198,028 research outputs found
ANALISIS CLEANING PALKA SERTA GOT PALKA DI KAPAL MV.KT02
ABSTRAKSI
Suryanto Sigit Joko, 551811136849 N , 2022, “Analisis Pembersihan
Palka Serta Got Palka Di MV. KT02” Skripsi Program Studi Nautika, Program
Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen pembimbing: (I) CAPT.
ALI IMRAN RITONGA, MM,M,Mar, (II) ARYA WIDIATMAJA, S.ST,M.Si.
Ruang muat harus dipersiapkan dengan optimal, merupakan faktor sangat
penting dalam proses kegiatan bongkar muat, dalam pelaksanaanya harus
dilaksanakan sebaik mungkin. Persiapan ruang muat harus efektif, efisien,
danterlaksana dengan baik harus memiliki perencanaan strategi yang tepat.
Adapun penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah apa yang menyebabkan
proses pembersihan ruang muat di dalam palka serta got palka kurang optimal
sehingga palka dikatakan belum layak untuk proses pemuatan dan strategi apa
yang dijalankan untuk mengoptimalkan proses pembersihan palka agar bersih dan
layak untuk dimuati muatan jenis baru.
Tujuan dari penelitian skripsi ini untuk menganalisis faktor penyebab
penundaan memuat dan cara bagaimana mengoptimalisasi pembersihan ruang
muat di MV. KT02.
Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif.
Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi,
dokumentasi dan studi Pustaka untuk mengumpulkan data. Mualim I dan Bosun
dilibatkan didalam wawancara untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan
yang diteliti.
Dari hasil penelitian dan pembahasan masalah penundaan memuat
disebabkan masih banyak kotoran didalam palka karena 1. faktor kurangnya
pengetahuan tanggung jawab kru, 2. kurang waktu dalam mempersiapkan ruang
muat, 3. kurang bersihnya ruang muat dari muatan sebelumnya serta kurangnya
pengawasan dari Mualim I, 4. kurangnya perlengkapan pembersihan atau
pencucian ruang muat serta banyak dari peralatan tersebut yang rusak, 5. dan
kurangnya koordinasi dalam pembagian tugas.Untuk lebih meningkatkan kinerja
kru dalam pelaksanaan mempersiapkan ruang muat pada kapal MV. KT02 maka
dengan cara 1. mengadakan Briefing sebelum mempersiapkan ruang muat, 2.
membuat perencanaan pembersihan ruang muat setelah selesai membongkar
muatan dan mengadakan pengawasan, 3. memberikan sosialisasi kepada crew
dalam penanganan pembersihan muatan serta pembagian tuga
Desain Sistem Palka Ikan Hidup Pada Lambung Kapal Ikan Katamaran
Penggunaan bentuk lambung katamaran sebagai kapal ikan berdasarkan adanya kelemahan – kelemahan yang terdapat pada bentuk lambung monohull. Keberadaan dan penggunaan sistem palkah ikan hidup, dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional pengawetan ikan hasil tangkapan sebesar 11,8 %. Sedangkan penggunaan layar lebih mengacu pada pengurangan komponen biaya terbesar dari operasional kapal ikan yaitu komponen biaya bahan bakar. Dari perancangan hullform katamaran untuk muatan ikan hidup diambil satu hullform yang memiliki kinerja terbaik. Kinerja yang dimaksud dalam hal ini adalah hidrostatis, hambatan kapal, stabilitas, dan olah gerak dari kapal. Penelitian tentang desain kapal ikan katamaran untuk muatan ikan hidup yang menggunakan sistem penggerak layar dan mesin ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kinerja hullform yang memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan hullform yang menggunakan sistem palka biasa dan menjadi salah satu alternatif bagi pengembangan hullform kapal ikan ke arah yang lebih modern. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa didapat suatu hasil yang menunjukkan bahwa pada kecepatan 12 knot, dari beberapa variasi dimensi panjang palka ikan untuk kapal ikan katamaran dengan sistem palka ikan hidup, variasi dimensi panjang palka 2,0 m dapat mereduksi hambatan terbesar di antara hullform modifikasi lainnya sebesar 3,99 % dari hambatan yang diterima kapal ikan katamaran dengan sistem palka standar. Sementara dari segi stabilitas pada berbagai kondisi yang divariasikan, variasi dimensi panjang palka 2,0 m memiliki stabilitas yang lebih baik dari variasi dimensi panjang palka lainnya dan kapal katamaran dengan sistem palka biasa. Pemasangan layar pada variasi dimensi panjang palka 2,0 m mampu mengurangi tenaga pengoperasian sebesar 48,42 % dibandingkan kapal dengan system palka ikan biasa
PERENCANAAN PENGGUNAAN BAHAN POLYURTHANE SEBAGAI INSULASI PALKA PADA KAPAL IKAN
Palka merupakan bagian kapal yang penting, berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil tangkapan diatas kapal. Penggunaan palka berinsulasi baik merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kesegaran hasil tangkapan diatas kapal. Bahan polyurethane yang digunakan pada palka ikan secara fisik memiliki banyak keunggulan untuk fungsi palka yang baik antara lain, konduktivitas termal yang rendah, pemindahan atau uap air yang rendah, densitas tinggi dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kerapatan dari palka berbahan polyurethane guna menjaga kesegaran ikan tetap baik dan untuk mengetahui kualitas kesegaran hasil tangkapan terhadap palka insulasi berbahan polyurethane. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung ke galangan kapal Emka Jaya. Hasil penelitian diperoleh kerapatan insulasi palka sebesar 42,5 kg/m^3. dan kesegaran ikan pada palka sangat baik dapat dilihat dari perolehan nilai rata- rata 9. Nilai kerapatan insulasi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan insulasi polyurethane pada palka kapal ikan tersebut memiliki nilai yang telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk insulasi yang baik, yaitu ? > 30 kg/m^3.Kata kunci : Palka, Polyurethane, Kesegaran ikan, Galangan
DESAIN LAMBUNG KAPAL LAYAR MOTOR KATAMARAN DENGAN SISTEM PALKA IKAN HIDUP
Keberadaan dan penggunaan sistem palka ikan hidup, dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional pengawetan ikan hasil tangkapan sebesar 11,8 %. Sistem palka ikan hidup, dimana palka diberi lubang sirkulasi sehingga air di dalam dan di luar palka terhubung perlu diadakan penelitian mengenai perubahan dan perbedaan tekanan yang terjadi pada saat kapal bergerak. Kondisi awal dimana kapal belum bergerak permukaan air di dalam palka akan sama tinggi dengan sarat kapal. Ketika kapal mulai bergerak tekanan luar palka akan menurun seiring dengan bertambahnya kecepatan kapal. Hal ini akan menyebabkan penurunan tinggi permukaan air di dalam palka. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis didapatkan pada kecepatan 12 knot ketinggian permukaan air di dalam palka bernilai positif dengan nilai 0,3947 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m (sebelum divariasikan), 0,4515 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,15 m, 0,4656 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,25 m, 0,4718 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m berjumlah dua buah. Diameter lubang sirkulasi yang optimum dipilih sebesar 0,20 m berjumlah dua buah karena pada kecepatan 12 knot, ketinggian permukaan air bernilai 0,4718 m. Nilai ini paling tinggi diantara variasi lubang sirkulasi lainnya</p
ANALISIS PENYEBAB DAN DAMPAK TERJADINYA KEBOCORAN DINDING PALKA PADA KAPAL MV. DK 02
ABSTRAKSI
Nugraha, Reza, Dinata 551811116534 N, 2023, “Analisis Penyebab dan Dampak
Terjadinya Kebocoran Dinding Palka Pada Kapal MV. DK 02”, Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I:, Dr. Capt. Ilham Ashari, S.Si.T.M.M, M. Mar., Pembimbing
II: Moh. Zaenal Arifin, S.ST, M.M.
