4,842 research outputs found

    PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA

    No full text
    ABSTRAK PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA Nama : Nur Amelia NIM : 14050634006 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias / 2014 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Mata adalah jendela hati, salah satu bentuk mata yang perlu dikoreksi adalah mata bulat. Untuk menghasilkan riasan mata bulat yang ideal dan sempurna, dibutuhkan penggunaan bulu mata palsu yang tepat sesuai dengan kebutuhan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untu tata rias wajah pesta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian True Experimental (posttest only control design) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 30 observer, yang terdiri dari 5 dosen dan 25 mahasiswa tata rias. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda t-test dengan menggunakan bantuan program spss 16 dengan taraf 5 % (P<0,05). Hasil penelitian ini diperoleh data meliputi teknik penggunaan bulu mata yang berpengaruh pada mata bulat untuk tata rias wajah pesta dilihat dari aspek kehalusan dan kerataan riasan mata, pengaplikasian bulu mata, penyeimbang riasan pada mata bulat, kesesuaian hasil riasan dan ketepatan waktu. Teknik penggunaan bulu mata yang lebih bagus adalah menggunakan teknik secara langsung yang mempunyai nilai pada kehalusan dan kerataan riasan mata 3,25, pengaplikasian bulu mata 3,3, , penyeimbang riasan pada mata bulat 3,52, kesesuaian hasil riasan 3,43, dan ketepatan waktu 3,13. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta dengan kategori nilai baik. Hasil riasan terbaik rias wajah pesta yaitu pada model dengan teknik penggunaan bulu mata secara langsung. Kata Kunci : Bulu mata , tata rias wajah pesta, dan mata bulat

    PELAKASANAAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL TATA BOGA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 JOMBANG

    No full text
    ABSTRAK Amalah, Nining Nur. 2013. Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal Tata Bogadi  SMA Muhammadiyah  1  Jombang.  Skripsi  Jurusan  teknologi  Industri,Fakultas  Teknik,  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing:  (1)  Dr.  H.Amat Nyoto, M. Pd., (2) Dra. Teti Setiawati, M. Pd.   Kata kunci: Muatan lokal, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi    Pelaksanaan  pembelajaran  muatan  lokal  tata  boga  di  SMAMuhammadiyah  1  Jombang  bertujuan  agar  peserta  didik memiliki  pengetahuandan  keterampilan  di  bidang  makanan  dan  minuman,  serta  mengembangkanpotensi  yang  ada  pada  peserta  didik.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahuiperencanaan  pembelajaran  muatan  lokal  tata  boga,  pelaksanaannya  dalamkegiatan pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran muatan lokal tata boga.Rancangan  penelitian  ini  adalah  deskriptif  dengan  pendekatan  kuantitatif.Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan  muatan lokal tata boga di SMAMuhammdiyah  1  Jombang.  Sub  variabel  terdiri  dari:  (1)  PerencanaanPembelajaran;  (2)  Pelaksanaan  Pembelajaran;  (3)  Evaluasi.  Penelitiandilaksanakan  di  SMA  Muhammadiyah  1  Jombang.  Subyek  penelitian  gurupengajar  muatan  lokal  tata  boga.  Instrumen  penelitian  menggunakan  pedomandokumentasi,  observasi,  dan  wawancara.  Teknik  analisis  data  yang  digunakanyaitu analisis deskriptif.Hasil penelitian ditemukan bahwa:  (1) Silabus yang dibuat guru pengajar muatan  lokal  tata  boga  termasuk  dalam  kualifikasi  baik,  namun  standar kompetensi  dan  kompetensi  dasar  dalam  silabus  tidak  sesuai  dengan  potensi daerah yang ada; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar muatan lokal tata boga termasuk dalam kualifikasi baik; (3) Pelaksanaan Pembelajaran teori dan praktik muatan lokal tata boga termasuk dalam kualifikasi sangat  baik;  (4)  Pelaksanaan muatan  lokal  tata  boga masih  tidak  sesuai  dengan perencanaan  yang  telah  dibuat;  (5)  Kelemahan  dari  pelaksanaan  pembelajaran yang  ditetapkan  adalah  sarana  untuk menunjang  kegiatan  pembelajaran muatan lokal  tata boga masih belum maksimal;  (6) Evaluasi pembelajaran siswa melalui nilai  muatan  lokal  tata  boga  dari  hasil  pembelajaran  teori  lebih  dari  setengah (69%)  responden mendapat  predikat  lulus  amat  baik,  dan  pembelajaran  praktik sebagian besar (66%) responden mendapat predikat lulus cukup.Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran muatan lokal tataboga  dari  perencanaan  pembelajaran,  pelaksanaan  pembelajaran  serta  evaluasipembelajaran  termasuk dalam kualifikasi  sangat   baik dan pembelajaran berjalandengan baik

