1,720,980 research outputs found
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI INTEGRITAS DAN IDENTITAS NASIONAL DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN
Nilai-nilai integritas dan identitas nasional Indonesia dewasa ini mengalami tantangan yang berat baik dari pengaruh eksternal maupun internal, dan nilai -nilai tersebut cenderung mengalami erosi dan degradasi. Dalam konteks seperti ini, dunia pendidikan, termasuk para pendidik memiliki peran strategis dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan nilai-nilai integritas dan identitas nasional, karena pendidikan memiliki fungsi enkulturasi dan sosialisasi nilai kepada peserta didik agar mampu membangun dirinya dan bersama-sama dengan lingkungannya membangun masyarakat dan bangsa. Untuk itu perlu dikembangkan paradigma baru pendidikan yang dapat menjaga nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik, dan dalam hubungannya dengan guru, maka diperlukan guru-guru yang profesional dan mempunyai kompetensi yang komprehensif
Strategi Pembelajaran Pendidikan Moral pada Era Teknologi Informasi
In line with the recent rapid progress of the information technology, the strategy of teaching Moral Education in Indonesia should be consequently changed traditional, normative, and indoctrinative to more communicative, persuasive, and democratic way. This alternative strategy basically suggests four tips i.e. meaningfulness in application of knowledge, appreciation on learners, learning activity in real context, and taking focus on the process. This strategy enables learners to learn democratically which then results in their attitudes individual and socia
MODEL STRATEGI PEMBELAJARAN BUDI PEKERTI DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
The study tries to identify the difficulties and weaknesses surfacing in moral education and assess the need for and the possibility of the implementation of constructivist teaching approaches in moral education. Using a qualitative design, specifically, grounded theory, data were collected through observations, in-depth interviews, and focused group discussions from the subjects which were selected using snow-ball technique within the setting of Madiun Municipality. The data were analyzed using an interactive data analysis model. The results show that there have been serious weaknesses and difficulties in moral education brought about by internal and external factors. While the former includes those residing in the teachers (e.g., lack of innovations), school system and facilities, curriculum, and teaching-learning process, the latter encompasses such factors as limited support from the (local) government, school committee, and students’ parents, and the socio-culture of the society. This study also reveals the need for the implementation of alternative instructional strategies. In this regard, the study proposes the use of constructivist paradigm in moral education
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial dengan menggunakan permainan tradisional congklak pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakanpenelitian tindakan kelas dengan dengan 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV B SDN 03 Nambangan KidulKota Madiun yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional congklak pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas IV B SDN 03 Nambangan Kidul Kota Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan pada siklus I yaitu 7 siswa yang memperoleh kriteria sangat baik dan baik (kriteria penelitian) mencapai 33,3% dengan rata-rata kriteria cukup. Pada siklus II yaitu 17 siswa yang memperoleh kriteria sangat baik dan baik (kriteria penelitian) mencapai 81% dengan rata-rata kriteria baik. Selain itu, hasil nilai siswa juga mengalami peningkatan pada siklus I yaitu rata-rata kelas 72,4 dengan kriteria cukup (66,7%) dengan jumlah 14 siswa. Pada siklus 2 yaitu rata-rata kelas 82,4 dengan kriteria baik (85,7%) dengan jumlah 18 siswa. Hasil nilai siswa pada siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan dengan siswa yang sudahtuntas mencapai ≥ 80% dari jumlah seluruh siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional congklak pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas IV B SDN 03 Nambangan Kidul Kota Madiun
Pengembangan Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) Sebagai Destinasi Wisata Di Kabupaten Ngawi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) sebagai destinasi wisata di Kabupaten Ngawi. Lokasi penelitian ini berada di Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) dan sekitarnya Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpul data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data adalah triangulasi sumber. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Hubbermain. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Benteng Van Den Bosch merupakan salah satu jejak peninggalan Kolonialisme Belanda di Kabupaten Ngawi. Benteng Van Den Bosch dibangun pada tahun 1839-1845 dibawah pimpinan Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada waktu menjajah daerah Ngawi. Benteng Van Den Bosch ini sering disebut dengan sebutan Benteng Pendem. Hal ini dikarenakan bangunan Benteng Van Den Bosch dikelilingi gundukan tanah yang tingginya hampir sampai menutupi bangunan. Benteng Van Den Bosch dibangun dengan tujuan untuk menguasai jalur transportasi air Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, serta untuk menghambat serangan lanjutan dari perang Diponegoro. Setelah Indonesia merdeka Benteng Van Den Bosch ditempati dan dikelola oleh satuan Yon Armed Kostrad 12 Ngawi sampai saat ini. Dengan kebijakan pimpinan, setelah lebaran tahun 2011 diadakanlah kerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk membuka Benteng Van Den Bosch ini sebagai sarana wisata edukasi. Rencana ke depan Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) ini akan dijadikan sebagai tempat pariwisata, karena sudah masuk event Nasional dan satu-satunya yang ada di Jawa Timur.Tahap pengembangan yang lain terlihat dari berbagai event-event Pemerintah Kabupaten Ngawi ataupun dari pihak luar menggunakan Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) sebagai tempat pelaksanaannya seperti: pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi, road race dari berbagai daerah seluruh Indonesia, sebagai tempat favorit untuk berbagai event pemotretan serta diharapkan Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) bisa menunjang Tahun Kunjungan Wisata 2017 kota Ngawi
