1,720,972 research outputs found

    ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA PT.SEMARANG MAKMUR SEMARANG

    Full text link
    Mutu adalah salah satu masalah yang digambarkan dengan lambang-lambang kecant kemewahan Semua itu menjadikan mutu m dimengerti dan ditangani. Mutu mungkin merup memastikan adanya kesetiaan pelanggan. Mutu serangan pesaing dan jalan untuk memantapk Persaingan didalam mutu bukan hanya ingin ideal, tetapi juga akan menciptakan citra produ akhirnya menjamin kelangsungan hidup perus adalah manufaktur yang memproduksi baja lemb masalah yang ditemukan adalah sebagai berikut: dan panjang BjLS, kerusakan rata-rata BjLS pe kualitas antar kelompok kerja (shift), belum ad kemapuan proses line I dan II dan belum dike yang sebenamya. Tujuan dari tesis ini adalah pertama, me (line I dan II) terhadap ketebalan dan p PT.Semarang Makmur; kedua, menganalisis pe ketebalan dan panjang BjLS di bagian produk tujuan tersebut dianalisis dengan anova (analsis kemampuan proses produksi PT.Semarang M Variabel dan Atribut dan keempat, menganali panjang, menganalisis tingkat kerusakan prod akibat (cause and effect diagram). Dengan langkah-langkah di atas ditemu produksi terhadap ketebalan dan panjang Bj ketebalan dan panjang BjLS di kedua line produ terhadap ketebalan dan panjang BjLS. Kem Atribut ditemukan bahwa proses produksi pad berdasarkan ketebalan dan panjang adalah memproduksi produk yang tidak sesuai dengan line II dalam menghasilkan BjLS berdasarkan proses sedang memproduksi produk yang sedangkan proses produksi pada line II mengh adalah tidak capable dan proses sedang mem dengan spesifikasi. Dan penelusuran masala ditemukan masalah-masalah yang mungkin Masalah tersebut dibagi rnenjadi lima bagia pertama, Metode Kerja yang terdiri dari perga (Nam SOP; kedua, Mesin yang terdiri dari psetting error; ketiga, Lingkungan kerja yang terdiri dari polusi suara (bising), suhu ruangan, penerangan, polusi udara; keempat, Bahan balm yang terdiri dari pemasok, material handling, gudang bahan; kelima, Karyawan yang terdiri dari kekompakan, disiplin kurang, ketrampilan dan kelelahan. Dan penelusuran masalah dengan diagram sebab-akibat di atas kemudian dengan diagram pohon dapat diperoleh solusi yang terdapat di dalam implikasi manajerialQuality is one of the problems which is often incorrect to be understood. Quality is illustrated as symbol of beauty, goodness, expensiveness and luxury. Those all make quality becoming difficult thing to be understood and handled. Perhaps, quality is the best manner to determine the costumer's loyalty. Quality is also as defense tool from the competitor attack and as away to place in solid development and profit. The quality competition is not only to desire the ideal profitability, but also creates the product and the company image and finally it guarantees the company sustainability. PT.Semarang Makmur manufacture which produces galvanized iron sheet (GIS). Some problems that have been found as follows: there are thickness and length variation, the average product damage is about 1,2 % per month, there is quality of gap between shifts, there is no accurate information about process capability in line I and II and it has not known the cause of the real product. The purpose of this thesis are: the first, to analyze the influence of line manufacturing (line I and II) of the thickness and the length of GIS at the department of production PT. Semarang Makmur The second, to analyze the influence of production time of the thickness and the length of GIS at the department of production PT.Semarang Makmur; the both of analyzed purposes with anova (analyze of variance); the third, to analyze the process capability of production PT.Semarang Makmur with analyzing tools such as SPC Variable and Atribute. And the fourth, to analyze the variance of the thickness and the length those are to analyze the degree of the product damage of GIS with cause and effect diagram. With the above steps, the line influence of production the thickness and the length of GIS are not found, there is shift influence of the thickness and the length of GIS at both lines of production, there is time influence of the thickness and the length of GIS. Then with SPC Variable and attribute is found that the production process on line I in producing GIS based on the thickness and the length is capable but the process of the product is being produced that is not accordance with specification; the production process on line II in producing GIS based on the thickness is capable but the process of the product is being produced that is not accordance with specification; while the production process on line II process GIS based on the length is not capable and the process of the product is being produced that is not accordance with specification. From the problems investigation with caused and effect diagram, the problems are found that may cause output variation. The mentioned problems are divided into five main part those are: the first, the work method that consist of turn over shift, evening shift, the error of SOP; the second, the machinery consist of machine maintenance, machine damage, setting error, the third, the work environment consist of voice pollution, room temperature, lighting, air pollution; the fourth, the raw materials consist of supplier, material handling, the raw materials go down; the fifth, the employees consist of solidarity, less discipline, skill, and tiredness. From the problem investigation with caused and effect diagram above and then with the tree diagram can be achieved the solution that is found in the managerial implication

    PENERAPAN 5S DI RUMAH, MUNGKINKAH?

