1,722,989 research outputs found
People of a Half-Way House
In this article, the famous Somali author Nuruddin Farah writes about his family and other Somalis who fled their country.Qoraaga soomaaliyeed ee caanka ah, Nuuruddiin Faarax, wuxuu maqaalkan kaga hadlayaa sida reerkiisa iyo soomaali kale ay uga qaxeen dalkooda.In questo articolo, il celebre autore somalo Nuruddin Farah scrive della sua famiglia e degli altri somali fuggiti dal proprio paese.File not available: the publishing house has not allowed the publication in Open Access. Original document currently not available at the Centre for Somali Studies, as belonging to Prof. Annarita Puglielli's private collection.Faylku diyar ma ah waayo daabacaha ma oggola in lagu nashariyo "Open Access". Qoraallo aan haatan laga helayn Xarunta Cilmibaarista Soomaaliyeed, maadaama ay yihiin qoraallo u gaar ah Prof. Annarita Puglielli.File correlato non disponibile per mancata autorizzazione da parte della casa editrice alla pubblicazione in Open Access. Documento originale attualmente non disponibile presso il Centro Studi Somali in quanto appartenente alla collezione privata della Prof. Annarita Puglielli
Witnessing Contemporary Somalia from Abroad. An Interview with Nuruddin Farah
Interview with Nuruddin Farah conducted by Minna Niemi at the Gothenburg Book Fair in September 2010. The author discusses about his career, his most recent trilogy and the political situation in contemporary Somalia.Wareysigii Nuuridiin Faarax oo ay la yeelatay Minna Niemi oo ku sugnayd Bandhig Buugaageed lagu qabtay Gothenberg Sebtember 2010. Qoraagu wuxuu ka hadlayaa waxqabdkiisa, qoraalladiisi ugu dambayay iyo xaaladda siyaasadeed ee maanta ka taagan Soomaaliya.Intervista a Nuruddin Farah condotta da Minna Niemi alla Gothenburg Book Fair nel settembre 2010. L'autore parla della sua carriera, la sua più recente trilogia e la situazione politica della Somalia contemporanea
Bastardi dell'impero. Scrittura e politica dell'esilio
In questo articolo Nuruddin Farah, celebre scrittore somalo, affronta il tema dell'esilio, sia dal punto di vista emotivo che dal punto di vista politico.Nuuruddiin Faarax, qoraaga soomaaliyeed ee caanka ah, wuxuu qoraalkan ku lafagurayaa mawduuca laajinnimada, isagoo ka eegaya xagga caadifadda iyo xagga siyaasadda.In this article Nuruddin Farah, a famous Somali writer, tackles the theme of exile, both from the emotional and the political point of view
KEBIJAKAN POLITIK NURUDDIN ZANKI DI SYRIA PADA MASA PERANG SALIB II (1146-1174 M)
Nuruddin Zanki adalah pemimpin besar umat Islam dalam Perang Salib II
pada abad 12 M. Penelitian ini membahas: (1) Sosok dan tipe kepemimpinan
Nuruddin Zanki. (2) Kondisi politik di Syria, pada masa kepemimpinan Nuruddin
Zanki, pada masa sebelum dan pada masa setelahnya. (3) Kebijakan politik
Nuruddin Zanki di Syria dan pengaruhnya terhadap Dinasti Zankiyah, dunia
Islam, dan pasukan Salib.
Metode penelitian pada skripsi ini mencakup tiga tahapan, yaitu: heuristik,
interpretasi dan historiografi. Metode penelitian sejarah yaitu merekonstruksi
sejarah secara sistematis dengan sumber-sumber data yang efektif dan kritis,
berdasarkan analisis dan sintesis sehingga menghasilkan penulisan sejarah yang
kronologis.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Nuruddin Zanki merupakan sosok dan tipe
pemimpin yang memiliki kepribadian dan karakteristik istimewa. Kepribadian dan
karakteristik tersebut yang membentuk Nuruddin menjadi pemimpin yang
karismatis sehingga banyak dicintai umatnya. (2) Kondisi politik di Syria pada
masa kepemimpinan Nuruddin Zanki mengalami kemajuan pesat di berbagai
bidang. Nuruddin berhasil menstabilkan kondisi politik di Syria, setelah
mengalami keterpurukan pada masa sebelum kepemimpinannya, ia juga berhasil
menancapkan pondasi kokoh pada umatnya untuk diwariskan kepada pemimpin
setelahnya. (3) Kebijakan politik Nuruddin Zanki di Syria antara lain di bidang
militer, agama, ekonomi, sosial dan hukum. Salah satu kebijakan Nuruddin yang
menonjol adalah pembebasan pajak yang ia terapkan pada seluruh wilayah
kekuasaannya. Nuruddin merupakan penyelamat umat Islam menjauhi era
kegelapan menuju kejayaan.
