2 research outputs found

    Tradisi Tarian Kethek Ogleng di Kediri sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Dekoratif

    No full text
        ABSTRAK   Winata, Pandu Putra. 2016. Tradisi Tarian Kethek Ogleng di Kediri sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Dekoratif. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Tradisi, tarian, Kethek Ogleng, karya lukis, dekoratif   Seni pada mulanya merupakan proses dari manusia yang dibuat atau diciptakan dengan kecakapan yang luar biasa, sehingga merupakan sesuatu yang elok atau indah. Kesenian “Kethek Ogleng” adalah salah satu kesenian rakyat yang sudah lama berkembang di beberapa daerah di Pulau Jawa khususnya bagian selatan, seperti di wilayah Kediri, Pacitan, Wonogiri, dan Gunung Kidul. Kesenian “Kethek Ogleng” sangat erat berkaitan dengan budaya agraris yang menekankan pada kesederhanaan dan keharmonisan. Seiring berjalannya waktu, tari “Kethek Ogleng” perlahan-lahan sudah mulai jarang ditampilkan. Pada era 90-an kegemaran masyarakat Kediri akan kesenian sudah bergeser. Sebagai warisan kebudayaan yang bernilai tinggi, sudah tentu tarian ini harus dipertahankan dan dilestarikan. Oleh karena itu, pencipta mengharapkan dengan dijadikannya sebuah lukisan masyarakat masih tetap dapat mengingat serta mulai melestarikan tarian ini, selain itu pemilihan tari Kethek Ogleng sebagai inspirasi penciptaan karya seni lukis yaitu cerita sendiri dari legenda Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji yang mengandung unsur unsur semangat, kelincahan, asmara, perjuangan, kebersamaan, keindahan dan perwujudan dari Kethek Ogleng yaitu kera putih yang menyerupai hanoman. Tujuan penulisan dan penciptaan karya seni lukis ini adalah untuk mendiskripsikan proses, teknik dan visualisasi penciptaan karya seni lukis gaya dekoratif yang terinspirasi dari tarian Kethek Ogleng.   Penciptaan karya seni lukis ini menggunakan Gaya dekoratif dengan tema menjaga dan melestarikan budaya daerah, ide tari Kethek Ogleng, dan objek sepasang penari yang sudah sedikit disederhanakan. Karya penciptaan ini memiliki karakteristik priabadi yaitu objek sepasang penari Kethek Ogleng yang beroutline, backgraound berpola bentuk geometris dan warna dominan menggunakan warna cerah dan terang. Teknik yang di gunakan yaitu teknik blok, plakat dan goresan detail. Penciptaan karya seni lukis ini terdiri dari beberapa prosedur penciptaan, diantaranya: menentukan objek dan tema yang akan dituangkan pada lukisan, menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama proses penciptaan, mulai melakukan sket pada kanvas, melakukan pewarnaan, dan melakukan pendetailan pada objek. Hasil dari penciptaan  karya lukis ini adalah visualisasi objek sepasang penari tari Kethek Ogleng. Dalam penciptaan karya lukis ini menampilkan 6 karya lukis.                

    Effectiveness of activated carbon magnetic composite from banana peel (Musa acuminata) for recovering iron metal ions

    No full text
    Banana peel (Musa Acuminata) contains cellulose that can be used as a carbon-making material. In this study, the activated carbon from banana peel was modified with magnetite to recover iron metal ions in the solution. The manufacture of carbon from banana peels was done by carbonization at a temperature of 450 °C and activated under alkaline conditions with NaOH. The synthesis of activated carbon magnetite composite used FeCl3 and FeSO4 as precursors. The synthesized material was characterized by TGA, FTIR, XRD, and VSM. The thermal stability of activated carbon has increased after the activation process with NaOH. The magnetite composite has formed with saturation magnetization value (Ms) of 14.06 emu/g which is superparamagnetic material. The acidity of the adsorption system influenced this biosorbent effectiveness for the adsorption of iron metal ions in solution. The most optimal adsorption conditions occurred at a pH 6. The optimal adsorption condition is consistent with the Fe(II) adsorption kinetics model using ACM, namely pseudo-second-order with qe = 10.020 mg g−1. The variations in pH affect the Fe(II) adsorption process with ACM, but the adsorption time did not affect the Fe(II) adsorption process with ACM. The adsorption process of Fe(II) with ACM can run optimally in the range of pH ≥ 6 (base condition). The adsorption process at various pH systems did not affect the structure of the activated carbon magnetite (ACM)
    corecore