    Full text link
    Pernahkah mengalami kehilangan atau kesulitan menemukan barang yang selalu anda pakai di rumah? Seperti sisir, pisau, kunci sepeda motor/mobil atau barang-barang lain yang selalu anda butuhkan dan anda pakai setiap hari. Seberapa seringkah mengalami hal ini? Jika jawaban anda “sering”, berarti ada sesuatu yang tidak beres di rumah anda. Jangan berpikiran negatif dulu, bukan karena ada “setan” yang mengambil barang-barang tersebut. Hilangnya barang atau kesulitan menemukan barang yang anda alami lebih disebabkan karena cara menyimpan barang yang tidak tepat, tidak disiplin meletakkan barang dan asal meletakkan barang begitu saja. Atau anda menjumpai di beberapa sudut ruang di rumah, di dapur, kamar tidur, di atas lemari, terlihat berantakan dengan berbagai macam barang dan terlihat tidak rapi. Mungkin anda merasa masih membutuhkannya atau bahkan sudah tidak membutuhkannya dan harus dibuang. Lalu, bagaimana caranya untuk memperbaiki keadaan ini? Artikel ini berusaha memberikan solusi akan permasalahan tersebut

    Kontribusi Keputusan Operasi dalam Pencapaian Keunggulan Bersaing Biaya Rendah (Low Cost) pada Monica Collection Semarang

    Full text link
    This research result gives contribution to Decision on Operation in achieving Low Cost Competitive Advantage in Monica Collection Semarang. Realizing this objective, it should be conducted research in operation decision supporting Monica Collection company to achieve its competitive advantage based on low cost. In this research it was found that there was operation decision conducted which supporting this low cost competitive advantage

    Perancangan Green Manufacturing Pada Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Mebel Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal

    Full text link
    Research on green manufacturing was conducted starting with the growth of the industry, which has an impact on environmental pollution. Research on green manufacturing design at Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Furniture Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal, aims to know the design of its green manufacturing. The research objectives is to help provide solutions to the managers of the company, especially about Green manufacturing. The data types in this study use primary data with interview and observation data collection methods. The analysis method uses the OECD method of green manufacturing which is used to measure the level of green manufacturing in all four companies. All companies are in the intermediate tier. To achieve a higher level of advanced green manufacturing, of course, each company needs to make a proper green manufacturing design. The design of green manufacturing in each company is done differently according to the conditions of each company. Recommendations that can be delivered that: companies need to streamline the production process in order to minimize the waste produced, start doing 3R (reuse, reduce, recycle) in production activities, using natural and environmentally friendly energy, such as sunlight energy, the use of LED lights, companies need to use environmentally friendly packaging, with the use of ecovalued plastics, in an effort to support the implementation of green manufacturing , then the company needs to conduct socialization and supervision to employees

    MENJADI KREATIF, MUNGKINKAH?

    Full text link
    Pernahkah mendengar ada orang mengatakan, “Saya kan tidak kreatif, maka jangan berikan tugas ini kepada saya”. Ada orang tua yang selalu mengatakan kepada anaknya, “Kamu harus jadi orang yang kreatif”. Sementara itu tidak menjelaskan kepada anaknya tentang apa itu kreatif, bahkan menciptakan suasana rumah yang tidak memunculkan sikap mental kreatif. Ada juga yang menganggap bahwa kreatifitas itu hanya dipunyai oleh orang-orang yang bekerja di bagian R&D. Sedangkan di bagian lain seperti bagian keuangan, sumber daya manusia dan akuntansi tidak memerlukan kreatifitas. Mari kita bahas tentang kreatifitas ini dimulai dari mitos tentang kreatifitas hingga tips untuk menjadi pribadi yang kreatif

    MANAJEMEN WAKTU, PERLUKAH?

