yang baik dalam berspekulasi. Dengan memperlihatkan adanya signal positif ini maka perbedaan rata-rata return yang diperoleh sebelum dan sesudah pengumuman share buy back dapat mengalami perubahan. Ini menunjukkan bahwa pengumuman share buy back pada perusahaan terkait dapat memberikan return yang lebih baik dari pada sebelum adanya pengumuman share buy back. Salah satu perusahaan yang melakukan share buy back adalah PT. Media Nusantara Citra Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan return saham yang dialami PT. Media Nusantara Citra Tbk sebelum dan sesudah dikeluarkannya pengumuman share buy back. Penelitian ini merupakan penelitian event study, yaitu penelitian yang mempelajari reaksi pasar yang terjadi terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Dalam penelitian ini jendela peristiwa yang terjadi yaitu 10 hari sebelum terjadinya share buy back dan 10 hari setelah terjadinya share buy back dengan event date penelitian pada tanggal 13 November 2013. Data yang digunakan berupa data sekunder. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Paired Sample T-Test dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Hasil penelitian terhadap return saham perusahaan sebelum dan sesudah tterjadinya share buy back menunjukkan angka propabilitas dalam penelitian ini sebesar 0,026 yang berarti angka ini lebih kecil dari angka 0,05 yang berarti Hi diterima. Keadaan ini menunjukkan bahwa secara pengujian statistik terdapat perbedaan yang signifikan terhadap return saham sebelum dan sesudah share buy back berlangsung
ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI BENGKULU STUDI KASUS PADA PT. BPR MAROBA ITE DAN PT. BPRS SAFIR
Industri perbankan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting, salah
satunya menjaga kestabilan moneter yang di sebabkan atas kebijakannya terhadap
simpanan masyarakat serta sebagai lalu lintas pembayaran.
Bisnis dibidang bank perkreditan rakyat (BPR) mempunyai kekuatan yang lebih
besar dibandingkan perbankkan umum, bank jenis ini mempunyai kedekatan
dengan para pelaku usaha. Provinsi Bengkulu berpotensi besar untuk
pengembangan usaha bisnis perbankan yakni bank perkreditan rakyat karena
bisnis sektor itu mempunyai kekuatan dan kemudahan akses bagi pelaku usaha.
BPR telah memiliki pangsa pasar yaitu segmen pelaku usaha mikro, sementara
selama ini elemen itu belum tersentu bank umum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja
keuangan antara BPR Konvensional dan BPR Syariah bila dilihat dari indikator
permodalan yang diukur dengan CAR, kualitas aset yang diukur dengan NPL,
manajemen dengan NPM, rentabilitas dengan ROA dan BOPO, serta likuiditas
dengan LDR.
Sampel pada penelitian ini terdiri dari 2 jenis BPR, yaitu Konvensional dan
Syariah. BPR Konvensional diwakili oleh PT. BPR Maroba Ite, sedangkan untuk
BPR Syariah oleh PT. BPRs Safir. Sumber data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari publikasi dan dokumentasi
PT. BPR Konvensional Maroba Ite yang tercatat di laporan keuangan yang
dipublikasikan, dan laporan keuangan BPR Syariah yang diambil langsung dari
kantor PT. BPRS Safir Bengklu, yang dianalisis berdasarkan data historis dari
tahun 2008-2010.
Dari keseluruhan uji yang telah dilakukan melalui uji rasio dan uji statistik dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikant antara kinerja
keuangan BPR Maroba Ite dengan BPRS Safir pada indikator-indikator rasio
keuangan yang diwakili oleh CAR, dan BOPO. Sedangkan pada indikator rasio
keuangan yang diwakili oleh NPL, NPM, ROA, dan LDR terdapat perbedaan
yang signifikant antara BPR Maroba Ite dibandingkan dengan BPRS Safir.
xi
Saran yang dapat diberikan pada BPR khususnya BPRS Safir adalah untuk lebih
memperbaiki kinerjanya terutama pada rasio yang mengalami penurunan kinerja
selama tiga tahun terakhir. Sedangkan saran untuk peneliti selanjutnya adalah
untuk menambah rasio atau menggunakan rasio-rasio lainnya dalam CAMEL.
Juga bisa dengan menambahkan kelompok sampel dan periode penelitian
- …
