1,721,002 research outputs found
PERAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS IV SDN SUKASARI 3 TANGERANG
Delia Putri Anjani (2086206011). Peran Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas IV SDN Sukasari 3 Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Literasi Dalam Meningkan Minat Baca Siswa Kelas IV di SDN Sukasari 3 Tangerang. Penelitian ini dilatar belakangi Pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SDN Sukasari 3 Tangerang sudah berjalan kurang lebih selama 3 tahun terakhir, sejak pemerintah menetapkan program literasi, gerakan literasi yang sudah berjalan di sekolah SDN Sukasari 3 Tangerang sudah ada di fase Tahap pembiasaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Kualitatif Deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Triangulasi data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data dalama penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas IV SDN Sukasari 3 Kota Tangerang sebanyak 21 siswa. dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 21 siswa terdapat 12 siswa dengan minat baca yang sangat tinggi, 6 siswa dengan minat baca tinggi, 3 untuk siswa dengan minat baca cukup dan 0 kurang. Secara keseluruhan minat baca siswa kelas IV di SDN Sukasari 3 Tangerang sudah mampu dalam memenuhi indikator. Untuk mengetahui minat baca siswa yaitu dapat diukur dari Atensi Membaca, Kegemaran Membaca, Waktu Membaca, dan Jumlah Buku Bacaan. Bahwa peran literasi dalam meningkatkan minat baca siswa kelas IV di SDN Sukasari 3 Tangerang sudah berhasil karena minat baca siswa yang sangat tinggi dan tinggi.
Kata Kunci : Peran Literasi, Meningkatkan Minat Baca, SiswaDelia Putri Anjani (2086206011). The Role of Literacy in Increasing Interest in Reading for Class IV Students at SDN Sukasari 3 Tangerang. This research aims to determine the role of literacy in increasing reading interest in class IV students at SDN Sukasari 3 Tangerang. The background to this research is that the implementation of the school literacy movement at SDN Sukasari 3 Tangerang has been running for approximately the last 3 years, since the government established the literacy program, the literacy movement that has been running at SDN Sukasari 3 Tangerang has been in the habituation phase. The method used in this research is the Qualitative Descriptive method. Data collection techniques were carried out using observation, questionnaires, interviews and documentation. The data triangulation used is source triangulation. The data analysis techniques in this research are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The subjects in this research were 21 class IV students at SDN Sukasari 3, Tangerang City. From the research results it was found that out of 21 students there were 12 students with very high interest in reading, 6 students with high interest in reading, 3 students with sufficient interest in reading and 0 less. Overall, the reading interest of class IV students at SDN Sukasari 3 Tangerang has been able to meet the indicators. To find out students' reading interest, it can be measured from Reading Attention, Reading Enjoyment, Reading Time, and Number of Books Read. That the role of literacy in increasing the reading interest of class IV students at SDN Sukasari 3 Tangerang has been successful because the students' interest in reading is very high and high.
Keywords: Role of Literacy, Increasing Interest in Reading, Students
ANALISIS TENTANG PENGALIHAN STATUS PEGAWAI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI MENJADI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
Danisa Putri Anjani, NIM. 12103193078, Analisis Tentang Pengalihan Status Pegawai
Komisi Pemberantasan Korupsi Menjadi Aparatur Sipil Negara dalam
Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Program Studi Hukum Tata Negara,
Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri (Uin)
Sayyid Ali Rahmatullah, 2023, Pembimbing: Ahmad Gelora Mahardika,
M. H.
Kata Kunci: Alih Status Pegawai, Komisi Pemberantasan Korupsi, Aparatur Sipil
Negara, dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan direvisinya Undang-undang Nomor 30
Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Undang-undang Nomor
19 Tahun 2019. Dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 ini terdapat pasal
kontroversial, yaitu pada pasal 1 ayat (6) yang menyebutkan bahwa pegawai KPK
adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga pegawai KPK akan dialih statuskan
menjadi ASN melalui tahapan tes tertentu. Selain itu, dalam undang-undang ini juga
menyebutkan bahwa KPK berada dalam ranah eksekutif. Padalah pada undang-undang
sebelumnya KPK adalah sebuah lembaga yang berdiri sendiri tidak bisa disetarakan
dengan eksekuti, legislatif, maupun yudikatif. Hal ini lah yang kemudian menimbulkan
pro kontra terkait independensi KPK.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tinjauan historis
lembaga pemberantasan korupsi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia? (2)
Bagaimana implikasi hukum peralihan status pegawai KPK menjadi ASN terhadap
independensi KPK? dan (3) Bagaimana politik hukum yang ideal terkait Undang-
Undang KPK? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui tinjauan
historis lembaga pemberantasan korupsi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, (2)
Untuk mengetahui implikasi hukum peralihan status pegawai KPK menjadi ASN
terhadap independensi KPK, dan (3) Untuk mengetahui politik hukum yang ideal
terkait undang-undang KPK.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kepustakaan
(library research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
berupa dokumentasi mengumpulkan berbagai dokumen yang berupa buku, jurnal
ilmiah, hingga penelitian ilmiah yang berkaitan dengan fokus penelitian. Sedangkan
teknik analisa data menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data
display), dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tinjauan historis lembaga
pemberantasan korupsi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia Indonesia dimulai sejak
diundangkannya Undang-undang Nomor 3 Tahun 1971 Tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi pada Masa Orde Baru. Hingga pada masa kepemimpinan
Presiden Megawati Soekarno Putri dibentuklah Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang independen, di luar
lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Barulah pada undang-undang ini direvisi
dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019, pada undang-undang inilah aturan
tentang sinergitas antara KPK, Kepolisian dan Kejaksaan dalam hal penanganan
korupsi diatur secara rinci. Namun, melalui undang-undang nomor 19/2019 ini
kedudukan KPK melebur masuk setara dengan lembaga eksekutif, dan terselip pula
aturan alih status pegawai KPK menjadi ASN. (2) Implikasi perubahan undang-undang
Nomor 19 Tahun 2019 terhadap kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi masuk
ke dalam rumpun eksekutif. Perubahan tersebut menimbulkan suatu kerancauan,
potensi tidak adanya lagi independensi KPK sangat besar terjadi, mengingat eksekutif
memiliki andil besar dalam pengangkatan dan pemberhentian pegawai KPK dan hal ini
tertuang dalam undang-undang ini. Eksekutif juga memiliki kewenangan membuat
ketentuan mengenai tunjangan jabatan, hal ini berpotensi memberikan dampak berupa
banyaknya peluang intervensi. Dan (3) Politik hukum yang ideal terkait undang-
undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang KPK yaitu memiliki karakter responsif dan
berkonfigurasi politik demokratis. Namun kenyataannya, Undang-undang Nomor 19
Tahun 2019 Tentang KPK memiliki karakter yang tidak responsif dan berkonfigurasi
politik otoriter. Hal ini dibuktikan dengan proses perancangan hingga pengesahan yang
sangat cepat, yaitu hanya membutuhkan aktu 12 hari, sehingga tidak memenuhi asas
pembentukan undang-undang yang baik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
