2 research outputs found

    Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal pada Siswa SMAN 1 Kedungadem Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    RINGKASANPermatasari, Adinda Ulfa. 2019. Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai Dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa SMAN 1 Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.Kata Kunci: intensitas penggunaan gawai, keterampilan komunikasi interpersonal, siswa SMA Penerapan kebijakan sekolah berbasis IT dalam mengakses pembelajaran online menggunakan gawai menyebabkan siswa aktif melakukan aktivitasnya dengan gawai. Menurut teori used and gratification McQuail (2011), penggunaan gawai berlebih dipengaruhi adanya kepuasan tertentu, sehingga menyebabkan keterampilan komunikasi interpersonal kurang efektif. Akan tetapi, keterampilan komunikasi interpersonal sangat dibutuhkan siswa untuk menunjang kegiatan belajar, berdiskusi, bersosialisasi di masyarakat, dan bekal untuk melamar kerja. Oleh sebab itu, penelitian ini hendak melihat apakah terdapat hubungan intensitas penggunaan gawai dan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa.Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan mencakup siswa kelas X – XII di SMAN 1 Kedungadem. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling berjumlah 122 siswa. Instrumen yang digunakan antara lain 25 aitem valid skala intensitas penggunaan gawai dengan reliabilitas 0,780 dan 48 aitem valid skala keterampilan komunikasi interpersonal dengan reliabilitas 0,928. Hipotesis diuji menggunakan analisis product moment dengan koefisien korelasi (rxy = -0,190) dan signifikan (p = 0,036 ≤ 0,05). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa walaupun signifikan tetapi koefisien korelasi sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun signifikan tetapi hubungannya tidak terlalu kuat sehingga banyak faktor lain terkait hubungan intensitas penggunaan gawai dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa.Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa siswa SMAN 1 Kedungadem memiliki (1) intensitas penggunaan gawai yang menunjukkan durasi penggunaan selama 2-3 jam per hari, dan frekuensi 4 kali dalam sehari, (2) keterampilan komunikasi interpersonal siswa tergolong masih dalam batas cukup, artinya bahwa siswa cukup mampu untuk membuka diri terhadap orang lain, mampu untuk menghargai orang lain, mampu untuk merespon perkataan lawan bicara, mampu berpikiran positif menilai orang lain, serta memiliki kemampuan yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan lawan bicara.SUMMARYPermatasari, Adinda Ulfa. 2019. Correlation Between Smartphone Usage IntensityWith Interpersonal Communication Skill of SMAN 1 Kedungadem students inBojonegoro District. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology, State University of Malang. Advisor: (1) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.Keywords: smartpone usage intensity, interpersonal communication skill, highschool students The application of IT-based school policy in accessing online learning using devices leads to the active use of the smartphone by students in their activities. According to McQuail's (2011) used and gratification theory, the over use of smartphone is influenced by certain satisfaction hence, it causes less effective interpersonal communication skill. The interpersonal communication skill, however, is a necessity for students to support learning activities, discussion, socialization in a community and asset for job application. The research, therefore, tries to find out whether or not there is a correlation between intensity smartphone usage and students’ interpersonal communication skill.The research uses a quantitative approach. Population consists of students of 10th - 12th grade of SMAN 1 Kedungadem. The research sample comprise of 122 students selected using proportional stratified random sampling technique. The research instruments used comprise of 25 items of smartphone usage intensity valid scale with reliability of 0.780 and 48 items of interpersonal communication skill valid scale with reliability of 0.928. The hypothesis is tested using product moment with correlation coefficient of rxy = -0.190. Based on the analysis result, the correlation coefficient is considered significant but showed very low correlation oefficient. It indicates that although the relationship is significant it is not too strong hence, there are many factors involve in the relationship between of smartphone usage intensity and students' interpersonal communication skill.The research result also suggests that students of SMAN 1 Kedungadem have (1) intensity of smartphone usage in a duration of 2-3 hours per day in a frequency of four times a day, (2) students' interpersonal communication skill is fair, it means that students are quite able to open themselves to others, able to respect others, to respond to others’ words, to have a positive thinking to others and to adjust with interlocutors

    PUZZLE DAN SULING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA ANAK DI TPA EARLY GROW MALANG

    Full text link
    Banyaknya pasangan suami istri yang bekerja menyebabkan anak-anak mereka dititipkan di Tempat Penitipan Anak (TPA), sehingga pengurus TPA pun harus menyediakan pelayanan untuk mengoptimalkan perkembangan tiap anak tersebut. Pelayanan ini termasuk juga pada anak-anak yang berkebutuhan khusus. Dalam penelitian pendahuluan ini, pengambilan data dilakukan di sebuah TPAEarly Grow (EG) di kota Malang yang salah satu anaknya tampak memiliki keterlambatan bicara dengan memberikan intervensi berupa permainan puzzle dan suling, yang merupakan permainan di TPA tersebut. Kegiatan ini dilakukan selama 17 kali pertemuan. Pada latihan tahap terakhir, subjek sudah mulai bercerita tentang apa yang dilakukannya, mulai bertanya dengan mengontrol nada bicaranya, mampu menyusun puzzle dengan cepat dan berani bertanya saat tidak mengetahui letak potongan puzzle yang benar. Dari hasil pelaksanaan program dapat disarankan agar pada anak-anak yang mengalami hambatan dalam kemampuan komunikasi dapat diberikan program bermain sosial dengan perlengkapan sederhana yang ada di TPA tersebut, seperti puzzle dan alat musik yang melatih gerakan oral anak
    corecore