1,720,964 research outputs found
PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN JURUSAN KARAWITAN FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ISI SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui tingkat keterampilan sosial pustakawan di
Perpustakaan Jurusan Karawitan. 2) untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap
keterampilan sosial pustakawan di Perpustakaan Jurusan Karawitan. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 pemustaka yang
diambil 10% dari jumlah populasi yang berjumlah 660 orang. Teknik pengambilan sampel
dengan menggunakan sampling aksidental. Metode pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Untuk mengetahui lebih dalam kondisi di lapangan digunakan juga observasi
nonpartisipatif, dan dokumentasi. Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan skala
likert. Uji validitas menggunakan rumus pearson’s product moment dan uji reliabilitas
menggunakan rumus alpha cronbach. Analisis data menggunakan mean dan grand mean.
Keterampilan Sosial Pustakawan yang dimiliki oleh pustakawan di Perpustakaan Jurusan
Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta, memperoleh nilai grand mean 4,116.
Nilai tersebut berada pada rentang skala 3,40 – 4,20 yang menunjukkan bahwa keterampilan
sosial yang dimiliki oleh pustakawan di Perpustakaan Jurusan Karawitan Fakultas Seni
Pertunjukan ISI Surakarta berada pada tingkat yang tinggi. Skor tertinggi terdapat pada
indikator interaksi dengan lancar, yaitu pada pernyataan “Pustakawan sangat ramah dan
bersahabat dalam berinteraksi dengan pemustaka”, “Pustakawan sangat menghargai
pemustaka” yaitu 4,491 (sangat tinggi). Sedangkan yang mendapatkan skor terendah terdapat
pada indikator kebutuhan pemustaka terutama pada pernyataan "Pustakawan memberikan
informasi tanpa harus diminta terlebih dahulu " yang memperoleh skor 3,639 (tinggi).
Persepsi pemustaka terhadap keterampilan sosial pustakawan yang dimiliki oleh pustakawan
di Perpustakaan Jurusan Karawitan adalah baik, ini bisa dilihat dari hasil perolehan nilai
grand mean yang berada pada rentang skala 3,40 – 4,20.
Kata Kunci : Keterampilan Sosial, Kecakapan Sosial, Social Skil
Pesta Demokrasi untuk Mencerdaskan Bangsa
Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak gelombang pertama pada 9 Desember 2015 adalah sistem terbaru yang diterapkan untuk memilih kepala daerah. Masyarakat luas berharap sistem baru ini jauh dari segala kejanggalan. Sistem yang baru diharapkan membimbing semua pihak, baik para elite politik, calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, tokoh intelektual, unsur birokrasi pemerintah, dan masyarakat luas lebih memahami dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, berpolitik secara matang dan dewasa, serta mampu berperilaku sesuai karakter bangsa yang arif, santun, dan bijaksana. Pesta demokrasi meniscayakan kampanye. Isu kampanye bisa beraneka salah satunya isi budaya baca bangsa. Program kampanye minat membaca dan budaya membaca harus mendapatkan perluasan wacana. Program ini tidak sekadar membebaskan masyarakat dari buta aksara, namun juga memiliki muatan baru berupa literasi informasi. Membaca untuk meretas kecerdasan bangsa. Membaca untuk memelihara kesadaran berpikir di tengah arus informasi yang sering kali dangkal dan sensasional pemicu kegaduhan tanpa makna. Pada titik tersebut setidaknya para kepala daerah terpilih bisa memainkan peran dari sisi politiknya. Mematangkan atau mendewasakan kehidupan demokrasi sekaligus ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui perpustakaan dan budaya membaca
Peran Marketing di Perpustakaan
Esensi dan eksistensi suatu perpustakaan dapat dianalogikan dengan sebuah toko. Perbedaanya, jika sebuah toko umumnya berkepentingan mendistribusikan barang sebagai dagangannya kepada konsumen/pemakai, sedang perpustakaan secara umum bertujuan menyebarluaskan jasa layanan yang ditujukan untuk kepuasan pengguna. Selain perbedaan tersebut, ada kesamaan antara keduanya,yaitu sama-sama menyiapkan suatu produk guna memenuhi kebutuhan pengguna. Jika suatu perpustakaan sepi pengunjung siapa yang harus disalahkan? Pihak perpustakaan atau pihak pengguna? Sebagai penjelasan analogi di atas, jika ada sebuah toko sepi pembeli, haruskah pihak pembeli dipersalahkan? Tulisan ini akan berbicara tentang peran pemasaran (marketing) di perpustakaan. Marketing di perpustakaan adalah suatu usaha menawarkan dan mendekatkam suatu produk kepada konsumen.