Sebagai alat transportasi pengangkut barang yang paling efisien, kapal
memiliki beberapa kelebihan. Kapal mampu mengangkut muatan dalam jumlah
yang banyak dibanding menggunakan alat transportasi pengangkut lain. Ketika
akan melakukan proses muat di Balikpapan pada voyage ke 52B kapal melakukan
kegiatan berlabuh jangkar diwilayah Balikpapan anchorage, pada saat tersebut
peneliti melakukan pengecekan terhadap kondisi palka-palka bersama Chief
Officer, Bosun dan AB. Peneliti menemukan adanya kebocoran dinding palka pada
palka no 4 dan adanya air ballast yang masuk ke dalam palka di MV. DK 02 air
ballast tersebut berasal dari tangki ballast 4 kanan.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari hasil penelitian yang telah
dilakukan peneliti, yaitu mengetahui faktor penyebab utama terjadinya kebocoran
dinding palka, mengetahui dampak-dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari
terjadinya kebocoran dinding palka, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan
untuk menaggulangi kebocoran dinding palka pada MV. DK 02.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah diskriptif
kualitatif yang mengatur suatu metode penelitian menggunakan beberapa aspek
seperti pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan chief officer,
bosum, mandor, dan studi pustaka. Peneliti juga melakukan pengambilan gambar
guna mendukung keabsahan data dalam penelitian skripsi ini.
Dari hasil penelitian dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan
kebocoran dinding palka MV. DK 02 antara lain: 1) Terbenturnya alat bongkar muat
grab dengan dinding palka, 2) Kondisi plat palka yang sudah menipis, 3) Tenaga
operator crane yang kurang terampil. Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah
: 1) Melakukan penyumbatan terhadap plat dinding palka yang bocor, 2) Melakukan
pengurasan air ballast untuk mengurangi debit air yang dapat masuk kedalam
palka, 3) Melakukan pengurasan air yang berada didalam palka menggunakan
pompa bilgies ataupun menggunakan drum bekas, 4) Melakukan welding atau
pengelasan pada plat dinding palka yang berlubang dan memastikannya rapat
Synthesis of trifluoromethyl-substituted pyrazolo[4,3-c]pyridines - Sequential versus multicomponent reaction approach
A straightforward synthesis of 6-substituted 1-phenyl-3-trifluoromethyl-1H- pyrazolo[4,3-c]pyridines and the corresponding 5-oxides is presented. Hence, microwave-assisted treatment of 5-chloro-1-phenyl-3-trifluoromethylpyrazole-4- carbaldehyde with various terminal alkynes in the presence of tert-butylamine under Sonogashira-type cross-coupling conditions affords the former title compounds in a one-pot multicomponent procedure. Oximes derived from (intermediate) 5-alkynyl-1-phenyl-3-trifluoromethyl- 1H-pyrazole-4-carbaldehydes were transformed into the corresponding 1H-pyrazolo[4,3-c]pyridine 5-oxides by silver triflate-catalyzed cyclization. Detailed NMR spectroscopic investigations (1H, 13C, 15N and 19F) were undertaken with all obtained products. © 2014 Palka et al; licensee Beilstein-Institut
PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN KERUSAKAN TANGGA PALKA PADA PROSES BONGKAR MUAT PADA MV. INDIAN GOODWILL
ABSTRAK
Jhuliano Raja Napitupulu, 2023, NIT: 561911317388 K, “Penyebab dan
Penanggulangan Kerusakan Tangga Palka pada Proses Bongkar Muat
pada MV. Indian Goodwill”, skripsi Program Studi Tatalaksana, Program
Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Sri
Purwantini, S.E, S.Pd, MM.., Pembimbing II: Pranyoto, S.Pi, M..AP
Pembangunan suatu wilayah sangat memerlukan jasa angkutan yang harus
memadahi. Salah satu jasa layanan transportasi yang sering digunakan saat ini
adalah kapal curah. Kapal curah (bulk carrier) merupakan jenis kapal yang
muatannya dimasukkan ke dalam berupa biji-bijian yang dicurahkan langsung ke
dalam palka kapal. Cargo hold atau palka (bagian untuk menempatkan kargo)
dilengkapi hatches (penutup palka ) untuk melindungi kargo. Pada Cargo hold
terdapat dua jenis tangga yaitu tangga miring (Australian Ladder) dan tangga
vertikal (Vertical Ladder). Rusaknya tangga palka kapal dapat membuat kelancaran
proses bongkar muat menjadi terhambat seperti kerusakaan tangga palka no.4 yang
terjadi di MV.Indian Goodwill di pelabuhan Krakatau Bandar Samuedra (KBS)
Cigading saat melakukan pembongkaran muatan dari kapal ke dermaga. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab dan upaya penanggulangan