    Upaya Menarik Minat Wisatawan Religi terhadap Tata Rias Pengantin Giri Sekar Kedaton Gresik

    No full text
    Tata rias pengantin Giri Kedaton merupakan tata rias yang berasal dari Gresik. Tata rias pengantin ini terkait sekali dengan sejarah yang melekat di Kota Gresik. Nama tata rias pengantin ini diambil dari nama Sunan Giri yang merupakan salah satu dari Sembilan wali yang membahas tentang agama Islam di Jawa. Namun Tata rias pengantin Giri Kedaton tidak populer di mata masyarakat. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang tata rias pengantin Giri Kedaton. Padahal tata rias pengantin Giri Kedaton ini memiliki potensi sebagai objek wisata religi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu yang dapat meningkatkan minat wisatawan religi terhadap tata rias pengantin Giri Sekar Kedaton Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. Objek penelitian ini adalah tata rias pengantin Giri Kedaton Gresik. Giri Kedaton mempertimbangkan sebagai objek wisata religi. Tata rias pengantin Giri Kedaton dapat digunakan sebagai objek wisata religi dengan melakukan pengembangan produk, pengembangan pemasaran, dan pengemangan lingkungan.Kata Kunci: Wisatawan Religi, Wisata Religi, Tata Rias PengantinAbstractRiasan pengantin Giri Kedaton adalah riasan yang berasal dari Gresik. Riasan pengantin ini terkait erat dengan sejarah yang melekat di Kota Gresik. Nama tata rias pengantin diambil dari nama Sunan Giri, yang merupakan salah satu dari sembilan orang suci yang membahas Islam di Jawa. Namun, riasan pengantin Giri Kedaton tidak populer di mata publik. Banyak orang tidak tahu tentang tata rias pengantin Giri Kedaton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mana yang dapat meningkatkan minat wisatawan religius terhadap tata rias pengantin Giri Sekar Kedaton Gresik. Penelitian ini adalah studi literatur. Giri Kedaton menganggapnya sebagai objek wisata religi. Riasan pengantin Giri Kedaton dapat digunakan sebagai objek wisata religi dengan mengembangkan produk, pengembangan pemasaran, dan pengembangan lingkungan.Kata kunci: Wisata Religi, Wisata Religi, Rias Penganti

    TANGGAPAN MAHASISWA S1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA ANGKATAN 2013 TERHADAP PELAKSANAAN MATAKULIAH MUB INDUSTRI

    No full text
    ABSTRACT Hasanah, Nur Umiyati. 2016. Tanggapan Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013 Terhadap Pelaksanaan Matakuliah MUB Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd,  (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.Kata Kunci: Tanggapan, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana, Pelaksanaan Matakuliah MUB Industri, Mengelola Usaha Busana IndustriTanggapan adalah gambaran dalam ingatan tentang kesan-kesan yang diperoleh setelah proses pengamatan. MUB Industri merupakan kepanjangan dari Manajemen Usaha Busana Industri,  merupakan matakuliah yang melatih mahasiswa untuk mengelola  usaha busana secara massal yang memberikan bekal pengalaman mengelola usaha busana melalui praktek pengelolaan usaha busana industri sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen usaha busana. Salah satu kendala pada pelaksanaan matakuliah ini bagi mahasiswa adalah syarat kelulusan matakuliah, yaitu pencapaian omset minimal. Pelaksanaan matakuliah MUB Industri terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2013 terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 32 orang mahasiswa dari kelas offering A dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas isi (content validity) dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas cronbach alpha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terlaksana dengan  baik. Penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada populasi lain, karena penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas mahasiswa. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, hendaknya mahasiswa mampu melakukan manajemen waktu yang baik serta meningkatkan etos kerja, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik hasil. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri selanjutnya