The Developmental History of Ponorogo Batik Motif and Its Educational Values
The research discusses the development history of Ponorogo batik motif in Ponorogo Regency 2007-2014 and its Educational Values. Ponorogo is one area which is growing in batik motif that has general motive called Reog Ponorogo motive. The development of batik in Ponorogo had decreased and 2007 was a year that was resurrection of batik Ponorogo pioneered by batik artisans. The method used in this research is the method of historical research. The results showed that batik Ponorogo begins with the temporary extinction of batik Ponorogo around 1960 which is caused by the emergence of printing of batik (print screen printing batik),batik Ponorogo has 17 patterns that are most influenced by history or the icon Ponorogo regency, and the development of batik Ponorogo motive that was experiencing growth from 2007 to 2009 that has seven classical motives then the development of contemphorery in 2009 and 2013 had five contemporary motives thenThe developments in 2014 that the government arranged a contest batik Ponorogo design batik produced five batik Ponorogo motive
Analisis Risiko K3 Menggunakan Metode HIRADC dengan Pendekatan What-If Analysis pada Pekerjaan Blasting dan Painting di PT XYZ
Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect of the oil and gas industry due to the high potential for hazards arising from unsafe actions and unsafe conditions. This study aims to analyze OHS risks in blasting and painting activities at PT XYZ. The methods employed include HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) for hazard identification, and the What-If Analysis approach to evaluate various risk scenarios. Data were collected through field observations, interviews, questionnaires, and a review of company documents. The findings identified 30 potential hazards across four main activities, all of which were classified as having a moderate risk level. Following the implementation of risk control measures, all identified hazards were successfully reduced to low to moderate risk levels. These findings highlight the importance of continuous OHS system implementation to ensure workplace safety and operational sustainabilit
Analisis Paparan Bahaya pada Operasional Work Over dan Well Services pada Sumur X Menggunakan Metode HIRADC
Operational work activities of Work Over and Well Service in oil and gas companies are carried out to maintain optimal wells, this work is not free from high hazard exposure that can pose a risk to workers. Therefore, handling is needed to reduce exposure to hazards. This study aims to identify, assess, and provide control solutions to hazards in Work Over and Well Service operations in oil and gas drilling wells. Therefore, the Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) method is used. To achieve the study's objectives, data collection was carried out using observation and interview methods. The results of this study obtained 37 hazard findings with 27 values at the High risk level, and 10 values at the moderate risk level in 15 Work Over and Well Service work activities. Then the control determination is given based on the control hierarchy, namely elimination, substitution, engineering, administration, and personal protective equipment so that all risk levels drop to low
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Masa Pandemi Covid-19 pada Siswa Kelas V SDN Rejomulyo 1
: Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan dan menjelaskan Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas V SDN Rejomulyo 1. (2) Mendeskripsikan dan menjelaskan kendala yang dihadapi dalam Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas V SDN Rejomulyo 1. (3) Mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas V SDN Rejomulyo 1. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Rejomulyo 1 menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul berupa kata-kata dianalisis dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan HOTS dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMPN 3 Pulung
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan HOTS dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMPN 3 Pulung dengan menggunakan model discovery learning. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Jenis peneltian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) . Subyek peneltian ini adalah siswa kelas VIIIB SMPN 3 Pulung. Teknik pengumpulan data pada peneltian ini menggunakan lembar observasi, lembar tes dan dokumentasi. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu teknik analisa kualitatif . Adapun hasil penelitian sebagai berikut : 1) Kualitas pembelajaran menggunakan Discovery Learning secara berturut turut dari siklus 1 dan siklus 2 adalah 76,19 dan 90,48; 2) Sedangkan kemampuan HOTS pada prasiklus 16%, siklus 1 dan siklus 2 secara berturut turut yaitu 28 % dan 72 %. Hal ini sudah diatas target dari penelitian yaitu ≥ 50% dan 3) Ketuntasan hasil belajar IPS pada prasiklus 20% sedangkan pada siklus 1 dan siklus 2 yaitu 52% dan 80%. Dari hasil penelitian untuk ketuntasan belajar sudah diatas indicator keberhasilan yaitu 75 % sehingga penelitian ini cukup sampai dua sklus
- …
