2 research outputs found

    Tarling Sebagai Teater Daerah Indramayu Dalam Kajian Unsur-Unsur Penyajiannya

    No full text
    Kelompok tarling Endang Dharma adalah salah satu kelompok yang mencoba produktif dan tetap mempertahankan keasliannya dalam penyajian drama tarling, meskipun dalarn penyajian pembuka sudah menggunakan lagu dangdut. Keberadaan kesenian tarling sudah mulai bergeser tersaingi oleh kesenian modern juga media elektronik. Untuk melestarikan dan mengembangkan perlu dikenal lebih jauh pendukung pementasan drama terutama lakon yang digarap bersama tidak hanya bahwa pemimpin kelompok yang harus menggarap. Demikian juga dalam pembuatan lakon yang disusun secara tutur tanpa mengenal adanya tulis-menulis. Sungguhpun alat musik dan panggung sudah termasuk pengaruh modern. karena gitar yang dipergunakan adalah gitar elektrik. alat pengeras Suara yang stereo dan panggung yang besar dan modem, tarling Endang Dhanna tetap mempetahankan drama tarling dalarn bentuk teater rakyat

    JELAJAH KULINER KASUMEDANGAN BERBASIS TRADISI KELOKALAN DALAM BINGKAI SENI FOTOGRAFI DOKU

    No full text
    Tulisan ini merupakan deskripsi dari hasil penelusuran momen-momen kreatif darisejumlah jenis makanan tradisional yang khas dan unik di tatar budaya Sumedang(Kasumedangan) dalam bentuk riset dan dokumentasi fotografi. Penelitian dankekaryaan ini mengangkat lima kuliner khas Kasumedangan yaitu Tahu Sumedang,Hui Cilembu, Oncom Pasir Reungit, Sampeu Wedang dan Keremes Rancakalong.Deskripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengangkat isubudaya yang hadir dalam bentuk sajian karya fotografi. Penyajian karya fotografidoaumenter tersebut, tidak hanya sekedar menyuguhkan tampilan garmbar hasilkarya fotografi, melainkan menyajikan pula deskripsi kekaryaan yang memuataspek nilai, sejarah, fungsi dan maknanya. Melalui sajian bentuk-bnetuk kulinertersebut pada dasarnya merepresentasikan kekayaan ragam kearifan lokalberkaitan dengan aktivitas sosial dan ekonomi, sekaligus sebagai upayamelestarikan tradisi budaya masyarakat Sunda. Setiap kuliner menunjukkanadaptasi ekologis, kreativitas dalam pengolahan pangan, dan makna sosial yangberakar pada filosofi Sunda. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa kulinerKasumedangan tidak hanya terkait cita rasa kekhasanya saja, melainkan sebagaibentuk harmoni nilai budaya dengan nilai estetik sehingga berdampak terhadap nilaiekonomis berbasis tradisi setempat. Dengan dan tampilan estetiknya, tetapi jugaberfungsi sebagai identitas budaya suatu mayarakat.Kata Kunci: Kuliner Kasumedangan, fotografi documenter, Representasi Estetikkearifan lokal
    corecore