    Studi tentang Kesiapan SMK An Nur Bululawang Menghadapi Revitalisasi

    No full text
    Abstrak   Revitalisasi merupakan pembangkitan kembali vitalitas. Jadi pengertian revitalisasi secara umum adalah usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali. Revitalisasi SMK diharapkan untuk segera dilaksanakan pada satuan pendidikan.  Sesuai dengan istruksi presiden tentang revitalisasi, maka Sekolah Menengah Kejuruan merupakan objek yang akan di revitalisasi. Jadi revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sebelumnya masih ada kekurangan lalu diperbaiki kembali supaya lebih siap untuk memasuki DUDI dan menghadapi MEA. Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia secara global.Revitalisasi SMK terdapat empat dimensi, yaitu: tata kelola lembaga, guru dan tenaga kependidikan, kualitas pembelajaran, dan kebekerjaan lulusan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesiapan SMK An Nur Bululawang menghadapi revitalisasi pada empat dimensi, meliputi: dimensi tata kelola lembaga, dimensi guru dan tenaga kependidikan, dimensi kualitas pembelajaran, dan dimensi kebekerjaan lulusan.             Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu sampel jenuh. Responden terdiri dari keseluruhan guru normatif, adaptif dan produktif di SMK An Nur Bululawang dengan jumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket/kuesioner tertutup.             Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kesiapan SMK An Nur Bululawang menghadapi revitalisasi pada: (1) dimensi tata kelola lembaga berada pada kategori sangat siap dengan persentase 90,0%, berdasarkan indikator (a) percepatan akreditasi dan lisensi sertifikasi dengan persentase 25,0%, (b) pengelolaan kelembagaan dengan persentase 34,3%, dan (c) peningkatan kualitas lembaga dengan persentase 30,7%, (2) dimensi guru dan tenaga kependidikan berada pada kategori siap dengan persentase 63,3%, berdasarkan indikator (a) pemenuhan kualitas dan kuantitas guru dan tenaga kependidikan dengan persentase 48,1%, (b) pelatihan berkelanjutan dengan persentase 12,4%, dan (c) magang guru di DU/DI  dengan pesentase 2,8%, (3) dimensi kualitas pembelajaran berada pada kategori sangat siap dengan persentase 86,7%, berdasarkan indikator (a) penataan spektrum bidang keahlian dengan pesentase 20,5%, (b) perangkat pembelajaran dengan persentase 22,6%, (c) kesesuaian materi kejuruan dengan persentase 7,2%, (d) proses KBM dengan persentase 22,1%, dan (e) program magang DU/DI dengan persentase 14,3%, (4) dimensi kebekerjaan lulusan berada pada kategori siap dengan persentase 73,3%, berdasarkan indikator (a) portofolio lulusan dengan persentase 28,6%,  (b) hubungan DU/DI dengan persentase 13,1%, (c) penempatan dan penelusuran lulusan dengan persentase 20,2%, (d) transisi jenjang karier dan retooling 11,4%. Jadi dilihat dari kontribusi empat dimensi revitalisasi, dapat disimpulkan secara keseluruhan tentang kesiapan SMK An Nur Bululawang menghadapi revitalisasi yang berada pada kategori sangat siap dengan persntase 78,3%. Saran yang dapat diberikan kepada SMK An Nur Bululawang, ialah (1) Dimensi guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk melaksanakan gelar ganda bagi guru yang mengajar pada bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Melakukan kerjasama dalam hal sertifikasi profesi guru yang menunjukkan keprofesionalan seorang guru. Bekerjasama dengan DU/DI untuk pelaksanaan magang guru guna meningkatkan kompetensi keahlian guru produktif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada,(2) Dimensi kebekerjaan lulusan disarankan untuk memaksimalkan program pelatihan pada lulusan supaya menambah bekal keterampilan untuk memasuki DU/DI. Melakukan MOU dengan DU/DI dalam penerimaan tenaga kerja

