1,720,969 research outputs found

    MODEL EMPATI ANAK USIA DINI: PERAN STRATEGI KONFLIK SAUDARA KANDUNG DENGAN MEDIASI THEORY OF MIND (TOM) DAN REGULASI EMOSI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu model empati anak usia dini dengan melihat peran strategi konflik saudara kandung, Theory of Mind (ToM), dan regulasi emosi. Perspektif teoretik yang digunakan adalah perspektif empati sebagai konstruk multidimensional dari Davis yang menyatakan bahwa empati terbentuk dari beberapa konstruk, yaitu anteseden, proses, dan dampak. Pada penelitian ini, antesedennya adalah strategi konflik saudara kandung anak usia dini, prosesnya adalah ToM dan regulasi emosi, sedangkan dampaknya adalah empati

    Dampak Psikologis terkait Relasi Individu Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua

    Get PDF
    Dampak perceraian lebih banyak memengaruhi aspek psikologis pada anak dan terus dirasakan hingga dewasa. Keberhasilan individu dewasa awal dalam menjalin relasi untuk menyelesaikan tugas perkembangan dipengaruhi oleh kognisi dan atribusi mereka atas hubungan romantis yang dibentuk berdasarkan persepsi atas hubungan orang tua mereka. Peneliti menggunakan metode narrative review untuk mengetahui dampak psikologis terkait relasi individu dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Penelitian menemukan bahwa perceraian memberikan dampak positif dan negatif terhadap kondisi psikologis anak sehingga memengaruhi keberhasilan dalam menjalin relasi untuk menyelesaikan tugas perkembangan dewasa awal terkait intimacy vs isolation. Sangat penting untuk meneliti lebih lanjut terkait dinamika dan faktor-faktor apa saja saja  yang memengaruhi keberhasilan pembentukan relasi supaya individu dengan pengalaman perceraian orang tua dapat menyelesaikan tugas perkembangannya secara optimal

    Peran Work-Family Conflict Terhadap Parental Burnout Dengan Moderator Perceived Social Support Pada Ibu Bekerja

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dukungan sosial sebagai faktor protektif yang dapat menurunkan resiko work family conflict terhadap parental burnout. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 148 ibu bekerja. Work-family conflict diukur menggunakan Work-Family Conflict Scale (WAFCS) yang terdiri dari dua dimensi: work-to-family conflict (WFC) dan family-to-work conflict (FWC). Parental burnout diukur menggunakan Parental Burnout Assessment (PBA-ID). Perceived social support diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), yang terdiri dari 3 sumber dukungan: significant others, keluarga, dan teman. Analisis regresi moderasi menunjukkan bahwa kedua dimensi work-family conflict, yaitu work-to-family conflict (WFC) dan family-to-work conflict (FWC), berperan positif terhadap parental burnout. Dari ketiga dimensi perceived social support, hanya dukungan dari keluarga yang terbukti memoderasi peran WFC dan FWC terhadap parental burnout pada ibu bekerja. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berperan sebagai pelindung (buffer) yang efektif dalam melemahkan konflik peran ganda yang dialami ibu bekerja. Kata kunci: (ibu bekerja, parental burnout, social support, work-family conflict

    Peran Sibling Relationship terhadap Kecenderungan Depresi pada Emerging Adulthood

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tiga hubungan, yaitu: 1) peran dimensi warmth terhadap kecenderungan depresi; 2) peran dimensi conflict terhadap kecenderungan depresi; 3) peran dimensi rivalry terhadap kecenderungan depresi. Penelitian dilakukan pada individu emerging adulthood yang memiliki saudara kandung. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 216 orang, yang terdiri dari 25 laki-laki dan 191 perempuan. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa skala Adult Sibling Relationship Questionnaire (ASRQ) yang terdiri dari 40 item dan Beck Depression Inventory II (BDI-II) yang terdiri dari 21 item. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis regresi linier berganda, dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 20. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa dimensi warmth dan rivalry berkorelasi dan berperan signifikan terhadap kecenderungan depresi. Sedangkan, dimensi conflict tidak berperan terhadap kecenderungan depresi. Kata kunci: Sibling Relationship, Depresi, Emerging Adulthoo

    Peran Regulasi Emosi Terhadap Kecenderungan Depresi Pada Emerging Adulthood

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat peran regulasi emosi terhadap kecenderungan depresi pada emerging adulthood. Regulasi emosi terdiri dari dimensi cognitive reappraisal dan expressive suppression. Oleh karena itu, terdapat dua hubungan yang akan diteliti dalam penelitian ini, yaitu: 1) cognitive reappraisal berperan secara signifikan terhadap kecenderungan depresi pada emerging adulthood; 2) expressive suppression berperan secara signifikan terhadap kecenderungan depresi pada emerging adulthood. Penelitian dilakukan pada individu emerging adulthood atau berusia 18 - 25 tahun. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 236 orang, yang terdiri dari 28 laki-laki dan 208 perempuan. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang terdiri dari 10 item dan Beck Depression Inventory II (BDI-II) yang terdiri dari 21 item. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis regresi linear berganda, dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 29. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa cara seseorang mengatur emosinya berpengaruh pada tingkat kecenderungan depresi. Semakin sering seseorang mencoba melihat situasi dari sudut pandang yang lebih positif (cognitive reappraisal), maka tingkat depresinya cenderung lebih rendah. Sebaliknya, semakin sering seseorang menekan atau menyembunyikan emosinya (expressive suppression), maka tingkat depresinya cenderung lebih tinggi. Secara keseluruhan, kedua strategi ini regulasi emosi ini menjelaskan sekitar 18,9% dari tingkat kecenderungan depresi yang dialami oleh individu

    Peran Sibling Relationship terhadap Empati pada Emerging Adulthood

    Get PDF
    Berbagai macam permasalahan sosio-emosional dapat muncul pada masa emerging adulthood, yang dapat mengakibatkan masa ini tidak dilalui dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sibling relationship terhadap empati pada emerging adulthood. Penelitian ini dilakukan terhadap 195 partisipan berusia 18-25 tahun yang memiliki minimal 1 saudara kandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Instrumen yang digunakan meliputi Interpersonal Reactivity Index (IRI) dan Adult Sibling Relationship Questionnare (ASRQ). Ditemukan hasil bahwa sibling relationship tidak memberikan peran signifikan terhadap empati pada emerging adulthood (p= 0,236, F = 1,427). Analisis lanjutan menunjukkan bahwa masing-masing dimensi sibling relationship, yaitu warmth (p=0,751), conflict (p=0,055), dan rivalry (p=0,589) tidak memberikan peran yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa sibling relationship memiliki peran yang memiliki peran yang relatif kecil dalam empati pada masa emerging adulthood dan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar dinamika sibling relationship

    Pengaruh Keberfungsian Keluarga terhadap Regulasi Emosi pada Remaja Awal

    Get PDF
    Remaja awal merupakan individu yang berusia 12 sampai 15 tahun. Pada masa remaja awal, individu akan lebih sering untuk mengalami fluktuasi emosi dan cenderung meledak-ledak serta tidak mampu mengontrol emosinya. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi regulasi emosi salah satunya, yaitu keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberfungsian keluarga terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Partisipan penelitian adalah 162 remaja awal yang berusia 13-15 tahun dan sedang tinggal bersama keluarga. Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan dua instrumen, yaitu skala family assessment device dan emotion regulation questionnaire. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja awal (p=0,001). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga memiliki pengaruh sebesar 7% pada regulasi emosi

    PERAN EMPATI TERHADAP DEPRESI PADA EMERGING ADULTHOOD

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana empati berperan dalam memengaruhi tingkat depresi pada individu dalam masa emerging adulthood. Empati dalam studi ini terdiri dari empat aspek, yaitu perspective taking, fantasy, empathic concern, dan personal distress. Penelitian ini difokuskan pada empati secara keseluruhan dan hanya dilakukan analisis tambahan pada empat aspek empati tersebut Partisipan dalam penelitian ini merupakan individu dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun, yang berada dalam fase emerging adulthood. Jumlah total responden adalah 245 orang, dengan 28 laki-laki dan 217 perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua alat ukur, yaitu Interpersonal Reactivity Index (IRI) sebanyak 28 item untuk mengukur empati, dan Beck Depression Inventory II (BDI-II) sebanyak 21 item untuk mengukur tingkat depresi. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa persamaan yang diperoleh adalah Y =22,125 – 0,035(X). Nilai signifikansi variabel empati adalah 0,577 yang mengindikasikan empati tidak berperan signifikan terhadap depresi. Nilai R² sebesar 0,001 menunjukkan bahwa secara keseluruhan, variabel empati hanya memberikan kontribusi sebesar 0,001 % terhadap variabel depresi dan 99,9% menunjukkan bahwa variabel lain lebih berperan terhadap variabel depresi

    Peran Gaya Resolusi Konflik Terhadap Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Muda

    Get PDF
    Pernikahan merupakan salah satu tahap penting dalam kehidupan dewasa awal yang dianggap sakral dan berdimensi luas, baik secara hukum, agama, maupun budaya. Dilansir melalui kumparanNews (2024), angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan dalam rentang tahun 2014-2023, sedangkan dalam rentang sepuluh tahun terakhir, angka perceraian mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran gaya resolusi konflik terhadap kepuasan pernikahan dalam konteks pasangan muda. Partisipan penelitian berjumlah 126 pasangan muda (97 laki-laki dan 29 perempuan) yang sedang menjalin pernikahan sesuai dengan hukum di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan metode survei daring dengan instrumen ENRICH Marital Satisfaction Scale Versi Bahasa Indonesia (Artamevia, 2021) dan Conflict Resolution Styles Inventory Versi Bahasa Indonesia (Muttaqin, 2022). Analisis data dilakukan dengan uji asumsi dan uji regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak Jamovi versi 2.6.44. Hasil analisis menunjukkan terdapat peran positif signifikan gaya resolusi konflik positive problem solving terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan muda. Sebaliknya, terdapat peran negatif signifikan gaya resolusi konflik conflict engagement dan withdrawal terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan muda. Gaya resolusi konflik compliance menunjukkan peran negatif, namun tidak signifikan (p-value >0,005)

    Dinamika Penalaran Moral Remaja yang Tergabung dalam Geng Pelajar yang Melakukan Perilaku Prososial

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika penalaran moral remaja yang tergabung dalam geng yang melakukan kegiatan prososial. Peneliti ingin mengetahui lebih lanjut proses perubahan penalaran moral remaja yang distimulasi gengnya dalam melakukan perilaku menyimpang dan kegiatan prososial bersama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik dengan melibatkan dua orang informan. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan teknik kredibilitas member checking. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data driven. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa proses perkembangan penalaran moral para informan didominasi oleh budaya, aturan dan kesepakatan geng yang menjadikan remaja menginternalisasi bagaimana cara berinteraksi sesuai dengan norma yang berlaku. Selain itu, proses dinamika penalaran moral ini juga distimulasi oleh adanya interaksi selama berada dalam geng seperti adanya diskusi, perbedaan pendapat, percontohan perilaku, serta peluang pengambilan peran. Kemudian, proses perkembangan penalaran mereka distimulasi oleh adanya interaksi dengan berbagai situasi dan individu yang berbeda-beda
    corecore