1,720,975 research outputs found
PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR’AN DENGAN METODE TABARAK DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER RELIGIUS DI FIQRA SCHOOL OF TAHFIDZ KEDIRI
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Dengan Metode
Tabarak Dalam Menumbuhkan Karakter Raligius di FIQRA School of
Tahfidz Kediri” ini ditulis oleh Halimah Putri Hidayati, NIM. 12201183470.
Pembimbing Dr. Luluk ‘Atirotu Zahroh, M. Pd.
Kata Kunci : Tahfidz Al-Qur’an, Metode Tabarak, Karakter Religius
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh FIQRA School of Tahfidz
Kediri ini adalah salah satu sekolah yang menerapkan metode tabarak dalam
pembelajaran menghafal Al-Qur’an. Metode tabarak adalah metode menghafal Al
Qur’an yang dikembangkan oleh Syekh Kameel el Laboodi. Metode ini sangat
cocok diterapkan untuk anak yang ingin menghafal Al-Qur’an apalagi di usia
golden age. FIQRA School of Tahfidz memiliki program target untuk menghafal 1
Juz dalam waktu 6 bulan yang dimulai dengan menghafal dari juz 30 seperti target
asli dalam metode tabarak. Metode tabarak ini memberikan hasil dan manfaat yaitu
membantu anak menghafal Al-Qur’an menjadi lebih mudah dan efektif.
Fokus penelitian pada penelitian ini adalah : (1) Bagaimana perencanaan
pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan metode tabarak di FIQRA School of
Tahfidz Kediri?. (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an
dengan metode tabarak di FIQRA School of Tahfidz Kediri?. (3) Apa saja faktor
pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan metode
tabarak di FIQRA School of Tahfidz Kediri?. (4) Bagaimana hasil pembelajaran
tahfidz Al-Qur’an dengan metode tabarak dalam menumbuhkan karakter religius di
FIQRA School of Tahfidz Kediri?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini di FIQRA School of Tahfidz
Kediri, Ngadirejo, Kota Kediri. Dengan menggunakan metode pengumpulan data
observasi, wawancara mendalam (Deep In Interview) dan dokumentasi. Dalam
menganalisis data menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data
display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/ verification).
Pengabsahan data menggunakan triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber,
triangluasi metode, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Menggunakan metode tabarak,
perencanaan pembuatan/penyesuian silabus, kalender pendidikan, tabel hafalan,
menyiapkan materi tambahan, menyiapkan media, dan menyiapkan pengajar dan
calon siswa. (2) Pelaksanaan diawali doa, murojaah hafalan lama, mendengarkan
hafalan baru, setor hafalan baru, minum susu dan makan kurma, belajar materi
tambahan, persiapan materi hafalan baru esok hari, asmaul husna dan doa penutup.
(3) Faktor pendukung yaitu fasilitas dan silabus lengkap, usia ideal, intensitas dalam
murojaah, dan pendampingan orang tua. Faktor penghambat seperti mudah bosan
dan mengantuk, kurang tidur, terlambat atau tidak hadir, orang tua tidak konsisten
dan tidak hanya belajar menghafal Al-Qur’an saja. (4) Hasil dari sebuah proses
pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan metode tabarak dalam menumbuhkan
karakter religius hafal 1 juz untuk setiap levelnya dalam jangka waktu 6 bulan, bisa
membaca, menulis, berhitung, hafal asmaul husna dan gerakannya, serta memiliki
akhlak religius seperti disiplin, jujur, cinta Allah, dan memiliki sikap sopan santun
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PENERAPAN METODE TABARAK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGHAFAL AL QUR’AN DI BAITUL QUR’AN YAYASAN BINA INSANI KEDIRI
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Tabarak Dalam Meningkatkan
Kemampuan Anak Menghafal Al-Qur’an Di Baitul Qur’an Yayasan Bina
Insani Kediri” ini ditulis oleh Hamidah Putri Hidayati, NIM (12201183469),
Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Dr.