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAKANAN JAJANAN MAHASISWA TATA BOGA UNESA DIMASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Pada situasi pandemi Covid-19, mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam memperoleh dan mengkonsumsi makanannya. Kebiasaan mengkonsumsi makanan tergantung dari beberapa faktor yang mendasari yaitu pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan  pengetahuan terhadap perilaku konsumsi makanan jajanan Mahasiswa Tata Boga Unesa; dan 2) hubungan sikap terhadap perilaku konsumsi makanan jajanan Mahasiswa Tata Boga Unesa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah 155 mahasiswa prodi S1, D3 dan D4 Tata Boga di Jurusan PKK FT Unesa. Pengambilan data menggunakan kuisioner,  untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku responden. Metode analisis data menggunakan korelasi sederhana (Bivariate Correlation) dengan metode Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak ada hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku konsumsi makanan jajanan pada mahasiswa Tata Boga Unesa, meskipun pengetahuan yang dimiliki Mahasiswa Tata Boga Unesa sudah baik, namun belum sepenuhnya diimplementasikan dalam perilaku konsumsi makanan jajanan; dan 2) terdapat hubungan antara sikap dan perilaku konsumsi makanan jajanan pada mahasiswa Tata Boga Unesa, dengan koefisien korelasi 0,497 yang artinya tingkat hubungan sikap dan perilaku sedan

    HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGGAMBAR DESAIN RIAS DENGAN HASIL PRAKTEK TATA RIAS PENGANTIN JAWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA RIAS DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

    No full text
    Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Surabaya menawarkan berbagai mata kuliah yangmencakup berbagai jenis teknik tata rias. Untuk mendapatkan hasil riasan yang sempurna, ada beberapa faktoryang perlu dipertimbangkan, dan salah satunya adalah elemen desain. Program Studi Pendidikan Tata RiasUniversitas Negeri Surabaya juga mencakup mata kuliah desain tata rias yang fokus pada pengajaran konsep dasardesain. Namun, ditemukan bahwa Mahasiswa yang telah mempraktikkan tata rias pengantin Jawa memperolehhasil yang berbeda-beda, ada yang selaras dengan prinsip desain dan ada yang menyimpang dari prinsip tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai kemampuan siswa dalam membuat desain tata rias,mendeskripsikan hasil praktik tata rias Pengantin Jawa, dan mengetahui hubungan antara kemampuan desaindengan hasil tata rias pengantin Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakanmetode korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata mahasiswa dikategorikan memilikikemampuan menggambar desain rias dan hasil praktek tata rias Pengantin Jawa dengan sangat baik, sehinggaterdapat hubungan yang signifikan antara variabel kemampuan menggambar desain rias terhadap hasil praktekrias Pengantin Jawa pada mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Rias di Universitas Negeri Surabaya.Kata Kunci : Hubungan, Desain Rias, Tata Rias Pengantin Jawa

    KAJIAN BENTUK DAN MAKNA TATA RIAS TARI REYOG TULUNGAGUNG

    No full text
    Abstrak Reyog Tulungagung merupakan tarian khas dari tulungagung yang saat ini menjadi salah satu ikon di kabupaten Tulungagung, tarian ini berfungsi untuk tarian selamat datang dimana menyambut tamu penting di Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk dan makna tata rias wajah serta penataan rambut (2) Bentuk dan makna busana (3) Bentuk dan makna aksesoris tari Reyog Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tari Reyog Tulungagung adalah: (1) Bedak yang di gunakan menyesuaikan warna kulit penari, eyeshadow yang digunakan warna coklat, merah dan yang hitam berarti kekuatan. Alis dibentuk mendatar berwarna hitam agar terlihat tegas serta lipstick berwarna merah. Penataan rambut penari hanya di urai karena untuk membuat penari lebih gagah seperti seorang prajurit. (2) busana penari meliputi baju berwarna putih, jarik berwarna merah dengan motif bunga khas daerah Tulungagung yang melambangkan kegembiraan, sampur gendong untuk membawa dhodhog/kendang, celana berwarna hitam, stagen dan kaos kaki putih. (3) Aksesoris yang dipakai penari meliputi iket, iker/guling, sumping, klat bahu, sempyok, deker, kalung, sabuk, uncal, boro-boro samir, keris, gongseng, binggel dan yang paling utama yakni dhodhog/kendang. Ciri khas aksesorisnya yaitu iket yang berbentuk tanduk kerbau dan iker/guling berwarna merah putih dengan burung garuda dimana keduanya merupakan simbol negara Indonesia. Tata rias dan busana tarian ini selaras dengan gerakan tari Reyog Tulungagung. Kata Kunci: Bentuk, Makna, Tata Rias, Tari Reyog Tulungagun

