5 research outputs found

    Pengembangan Asesmen Kinerja Pada Materi Sistem Respirasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Keterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang memiliki peranan penting dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang, keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep siswa rendah. Salah satu solusi mengatasi rendahnya berpikir kreatif siswa yaitu dengan asesmen kinerja yang mengacu indikator berpikir kreatif menurut Treffinger yaitu berpikir luwes, berpikir asli, berpikir lancar dan elaborasi. Selain itu, solusi laiinya adalah soal dengan tingkat kognitif C1-C6 untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen kinerja pada materi sistem respirasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dan pemahamn konsep siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan. Penelitian dan pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang berjumlah 36 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 90,82% dengan kriteria “sangat valid”, tingkat kepraktisan sebesar 87,8% dengan kriteria “sangat valid”, tingkat keefektifan asesmen kinerja dalam membuat scrapbook sebesar 89,9 dengan kriteria “efektif”, tingkat keefektifan asesmen kinerja kegiatan praktikum sebesar 93,2 dengan kriteria “efektif”, tingkat keefektifan asesmen kinerja kegiatan presentasi sebesar 91,8 dengan kriteria “efektif”, dan tingkat keefektifan asesmen kinerja kegiatan diskusi kelas sebesar 85,1 dengan kriteria “efektif”. Soal yang dikembangkan untuk mengukur pemahaman konsep siswa sejumlah 30 soal menunjukkan valid. Tingkat kesukaran soal dengan soal kategori sukar sejumlah 1 soal, kategori sedang sejumlah 22 soal, kategori mudah sejumlah 7 soal. Daya beda soal dengan ketegori baik sekali sejumlah 3 soal, kategori baik sejumlah 12 soal, kategori cukup sebanyak 7 soal, dan kategori jelek sjumlah 8 soal. Tingkat reliabilitas soal sebesar 0,681 dengan kriteria “tinggi”. Tingkat keefektifan soal untuk mengukur pemahaman konsep siswa adalah sebesar 86,1 dengan kriteria “efektif”. Hasil revisi pengembangan asesmen kinerja pada materi sistem respirasi dapat digunakan secara luas oleh guru biologi

    KAJIAN NILAI BUDAYA PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL DI GIRI JAYA PADEPOKAN KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT

    No full text
    AbstrakGiri Jaya Padepokan yang terletak di kaki Gunung Salak, tepatnya di Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, memiliki bangunan-bangunan lama yang berarsitektur tradisional. Bangunan-bangunan tersebut perlu diperhatikan, dipelihara, dan dilestarikan keberadaannya. Pelestarian bangunan tersebut juga sekaligus melestarikan keterkaitan antara bangunan dan kehidupan komunitas manusianya, baik sehari-hari maupun ritual. Bagaimana konsep bangunan dalam struktur, fungsi, serta bentuk bangunan tidak banyak orang mengenalnya. Untuk itu, melalui penelitian yang bersifat deskripsi dengan pendekatan kualitatif dapatlah dipahami konsep-konsep tersebut. Dari hasil kajian tersebut, dapat dinyatakan bahwa bentuk-bentuk bangunan peninggalan leluhur Giri Jaya Padepokan itu selain memiliki bentuk bangunan berarsitektur tradisional Sunda, juga pada beberapa bagian bangunan ada pengaruh arsitektur Jawa dan Kolonial Belanda. Hal itu bisa terjadi karena leluhur Giri Jaya Padepokan sebagai pendiri bangunan tersebut memiliki pengalaman yang berkaitan dengan keberadaan Kolonial Belanda di Tatar Sunda serta pertemanannya dengan seseorang yang berasal dari “Mangku Negara” Surakarta. AbstractThe village of Giri Jaya Padepokan that lies on the foothill of Mount Salak has many buildings of traditional architecture. These buildings have to be preserved. To preserve those buildings means to preserve the relationship between the buildings themselves and the life of the community. There are very few people who have knowledge about the those traditiional buildings in term of structure and functions, as well as the shape. In understanding these concepts the author conducted a descriptive research method with qualitative approach. The author came into conclusion that despite of traditional Sundanese architecture, some of the buildings were influenced by both Javanese and Dutch colonial styles. The styles were adopted during their period of ruling Sundaland over centuries.</jats:p

    BATIK CIAMISAN DI IMBANAGARA KABUPATEN CIAMIS (Sebuah Kajian Nilai Budaya)