    Full text link
    Manajemen waktu diperlukan oleh setiap individu. Jika anda berkeinginan untuk menjadi seorang yang cakap dalam memanaje waktu, beikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan: 1. Siapkan buku catatan/agenda. Susunlah jadwal kegiatan setiap hari, minggu, bulan berdasarkan skala prioritasnya

    PERSEPSI PENGGUNA LULUSAN TERHADAP KINERJA LULUSAN PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG TA. 2019/2020

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengguna lulusan terhadap kinerja lulusan Program Studi Manajemen Unika Soegijapranata Semarang dalam integritas, kerja tim, berkomunikasi, kemampuan dalam bahasa inggris, keahlian manajerial, upaya pengembangan diri dan ketrampilan menggunakan teknologi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyediakan informasi guna mengevaluasi kegiatan akademis Program Studi Manajemen Unika Soegijapranata. Baik informasi kekurangan, kelemahan maupun kelebihan program studi untuk selanjutnya menjadikan masukan dalam merencanakan upaya perbaikan atau improvement Program Studi Manajemem Unika Soegijapranata, agar kualitas program studi terjaga bahkan dapat ditingkatkan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pimpinan atau atasan para lulusan Program Studi Manajemen Unika Soegijapranata yang sudah lulus pada Semester gasal dan Genap 2019/2021. Metode sampling yang digunakan adalah snowball sampling, Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan: Lulusan Program Studi Manajemen yang lulus pada Semester Gasal dan Genap TA. 2019/2020 dipersepsikan oleh responden (pimpinan dan atasan langsung) dari ketujuh variabel, yaitu integritas (etika dan moral), keahlian manajerial dan professional, bahasa Inggris, ketrampilan penggunaan teknologi informasi, komunikasi, kerjasama tim dan pengembagan diri rata-ratanya adalah 3,34, dengan kategori sangat baik. Ketujuh variabel yang dinilai adalah integritas (etika dan moral) dengan nilai 3,73; keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) 3,405; Bahasa Inggris 2,81; Penggunaan Teknologi Informasi 3,39; Komunikasi 3,41; Kerjasama Tim 3,33; dan Pengembangan diri 3,32

    Perancangan Green Manufacturing pada Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Mebel Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal.

    No full text
    Penelitian mengenai green manufacturing dilakukan berawal dengan maraknya pertumbuhan industri, yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Industri yang baik adalah industri yang mampu mengurangi polusi, mampu mengatasi permasalahan limbah, dan memperhatikan kelestarian lingkungan yang sering disebut dengan istilah green manufacturing.Green manufacturing adalah pembaharuan proses dan kebijakan produksi yang mengutamakan operasi manufaktur ramah lingkungan. Pada dasarnya, green manufacturing menggunakan lebih sedikit sumberdaya alam, mengurangi polusi dan limbah, mendaur ulang dan menggunakan bahan emisi dalam proses manufaktur. Penelitian mengenai perancangan green manufacturing pada Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Mebel Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal, bertujuan untuk untuk mengetahui perancangan green manufacturing pada Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Mebel Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal. Harapan yang bisa diperoleh dari hasil penelitian ini agar dapat membantu memberikan solusi kepada pengelola perusahaan, khususnya mengenai Green manufacturing pada perusahaan yang mereka kelola. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Metode analisis menggunakan metode OECD mengenai green manufacturing yang digunakan untuk mengukur tingkat green manufacturing pada Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Mebel Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal. Hasil penelitian didapatkan pada Konveksi Arita Industry Semarang, Oox Guitarmaker Ambarawa, Idea Mebel Semarang, PT. Soegiarto Gemilang Tangguh Tegal, semua masuk dalam tingkatan green manufacturing intermediate. Untuk mencapai tingkatan green manufacturing yang lebih tinggi advanced, tentunya masing-masing perusahaan perlu membuat perancangan green manufacturing dengan tepat. Perancangan green manufacturing pada tiap perusahaan dilakukan secara berbeda-beda sesuai dengan kondisi perusahaan masing-masing Hal ini dikarenakan masing-masing perusahaan yang menjadi obyek dalam penelitian ini mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga tidak bisa digeneralisir. Rekomendasi yang bisa disampaikan bahwa : perusahaan perlu mengefisiensikan proses produksi agar dapat meminimalisir limbah yang dihasilkan, mulai melakukan 3R (reuse, reduce, recycle) dalam kegiatan produksi, menggunakan energi alami dan ramah lingkungan, seperti energi sinar matahari, penggunaan lampu LED, perusahaan perlu menggunakan kemasan yang ramah lingkungan, dengan penggunaan plastik yang ecovalue, dalam upaya mendukung pelaksanaan green manufacturing, maka perusahaan perlu melakukan sosialisasi dan pengawasan kepada karyawan
    corecore