kerusakan tangga palka pada proses bongkar muat MV. Indian Goodwill.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif
dengan menguraikan secara lengkap penyebab dan penanggulangan kerusakan
tangga palka pada proses bongkar muat pada MV. Indian Goodwill. Sumber data
yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui
wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan
tangga palka pada proses bongkar muat pada MV. Indian Goodwill antara lain
kurangnya pengawasan dari foreman, kelalaian operator Excavator, dan terjadinya
kelapukan tangga palka. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kerusakan
tangga palka dengan memberikan sosialisasi, meningkatkan pengawasan, menjaga
komunikasi, dan melakukan pengecekan pada tangga palka
Studi Volume Palka pada Kapal Purse seine yang dioperasikan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing Bandar Lampung
Jumlah produksi perikanan tangkap di Kota Bandar Lampung yang
fluktuatif pada periode 2015-2020 dan cenderung turun pada tahun 2018-2020. Data yang ditunjukkan dari Catch per Unit effort juga menunjukkan produksi hasil tangkapan yang cenderung terus turun dalam waktu 5 tahun terakhir. Perubahan hasil tangkapan ini tidak diiringi dengan perubahan desain dan ukuran pada kapal tradisional. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara ukuran kapal dan palka dengan hasil tangkapan pada saat ini. Penggunaan kapal dengan ukuran yang besar dengan ukuran volume dan daya tampung palka yang besar tentu saja tidak akan menjadi efektif apabila hasil tangkapannya sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kesesuaian antara jumlah hasil tangkapan dengan ukuran dan daya tampung palka kapal purse seine Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga Desember 2022 yang
dimulai dengan pengajuan surat penelitian hingga penyusunan laporan skripsi. Pengambilan data atau lokasi penelitian dilakukan di UPTD PPP Lempasing Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi secara langsung dan pengukuran ukuran kapal dan palka serta perhitungan CpUE yang didapatkan dari perhitungan produksi dan trip dari form SL-3 tahun 2017-2022. Pengukuran palka dilakukan secara langsung dan pemodelan dibantu dengan komputer untuk mengetahui volume palka ikan pada kapal. Asumsi jumlah ikan per meter kubik volume adalah 0,5 ton. Hasil perhitungan kapasitas daya tampung palka kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata dan nilai tertinggi dari CpUE untuk mengetahui besaran nilai optimasi penggunaan palka. Hasil perhitungan dari rata-rata volume palka yaitu sebesar 20 m³ dengan
kapasitas daya tampung ikan sebesar 10 ton. Rata-rata nilai CpUE pada kurun waktu 5 tahun terakhir adalah 0,84 ton, dengan demikian didapatlkan persentase daya tampung palka dengan rata-rata CpUE adalah 9%, dengan CpUE tertinggi adalah 18% dan dengan nilai CpUE Terendah adalah 3%. Kesimpulan dari penelitian didapati bahwa ukuran palka pada kapal purse seine yang beroperasi di PPP Lempasing Bandar Lampung tidak optimal dengan hasil tangkapan saat ini
Desain Palka Kapal Pengangkut Ikan Hidup Dengan Sirkulasi Air Laut Alami
Sebagian besar ikan yang dikirim menggunakan kapal disimpan
dalam ruang penyimpanan pada kapal. Kondisi ruang
penyimpanan akan berpengaruh pada ikan. Permasalahan yang
biasa terjadi yaitu menurunnya kualitas ikan. Oleh karena itu
dirancang sistem palka ikan hidup dengan sirkulasi air laut
alami dimana palka diberi lubang sirkulasi sehingga air laut
dapat bersirkulasi secara alami. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui rancangan sistem sirkulasi air laut
alami yang sesuai pada palka kapal ikan hidup. Metode yang
digunakan adalah dengan menggunakan metode berbasis
simulasi CFD (Computional Fluid Dynamic) dengan membuat
model lambung dan palka kapal. Kemudian dilakukan variasi
pelubangan pada palka. Berdasarkan hasil analisa data dan
pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa aliran yang terjadi
di dalam palka adalah aliran turbulen. Kecepatan arus di dalam
palka pada semua variasi pelubangan berkisar antara 0,05 m/s –
0,33 m/s. Hambatan kapal terkecil yang dihasilkan yaitu sebesar
26,1 kN. Volume ruang palka semakin kecil akibat pelubangan,
yaitu sebesar 22,9 m3. Ruang palka tersebut dapat diisi ikan
kerapu sebanyak 2,08 ton. Dari perhitungan ekonomis dapat
diketahui bahwa pemilik kapal akan balik modal setelah dua
sampai empat tahun.