Kata kunci: marketing, ekstensi dan eksistensi perpustakaa
ANALISIS TINGKAT PRESTASI KERJA PUSTAKAWAN DI UPT PERPUSTAKAAN ISI SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui tingkat prestasi kerja pustakawan di Perpustakaan ISI Surakarta. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
kerja pustakawan di Perpustakaan ISI Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pustakawan di Perpustakaan ISI
Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena jumlah populasinya hanya 13 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk mengetahui lebih dalam
kondisi di lapangan digunakan juga observasi nonpartisipatif, wawancara dan dokumentasi. Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Uji validitas menggunakan rumus pearson’s product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbach. Tingkat Prestasi Kerja Pustakawan Di Perpustakaan ISI Surakarta, memperoleh nilai grand mean 3,612. Nilai tersebut berada pada rentang skala 3,40 – 4,20 yang menunjukkan bahwa
Tingkat Prestasi Kerja Pustakawan di Perpustakaan ISI Surakarta berada pada tingkat yang tinggi. Skor tertinggi terdapat pada indikator Kemampuan Konseptual, yaitu pada pernyataan “Saya selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaaan yang diberikan kepada saya walaupun
bidang pekerjaan tersebut masih awam bagi saya“yaitu 4,181 (tinggi). Sedangkan yang mendapatkan skor terendah terdapat pada indikator Kemampuan teknis terutama pada pernyataan “Saya selalu bisa memanfaatkan teknologi informasi modern / yang terbaru” yang memperoleh skor 3,272 (sedang). Tingkat Prestasi Kerja Pustakawan yang dimiliki oleh pustakawan di Perpustakaan ISI Surakarta adalah baik, ini bisa dilihat dari hasil perolehan nilai grand mean 3,612. Nilai tersebut berada pada rentang skala 3,40 – 4,20 yang menunjukkan Prestasi Kerja Pustakawan yang dimiliki oleh pustakawan di Perpustakaan ISI Surakarta berada pada tingkat yang tinggi
Persepsi Pemustaka Terhadap Keterampilan Sosial Pustakawan di Perpustakaan Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta
Penelitian ini bertujuan : 1) untuk mengetahui tingkat keterampilan sosial pustakawan pada Perpustakaan Jurusan Karawitan. 2). Mengetahui persepsi pengguna tentang keterampilan sosial pustakawan di Perpustakaan Jurusan Karawitan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif
Pandemi Covid-19 Memberi Arah Pengembangan Perpustakaan
Kehadiran perpustakaan digital merupakan bentuk perkembangan perpustakaan menuju perpustakaan yang lebih maju. Hal ini dapat dilihat perbedaannya dengan perpustakaan tradisional, terutama dari aspek koleksi dan penyajiannya. Munculnya perpustakaan digital merupakan bentuk pengembangan perpustakaan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sekaligus kehadiran perpustakaan digital dapat menjadi salah satu solusi di masa pandemi Covid-19. Dengan adanya perpustakaan digitalpemustaka tetap dapat mengakses dan memenuhi kebutuhan informasinya. Pandemi Covid-19 mampu memberikan daya rangsang ke arah pengembangan perpustakaan digital. Fungsi dan tugas pokok perpustakaan tetap terpenuhi, yakni mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan melestarikan, serta menyebarluaskan informasi kepada pemustaka melalui kekayaan koleksinya. Kemudahan yang diperoleh pemustaka dalam mengakses informasi dan memenuhi kebutuhannya sudah semestinya menjadi perhatian para pengambil kebijakan dan pengelola perpustakaan. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa pengembangan perpustakaan itu sendiri tergantung pada siapa, apa, dan mau bagaimana suatu perpustakaan dikembangkan? Semua kembali kepada kesadaran dan kemauan kita bersama, baik pengelola, pengambil kebijakan maupun pemerhati perpustakaan
Dari Tren Perpustakaan Rekreatif Menuju Perpustakaan Masa Depan
Pada hakikatnya perpustakaan merupakan sesuatu yang universal. Artinya di mana saja hampir sama, baik di Negara maju maupun di Negara berkembang. Kesamaan itu terdapat pada tugas pokoknya, yaitu: mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan melestarikan, serta menyebarluaskan informasi kepada pengguna. Begitu juga image dan pengertian perpustakaan secara general pada khlayak hampir sama, yakni sebagai tempat dari kumpulan bahan pustaka dan koleksi lainnya yang dikemas dalam sistem tertentu untuk kebutuhan pengguna. Namun realitanya, belum semua perpustakaan dapat memberikan manfaat yang sama secara optimal kepada pengguna. Bagaimana agar pengguna. Bagaimana agar pengguna dapat merasakan manfaat secara optimal dari suatu perpustakaan? Apa yang harus dilakukan oleh perpustakaan guna berarti di mata penggunanya? Atas dasar berbagai permasalahan itulah tulisan kali ini akan berbicara tentang tren perpustakaan rekreatif menuju perpustakaan masa depan.
Kata Kunci: perpustakaan, pengguna, perpustakaan rekreatif, perpustakaan masa depa
Panduan UPT Perpustakaan
Buku panduan ini memuat informasi tentang perpustakaan di Institut Seni Indonesia Surakarta. Terbitnya buku panduan ini bermaksud mengenalkan perpustakaan kepada pemustakanya dengan menyajikan informasi tentang profil perpustakaan, fasilitas dan jenis layanan, prosedur pelayanan, serta peraturan dan tata tertib perpustakaa
Peran Perpustakaan Dalam Kancah Persaingan Antar Perguruan Tinggi
Sejak dahulu kala perpustakaan dikenal sebagai tempat pembelajaran masyarakat. Perkembangannya saat ini semakin besar, seiring dengan perkembangan zaman. Jika perpustakaan dianggap penting, maka perannya harus diperluas, diperjelas konsep-konsep perkembangannya. Karena perpustakaan sebagai sumber belajar dan juga sebagai perubahan sosial. Peran perpustakaan adalah untuk menunjang kegiatan membaca dan sebagai sumber informasi. Perpustakaan sebagai agen perubahan sosial masyarakat yang dapat mempengaruhi anggota masyarakat untuk merubah sikap, perilaku, budaya, pandangan politik, keterampilan dan kecerdasan. Kondisi masyarakat secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi kepedulian orang lain akan arti pentingnya sebuah perpustakaan. Selain itu, karakteristik masyarakat yang selalu berubah, menuntut kemampuan masyarakat untuk terus belajar agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup
Panduan Perpustakaan
Hadirnya buku panduan perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta diharapkan menjadi pegangan atau pedoman bagi pemustaka dalam menjelajah dunia ilmu pengetahuan dan seni melalui kemahiran memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaa
- …