    PERBANDINGAN HASIL TATA RIAS FANTASI BODY PAINTING MENGGUNAKAN TEKNIK MANUAL DAN TEKNIK AIRBSRUSH

    No full text
    Abstrak Seni keterampilan merias tubuh atau yang biasa disebut dengan tata rias fantasi body painting pada umumnya dalam merias menggunakan teknik manual. Seiring memasuki era modernisasi teknik merias fantasi body painting dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang disebut airbrush. Sebuah teknologi yang revolusioner, dapat digunakan untuk merias wajah maupun merias fantasi di tubuh. Merias fantasi body painting memiliki prinsip dalam perencanaan yaitu tema, rias wajah dan rambut, rias raga, dan perlengkapan busana yang menunjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil tata rias fantasi body painting menggunakan teknik manual dan teknik airbrush, mengetahui perbedaan hasil tata rias fantasi body painting menggunakan teknik manual dan teknik airbrush. Jenis penelitian ini adalah ekperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian yaitu metode observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan rumus rata–rata dan uji statistik menggunakan teknik t-test perhitungan statistik komputer yaitu independent sample t-test dengan program spss 16. Hasil penelitian perbandingan tata rias fantasi body painting menggunakan teknik manual dan airbrush diperoleh nilai p=0,00 ≤ 0,05 pada semua kriteria penilaian,nilai yang didapat reliable ≥75% observer mengatakan kecocokan, sehingga dapat dijelaskan bahwa  ha diterima karena terdapat perbedaan hasil tata rias fantasi body painting menggunakan teknik manual dan airbrush. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa perbandingan hasil tata rias fantasi body painting menggunakan teknik manual dan teknik airbrush lebih bagus dengan menggunakan teknik airbrush. Hasil penilaian tata rias fantasi body painting dengan menggunakan teknik airbrush adalah 4 (sangat baik) ditunjang dari segi alat dan kosmetik yang sesuai sehingga hasil riasan menjadi maksimal. Terlihat dari selisih perbandingan antara teknik airbrush dengan teknik manual yang mencapai 0,94. Kata kunci :Tata Rias FantasiBody Painting, Teknik Manual Dan Airbrush             Abstract Body art make up or used to called with body painting fantasy make up  is always use manual techniques. In modern era, technique of body painting fantasy make up can do with a technique called airbrush. A revolutionary technology can use for face make up and for body make up. Body painting fantasy make up have principle in plan of the face make up theme and the hair do, design of body painting, and the clothing support. Purpose of this research is to know about the comparison of  body painting fantasy make up with manual techniques and airbrush techniques, to know about the difference of body painting fantasy make up with manual techniques and airbrush techniques. Type of this research is an experiment. Methods of data collection are observation and documentation. Methods of data analysis using the average formula and statistical test use technique of statistical t-test calculation computer specifically t-test sample with spss 16 program. Results of comparative research body painting fantasy make up with manual techniques and airbrush techniques values obtained p=0,00  ≤ 0,05 on all the assessment criteria, the value obtained  reliable  ≥ 75% observer says agreement so can explain that ha can be accepted  because there are differences results of body painting fantasy make up with manual techniques and body painting fantasy make up with airbrush techniques.Conclusion in this research is that comparison of the body painting fantasy make up with manual techniques and body painting fantasy make up with manual techniques results is better airbrush techniques. The result of  body painting fantasy make up research  using the airbrush technique is 4 (very good) , because supported with appropriate tools and cosmetics so the make up result can be maximum. Because of the difference in comparison between airbrush technique with manual technique can reach 0,94.  Key word :Body Painting Fantasi Make Up, Manual Techniques and Airbrush Technique

