68 research outputs found
Persepsi Masyarakat Terhadap Mutu Pondok Pesantren Nurul Jadid
AbstractThis paper aims to determine the public's perception of the quality of the Nurul Jadid Islamic boarding school. This study uses a type of field research with a qualitative research design. This study used field research. This research is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The data collected consists of primary data and secondary data. The results showed that the community rated the quality of the Nurul Jadid Islamic boarding school as very good, this was based on the increasing number of students who entered and the level of trust and satisfaction of the community as an external customer (service user) of the pesantren.
Pengajian Kitab Risâlah Mudzâkarah oleh Guru Ilham Humaidi di Masjid Nurul Ibadah Banjarmasin
Pengajian merupakan bentuk pengekspresian keimanan tujuannya untuk
meningkatkan hubungan antara Allah dan hamba serta hubungan antar sesama
manusia. Pengajian banyak ditemui di masjid-masjid salah satunya di
Banjarmasin. Namun, kerab juga tujuan dari pengajian tidak tercapai hingga
memperoleh pemahaman yang berbeda. Hal tersebut dapat dilihat pada salah satu
pengajian di Banjarmasin yaitu pengajian Kitab Risâlah Mudzâkarah oleh Guru
Ilham Humaidi yang membahas pengajian tasawuf. Guru Ilham Humaidi
belakangan ini banyak menarik perhatian masyarakat serta memimpin pengajian
dibeberapa tempat. Pada kegiatan pengajian Kitab Risâlah Mudzâkarah
pemahaman terhadap materi tasawuf tentu menjadi sebuah indikator dalam
menentukan tingkat pemahaman tasawuf jama’ah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengajian kitab Risâlah
Mudzâkarah di Masjid Nurul Ibadah Banjarmasin dan karakteristik tasawuf pada
pengajian Kitab Risâlah Mudzâkarah di Masjid Nurul Ibadah Banjarmasin. Serta
untuk mengetahui tingkat pemahaman tasawuf jama’ah terhadap materi ‘ujub
dalam Kitab Risâlah Mudzâkarah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif
yang bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik triangulasi yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian terhadap pengajian Guru Ilham Humaidi membahas
pengajian tasawuf dalam Kitab Risâlah Mudzâkarah yang terbagi menjadi dua
kategori yakni targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman). Adapun materi pada pasal
‘ujub termasuk dalam kategori tarhib (ancaman) yang dibahas dalam tasawuf
akhlaki. Adapun tingkat pemahaman tasawuf jama’ah yaitu: tingkat takhalli,
tahalli dan tajalli. Usia remaja memiliki tingkat tasawuf takhalli namun sebagian
ada pula yang mencapai tingkat tahalli. Usia dewasa memiliki tingkat tasawuf
tahalli dan lanjut usia memiliki tingkat tasawuf tahalli namun terdapat pula pada
tingkatan tajalli yakni ditahap mahabbah
KOMUNIKASI DAKWAH USTADZ H. ILHAM HUMAIDI PADA KAJIAN KITAB KARYA IMAM AL GHAZALIDI MAJLIS TA’LIM NURUL IBADAH MAHAT KASAN
Muhammad Hasbianoor: NIM. 180104010274: Komunikasi Dakwah Ustadz H.
Ilham Humaidi Pada Kajian Kitab Karya Imam Al Ghazali Di Majelis Ta’lim
Nurul Ibadah Mahat Kasan. Skripsi, Kota Banjarmasin, Jurusan Komunikasi dan
Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Antasari
Banjarmasin. 2022. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Rabiatul Aslamiah, M.Ag dan (II)