=======================================================================================================
Most fish are shipped and stored alive in the holding cell
(storage room) before getting offshore. The holding condition,
without a doubt, will affect fish quality. Common problems
include decreasing quality of the fish. Which is why it is
necessary to design a circulation hole, therefore seawater can
naturally circulate inside the holding and keep the fish fresher.
The main objective of this study is to identify appropriate design
for seawater circulation hole on live fish holding room. Method
used is CFD (Computational Fluid Dynamic) based simulation,
modeling the hull and the hold of the ship. Data analysis
revealed flow inside the hold is turbulent. Current speed ranged
from 0,05 m/s – 0,33 m/s. Smallest ship’s resistance showed at
the level of 26,1 kN. Holding room volume is decreased along
with the addition of circulation hole as big as 22,9 m3, but still
can contain up to 2,08 tons of grouper fish. Economic
calculation revealed the owner would have a turnover after twofour
years
PROTOTYPE ALAT PERAGA PENGOPERASIAN PALKA DENGAN RAIN SENSOR
INTISARI
Samudra, Edwin, 2022. NIT: 541711206396 T, “Prototype Pengoperasian Palka
Dengan Rain Sensor, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Amad Narto.M.Pd
M,.Mar.E, Pembimbing II : Yustina Sapan, S. ST, M.M.
Rain sensor adalah sensor yang berfungsi sebagai pedeteksi air hujan, intinya sensor ini jika terkena air hujan pada papan sensornya maka resistansinya
akan berubah, semaki bayak semain kecil dan sebaliknya. Untuk pengaplikasian
sensor ini dapat diguakan pada peuntup palka di kapal secara otomatis jadi ketika
hujan turun sensor medeteksi dan akan memberikan perigatan atau untuk tambahan
dapat di gunakan untuk pengoperasian menutup palka, untuk jenisnya di pasaran
terdapat FC37 dan YL83.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Peneliti
menggunakan metode ini untuk penelitian dan mengembangkan suatu produk yang
dimulai dari analisa, desain, perancangan, pemerograman, dan pengujian. Reseacrh
and Development (RnD) atau dalam bahasa Indonesia adalah penelitian dan
pengembangan merupakan proses mengembangkan suatu produk dan akan
menghasilkan sauatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada.
Dalam hal ini tidak selalu perangkat keras atau hardware (modul
elektronika, pesawat bantu, buku) yang dapat dikembangkan, tetapi dapat juga
perangkat lunak atau software (sistem operasi, aplikasi untuk komputer dan
perangkat elektronik lainnya). Peneliti menentukan model pengoperasian alat
peraga palka menguakan rain sensor, yaitu dengan menggunakansebuah
rangkaian, Arduino uno sebagai microcontroller, dan beberapa jenis sensor sebagai
perangkat pendukung.
Kesimpulan dari pembuatan alat peraga ini adalah untuk mempermudah
pembelajaran bagi taruna dan alat peraga ini juga merupakan miniatur yang ada di
atas kapal, maka penulis berharap alat peraga ini dapat di kembangkan lagi untuk
penelitian berikutnya, dan dengan digunakannya rain sensor ini akan membantu
crew kapal dalan mengoperasikan palka secara otomatis
- …
