1,720,956 research outputs found
Analisis nilai-nilai pendidikan multikultural dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK/MA/MAK terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah buku ajar yang disusun dengan menggunakan kurikulum 2013. Adanya kompetensi inti pengembangan spiritual (KI-1) dan kompetensi inti pengembangan sikap sosial (KI-2) menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bukan hanya bertujuan untuk penanaman nilai-nilai agama saja, melainkan adanya pembentukan moralitas. Selanjutnya, berpijak dari empat pilar yang harus dipenuhi oleh Pendidikan Agama Islam sebagaimana yang dicetuskan oleh UNESCO yang mengarahkan pembelajaran yang bermuara pada Learning to live together (menghormati dan menghargai dengan sesama pemeluk dan berbeda agama). Pendidikan multikultural adalah konsep yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan multikultural dalam Buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Reseach) dengan teknik analisis isi yang menggunakan metode hermeneutika. Sumber data primer penelitian ini adalah Buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdiri dari: Buku Kelas X, XI, dan XII. Adapun sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku dan jurnal penelitian yang berkaitan dengan pendidikan multikultural.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai multikultural dalam Buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diperoleh melalui analisis redaksi bahasa, analisis gambar-gambar, dan analisis ayat Alquran dan Hadis yang dimuat dalam Buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, yaitu; nilai humanisme atau kemanusiaan, nilai pluralisme, nilai keadilan (al-‘Adālah), nilai kesamaan (as-Śāwiyah), dan nilai toleransi (at-Tasāmuh)
Improving the Learning Outcomes of Islamic Education Students with the Mnemonic Method Using Short Card Media at SD Negeri 084086 Sibolga
This study aims to improve student learning outcomes in Islamic religious education learning using mnemonic. This study is a classroom action research that uses four steps, namely planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were elementary school students. The data for this study were obtained using test and observation techniques. Tests are used to measure learning outcomes and observations are used to analyze teacher and student learning activities. The data analysis technique used in this study is descriptive statistics by comparing the results obtained with indicators of research success. The results of the study indicate that mnemonic can improve student learning outcomes in Islamic religious education learning. This can be seen from the increase in the percentage of student learning completion in each cycle with details of the pre-cycle 40.19%, the first cycle 69.37% and in the second cycle increased to 85.72%. Thus, the use of mnemonic can be used as an alternative to improve student learning outcomes in Islamic religious education learning
Aktualisasi pendidikan akhlak terhadap anak (telaah buku Akhlak Anak Tuntunan Lengkap Anak dalam Berakhlak karangan Asep Hikmatillah & Ahmad Zakky)
Buku Akhlak Anak Tuntunan Lengkap Anak dalam Berakhlak Karangan Asep Hikmatillah & Ahmad Zakky adalah buku cerita Islami anak-anak yang mengandung pesanpesan moral dan nilai pendidikan Islami yang memuat banyak tuntunan anak dalam berakhlak. Buku ini merupakan sebuah ajaran budi pekerti yang mengedepankan perilaku Islami yang ingin mencontoh akhlak Nabi lengkap dengan kisah-kisah orang saleh terdahulu yang dapat diteladani untuk mengenalkan kepada anak mengenai akhlak mahmudah untuk ditiru dan akhlak madzmumah untuk dihindarkan. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja pendidikan akhlak yang terkandung dalam buku Akhlak Anak Tuntunan Lengkap Anak dalam Berakhlak Karangan Asep Hikmatillah & Ahmad Zakky untuk dapat diaktualisasikan pada anak. Sedangkan yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja pendidikan akhlak yang terkandung dalam buku Akhlak Anak tersebut. Kajian teori dalam penelitian ini adalah menyangkut pembahasan akhlak yang menguraikan tentang pembagian akhlak yaitu berupa akhlak baik dan akhlak buruk, kemudian pembahasan mengenai ruang lingkup akhlak Islami yang terdiri dari uraian tentang akhlak kepada Allah, Akhlak kepada Rasulullah, Akhlak kepada orangtua, Akhlak kepada diri sendiri serta Akhlak kepada teman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library reseach), yaitu penelitian yang menggali datanya dari bahan tertulis atau menjadikan bahan pustaka menjadi sumber data utamanya. Sedangkan tekhnik analisis dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis), yaitu tekhnik analisis dengan pembahasan mendalam tentang isi dari informasi tertulis. Dalam penelitian ini penulis menganalisis buku Akhlak Anak Tuntunan Lengkap Anak dalam Berakhlak Karangan Asep Hikmatillah & Ahmad Zakky. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa aktualisasi pendidikan akhlak terhadap anak dari buku Akhlak Anak Tuntunan Lengkap Anak dalam Berakhlak Karangan Asep Hikmatillah & Ahmad Zakky ini di sajikan melalui dongeng, cerita dan kisah orang saleh terdahulu yang terdiri dari: aktualisasi pendidikan akhlak kepada Allah, yakni: mentauhidkan Allah, mencintai Allah melebihi cinta kepada apa pun dan siapa pun, takwa, dan berdoa. Aktualisasi pendidikan akhlak kepada Rasulullah yaitu agar senantiasa mencintai beliau melebihi cinta kepada siapapun setelah Allah SWT. Kemudian aktualisasi pendidikan akhlak kepada orangtua yaitu membantu orangtua dan menjauhi sifat durhaka. Adapun aktualisasi pendidikan akhlak kepada diri sendiri yang berupa: memiliki sikap pemurah, menghindari sifat ujub/ takabbur, berlaku sederhana (qanaah), menjauhi sifat angkuh, dan bersifat sabar. Selanjutnya aktualisasi pendidikan akhlak kepada teman, diantaranya adalah tidak boleh mengadu domba, menjauhi ghibah, menjauhi sifat berprasangka buruk/ suu-uzhan, bersikap ramah, tidak boleh berbohong, tidak boleh iri hati dan dengki, serta pemaaf
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