H. Muhammad Mabrur Lc, M.Ag.
Kata Kunci: Komunikasi Dakwah, Cara Penyampaian, Materi, Media
Latar belakang penelitian ini, karena penulis tertarik dengan komunikasi
dakwah Ustadz H. Ilham Humaidi sebagai salah seorang dai yang memiliki
banyak jamaah di Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana komunikasi dakwah dari Ustadz H. Ilham Humaidi Pada Kajian Kitab
Karya Imam Al Ghazali Di Majelis Ta’lim Nurul Ibadah Mahat Kasan.Jenis
penelitian ini adalah Field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan
pendekatan kualikatif deskriptif yang berlokasi di Banjarmasin. Pengumpulan
data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian
ini adalah komunikasi dakwah dari Ustadz H. Ilham Humaidi Dan Jamaah Majelis
Ta’lim Nurul Ibadah Mahat Kasan Banjarmasin sebanyak 9 orang sedangkan
objek penelitian adalah komunikasi dakwah dari Ustadz H. Ilham Humaidi, yang
meliputi cara penyampaian, materi dan media yang digunakan.Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa cara penyampaian komunikasi dakwah dari Ustadz H. Ilham
Humaidi dilakukan dalam bentuk verbal dan non verbal, secara verbal,
komunikasi dakwah dilakukan dalam bentuk lisan yakni ceramah, yang
disampaikan dengan cara yang baik, sopan, tidak membosankan dan sering
diselangi dengan humor agar jamaah tidak mengantuk saat mengikuti ceramah
beliau. Selain itu, beliau juga menggunakan komunikasi verbal dalam bentuk
tulisan melalui laman Instagram. Komunikasi verbal dalam bentuk tulisan tersebut
berupa kata-kata atau kutipan ceramah yang di posting beliau di laman Instagram
beliau. Adapun komunikasi non verbal dari beliau terlihat dari cara beliau
menyampaikan dakwah, misalnya intonasi suara, gerakan tubuh, raut wajah, serta
symbol-simbol ketika beliau menyampaikan pesan. Metode dakwah yang
digunakan Ustadz H. Ilham Humaidi adalah Bil Hikmah, Mau’izatil Hasanah, dan
Mujadalah Billati Hiya Ahsan. Materi yang disampaikan adalah isi kitab Ayyuhal
Walad Karya Imam Al Ghazali. Media yang digunakan untuk penunjang dakwah
beliau adalah alat pengeras suara dan media sosial seperti Instagram dan youtube
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah
Penelitian ini berisi tentang kepemimpinan kepala sekolah visioner dalam meningkatkan prestasi sekolah di SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Untuk mendapatkan data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan, peneliti melakukan interview dengan beberapa informan dengan teknik purposive sampling, yaitu berjumlah empat orang yakni kepala sekolah SMA Nurul Jadid, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, alumni SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Adapun hasil penelitian yang didapatkan ialah (1) Integritas Keilmuan ( Scientific Integrity) (2) Pengalaman Konsumsi (Consumption Experiences) (3) Pengaruh Sosial (Social Influences).
Nilai Tukar Mata Uang, Inflasi Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Pasar Di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid 19
Anhar Nurdiansyah Harahap1, Humaidi Sitompul2Ekonomi Islam/ S1/ Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam/ Universitas Islam Negeri Sumatera Utara/ Medan/ Indonesia.ABSTRACT This research was conducted to obtain information related to currency exchange rates during the COVID-19 pandemic which affected many aspects, especially in the economy. The effect on market prices caused by inflation that occurs in the pandemic scheme is the content in the journal made by the author. This research is a quantitative research using secondary data obtained from BI and BPS. The data to be obtained is related to the prices of basic commodities in Indonesia area affected by the pandemic which has caused market prices to increase or decrease. The research method is by collecting data on the prices of basic commodities that are already in the data by BI and BPS. As a result, we will find out how currency exchange rates, inflation, and the effect on market prices during the pandemic in Indonesia . And to be able to find the root of the problem and the solution to create a stable market price.Keywords:Currency exchange rates; inflation; the market price of basic commodities; pandemi
Kurikulum Muatan Lokal pembelajaran Kitab Kuning di Madrasah Aliyah Nurul Qarnain Sukowono Jember
ABSTRAK
Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu, melainkan suatu teknologi. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan, khususnya kurikulum, lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah atau madrasah, dibandingkan dengan penerapan teori-teori yang sudah mapan. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis.
Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan pemerintah dalam pembaruan atau inovasi kurikulum memberikan kesempatan bagi setiap lembaga pendidikan untuk melaksanakan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu: untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum muatan lokal pembelajaran kitab kuning di Madrasah Aliyah Nurul Qarnain, untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan manghambat dalam pembelajaran kitab kuning di Madrasah Aliyah Nurul Qarnain.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menekankan pada kekuatan analisis data pada sumber-sumber data yang ada, sehingga hasil penelitian tidak berupa angka-angka melainkan berupa interpretasi dan kata-kata. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan teknis analisis deskriptif (non statistik), yaitu data yang dikumpulkkan dengan kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Sehingga menggambarkan realitas yang sebenarnya sesuai dengan fenomena yang ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum muatan lokal dalam pembelajaran kitab kuning yang dilakukan Madrasah Aliyah Nurul Qarnain ini adalah kepala madrasah membentuk sebuah tim yang terdiri dari waka kurikulum, semua guru, serta melibatkan beberapa orang yang ahli dalam bidang pendidikan untuk menentukan jenis muatan lokal. Tim ini mengadakan rapat untuk menyusun program pengajaran, menetapkan tujuan-tujuan dari muatan lokal, menentukan sumber-sumber belajar seperti: kitab-kitab penunjuang untuk guru dan siswa, media yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar seperti multi media. Dalam pelaksanaan kurikulum muatan lokal, tim penyusun juga memperhatikan komponen-komponen kurikulum, pertama, komponen tujuan, dalam menyusun kurikulum muatan lokal harus ditentukan tujuan-tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah mereka menempuh proses belajar mengajar, kedua, komponen materi/bahan ajar, dalam bahan ajar ini telah ditetapkan secara garis besar materi-materi yang harus diberikan kepada siswa, ketiga, komponen strategi mengajar, hal ini berkaitan dengan metode pengajaran. Penggunaan metode mengajar ini diserahkan kepada guru yang bersangkutan, keempat, komponen evaluasi, hal ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Materi kitab kuning yang diajarkan kepada siswa masih bersifat pengenalan saja atau lebih tepatnya hanya bersifat dasar-dasar kitab kuning dan lebih menekankan kepada ilmu alat (Nahwu dan Sharrof) sebagai dasar untuk dapat membaca kitab kuning, yaitu: Al- Jurmiyah dan Kaylani, Mutammimah dan Nazham maqsud. Ada tiga faktor pendukung di dalam pelaksanaan pembelajaran kitab kuning di Madrasah Aliyah Nurul Qarnain, yaitu: Pertama, guru bidang studi kitab kuning telah memenuhi persyaratan sebagai guru profesional. Kedua, guru telah memiliki etos kerja yang baik dalam mentransformasikan ilmu. Ketiga, Sarana dan prasarana yang cukup memadai dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat selama ini adalah pemahaman siswa dan siswi terhadap pelajaran kitab kuning bersifat heterogin karena input siswa yang berasal dari latar belakang MTs/SMP yang berbeda-beda, SDM minim dan perlu dikembangkan, baik itu menyangkut etos kerja dan kedisiplinan, dan banyak sebagian siswa lupa membawa perlengkapan pembelajaran
Organizational Culture as a Catalyst for Literacy Development in Islamic Boarding School
Organizational culture in Islamic boarding schools plays a crucial role in improving students' literacy. Identifying the most influential cultural elements can help develop strategies to strengthen literacy skills among students. This study aims to analyze the role of organizational culture in promoting students' literacy in Islamic boarding schools. The research method used is qualitative, with a case study approach involving interviews, observations, and documentation. Data analysis using the Miles and Huberman model includes data reduction, systematic data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that a conducive learning environment in Islamic boarding schools, strengthening sustainable literacy programs, effective collaboration with external partners, and developing values and norms by Islamic boarding school principles significantly contribute to improving students' literacy. These findings emphasize the importance of a holistic approach involving various aspects of organizational culture to achieve better student literacy outcomes. This study provides implications for Islamic boarding school management's importance in strengthening cultural elements that support literacy. In addition to providing new insights, this study contributes significantly to educational policies in Islamic boarding schools
Trans-Paradigm of Ex-Khilafah Ideologists; Paradigm Changes Analysis of Ex-Khilafah Ideologists in Tapal Kuda
This research is based on the gap between the theory of religious conflict and the reality of the religious transition paradigm currently. Media issues have warmed up again lately with some news about the policy of disbanding radical mass organizations. After the dissolution of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), the Islamic Defenders Front (FPI) stumbled on administrative problems. After it was disbanded, the all members and cadres of the organizations chose to change their religious paradigm. The transition process is the main focus of this research. Based on the general framework of the shifting paradigm theory, the sub-focus consists of how to anomaly, the Critique process untill form a new paradigm of ex- Khilafah ideologues. In order to further limit the study, the site raised is the former ideologue Khilafah of Tapal Kuda. All problems are studied qualitatively using a phenomenological approach. The important findings of this study can be divided into three parts. First, the anomaly of the ex- Khilafah ideologue. There are three forms of anomaly, namely socio-cultural anomaly, siyasa anomaly and tradition anomaly. Second, the Critique process of ex- Khilafah ideologues. Its scope are socio-cultural Critique and siyasa Critique. Third, his new paradigm. There are two patterns of paradigm for the former ideology of the Khilafah, namely there are those who continue to fight for the Khilafah and there are those who choose to continue their ideological struggle. The first group carried out the process of marhala tsaqif and taf'ul. This last group bases its religious views on the majority, namely the religious paradigm of NU and Pesantren
STRENGTHENING MORAL EDUCATION TO REDUCE BULLYING AMONG STUDENS
This research stems from deep concerns. That, every day the bad news continues to increase regarding bullying behavior which causes many victims among students. This research aims to analyze the causes of bullying among students and provide options for how to overcome it. The method used is a qualitative approach based on literature study. The analysis was carried out descriptively. From research, it was found that students tend to bully because their personalities are still unstable. The research concluded that there is a general tendency for the average student to imitate easily and therefore needs to strengthen morals or character. The results of the research can make a positive contribution to efforts to achieve one of the educational goals as stated in Law Number 20 of 2003 concerning the National Education Syste
Upaya Mewujudkan “Merdeka Belajar” melalui Manajemen Kurikulum di MA Miftahul Ulum untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
The realisation of ‘Merdeka Belajar’ in madrasah is one of the important programmes in improving existential and sustainable education services. Various efforts have been made by the government, such as the implementation of Merdeka Belajar as stated in the Ministry of Education and Culture Decree No. 56 of 2022. This research was conducted at MA Miftahul Ulum Krucil Probolinggo with the aim of: 1) describe the procedural and conceptual models of Merdeka Belajar Management to realise ‘Merdeka Belajar’; 2) describe the results of implementing Merdeka Belajar Management to realise ‘Merdeka Belajar’. The method used in this research is a qualitative study, data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of Merdeka Curriculum to realise Merdeka Belajar at MA Miftahul Ulum to improve the quality of education by collaborating with various stakeholders, both teachers and students and between teachers. The collaboration technique used is to use the Top Down and Bottom Up patterns, namely breaking down from AKUL (Institutional Curriculum Direction) into programmes from the madrasah and involving regulations from the Ministry of Education and Culture
- …