    No full text
    AbstrakPerkembangan industri tekstil yang semakin maju mengakibatkan keberadaan batik tradisional kini mulai surut, termasuk yang dialami batik tulis Ciamisan. Kerajinan tersebut merupakan aset kerajinan tradisional yang perlu  dipertahankan agar tidak punah. Untuk itu dilakukan upaya pelestarian dengan melakukan penelitian perihal kajian nilai budaya pada batik tulis Ciamisan tersebut di Dusun Ciwahangan Kecamatan Imbanagara Kabupaten Ciamis, sebagai satu-satunya daerah yang masih terdapat aktivitas kerajinan batik tulis Ciamisan. Penelitian tersebut bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, dengan cara mempelajari arsip-arsip literatur yang menunjang pelaksanaan penelitian. Data primer diperoleh dengan cara pengamatan, wawancara, dan pemotretan di daerah objek penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perjalanan keberadaan batik tulis Ciamisan dari awal perkembangannya hingga kini dapat dikatakan, corak batik tulis Ciamisan tidak memiliki makna filosofi perlambang, nilai sakral, atau menunjukkan status sosial tertentu. Namun penciptaan motif atau ragam hias batiknya lebih ditekankan pada ungkapan kesederhanaan untuk memenuhi kebutuhan sandang, sinjang ‘kain’ bagi masyarakat. Nilai filosofi kesederhanaannya itu terlihat dalam bentuk-bentuk motif yang terinspirasi dari alam sekitar dan kejadian sehari-hari. Selanjutnya teknik membuat batik berkembang, tidak hanya batik tulis saja, muncul batik cap, batik sablon, batik painting/lukis, dan batik printing. Demikian pula dengan motif batiknya, para perajin tidak hanya menghidupkan kembali motif-motif lama batik Ciamisan, juga meluncurkan  motif baru hasil inovasi. AbstractThe progress in the development of textile industry has made batik tulis or traditional batik (hand-drawn batik) less popular, including batik Ciamisan. This kind of craftsmanship actually must be preserved. Therefore, in order to do that the author conducted a research on cultural values of batik tulis Ciamisan which took place in Dusun (village) Ciwahangan, Kecamatan (district) Imbanagara, Kabupaten (regency) Ciamis. This is a descriptive analytical study with qualitative approach. Data were collected either primarily (by observation, interviews, and taking photographs) or secondarily (bibliographic studies). The result shows that motifs of batik Ciamisan do not have symbolic nor sacred values. They do not reflect certain social status as well. Even since its very beginning until its development today. The creation of motifs is simply stressed on fulfilling the need of cloth for apparel (sinjang) with simple designs inspired from the mother nature and everyday life. The technique varies from traditional (batik tulis), stamping (batik cap), painting and printing. The craftsmen also have innovated new motifs.</jats:p

    PENGARUH PEMBERDAYAAN GURU TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI SMK NEGERI 3 BANDUNG

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji pemberdayaan guru dan kepuasan kerja guru di SMK Negeri 3 Bandung. Tujuannya adalah untuk mengetahui gambaran pemberdayaan guru, gambaran kepuasan kerja guru dan pengaruh pemberdayaan guru terhadap kepuasan kerja guru. Penelitian ini dilakukan mengingat kepuasan kerja guru yang fluktuatif di SMK Negeri 3 Bandung. Bahkan mengalami penurunan yang cukup memprihatinkan pada tahun 2017 ke tahun 2018. Penulis tertarik untuk mencari faktor penyebab yang mampu meningkatkan kepuasan kerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan angket sebagai alat pengumpulan data. Responden adalah guru tetap SMK Negeri 3 Bandung sebanyak 78 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pemberdayaan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru. Pada koefisien deteminasi ditemukan bahwa pemberdayaan guru berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru sebesar 19,1%, sedangkan 80,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. his research examines teacher empowerment and teacher job satisfaction in public vocational high school 3 Bandung. The purpose is to find out the representation of teacher empowerment, representation of teacher job satisfaction and effect of teacher empowerment on teacher job satisfaction. This research was conducted because teacher job satisfaction in public vacation high school 3 Bandung tends to fluctuate from year to year, even decreased from 2017 to 2018. The author is interested in finding the causative factors that can increase teacher job satisfaction. This research employed a survey research method which used questionnaire as a technique in collecting the data. The responden are permanent teachers public vocational high school 3 Bandung numbered 78 persons. The data analysis technique uses regression analysis. Based on research results it was found that teacher empowerment had a positive and significant effect on teacher job satisfaction. On the coefficient of determination it was found that 19,1%, of teacher empowerment influenced to the teacher job satisfaction while 80,9% influenced by other factors which is not examined in this study

    MOBILE-BASED ONLINE EXAM APPLICATIONS USING PROBLEM WEIGHT CLASSIFICATION TECHNIQUES, GROUPING AND RANDOMIZING: Aplikasi Ujian Online Berbasis Mobile Menggunakan Teknik Klasifikasi Bobot Soal, Pengelompokan Dan Pengacakan

    Get PDF
    Education is an agenda for designing the country's development. Implementation in the field of education is a joint responsibility of both the government and the community, educational institutions are one that plays an important role in the ongoing learning process activities one of which is the examination activities. The test is an evaluation of the learning process to obtain learning outcomes as a form of achievement recognition or completion in an educational unit. The test is still cheating, it is triggered by the lack of confidence in working on the exam questions and the same type of exam questions will provide an opportunity to chat and work together. The author aims to provide a solution in the form of the application of online-based online test applications using question weight classification techniques, grouping and randomization. This mobile-based online exam application was developed using the waterfall model. The results obtained from research on this mobile-based exam application has features to prevent screen capture or screenshots, prevent video recording or video recorder and prevent switching applications that can run multiplatform on Android and iOS. This application has been through the process of testing the user and distributing questionnaires to determine the feasibility of using the weight classification technique with a percentage of 80% so it is suitable for use in examination activities
    corecore