    KREASI TATA RIAS PENGANTIN MUSLIM TERINSPIRASI BATIK LUMAJANG DAN PENGANTIN LUMAJANG SARI AGUNG

    No full text
    Abstrak: Lumajang memiliki tata rias tradisional yaitu Pengantin Lumajang Sari Agung merupakan pengantin yang memiliki corak kebesaran dengan sentuhan budaya Hindu yang terletak pada busana dan aksesoris. Di sisi lain hampir setiap masyarakat Lumajang menggunakan tata rias pengantin muslim di saat melaksanakan upacara pernikahan. Jenis penelitian Deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui hasil jadi kreasi tata rias pengantin muslim, meliputi tata rias wajah dan penataan kerudung beserta aksesoris terinpirasi dari desain dan bentuk tata rias pengantin muslim yang terinspirasi dari batik Lumajang dan Pengantin Lumajang Sari Agung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, angket penilaian ahli, dengan instrumen penelitian berupa lembar dokumentasi, lembar wawancara dan lembar angket penilaian yang ditujukkan kepada 5 ahli rias dan 3 ahli agama. Teknik analisis data menggunakan rumus Mean/rata-rata. Hasil penelitian yang didapat dari penilaian ahli rias dan agama yaitu (1) terinspirasi dari batik motif pisang  memperoleh nilai rata-rata pada tata rias rias wajah sebesar 4,2. Penataan kerudung sebesar 4,2. Nilai rata-rata keseluruan dari ahli agama sebesar 5. Dengan kriteria baik. (2) terinspirasi dari motif gelombang memperoleh nilai rata-rata pada tata rias wajah sebesar 4,16. Penataan kerudung sebesar 4,32. Nilai rata-rata dari ahli agama sebesar 5. Dengan kriteria baik. (3) terinspirasi dari motif sulur memperoleh nilai rata-rata pada tata rias wajah sebesar 4,33. Penataan kerudung sebesar 4,4. Nilai rata-rata keseluruan dari ahli agama sebesar 5, dengan kriteria baik. Desain tata rias wajah dan bentuk penataan kerudung pengantin muslim yang diwujudkan terinspirasi dari warna dan motif batik Lumajang meliputi motif pisang, motif gelombang dan motif sulur.   Kata kunci : Budaya, Tata Rias, Pengantin Muslim       Abstract: Lumajang has a traditional makeup style called Bridal Lumajang Sari Agung. It is bridal makeup with the touch of glorious Hinduism culture at fashion and accessory. Almost all people of Lumajang are using Moslem makeup during bridal. Research type is qualitative descriptive which is aimed at understanding the result of the development of Moslem bridal makeup. This Moslem bridal makeup includes some components such as facials, veils and accessories Designs makeup and veil shape inspired from Lumajang’s batik and bridal makeup Lumajang Sari Agung. Data collection method involves documentation, interview, and expert questionnaire. The instruments of research include documentation sheet, interview sheet and expert questionnaire sheet. All these sheets are shown to 5 makeup experts and 3 religious figures. Data analysis technique is mean equation. Result of research indicates that (1) the inspiration from banana motive batik has given average score for face makeup for 4.2. Veil arrangement has 4.2. Total average score from religious figures is 5. The criterion is good; (2) the inspiration from wave motive batik has produced average score for face makeup for 4.16. Veil arrangement reaches 4.32. Average value from religious figures is 5. The criterion is good; and (3) the inspiration from vine has average score for face makeup for 4.33. Veil arrangement has 4.4. Total average score from religious figures is 5. The criterion is good. Designs makeup and veil shape inspired from color and motive Lumajang’s batik which covers various motives such as banana, wave, and vine.   Keywords: Culture, Make Up, Moslem Brida
    corecore