H. Abd. Aziz, M.Pd.I, NIP. 19720601 200003 1 002.
Kata Kunci : Tabarak, Anak, Kemampuan Anak Menghafal, Al-Qur’an
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh munculnya berbagai
macam metode baru yang lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam
menghafal Al-Qur’an pada anak-anak, salah satunya metode tabarak. Metode
tabarak merupakan perpaduan antara metode talqin, mendengarkan rekaman,
metode gerakan dan isyarat serta metode membaca ayat Al-Qur’an yang akan di
hafal. yang dikembangkan oleh Dr. Kameel el-Laboudy dari Mesir. Baitul Qur’an
Yayasan Bina Insani Kediri merupakan salah satu lembaga menghafal Al-Qur’an
yang mempunyai program super tahfidz yakni menghafal Al-Qur’an dengan
menggunakan metode tabarak yang telah banyak menghasilkan anak-anak
penghafal Al-Qur’an. Keunikan metode tabarak yang digunakan di Baitul Qur’an
Bina Insani Kediri yakni anak-anak dapat menghafal Al-Qur’an walaupun belum
bisa membaca Al-Qur’an karena difokuskan lewat indera pendengar.
Fokus penelitian pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konsep metode
tabarak dalam meningkatkan kemampuan anak menghafal Al-Qur’an di Baitul
Qur’an Yayasan Bina Insani Kediri?. (2) Bagaimana pelaksanaan metode tabarak
dalam meningkatkan kemampuan anak menghafal Al-Qur’an di Baitul Qur’an
Yayasan Bina Insani Kediri?. (3) Bagaimana evaluasi metode tabarak dalam dalam
meningkatkan kemampuan anak menghafal Al-Qur’an di Baitul Qur’an Yayasan
Bina Insani Kediri?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini di di Baitul Qur’an Yayasan
Bina Insani Kediri, Tepus, Kabupaten Kediri. Dengan menggunakan teknik
pengumpulan data secara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam
menganalisis data menggunakan teknis analisis data yaitu, pengumpulan data (data
collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan
penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Pengabsahan data
menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep metode tabarak yaitu
menghafal Al-Qur’an menggunakan metode khusus yaitu metode tabarak dengan
teknik menghafal secara sima’i, tallaqi, dan tikror. Media pembelajaran Tabarak
terdiri dari Al-Qur’an, File program Tabarak khusus yang dirancang oleh Dr. Kamil
Allaboudy, dan aplikasi tambahan program ayat dari King Saud University Saudi
Arabia. Memiliki program dengan 3 level berbeda yaitu yaitu level 1, level 2, dan
level lanjutan. (2) Pelaksanaan metode tabarak yaitu dimulai dengan membaca do’a
bersama, murajaah hafalan bersama sambil mendengarkan video rekaman murattal
dari Dr. Kamil Allaboudy sebanyak 3-5 kali per ayat, menyetorkan hafalan,murajaah lagi, istirahat 10 menit, murajaah lagi bersama-sama, pembelajaran
diakhiri dengan berdo’a pulang bersama dan ditutup dengan salam oleh ustadzah.
Penilaian berupa ujian tengah level dan ujian kenaikan level. (3) Evaluasi metode
tabarak meliputi permasalahan yang harus dievaluasi yaitu, kurangnya
pendampingan dan kerja sama orang tua, anak mudah bosan dan jarang masuk di
kelas, tidak murajaah di rumah, anak kesulitan menghafal karena ayat yang dihafal
semakin banyak dan sulit, dan keterbaTasyan durasi pembelajaran. Solusi yang
dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya berdiskusi dan bekerja
sama dengan orang tua, membuat yel-yel agar anak fokus dalam belajar, anak rajin
murajaah di rumah agar tidak tertinggal pembelajarannya, selalu memotivasi anak
agar semangat menghafal dan menanamkan rasa ikhlas karena Allah Ta’Ala dan
cinta Al-Qur’an
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