Kata Kunci: Kebijakan Politik, Kepemimpinan, Perang Sali
PERANAN NURUDDIN ZANKI SEBAGAI AMIR DINASTI ABBASIYAH DAN PERJUANGANNYA DALAM MELAWAN TENTARA SALIB (1148-1174 M)
RAHMAN ABDULLAH, NIM 14123151178 :
Skripsi berjudul Peranan Nuruddin Zanki Sebagai Amir Dinasti
Abbasiyah dan Perjuangannya Dalam Melawan Tentara Salib (1148-1174 M)
ini ditulis oleh Rahman Abdullah dengan Nomor Induk Mahasiswa yaitu
14123151178, Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Ushuluddin Adab
Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon tahun 2016.
Dalam skripsi ini penulis mencoba memaparkan hal-hal mengenai Nuruddin
Zanki yang merupakan salah satu tokoh pahlawan Muslim pada masa-masa
Perang Salib yang terjadi sejak abad ke-11 di Timur Tengah. Nuruddin Zanki
memiliki andil besar dalam perlawanan umat Islam terhadap tentara Salib pada
abad ke-12 M. Banyak pertempuran-pertempuran yang dilakukan Nuruddin dalam
upayanya melawan pasukan Salib yang banyak menindas kaum Muslimin saat itu.
Karena bagaimanapun, perlawanan yang dilakukan oleh Nuruddin tidak terlepas
dari posisinya sebagai amir kekhalifahan Abbasiyah. Sebagai pemimpin,
Nuruddin berkewajiaban melindungi masyarakatnya dari berbagai ancaman yang
mungkin terjadi, tak terkecuali gangguan dari pasukan Salib.
Maka dalam skripsi ini penulis menemukan dua variabel pembahasan yaitu,
bagaimanakah peran Nuruddin Zanki sebagai amir dari Khilafah Abbasiyah yang
mulai memudar kejayaannya ketika pada masa Nuruddin, kemudian
bagaimanakah perjuangan Nuruddin dalam melawan tentara Salib yang banyak
menindas kaum Muslimin saat itu.
Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan library
research atau penelitian kepustakaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan
berbagai sumber referensi, baik sumber primer maupun sekunder. Sumber-sumber
referensi tersebut penulis dapatkan dari berbagai perpustakaan, internet maupun
toko buku.
Dalam skripsi ini penulis memilki kesimpulan bahwa selama masa
kepemimpinannya, Nuruddin telah melakukan pertempuran-pertempuran
melawan pasukan Salib. Nuruddin berhasil menguasai wilayah Syria dan Mesir
dalam satu komando guna mempersulit kedudukan tentara Salib di Timur Tengah.
Tidak hanya perjuangannya melawan tentara Salib, Nuruddin juga berperan
sebagai amir yang memiliki wilayah kekuasaan. Selama masa kepemimpinannya,
Nuruddin telah melakuakan hal-hal yang dapat memajukan wilayah
kekuasaannya, Nuruddin melakukan pembangunan-pembangunan di wilayahnya
dan kesejahteraan penduduk adalah prioritas dalam kepemimpinannya.
Kata Kunci: Nuruddin Zanki, Perjuangan, Perang Salib, Pasukan Sali
Women and Metaphors in Nuruddin Farah's "Sweet and Sour Milk" and "Sardines"
The author presents a study on the role of feminine characters and on the large use of metaphor in two Nuruddin Farah's novels published in 1979 and 1981: "Sweet and Sour Milk" and "Sardines".Qoraagu wuxuu muujinayaa baaris ku saabsan dowrka shakhsiyaadka dhaddigeed iyo balaaqada ballaaran ee loo adeegsaday labada qiso ee uu qoray Nuruddiin Faarax, oo la kala daabacay 1979 iyo 1981: "Latte Agrodolce" iyo "Sardine".L'autrice presenta uno studio sul ruolo dei personaggi femminili e sull'ampio uso della metafora in due romanzi di Nuruddin Farah pubblicati rispettivamente nel 1979 e nel 1981: "Latte Agrodolce" e "Sardine".Thomas Labahn (ed.
The Literary Treatment of History in Nuruddin Farah's Close Sesame
An analysis of the role of historical events of Somalia in Nuruddin Farah's novels, “Close Sesame”._-_Baarisyo ku saabsan doorka sheekooyinka Nuuriddiin Faarax ay ka qaadanayaan taariikhda dhacdooyinka soomaaliyeed._-_Analisi del ruolo delle vicende storiche della Somalia all'interno del romanzo di Nuruddin Farah, “Chiuditi Sesamo”.Puglielli A. (a cura di
Kepemimpinan dan Kontribusi Nuruddin Zanki pada Perang Salib (1145-1174 M) (Suatu Tinjauan Historis)
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nuruddin Zanki adalah salah satu pahlawan Islam yang berhasil mengusir pasukan Salib di Syria. Namanya mulai dikenal sejak membuka jalan bagi Shalahuddin untuk membebaskan Yerussalem, 2)
Strategi Nuruddin Zanki dalam menghadapi Perang Salib yaitu menyatukan wilayah Islam di Syam dan Irak dengan tujuan memperkuat kekuatan kaum muslimin dalam menghadapi pasukan Salib, menguasai benteng-benteng pertahanan pasukan Salib, dan gencatan senjata dengan Yerussalem 3) Kontribusi Nuruddin Zanki pada Perang Salib meliputi berbagai aspek diantaranya, aspek keagamaan, aspek kemiliteran dan aspek sosial politik. Kontribusi pada aspek keagamaan mesjid menjadi basis atau pusat dari kegiatan keagamaan. Aspek kemiliteran yakni pemberdayaan pasukan
perlengkapan dan peralatan perang, konsolidasi internal umat Islam, jihad melawan Perang Salib. Aspek sosial pendirian lembaga sosial dan pembangunan infrastruktur. Implikasi penelitian ini adalah bahwa Nuruddin Zanki merupakan seorang pemimpin yang mempunyai jiwa yang sangat tangguh, di usia yang masih muda beliau menjadi seorang pemimpi. Nuruddin Zanki dikenal sebagai penguasa yang
tegas dan berwibawa, seorang pemimpin yang memberikan kesejahteraan bagi ummatnya pada saat itu. Nuruddin Zanki di beri gelar al-Malik al-Adil yang berarti raja yang adil. Kepemimpinan Nuruddin Zanki dapat dijadikan sebagai bahan rujukan di era kepemimpinan pemerintahan di masa sekarang, sebab Nuruddin Zanki merupakan sosok pemimpin yang bijaksana yang telah berhasil menerapkan peraturan berlandaskan syariat Islam, namun tetap menerapkan toleransi beragama. Sehingga pada masa kepemimpinannya Nuruddin Zanki berhasil memberikan kesejahteraan dalam kehidupan beragama
Dargah Nuruddin Shah Qadiri
Hazrat Nuruddin Shah Qadiri, (d. 1878), a native of Ambala, Punjab, arrived in Hyderabad in the reign of Nasiruddawlah (1829-57), and successive Nizams became his devotees. Afzaluddawlah granted him a jagir. His dargah located on the road from Nampally to Darussalam is built on a marble platform. The arched Naubat Khanah, with turrets and crenellations is impressive.exterior, tomb, 200
Nuruddin Farah: Variazioni sul tema di una dittatura africana
Recensione della trilogia romanzesca dello scrittore somalo Nuruddin Fara
- …
