1,721,034 research outputs found

    GAYA KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MELESTARIKAN BUDAYA SALAF (Studi Multisitus Di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung)

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis dengan judul “Gaya Kepemimpinan Kiai dalam Melestarikan Budaya Salaf (Studi Multisitus di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung)” ini ditulis oleh Pratama Dicky Martino, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, NIM: 1201194013 Tahun 2021 dibimbing oleh Prof. Dr. H. Achmad Patoni, M.Ag dan Dr. H. Nur Efendi, M.Ag Kata Kunci : Gaya kepemimpinan kiai, Budaya Salaf. Penelitian dalam tesis ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena kurangnya perhatian mengenai kepemimpinan kiai. Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk menggali ilmu yang berkaitan dengan kepemimpinan kiai. Dalam hal ini penulis menggali data terkait kepemimpinan kiai dalam Melestarikan Budaya Salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Pertanyaan penelitian dalam tesis ini adalah: (1) Bagaimana kebijakan kiai dalam melestarikan budaya salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung?; (2) Bagaimana perilaku kiai dalam melestarikan budaya salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung?; (3) Bagaimana motivasi kiai dalam melestarikan budaya salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung?. Tujuan penelitian dalam tesis ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana kebijakan kiai dalam melestarikan budaya salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung; 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana perilaku kiai dalam melestarikan budaya salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung; 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana perilaku organisasi yang diterapkan dalam melestarikan budaya salaf di Pondok Pesantren Sulaiman Trenggalek dan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Tesis ini disusun berdasarkan data lapangan yang menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yakni model Milles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Teknik pengecekan keabsahan data melalui triaggulasi. Hasil dari penelitian ini adalah : 1. Kebijakan kiai dalam melestarikan budaya salaf pesantren berpijak pada prinsip seimbang, konsistensi, dan selektif untuk mencapai tujuan. 2. Perilaku kiai dalam melestarikan budaya salaf pesantren diwujudkan dalam akhlaqul karimah, kebersamaan, gotong royong sebagai teladan bagi santri. 3. Motivasi dari kiai dalam melestarikan budaya salaf pesantren berupa semangat syi‟ar islam, berlomba-lomba dalam kebaikan, uswatun khasanah, dan taqwa sebagai sebuah khidmat

    UPAYA PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN DI PONDOK PESANTREN SULAIMAN GANDUSARI TRENGGALEK

    Get PDF
    ABSTAK Skripsi dengan judul “Upaya Pondok Pesantren dalam Meningkatkan NilaiNilai Keagamaan di Pondok Pesantren Sulaiman Gandusari Trenggalek” ini ditulis oleh Pratama Dicky Martino, NIM.1721143331, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Hj.ST.Noer Farida Laila,MA. Kata Kunci : Upaya Pondok Pesantren, Nilai Keagamaan Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh faktor perubahan moral santri dikarenakan perkembangan budaya dan teknologi. Fenomena tersebut akibat kurangnya perhatian dari pihak terkait dan pengaruh dari lingkungan. Khususnya santri yang menempuh pendidikan formal di luar pondok pesantren, mereka akan dapat bergaul bebas dengan teman dan dunia luar, yang belum tentu mereka dapat menyaring hal-hal yang bersikaf negatif dari luar tersebut. Oleh karena itu ini menjadi salah satu tantangan bagi pondok pesantren untuk membekali atau membuat semua santrinya yang khususnya menempuh pendidikan formal di sekolah umum agar dapat membentengi dirinya dan dapat menyaring hal-hal yang bersifar negatif dari luar. Untuk terwujudnya hal tersebut maka pondok pesantren berupaya memberikan pemahaman serta peningkatan nilai keagamaan terhadap santri agar muncul rasa ketaqwaan dan akhlaq yang baik. Fokus masalah dalam penelitian ini : 1) bagaimana upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai aqidah ; 2) bagaimana upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai syariah ; 3) bagaimana upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai akhlaq. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai aqidah ; 2) untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai syariah ; 3) untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya mondok pesantren dalam meningkatkan nilai akhlaq. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data penelitian menggunakan metode wawancara semi tersrtuktur, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan guna mengecek keabsahan temuan peneliti menggunakan perpanjangan waktu pengamatan, trianggulasi, dan pembahasan teman sejawat. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah: Pertama, upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai aqidah adalah dengan cara memberikan keyakinan tentang ke-Esa-an Allah, menanamkan rasa cinta kepada Nabi dan Rasullulah, mengajarkan Al-Qur’an. Kedua, upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai syariah adalah dengan cara keteladanan, pembiasaan, dan hukuman. Ketiga, upaya pondok pesantren dalam meningkatkan nilai akhlak adalah dengan cara mengajarkan ta’dhim, tanggung jawab, dan amanah

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore